Total : 25Chapter 1 Crazy game
“mah, ini mau taro dimana?” tanya Aruna “taro di kamar mamah aja, na” titah Mishel “ ngokey” balas Aru
readmore Chapter 2 PERTIKAIAN HEBAT
“ APA MAKSUD LO!” teriak Raga bingung setelah mendapatkan sebuah bogem mentah di rahang kerasnya. “
readmore Chapter 3 BERAKHIR
daisy menghadap ke belakang dan menusuk pria di belakannya dengan pisau yang berhasil ia rebut dari
readmore Chapter 4 LUCUNYA HATIKU
Aruna di dalam kamar dengan tangis yang tak bisa ia pungkiri rasa sesak di dadanya mengingat semua i
readmore Chapter 5 HIDUP BARU
Drttt Drttt “halo, ini siapa ya” “ halo bisa saya bicara dengan Aruna mishelia antasya”
readmore Chapter 6 MAAF
“ hai Ar” sapa Raga menyadarkan Aruna yang terdiam atas kedatanganya, “ ma-masuk ga” titah Aruna can
readmore Chapter 7 HILANG
Aruna menangis, ia kembali mengingat kejadian 14 tahun yang lalu. “mah, hiks hiks aku kangen sama ma
readmore Chapter 8 Mungkin
“pergi lah Arga, aku kembali hancur dengan keadaan” ucap Aruna menatap kedepan yang tampak kosong, R
readmore Chapter 9 Melupakan
“Terkadang terlihat baik-baik saja di depan Seseo
readmore Chapter 10 Rasa Sesal
wis udah bab 10 aja Jika Bintang redup ja
readmore Chapter 11 Penjara terdalam
-mereka yang berdiri setelah di hantam badai Tid
readmore Chapter 12 Bodoh
-bagaimana mungkin kamu pergi Men
readmore Chapter 13 The start
-lo itu pengecut yang memanfaatkan kemat
readmore Chapter 14 Menyadari sesuatu
-Aruna belum mati ga Dia dan Adit
readmore Chapter 15 Trauma dan Depresi
-Iren siapa si Raga, sampe lu Setak
readmore Chapter 16 Binatang Buas -maafin gue ar-
Raga terdiam saat mendengar suara yang sangat ia kenal, keringat dingin bercucuran membasai kening R
readmore Chapter 17 Rencana Untuk Rencana -mamah, masih hidup!?-
(beberapa tahun yang lalu) “mamah, kenapa nangis?” tanya Raga dengan secangkir teh panas di tangannya
readmore Chapter 18 Trauma dan Depresi -Iren siapa si Raga, sampe lu Setakut itu sama yang namanya Iren-
(5 jam kemudian) Ke-4 laki-laki itu keluar setelah merasa puas dengan urusan mereka dengan Daisy di k
readmore Chapter 19 Rencana Untuk Rencana -mamah, masih hidup!?-
(beberapa tahun yang lalu) “mamah, kenapa nangis?” tanya Raga dengan secangkir teh panas di tangannya
readmore Chapter 20 Sebuah akhir -nyokap lu masih hidup ar!-
“lu tau Raga, gw gak pernah minta untuk di lahirin di dunia yang gk pernah adil ini!!” teriak Aruna
readmore Chapter 21 Percaya -kalo aja, aku tau mamah hidup mungkin Aku akan lebih benci mamah di banding papah!-
“hai, gue Aries” Raga kembali dibuat tak percaya dengan keadaan ini, bagaimana mungkin Aruna ada dua
readmore Chapter 22 Sesak
“ma-maaf hiks” suara parau Aruna membuat hatinya sakit, sangat sakit ia telah gagal untuk menjaga sa
readmore Chapter 23 Remember
Suasana mobil yang sangat tenang, dengan Aruna yang terus saja menundukkan kepalanya karena ia malu
readmore Chapter 24 Tell about everything
Karina memeluk tubuh Aruna erat, tubuh gadis itu kaku ia tak bisa menggerakkan tubuhnya, air matanya
readmore Chapter 25 !! pemberitahuan!!
Untuk perjalanan Aruna sama Arga bakal berhenti dulu di chapter terakhir ya, untuk info kelanjutan d
readmore
bagus seru
06/07
0kerenn
18/06
0bagus bngtt
06/06
0sukaa bangettttt tau
04/05/2025
0menarik
23/03/2025
0sangatt seru dan menegangkan sekaliiii
18/03/2025
0I am very interested
09/03/2025
0hebat
02/02/2025
0sangat cocok
22/01/2025
0bagus
25/11/2024
0