Kiara berjalan mengikuti gerak langkah pria di sampingnya dengan memegang lengan tangan kekarnya. Senyumnya merekah sempurna. Kiara memperlihatkan senyum yang memang ia buat dengan begitu alami di depan para tamu yang hadir. Pria yang berada di samping Kiara adalah Ken. Ken telah berhasil menjerat Kiara dalam perangkapnya. Ken berjalan dengan begitu gagah sembari mengulas punggung tangan Kiara yang sedang melekat indah di lengan tangan Ken. "Wah... akhirnya pasangan yang kita tunggu-tunggu telah datang. Kita akan mendengar pengumuman penting dari tuan Ken," ucap pembawa acara saat melihat Ken telah datang di atas panggung. "Siapakah wanita cantik di samping Tuan Ken itu?" "Kenapa wanita Tuan Ken memakai topeng?" Para tamu saling bergumam pelan dan menatap takjub wanita yang berdiri sangat mesra di samping Ken serta mengagumi bentuk tubuh yang sangat sempurna dari Kiara. Ken sudah menyuruh David untuk membersihkan nama Kiara dan dirinya pada portal berita apapun dan hanya menyisakan berita tentang Kiara yang mengetahui perselingkuhan Jino saja. "Hari ini adalah hari spesialku. Bukan hanya pembentukan perusahaan baru ... tapi, juga mengenalkan istriku kepada dunia," ucap Ken dengan suara gagahnya. "Kami akan segera menyelenggarakan dan meresmikan pernikahan kami," tambah Ken yang langsung ditanggapi tepuk tangan dari para tamu. "Selamat Tuan Ken dan Mrs Ardinata. Kami ikut berbahagia dengan kebahagian tuan Ken dan Mrs," sahut pembaca acara Ken yang langsung diangguki oleh Kiara. Setelah pengumuman itu selesai. Pesta kembali berlanjut tanpa kehadiran Ken dan Kiara di sana. Ken membawa Kiara menuju kamar orang tuanya. Ken ingin mengenalkan secara khusus wanita yang selama ini Ken cari. "Ma ... ini Ken," ucap Ken saat langkahnya mulai mendekati tempat tidur Linda. Kiara sudah melepas topengnya saat telah berada di dalam kamar orang tua Ken. Manik mata Kiara menatap Linda sendu. Kiara mengingat mamanya yang telah meninggal. Linda yang mendengar panggilan putranya langsung membuka kelopak matanya perlahan. Lalu melirik kearah sosok wanita cantik di belakang Ken. Tiba-tiba garis bibir tua Linda terukir indah keatas. Lalu, melambai kearah Kiara untuk mendekat kearahnya. "Siapa dia, Ken?" tanya Linda lembut. Ken memegang tangan Linda dengan pelan, lalu memutar kepalanya kearah Kiara. "Dia istriku, Ma." Linda sangat terkejut dengan pengungkapan putranya itu. Yang tadinya Ken sangat susah mengenalkan menantu yang Linda pinta. sekarang, tiba-tiba putranya mengenalkan wanita cantik itu sebagai menantunya. Tentu Linda sangat terkejut. "Apa benar, Nak?" tanya Linda pada sosok wanita cantik yang telah terduduk di pinggir ranjang bersama Ken. Kiara mengangguk, lalu memberikan senyum cantiknya. "Saya Kiara, Tante. Maaf membuat tante terkejut dengan pernikahan kami," jelas Kiara. Linda menarik senyum khasnya kembali. Tanpa Linda sadari, air matanya turun, karena terlalu bahagia mengetahui putranya telah memiliki seorang istri. "Sini Sayang, peluk Mama ...," Linda merentangkan kedua tangannya untuk menyambut sang menantu. Kiara membalas dengan mengukir senyum cantiknya juga, lalu menghambur kedalam pelukan Linda. "Terima kasih telah menerima Kiara, Tante," ucap Kiara sembari menangis haru. Pelukan Linda begitu lembut dan hangat seperti mamanya. Kiara rindu mama ..., Linda merekatkan pelukannya sembari mencium kepala belakang Kiara. "Panggil Mama, Sayang. Kamu sekarang bagian dari keluarga kami." Kiara-pun langsung mengangguk paham. Tidak jauh dari kemesraan kedua wanita itu. Ada seorang pria yang tanpa sadar mengulas senyum tampannya. Ken pastikan akan membuat Kiara tidak akan bisa meninggalkan Ken, Ma ..., Dari arah pintu, tiba-tiba ada suara yang membuat Linda dan Kiara melepaskan pelukannya. Suara itu begitu mengejutkan mereka. "Mamaa... Gea pulang! Gea bawa obat mama!" teriak Gea tanpa menyadari jika di sana tidak hanya ada mamanya saja, tetapi ada seseorang yang asing di mata Gea. "Eh, ada tamu, Ma?" tanya Gea sedikit kikuk sembari berjalan mendekati tempat tidur Linda. "Diam-diam Kakakmu ini telah menikah. Dan ini ... Kakak iparmu, Gea," jelas Linda dengan antusias. "Cepat kesini beri salam, Gea," ujar Linda kepada sang putri. Gea mengangguk sembari mengikis jaraknya. Gea juga tak lupa mengembangkan senyum bahagianya saat mendengar penjelasan dari sang Mama tadi. "Kakak ipar sangat cantik sekali, jadi ini kecantikan di balik topeng itu," puji Gea yang langsung memberi pelukan hangatnya kepada Tiara. Kiara hanya membalas dengan senyum canggungnya. Benar apa yang dikatakan Gea, karena Kiara memang memiliki wajah yang sempurna mewarisi dari sang mama. Ken melirik dengan ekor matanya kearah Kiara. Ken tahu bahasa tubuh Kiara menunjukkan rasa kecanggungan karena pujian dari Gea. "Sudah, jangan menggoda dia lagi," kata Ken ingin menutupi rasa canggung Kiara. "Mama harap kalian segera memberi Mama dan papa cucu ya," pinta Linda yang langaung membuat Kiara terkejut. "Aku juga ingin segera bermain dengan keponakanku, Kak," sahut Gea dengan penuh antusias pula. Bagaimana bisa aku memberi Mama Linda cucu ... sedangkan perjanjianku dengan Tuan Ken hanya 1 tahun, setelah itu dia akan menceraikanku. "Kami baru saja menikah, Ma," jelas Ken. "Aku juga masih sangat sibuk dengan urusan kantor," tambah Ken dengan suara khasnya. Linda yang mendengar alasan dari putranya langsung memberikan jeweran di telinga Ken. Hingga pria yang sering di puja-puja kaum hawa itu mengernyit kesakitan. "Sayang, jangan dengarkan suami bodohmu ini. Dia akan sering meluangkan waktunya untukmu. Mama akan memantau kalian," kata Linda sembari menatap lembut manik indah Kiara. "Awwh... Ma, sakit," lirih Ken yang merasakn panas di telinganya. Kiara tertawa kecil saat disuguhkan adegan kehangatan antara anak dan ibu itu. Senyumnya lagi-lagi tak bisa pudar. "Tidak apa-apa, Ma. Kak Ken memang harus mengurus perusahaannya," ujar Kiara mencoba membela Ken. Tapi, Linda malah menambah kekuatan jemarinya pada telinga Ken. Kiara-pun dengan reflek memanggil Ken dengan panggilan 'kakak' sehingga membuat mata Kiara dan Ken bertemu beberapa detik. Lalu di detik berikutnya mereka sama-sama membuang tatapan canggung mereka. "Untuk apa dia mengumpulkan seluruh hartanya, jika tidak untuk anak kalian kelak, Nak. Mama berharap cucu mama akan segera hadir di dunia." Kiara terkesiap mendengar perkataan Linda. Seakan memang dirinyalah wanita satu-satunya milik Ken. Kenyataan tidak seperti itu. Seperti yang tadi ia dengar dari pegawai butik yang Ken undang untuk mendadani Kiara. Koleksi wanita Ken tidak hanya satu. Pria tampan itu tidak pernah kekurangan wanita dari segi latar belakang pekerjaan apapun. "Apa kau juga dengar, Ken?!" tanya Linda pada Ken seraya menakankan di setiap katanya. "Aku akan memberikan Mama cucu. Bahkan tidak hanya satu ...," Mata Kiara membulat seketika mendengar perkataan Ken yang seakan tidak dipikir dulu. "Hahaha... Kak Ken memang suka bercanda, Ma." Kiara tertawa kecil untuk menutupi rasa keterkujatannya tadi. "Aku tidak bercanda, Sayang," balas Ken sembari mencium pucuk kepala Kiara. Astaga! Apa lagi ini?!
sangat bagus
23/01
0ditunggu next ceritanya sangat suka
27/12
0seruuu
16/09
0View All