logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Chapter 8 THE HAUNT SEASON 1

Helena:’’kemarin malam’’
Ibu bertha:’’apa kamu bertanya tentang tujuannya?’’
Helena:’’tidak..aku tidak mengerti dengan tujuan dia pergi dari sini’’
Pak rudi:’’saya harap dia bisa kembali dengan segera karena samantha tidak bisa sendiri disini’’
Helena mengangguk setuju.
Beberapa lama kemudian helena datang menghampiri samantha yang merasa sedih dan kesepian karena raka pergi.
Helena:’’samantha(membuka pintu)kamu sedang apa?’’
Samantha:’’(menangis)apa?’’
Helena:’’kenapa kamu sedih?’’
Samantha:’’kak helena kan sudah tahu kenapa aku sedih’’
Helena:’’kamu tidak boleh sedih..kak raka pasti kembali’’
Samantha tidak mengubris perkataan helena dan lebih memilih untuk menangis.
Sementara itu di kota.
Raka terlihat sedang istirahat di sebuah mal dan dia bersembunyi di tempat tertutup hingga situasi aman.
Raka bersembuyi di sebuah gudang besar di mal itu karena banyak sekali zombie dan serangga raksasa yang terus berkeliaran di sekitar kota dan sudah masuk ke dalam mal.
Raka:’’setidaknya..aku masih bisa bernafas di sini meski tempat ini sempit’’
Raka pun memutuskan untuk berjalan di sekitar bagian dalam gudang itu dengan harapan bisa mendapat sesuatu.
Raka sesekali membuka kardus-kardus yang ada di sana.
Raka hanya menemukan beberapa makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa dan pakaian-pakaian yang sudah tidak layak pakai.
Raka pun tertarik saat melihat ada sebuah kain ikat kepala.
Raka pun mengambilnya dan menyimpannya di sakunya.
Raka pun kembali berpikir tentang bagaimana caranya gar ia bisa keluar dari mal itu.
Raka pun kembali berjalan.
Saat raka berjalan menelusuri gudang.
Seseorang memanggil namanya.
?:’’hey pemuda!’’
Raka:’’(terkejut)haah?!’’
Ternyata terlihat ada seorang pria buruh pabrik yang menggunakan pakaian hazmat sedang terduduk lemas di sana.
Raka:’’siapa yaa?’’
?:’’tolong’’
Raka:’’apa yang bisa saya bantu?’’
?:’’di sana ada pintu..bawa saya ke sana bersama kamu’’
Raka:’’aku akan membukanya dulu’’
Raka pun membuka sebuah pintu.
Raka mencoba untuk menggendong orang itu ke dalam sebuah ruangan yang ditunjuk orang itu.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka berdua duduk di sebuah kursi.
?:’’mengapa kamu bisa ada di sini?’’
Raka:’’diluar..sudah terlalu banyak dan ramai...jadi terpaksa ke tempat ini untuk berlindung’’
?:’’saya juga seperti itu..tapi saya merasa bahwa hidup saya sudah tidak lama lagi karena saya sudah tergigit’’
Raka:’’jangan berpikir seperti itu’’
?:’’ini..lihat!!saya sudah ada luka di kaki saya’’
Raka:’’apakah disini ada obatnya?’’
?:’’tidak...disini tidak ada obat..saya tidak sendirian..tapi semua teman-teman saya sudah mati semua mungkin akan menjadi zombie sama seperti mereka’’
Raka;’’bapak sudah berapa lama berada disini?’’
?:’’3 hari’’
Raka;’’lalu..jika saya tidak bisa bantu..apa yang bisa dilakukan?’’
?:’’ini’’
Pria itu memberi sebuah tas kepada raka.
?:’’di dalam ini ada beberapa barang..kamu bawa ini selama kamu berjalan nanti’’
Raka:’’lalu..bagaimana dengan bapak disini?’’
?:’’saya tidak kuat lagi..kamu lebih baik pergi saja’’
Raka:’’tapi kemana saya harus pergi..susah pasti untuk keluar dari sini’’
?:’’di sana..ada sebuah pintu darurat..kamu pergi keluar dari sini lewat pintu itu..ayo..selagi ada kesempatan’’
Raka:’’ta..tapi pak’’
?:’’ayo...tunggu apalagi?’’
Raka:’’ma..maaf pak jika tidak bisa bantu’’
?:’’ayo pergi’’
Raka pun terpaksa untuk pergi meninggalkan pria itu.
Raka pun mulai menjauh dari tempat itu.
Beberapa jam kemudian.
Raka pun terus berjalan sambil sesekali mengambil barang yang mungkin berguna bagi dirinya.
Saat raka berjalan.
Raka melihat beberapa pesawat dan helikopter yang sedang beterbangan ke berbagai arah.
Raka pun tidak tahu kemana pesawat-pesawat itu pergi.
Tapi raka berharap pesawat itu membawa bantuan atau semacamnya bagi orang yang masih hidup.
Raka pun terus berjalan.
Raka tidak sengaja menemukan sebuah sekolah yang cukup besar.
Raka pun memutuskan untuk menjadikan sekolah itu sebagai tempat istirahat.
Raka pun pergi menghampiri sekolah itu.
Raka mencoba berjelajah di sekitar sekolah itu dan sekolah itu terlihat sepi dan tidak ada seorang pun di sana.
Raka pun duduk di sebuah kursi dekat sebuah kelas yang ada di sekolah itu.
Raka:’’aku lebih baik tidur disini untuk sementara waktu’’
Raka pun meletakkan tasnya dan tidur di dekat kelas yang ada di sekolah itu.
Beberapa jam kemudian.
Raka pun terbangun dan terkejut karena tas yang diberikan oleh seseorang pria itu hilang.
Raka:’’haah?!(terkejut)dimana tas itu?’’
Raka pun mencari tas itu setelah sadar bahwa tas itu hilang.
Raka pun berjalan mencari tas itu.
Tapi beberapa lama kemudian.
Raka mencium aroma makanan yang mungkin itu berasal dari tas itu.
Raka mencoba mencari letak asal jejak dari aroma makanan itu.
Setelah raka lama mencari asal dari aroma itu.
Raka pun melihat ada seorang pria yang sudah cukup tua sedang menikmati makanan yang mungkin berasal dari tas yang diberikan saat raka tersesat.
Pria itu mengabaikan raka saat dipanggil dan terus menikmati makanan itu.
Raka:’’permisi pak..mana tas saya?’’
?:’’tas?ada di sana?’’
Raka pun melihat bahwa tasnya sedang berada di dekat ruang piala.
Raka pun mengambil tas miliknya.
Raka pun menghampiri orang itu dan duduk bersamanya.
Raka:’’pak..permisi’’
?:’’apa?san pergi..pergi..!pergi..’’
Raka:’’bapak sendirian?’’
?:’’kenapa?itu tasmu kan?ya sudah..ambil..ambil..saya hanya lapar...sana’’
Raka:’’tapi abapak disini sendirian..bahaya’’
?:’’sudah..sudah..sana pergi..pergi’’
Bapak itu pun pergi menjauh meninggalkan raka.
Raka:’’(bicara sendiri)ya sudah..setidaknya tasku masih ada’’
Raka pun mengambil tas itu.
Raka pun penasaran dengan orang tua itu dan mencoba mencarinya.
Raka merasa bahwa sekolah ini begitu berbahaya jika orang tua itu hanya sendirian dalam keadaan seperti sekarang ini.
Tidak lama kemudian.
Raka bertemu dengan pria tua itu.
Pria tua itu terlihat sedang mengasah sebuah senjata pisau berukuran panjang.
Dari kejauhan,pria itu melihat raka yang berdiri sambil melihat dirinya.
Pria tua:’’hey pemudan..bukankah aku sudah meminta kamu untuk pergi?’’
Raka pun menghampiri pria tua itu dan mencoba sedikit berbicara dengan pria itu.
Raka:’’tapi bapak sendirian disini..bukankah bahaya jika bapak sendirian disini..apalagi pasti ada banyak zombie di sekolah ini’’
Pria tua:’’apa yang kamu mau?’’
Raka:’’saya hanya ingin bicara dengan bapak’’
Pria tua:’’apa urusanmu?’’
Raka:’’kenapa bapak disini?’’
Pria tua:’’saya hanya berlindung disini..kenapa?’’
Raka:’’apa disini aman?’’
Pria tua:’’menurutmu?saya punya senjata..jadi aman’’
Raka:’’(melihat sekitar)apa di sekitar sini ada bantuan?’’
Pria tua:’’bantuan apa yang kamu maksud?tidak ada’’
Pria tua itu kembali meminta raka untuk pergi meninggalkannya.
Pria tua:’’kamu lebih baik pergi dari sini..saya tidak ingin diganggu’’
Raka pun mengalah setelah berdebat dengan pria tua.
Raka pun pergi menjauh dan memutuskan untuk mencoba berjalan di sekitar sekolah.
Akhirnya raka menemukan salah satu ruangan besar di sekolah itu.
Raka tidak merasa begitu berani membuka ruangan itu.
Ruangan itu tidak begitu gelap jadi raka bisa melihat bagian dalam ruangan itu dari jendela luar.
Raka pun mengintip isi ruangan itu dari luar.
Di dalam ruangan itu raka melihat banyak sekali mayat bergeletak di ruangan itu.
Raka pun terkejut dan tidak bisa berkata apapun.
Raka:’’aahh???apa ini???banyak sekali mayat’’
Raka pun mencium bau yang begitu busuk dari mayat-mayat.
Tidak lama kemudian.
Dari samping raka.
Tiba-tiba sosok zombie berwujud aneh muncul.
Bentuk zombie itu seperti manusia tapi ada sepasang sayap serangga di punggungnya.
Zombie itu pun berlari menghampiri raka yang sedang berdiri.
Raka:’’haaahh??(terkejut)’’
Zombie itu mengeluarkan suara aneh saat berlari dan menyerang raka.
Raka pun melawan zombie itu semampu dia.
Raka mencoba untuk mendorong zombie itu tapi kalah karena sayap zombie itu membuat raka tidak begitu berdaya melawannya.
Kemampuan sayap dari zombie itu seolah mampu melawan pertarungan dengan raka.
Tidak lama kemudian seseorang berteriak kepada raka.
?:’’(berteriak)menyingkir dari sanaaaaa..!!!’’
Mendengar teriakan itu membuat raka mencoba untuk memukul zombie itu supaya menjauh.
?:’’(membidik)....(menembak)kena’’
Zombie:’’ngggghhrrrrr’’
Raka:’’haaahh?!(terkejut)’’
Raka mundur menjauh dari zombie itu dan melihat siapa yang menembak.
Raka terkejut karena pria tua itulah yang menembak zombie tadi.
Pria tua:’’sudah..lebih baik kamu menjauh dari sini sebelum terlambat’’
Beberapa lama kemudian.
Raka kembali mencoba untuk bicara sekaligus mengakrabkan diri dengan pria tua itu.
Lambat laun akhirnya pria itu bisa diajak bicara dengan raka.
Raka:’’nama bapak siapa?’’
Pria itu:’’panggil saja..dengan nama..broto’’
Broto adalah seorang pria tua yang berprofesi sebagai pensiunan tentara.
Raka:’’bapak..apa yang bapak lakukan disini?bukankah bahaya?’’
Pak broto:’’itu sudah biasa..’’
Raka:’’apa pekerjaan bapak?’’
Pak broto:’’saya tentara..tapi sudah pensiun sejak 7 tahun lalu’’
Raka:’’apakah bapak mencari sesuatu di sekitar sini?’’
Pak broto:’’tidak ada’’
Raka:’’lalu?’’
Pak broto:’’saya terpisah dengan keluarga saya..dan sekarang saya sendirian karena mereka semua sudah mati’’
Raka:’’lalu...kenapa bapak tidak mencari tempat lain untuk berlindung?’’
Pak broto:’’menurut saya..di luar masih rusuh dan banyak zombie..jadi saya merasa disini lebih aman’’
Raka:’’sudah berapa lama bapak ada disini?’’
Pak broto:’’hampir 1 tahun ini?’’
Raka:’’tapi...bagaimana cara bapak bertahan hidup?’’
Pak broto:’’saya mencari sendiri ke luar dan saya simpan di gudang sekolah ini sebagai

Book Comment (2915)

  • avatar
    Charles Chua

    aksi nya lumayan bagus dan ceritanya lumayan gampang dicerna

    12/04

      0
  • avatar
    Wisesa El

    good

    24/03

      0
  • avatar
    PajaTaia

    bagus banget

    23/02

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters