Total : 70Chapter 1 Hamil
Di lantai atap rumah sakit. Jenna dengan kaki goyah, mulai memanjat dinding pembatas atap itu. Gedun
readmore Chapter 2 Sekretaris Hantu
Keluar dari lobi, Jenna masuk ke dalam taksi dan minta diantar ke Hotel King. Jalanan macet, karena
readmore Chapter 3 Penghargaan
Para perawat berdiri di samping, membiarkan beberapa dokter langsung turun tangan, memeriksa pasien
readmore Chapter 4 Menuju Gerbang Neraka
Malam itu, Jenna duduk termenung. Berpikir, apakah ini keberuntungan? Sepertinya begitu. Selama hidu
readmore Chapter 5 Apakah Kamu Keberatan?
"Ibu kira, kamu tidak akan datang," ujar Nyonya Besar Kim, penuh ejekan. "Aku hanya terlambat dan ka
readmore Chapter 6 Suaminya
Janji suci diucapkan oleh Leonel tanpa ada keraguan sedikitpun. Sebab, ia yakin tidak ada yang berub
readmore Chapter 7 Tidak Tahu Harus Bereaksi Seperti Apa
Seorang gadis belia di lantai dansa, membalas tatapan Leonel dengan terang-terangan. Leo mengambil g
readmore Chapter 8 Ingat Alasan Kita Menikah!
Duduk di kursi taman, Jenna menatap nanar. Mengapa pernikahan ini tidak seperti yang dibayangkan? Ia
readmore Chapter 9 Mengunjungi Nenek
Tiba di rumah sakit, Jenna langsung duduk di ruang tunggu. Ia tidak perlu melakukan pendaftaran apap
readmore Chapter 10 Arti Dari Kata Sopan Santun
"Apa katamu?" tanya Nyonya Besar Kim dan melangkah mendekati Jenna. Apakah telinganya salah dengar,
readmore Chapter 11 Menjenguk Tuan Besar Kim
Jenna langsung memundurkan kepalanya. Sentuhan ringan itu, cukup membuat rasa sakit memarnya itu, ke
readmore Chapter 12 Status Sosial yang Berbeda Jauh
Jenna kembali menatap wajah pucat, ayah mertuanya itu. Kembali mengucapkan doa, di dalam hati. Ia am
readmore Chapter 13 Hanya Tanggung Jawab
Rosa mengangkat wajah, menengadah menatap Logan Kim. Pria tampan yang mampu menggetarkan hati, serta
readmore Chapter 14 Bukan Panti Sosial
Turun ke lantai bawah untuk sarapan, walaupun sama sekali tidak merasa lapar. Namun, ia harus makan
readmore Chapter 15 Perlakuan Buruk
"Bukankah kamu terlalu kasar?" tanya Rosa, pura-pura prihatin. Padahal, di dalam hati Rosa bersorak
readmore Chapter 16 Gunakan Otakmu!
Jenna menengadah dan menatap ke arah tukang kebun Keluarga Kim, Paman Bong. "Ya, Paman," jawab Jenna
readmore Chapter 17 Tidak Lagi Merasa Cemburu
Kembali ke kediaman Kim. Jenna tidak lagi berencana bertemu dengan ibu mertua, maupun iparnya itu. J
readmore Chapter 18 Masalah Langsung Menghampiri
Perusahaan Logan Company, berada di tengah kota dengan gedung yang cukup besar dan tinggi. Ruang ker
readmore Chapter 19 Belajar Tidak Peduli
"Aku akan memastikan kamu diceraikan Leonel dan didepak keluar dari rumah ini! Aku muak melihat waja
readmore Chapter 20 Penyesalan
Mobil kembali melaju, tetapi putar balik dan menuju ke panti. Jenna hanya bisa menangis. Hatinya beg
readmore Chapter 21 Bersedia Menderita
Keesokan harinya. Logan dan putrinya, tiba di kediaman Kim. Ia mendapat kabar tentang meninggalnya n
readmore Chapter 22 Sandiwara
Tiba di kediaman Kim, Jenna memindahkan Anastasya yang masih terlelap ke tangan Logan. "Jenna," pang
readmore Chapter 23 Yang Seharusnya Dilakukan Oleh Keluarga
Leo melipat kedua tangan di depan dada, menunggu apa yang akan diucapkan oleh istrinya itu. "Aku yak
readmore Chapter 24 Tidak Bahagia
Akhirnya Anastasya, melepaskan pelukannya. Jenna mengecup pipi Anastasya. Setelah ayah dan anak itu
readmore Chapter 25 Mereka Tidak Akan Peduli
Jenna menyeka air mata dengan punggung tangannya. Berusaha berhenti menangis dan tersenyum, saat tat
readmore Chapter 26 Sungguh Malang
"Tapi, Nyonya.... Baik! Tunggu sebentar!" ujar Paman Bong. Ya, ia tidak boleh ragu, setiap detik ama
readmore Chapter 27 Kalian Salah
Berjalan cepat, Leo berlari menuruni tangga. Di lantai bawah, Rosa sudah terbangun dan saat ini bera
readmore Chapter 28 Separuh Jiwa Turut Terampas
"Bawa aku, bawa aku untuk menemui bayiku!" ujar Jenna kembali dengan suara bergetar. "Bayimu sudah k
readmore Chapter 29 Menyusul Putranya
Jenna membuka genggaman kedua tangannya, langsung saja tanah itu terjatuh di atas sapu tangan putih.
readmore Chapter 30 DI Ujung Keputusasaan
Mobil sport milik Leo berbelok, memasuki halaman parkir rumah sakit. Mereka yang merupakan bagian da
readmore Chapter 31 Beri Aku Kekuasaan
Kembali ke rumah sakit. Leo panik, saat tidak menemukan Jenna di dalam kamar rawat. Ia menanyakan ke
readmore Chapter 32 Aku Ingin Hidup
Logan Kim kembali tiba di bandara. Belakangan, ia begitu sering kembali ke kota tempat kelahirannya.
readmore Chapter 33 Harus Peduli
Karena, aku ingin membalas mereka semua. Jika tidak memungkinkan, maka aku tidak akan ragu untuk men
readmore Chapter 34 Separuh Jiwa Tertinggal
Sepuluh hari. Ya, Jenna menghabiskan waktu selama sepuluh hari di rumah sakit, untuk pemulihan. Beru
readmore Chapter 35 Kabar Duka
Kediaman Kim begitu sibuk, para pelayan berlalu lalang, mempersiapkan altar untuk upacara Tuan Besar
readmore Chapter 36 Syarat
Tiga hari berlalu dan prosesi pemakaman pun selesai. Semua anggota keluarga berkumpul di ruang tenga
readmore Chapter 37 Tuan Rumah
Rosa yang kehilangan akal, langsung merebut map kulit yang berada dalam genggaman Tuan Xu. Kemudian,
readmore Chapter 38 kita Adalah Suami Istri
Hari itu juga, kamar utama yang dahulu ditempati Tuan Besar Kim dan Rosa, dibongkar. Mulai dari pera
readmore Chapter 39 Kehidupan Pernikahan
Jenna memalingkan wajah dan berjalan, menjauhi Leo. Leo, menurunkan tangan dan memasukkan kedua tang
readmore Chapter 40 Menggunakan Kesempatan Sebaik-baiknya
Punggung Jenna, menegang. Kedekatan ini amat mengganggu, tetapi Jenna tidak ingin menunjukkan bahwa
readmore Chapter 41 Apakah Rasanya Masih Sama?
"Selamat siang," sapa Jenna, saat melangkah ke dalam ruang rapat. Meja panjang dengan deretan kursi
readmore Chapter 42 Muak
Tepat saat bibir Leo hendak mendarat di bibirnya, Jenna langsung memalingkan wajah. Ya, bibir Leo me
readmore Chapter 43 Amat Sangat Terlambat
Hari pertama di perusahaan sebagai petinggi, membuat Jenna amat sibuk. Satu persatu kepala departeme
readmore Chapter 44 Tidak Berlebihan
"Yura, kamu pulang duluan. Masih ada beberapa dokumen yang hendak dikoreksi," ujar Jenna sedikit ter
readmore Chapter 45 Tidak Beruntung
Jenna tidak menjawab dan menarik tangannya, agar terlepas dari genggaman Leo. Apa yang dapat diharap
readmore Chapter 46 Tidak Merasa Curiga
Di klub malam ternama, tepatnya di ruang VVIP, Leo mengajaknya bertemu. Awalnya, Anya mengira pria i
readmore Chapter 47 Kebetulan
Hari-hari berikutnya, Jenna selalu menghabiskan waktu makan siang untuk berbincang dengan pria berna
readmore Chapter 48 Pilih
Acara ramah tamah, berlangsung dengan sempurna. Tidak dipungkiri kehadiran Jenna, menantu Keluarga K
readmore Chapter 49 Bertindak Lebih Bijaksana
Di lobi hotel, Jenna melihat kedua pengawalnya ada di sana. Kedua pria bertubuh kekar itu, segera da
readmore Chapter 50 Hari H
Karena terlambat ke kantor, Jenna makan siang di perusahaan. Tidak ada Yura yang membantu, cukup mem
readmore Chapter 51 Tersulut
Yura begitu ketakutan, saat melihat api menyala semakin besar. Dengan kaki dan tangan yang terikat k
readmore Chapter 52 Mengharapkan Kematian
Di persimpangan jalan, ada kecelakaan. Jadi, jalur masuk ke jalan yang dilalui mobil Jenna, terhalan
readmore Chapter 53 Rasa Bersalah
Jenna terbangun, dengan tubuh yang tersentak kuat, akibat terkejut. Seakan baru saja, ia terjatuh da
readmore Chapter 54 Kembali Terpuruk
Begitulah kehidupan Jenna, kembali terpuruk di titik terendah. Hatinya membeku, kemalangan seakan me
readmore Chapter 55 Tidak Lagi Ada Harapan
Seperti biasa, malam ini Leo pulang dalam keadaan mabuk. Hanya saja, ia tidak langsung tidur. Semenj
readmore Chapter 56 Dia Gila!
Hari-hari, dilewati dengan begitu lambat. Terkadang, Jenna berharap ia mati. Jika ia mati, maka semu
readmore Chapter 57 Buta Adalah Bayaran
Digendong begitu saja, membuat Jenna langsung memeluk leher suaminya itu, saat takut terjatuh. Melan
readmore Chapter 58 Tidak Bisa, Bukan Tidak Mau
Raut wajah Rosa, menghitam. Mendengar bahwa kedatangan Logan adalah untuk menemui Jenna, membuatnya
readmore Chapter 59 Ini Gila!
Jenna, mendorong Logan dan mundur dua langkah. Di sela tangisannya, Jenna berkata, "Jangan datang me
readmore Chapter 60 Hanya Mereka Berdua
Hari-hari kembali berlalu dengan lambat. Keberadaan Jenna, tidak lagi diperhitungkan dalam kediaman.
readmore Chapter 61 Mencoba Untuk Memperbaiki
Berusaha mengabaikan keberadaan Jenna, Leo tetap memejamkan mata sampai mereka tiba di rumah sakit.
readmore Chapter 62 Bukan Salahmu
Setelah itu, tidak ada lagi yang berbicara. Jenna, memastikan tidak akan melakukan hal bodoh itu lag
readmore Chapter 63 Keajaiban
"Selamat tinggal." Itulah ucapan Paman Bong yang didengar Jenna, sebelum ia terbangun dari mimpi. Nap
readmore Chapter 64 Bodoh
Suasana hati yang buruk, membuat Leo segera kehilangan kesabaran. Dengan kasar, Leo menepis tangan L
readmore Chapter 65 Bukankah Itu Sempurna?
Jenna, membuka pintu kamar dengan perlahan. Kediaman sudah sepi, sebab para pelayan sudah beristirah
readmore Chapter 66 Berlutut
Kembali ke ruang kerja, Jenna mulai mengerjapkan mata berulang kali. Walaupun sudah dapat melihat, t
readmore Chapter 67 Hal Buruk
Leo menutup layar laptop dan menggenggam tangan Jenna, seraya berkata, "Untuk kali ini, izinkan aku
readmore Chapter 68 Sekali Ini Saja
"Kamu sudah bangun?" tanya Leo, pelan. Jenna yang baru terbangun, melihat ke sekeliling ruangan dan
readmore Chapter 69 Cukup
Tidak lama, wanita itu tiba dengan dikawal oleh beberapa orang polisi. Wajah itu masih terlihat begi
readmore Chapter 70 END
Minggu demi minggu, berlalu. Lima bulan kembali dilewati, setelah mereka berpisah. Jenna, membuka to
readmore
bagus sekali
17/08
0sangat bagus
15/08
0bagus
13/08
0mantep seru
08/07
0baguss
15/06
0baguss bangett
07/04/2025
0mantap jga👍👍👍
06/04/2025
0sangat menarik
10/03/2025
0Bagus bangettt
02/03/2025
0muito bom
16/01/2025
0