Total : 92Chapter 1 Rencana Balas Dendam
Mexico City 28 tahun yang lalu Lelaki berusia sekitar empat puluh tahun itu berbicara dingin dengan t
readmore Chapter 2 Rasa Penasaran
Jam Kantor hari ini telah usai, Jack memasuki ruangan Ammy tanpa permisi. Menarik lengan wanita muda
readmore Chapter 3 Bagian dari Skenario 1
Felicio tersenyum curang, meletakkan kotak musik kaca itu di ujung meja. Sempurna. Setelah meletakka
readmore Chapter 4 Bagian dari Skenario 2
Ammy menatap laki- laki itu tajam, tak bermaksud sama sekali membalas senyumnya atau pun lambaiannya
readmore Chapter 5 Ambisi
Jack duduk di kursi ruangannya, menekan sebuah nomor di ponselnya lalu menghubungi nomor tersebut. "H
readmore Chapter 6 Kecemburuan
Jack berlalu dari ruang rawat Ammy membawa kemarahan dalam hati. Menimang ponselnya, skeptis menelpo
readmore Chapter 7 Aku sangat menginginkanmu
Jack mendengkus kesal. Menangkap bayangan wajahnya di cermin depan Wastafel, pelipisnya menyisakan l
readmore Chapter 8 Apa yang Terjadi?
Siang ini cuaca terasa hangat. 27°C menjadi yang paling panas di kota Meksiko. Jam makan siang telah
readmore Chapter 9 Menang
Jack mulai bergerak menuju ruangannya. Ketika sampai di ambang pintu sebelum sempat menarik gagang,
readmore Chapter 10 Kembali
Sepeninggal Jack, tak lama berselang, Ammy mendapatkan panggilan dari sambungan interkomnya. "Ammy. B
readmore Chapter 11 Kebersamaan
Jack yang sudah berada di parking place kembali masuk ke gedung National Company. Menghampiri Ammy y
readmore Chapter 12 Kemarahan
Jack mengendurkan simpul dasinya. Percakapannya dengan Ammy sejenak membuat adrenalinnya terpacu. Ia
readmore Chapter 13 Di Sini Denganmu
Ammy bergerak impulsif, hatinya tak tenang. Entahlah, dia pikir tak masalah membuat Jack marah. Namu
readmore Chapter 14 Ulang Tahun
Akhir pekan begitu cepat datang, seperti kayu yang dimakan api, melalapnya hebat lalu meninggalkanny
readmore Chapter 15 Putera Mahkota Palsu
Matahari mulai merangkak naik, cuaca kota Meksiko tak pernah lebih panas dari dua puluh tujuh deraja
readmore Chapter 16 Saudara
Davee bersandar dengan santai saat si tua Hans masuk kedalam mobilnya malam itu. Tanpa berkata apa-a
readmore Chapter 17 Sang Pewaris
Ammy seperti melihat kegelisahan yang terperangkap pada manik mata Jack yang indah di sela-sela akti
readmore Chapter 18 DNA
Mattew dan Jalion Montenegro meletakkan sebuah amplop dengan logo D'Jesus hospital di meja Jack. Pri
readmore Chapter 19 Keraguan
Bob mendatangi Hans yang sedang bersantai di sebuah single chair yang berada di penthouse miliknya. "
readmore Chapter 20 Perjalanan Bisnis dan Luka
"Selamat pagi, Tuan Williams Graham." Ia terperanyak, siapakah gerangan yang datang? Tak ada yang mem
readmore Chapter 21 Darah
Tengah sibuk menyiapkan keberangkatannya ke Philippines untuk menyelesaikan masalah bisnisnya, Jack
readmore Chapter 22 Petunjuk
Ammy berjalan mondar-mandir saat Jack ditangani di ruang IGD. Untung saja ia sempat menghubungi Dave
readmore Chapter 23 Bangun, Presdir!
Hari- hari merayap lambat, namun dengan sendirinya bergerak berganti nama. Mudah saja bagi bumi bero
readmore Chapter 24 Peringatan untuk Miguel
Ammy membantu Jack mengemas barang-barangnya dari rumah sakit saat mendengar bahwa Jack diperbolehka
readmore Chapter 25 Sial, Aku Mencintaimu
Cuaca sore yang sejuk meniupkan angin surga, mengalir seperti alunan yang disenandungkan para malaik
readmore Chapter 26 Segitiga
Davee masih tampak rapi dengan Jas dan dasi yang dikenakannya pagi itu, Ia sudah mendengar kabar ten
readmore Chapter 27 loyalitas
Jack tampak gagah dengan setelan yang ia kenakan pagi itu, dasi motif garis-garis warna hijau tosca
readmore Chapter 28 Posesif
Beberapa hari belakangan, Jack mulai disibukkan kembali dengan urusan kantor. Ammy yang tak lagi bek
readmore Chapter 29 Wanita Malam
Pertengakaran antara Ammy dan Jack dua hari lalu itu cukup mengganggu ketenangan di hati Jack. Ia be
readmore Chapter 30 Cinta atau Mati
Cortez melayangkan tangannya, ingin menampar pipi Jack. Tapi sebelum telapak tangan itu menyentuh pi
readmore Chapter 31 Tanda Lahir
Bob mengernyitkan dahi di ujung ruang penginapannya, memandangi sekeliling yang sedang diguyur hujan
readmore Chapter 32 Persahabatan
Jack terbaring di sofa panjang kamarnya. Kakinya masih terasa nyeri. Ia memutar sebuah lagu, berhara
readmore Chapter 33 Drama?
Sejenak Davee membuka tirai kamarnya. Matanya melayangkan pandangan ke sekitar, sementara tangan ki
readmore Chapter 34 Tenggelam
Satu tamparan mendarat di pipi Jack. Kenapa lagi ini? Apa dia salah bicara? "Apa katamu? Drama?" Ammy
readmore Chapter 35 Memadu Cinta
Ammy berjalan dengan bersemangat saat Emely membuka pintu mansion Jack pagi itu. Wanita paruh baya i
readmore Chapter 36 Romantisme
Usai membersihkan diri, gadis itu keluar dari kamar mandi dengan baju ganti, ia mengenakan kaos Jack
readmore Chapter 37 Pencarian Terakhir Seorang Ayah
Davee menghabiskan akhir pekannya dengan mengunjungi pusat kebugaran. Ia mengusap keringat yang mene
readmore Chapter 38 Kehilangan
Jemari kedua tangan Hans saling bergemelatuk saat Miguel Keiv D'lyncoln sampai di penthousenya. Amar
readmore Chapter 39 Aku Ingin Membunuhmu
Suasana sedih pada pemakaman begitu kental. Pelayat terlihat begitu ramai, Bob Martin memang seorang
readmore Chapter 40 Saudara Kembar
Malam itu terasa begitu panjang dan melelahkan bagi Ammy. Memang dia sudah mulai melupakan sedikit t
readmore Chapter 41 kejutan semesta yang bercanda
Saat Ammy membuka matanya, ia tidak ingat apa yang terjadi. Ia tidak tahu dirinya ada di mana. Ia ha
readmore Chapter 42 Harapan Semu
Pupil mata Hans membesar, saat acara televisi yang disaksikannya menayangkan sebuah berita tentang k
readmore Chapter 43 Dua Wajah
Davee menyipitkan mata di ruang tamunya sepulang kerja, menerawang jauh ke angkasa lewat kaca jendel
readmore Chapter 44 Awal atau Akhir
Jack mendesah, memikirkan Ammy belakangan membuat ia seperti sesak napas. Semenjak Ammy masuk rumah
readmore Chapter 45 Menuding
Jack merosotkan tubuhnya, ia terduduk di karang besar dengan tatapan kosong dan lututnya menyentuh p
readmore Chapter 46 Kau Menyakitiku
Davee mengendurkan simpul dasinya, lehernya terasa tercekik dan tengkuknya sangat berat. Terlalu ban
readmore Chapter 47 Mencoba membalas
Melewati hari demi hari tanpa Ammy terasa begitu hampa bagi Jack. Peristiwa yang sudah lewat dari se
readmore Chapter 48 Maaf karena Aku Mencintaimu
Melihat kedekatan Ammy dan Davee setiap hari mudah saja membuat hidup Jack kacau. Apalagi saat ia ta
readmore Chapter 49 Melampaui Batas
Jack menyambar kunci mobilnya, jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam, seharian berita sampah y
readmore Chapter 50 Strategi Davee
Jack memutar kepalanya, matanya mencari ke setiap sudut ruangan, wanita itu tidak ada. Ia membuka se
readmore Chapter 51 Strategi Davee 2
. "Ah, lega sekali." Wanita itu menekuk lehernya ke kiri dan ke kanan perlahan, menciptakan suara gem
readmore Chapter 52 Depresi
Pagi itu udara terasa begitu segar, seorang wanita dengan surai tebal lurus sebahu itu bangun dari t
readmore Chapter 53 Tetaplah Terjaga
Emely begitu panik saat menemukan Jack tergeletak di kamarnya dengan menggenggam botol kaca dan bebe
readmore Chapter 54 Pengakuan
Davee mengantarkan Lenka memasuki kamarnya setelah ia pulang dari pemakaman. "Jangan banyak melamun,
readmore Chapter 55 Hamil?
"Aku butuh istirahat sebab ..." Ammy memutus kata- katanya sambil mengelus perut datarnya. "Aku hamil
readmore Chapter 56 Insiden
Ammy menatap dalam-dalam pada lelaki di hadapannya itu saat dokter telah pergi dan Jack telah sepen
readmore Chapter 57 insiden 2
"Apa rasanya memacari adik kandungmu? menidurinya? Kau bahagia?" Suara Hans penuh penekanan. Tatapan
readmore Chapter 58 Kotak Musik dan Kenangan
"Entah hari apa ini? Kenapa semua orang terlihat bajingan di mataku?" Jack menunduk menekuk kedua kak
readmore Chapter 59 Siapa Kau?
Jack masih berada di ruang lukisnya. Dengan wajah pucat dan memar di mana- mana, Ia menatap pantulan
readmore Chapter 60 Dandelion Adalah Kita
Lenka menggenggam tangan Davee erat saat ia mengunjungi Ayahnya di penjara. "Ayah tidak akan menyeret
readmore Chapter 61 Tanpa penyesalan
"Ammy, maukah kau menikah denganku?" Sunyi ... "Aku merajut cincin dari bunga rumput ekor anjing, dan
readmore Chapter 62 Tanpa Penyesalan 2
"Ammy, Without regret i meet you. Without regret i know you, Without regret i love you. No matter who
readmore Chapter 63 gila
" ______ Sunset di Dandelion park indah luar biasa. Ammy menyeka air matanya saat Davee membimbingnya
readmore Chapter 64 Pengantin Baru dan Resleting
Dingin angin malam masih menjadi teman terbaik sepasang pengantin baru itu. Bisa bersanding dan meni
readmore Chapter 65 Hamil muda yang merepotkan
Mata Lenka meneliti ke setiap sudut ruang, waktu makan malam telah tiba. Di mana Davee? Ia mengetuk
readmore Chapter 66 sebuah tanda
Berada di rumah sakit selama dua hari dua malam menjadi pelajaran bagi Jack, supaya dia tidak lagi m
readmore Chapter 67 Prognosis
Ammy membasuh darah yang keluar dari hidungnya dengan air di wastafel. Bahkan air keran yang mengali
readmore Chapter 68 Mantan Kekasih
Davee berada di dalam ruangan Jack saat jam makan siang tiba. "Sebentar lagi jam makan siang, sebaikn
readmore Chapter 69 vonis
"Bagaimana hasilnya, Dokter?" "Neoplasma berkembang pada kepala bagian belakang Anda, masih Ini tahap
readmore Chapter 70 godaan sang mantan
Kedatangan Evelyn siang itu ke National Company membawa beban yang terasa menghimpit bagi Jack. Tak
readmore Chapter 71 Ujian Pernikahan
Lenka telah tidur pada posisi memunggunginya, Davee membenarkan selimut di tubuh polosnya, sesekali
readmore Chapter 72 Pertikaian
Pemandangan pertama yang Jack temukan ketika memasuki ruang rawat Ammy adalah, Ammy yang tertidur de
readmore Chapter 73 Maaf
Pagi itu Davee tiba di apartemennya. Menelpon Mr. Pascal Guterez dan mengabarkan bahwa dia tidak mas
readmore Chapter 74 Dia Lagi ....
Jack hendak meletakkan tas kerjanya di kamarnya malam itu, Ammy terlihat tengah menyiapkan meja maka
readmore Chapter 75 Pertikaian selanjutnya
. "Siapa dia Jack?" Ammy bertanya pada Jack ingin tahu, tetapi terlihat santai karena berpikir mungki
readmore Chapter 76 Kesal
sesak di dadanya mulai mendominasi, tak terasa air matanya menitik jatuh. Ia tidak pernah menyangka
readmore Chapter 77 Kakak Ipar
Rasa gusar bertahta paling tinggi melingkupi pikiran Jack. Evelyn benar-benar merusak segalanya. Ia
readmore Chapter 78 perseteruan
"Sudah baikan. Kau menjagaku sepanjang malam? Terima kasih Kakak ipar." Ammy tersenyum tipis. "Tidak
readmore Chapter 79 Tentang Masa Lalu
Wanita itu menatap sengit kepada Jack. Menuntut sebuah pengakuan. "Kau minta bukti bahwa dia putramu,
readmore Chapter 80 Kebencian
"Bukan apa-apa, Ammy." "Baiklah, jika kau tidak bernyali mengatakannya aku yang akan membantumu, aku
readmore Chapter 81 Menculik sang istri
Surai lurus sebahu itu tertiup angin sepoi senja. Bersamaan dengan bulir air mata yang menetes memba
readmore Chapter 82 Ketahuan
Ammy menyeka darah di hidungnya, "Maafkan aku Jack. Aku berdarah lagi, untuk kali ini saja, kumohon.
readmore Chapter 83 Hari Penuh Cinta
Membaringkan tubuh Lenka, melepaskan pakaiannya satu per satu. Ia menyadari betapa gadis itu tampak
readmore Chapter 84 Kekesalan Lenka
Beberapa minggu terakhir, setelah ia pingsan di makam mendiang kekasihnya, gadis itu tetap membiarka
readmore Chapter 85 Jangan meninggalkanku
Mengembuskan napas putus asa, hanya rasa nyeri yang bisa ia rasakan di sekujur raganya, saat ia tahu
readmore Chapter 86 Jangan Tinggalkan aku 2
Jack melangkah menuju toilet, menyeka air matanya, ia cuci wajahnya sejenak di wastafel. Matanya mas
readmore Chapter 87 Keinginan Ammy
Kebersamaan dengan suaminya membuat wanita itu begitu bahagia, begitu bersemangat untuk melanjutkan
readmore Chapter 88 Celaka
"Ini menyakitkan," ulangnya. "Karena terlalu menyakitkan maka aku tidak akan membiarkanmu membawa ras
readmore Chapter 89 Pemberian dan Kepergian
Perasaan Jack campur aduk, ruang ICU? Ammy kritis? Semua ini terjadi pada hari ulang tahun Ammy? Dem
readmore Chapter 90 Pemberian dan Kepergian 2
Mobil saya penyok, Sir!" Ucap pemuda tampan itu. "Kumohon untuk tidak membawa polisi pada hal ini, ad
readmore Chapter 91 Cinta dan Keabadian
**** Gadis itu menatap lurus ke depan dengan wajah datar tak berekspresi. Memilih untuk tidak membuka
readmore Chapter 92 Cinta dan Keabadian 2
Mata Jack nanar membelalak, menatap sekeliling dengan penuh tanya, selang infus menusuk tangannya. M
readmore
bagus kak, keren, enak dibaca
12/05/2025
0baguss banget
19/04/2025
0TV makasih
03/01/2025
0bagusss
18/11/2024
0. sangat bsgus
31/08/2024
0suka tu
18/05/2024
0keren cerita nya
23/04/2024
0keren
01/04/2024
0aku sukaaaa
13/11/2023
0I like the story
04/11/2023
0