Total : 33Chapter 1 Pembicaraan Absurd
Perempuan dengan surai panjang melewati bahu itu terdengar beberapa kali berdecak Sebal, membuat sos
readmore Chapter 2 Akhir Hari dengan Harapan
Kalau banyak yang berpikir weekend itu sudah pasti bersantai di rumah, jadi ratu atau raja selama li
readmore Chapter 3 Kekesalan Meisya
Meninggalkan Kaffi yang terdiam karena kehadiran Alva, yang Meisya juga tak ketahui mengapa pria it
readmore Chapter 4 Dalangnya Zeina
Meisya tidak menyukai keadaan seperti ini, seharusnya sejak awal tidak dirinya utarakan keresahan ak
readmore Chapter 5 Perempuan Lain
Meisya melotot ke arah Zeina yang dengan sengaja tidak mengatakan apa pun padanya kalau Alva ikut be
readmore Chapter 6 Meisya, Alva dan kepenatan
Tidak ada hal yang membuatnya pusing selain Kaffi yang kini berdiri di sisi mejanya. Hari ini cukup b
readmore Chapter 7 Pikiran resah
Entah bagaimana pikirannya saat ini selalu tertuju pada sosok pria di sampingnya yang tengah menyeti
readmore Chapter 8 Hambar
Rasanya dia ingin sekali melupakan kejadian kemarin di mana dirinya merasa telah dipermalukan oleh b
readmore Chapter 9 Alva dan Adam
Langkah Alva mantap saat menemui, Adam Trihardjo, pria paruh baya yang memiliki guratan wajah yang s
readmore Chapter 10 Perasaan ingin memiliki
Sejauh ini hubungan Meisya dan Alva cukup baik, meski hanya sebuah status belaka. Dia dapat merasakan
readmore Chapter 11 Mencoba mengerti
Sulit rasanya menyertakan hati di dalam hubungan yang sekedar status seperti ini membuat seorang Mei
readmore Chapter 12 Kara
Wajah Meisya pias ketika menatap siapa wanita yang tengah berbicara dengan pria paruh baya yang dia
readmore Chapter 13 Kekecewaan
Sherly menarik lengan Meisya cepat ke arah ruangan lainnya yang jauh dari posisi Alva dan keluargany
readmore Chapter 14 Kejanggalan
Meisya sudah telanjur kecewa, dan saat ini yang bisa dia lakukan adalah meminta maaf. “Aku tidak akan
readmore Chapter 15 Pasrah dan Menyerah?
Meisya merasa dirinya tidak pantas berada di sini, tapi apakah menyerah adalah jalan paling benar ya
readmore Chapter 16 Perlahan semua terungkap
Alva yang menyadari kehadiran Meisya segera mendekat. Matanya dengan cepat beralih pada perempuan di
readmore Chapter 17 Tamparan
“Punya telinga kan kamu? Kenapa masih nggak dengar apa yang aku katakan kemarin? Atau kamu memang se
readmore Chapter 18 Masa Lalu
Alva mengurut keningnya pelan. Pada akhirnya tebakannya tidak salah. “Menurut kamu, dia Kara, Sya?” t
readmore Chapter 19 Kecerdikan Sherly
“Wah, nggak biasanya nih, wajah leader cantik kita tersenyum memesona seperti ini, aku tebak pasti d
readmore Chapter 20 Kejadian mengejutkan
“Maksud kamu apa mengatakan hal semacam itu padanya?” Alva menatap tajam perempuan di depannya yang
readmore Chapter 21 Alva
Tami dan Kaffi sontak terkejut dan menatap penasaran pada Meisya yang berjalan dengan cepat melewati
readmore Chapter 22 Memulai kembali
Meisya menatap danau di depannya. Lalu terkekeh pelan mengingat beberapa tahun lalu dirinya dan Zein
readmore Chapter 23 Zeina dan Meisya
“Hai, Kar... eh, Meisya,” sapa wanita yang kini berdiri di samping mejanya, terdengar sedikit gugup
readmore Chapter 24 24. Meyakinkan Rasa
Meisya terdiam cukup lama di dalam kamarnya. Bingung bagaimana menanggapi apa yang terjadi dengan mas
readmore Chapter 25 Keputusan tepat
Tadinya Meisya berpikir kalau Sherly sudah mengerti posisinya seperti malam itu, ketika dirinya dan
readmore Chapter 26 26. Kejutan Menyenangkan
“Seharusnya kamu nggak segegabah itu, Mei,” ucap Zeina yang kini duduk di samping meja Meisya. Sedang
readmore Chapter 27 Memulai dan Mencoba Percaya
Dalam hidupnya ada beberapa hal yang membuatnya gugup, tidak memiliki keberanian untuk mengatakan pa
readmore Chapter 28 Terkuaknya Rencana Buruk
Hal yang menyebalkan bagi Sherly adalah gagal mendapatkan sesuatu yang dia inginkan sejak lama. Wajah
readmore Chapter 29 Kesempatan
Alva tidak menggubris apa yang disampaikan rekan kerjanya mengenai Sherly. Rico, pria yang belum lama
readmore Chapter 30 30. Merestui
Bukan hal mudah bagi Meisya bisa berhadapan kembali dengan pria yang berbeda generasi dengan pria ya
readmore Chapter 31 31. Sekretaris Pribadi Alva
“Semua akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir,” ungkap Alva sambil membelai punggung tangan w
readmore Chapter 32 32. Kejujuran dan Kebahagiaan
“Aku pikir masih ada tempat lain yang jauh lebih nyaman, dan bukan berakhir di sini,” ungkapnya peda
readmore Chapter 33 Extra Part
Meisya tertawa kecil ketika mendengar keluhan Zeina. “Kamu apa nggak berpikir lagi untuk menerima taw
readmore
baguss
18/03/2025
0awesome
22/09/2024
0bagus ceritanya
10/05/2024
3bgus
01/03/2024
0heyyo
27/02/2024
0Seruu
15/12/2023
0Ceritanya bagus. Seronok baca cerita
18/06/2023
0bgus
01/05/2023
0i love this vibe
21/04/2023
0baguuuss
05/04/2023
0