Overview
|Catalog
- Tag(s):
- Drama
- Keluarga
- Persahabatan
- Heteroseksual
- Sekolah Menengah Atas
- Remaja
- Pergaulan remaja
Pembullian adalah hal yang sangat keji, apalagi biasanya bullying sering terjadi di tempat orang mencari ilmu yaitu sekolah. Mughen di bully oleh teman temannya, namun ia tak akan pernah tinggal diam. Nantikan kisah Mughen.
Last Update
Editor´s Choice
Recommendation
Book Comment (1020)
- Total: 114
Chapter 1 Benalu
Part 1
Bruuggh
Hahahahaha hahhaahaha tawa membahana di ruang kelas.
"Heh sudah buruk rupa MISKIN lagi!Chapter 2 Ipar Muka Dua
"Ada apa ini kok ribut ribut?"
Papa dan Om Bram pulang,pas banget lagi ribut ini.oh iya om Bram sekaChapter 3 Kemarahan Mughen
Lelah juga dari pagi sampai sore belajar dan belajar..waktu menunjukan pukul 15.30 , yah aku memangChapter 4 Rencana Pengusiran
Hari ini adalah hari minggu, waktu nya libur sesaat dari lelahnya belajar.
"Pa.."
Papa menurunkan kacaChapter 5 Usir
Terlihat mereka memincingkan mata dan menatapku bingung.
"Mas maksut mas apa kok ngomong gitu? apa inChapter 6 Sandiwara
Pov Bram
"Sayang minta duit 50 juta aja transfer sekarang." ucap istriku.
"Buat apa sih ma?uang belanjChapter 7 Siti Oh Siti
Pov Bram 2
Kakakku menghindari istriku dan bersembunyi di belakang mbak Celline,kenapa juga mas AmmarChapter 8 Kegelisahan Siti
Pov Mug
Hari senin saatnya berangkat sekolah lagi hadewh..malas banget rasanya melangkah habisnya pulChapter 9 Kepergok
Pov Siti
Aduh jawab apa lagi ya..dih kenapa Risa juga kepo banget sih dasar kurang kerjaan!
"Kalau ituChapter 10 Kedatangan penagih hutang
Pov Mama Celline
Tuut tuut tuut
Klek
"Hallo assalamu'alaikum sayang..ada apa tumben kok telepon?biasanyChapter 11 Ngamuk
Pov Mug
Cuit cuit cuit cuit
Aku membuka mata pelan..ohh sudah pagi, haeh liburan sudah usai sekarang hChapter 12 Semuanya Ternganga
Ku toleh kan kepala ke arah suara yang memanggil namaku.oh ternyata bu guru Pipit wali kelasku.ya seChapter 13 Sangsi
Pov Kepala Sekolah
Sungguh sial hidupku,niatnya ingin cari aman dengan mengkambinghitamkan murid yangChapter 14 Penjilat
3 hari setelah peristiwa di ruang guru, pak kepala sekolah akhirnya resmi di lengserkan..tapi aku heChapter 15 Tidak Tahu Malu
Pov mama Celline
"Oh baru nongol kalian! Kenapa gak daritadi hah!?cepat bukain pagar!" teriak Sarti.Chapter 16 Melabrak
Segera kumasuk ke mobil setelah mengantar istriku istirahat di kamar, aku takut istriku sedih karenaChapter 17 Takdir Terbaik
Pov Bram
Bersender tembok yang sudah berwarna coklat, duduk di kursi plastik yang seumur umur baru kaChapter 18 Sarti Menggila
Pov Bram
Mereka..adalah orang tuaku dan saudara saudariku..mereka keluargaku sedang memandangku dengaChapter 19 Bulliying
Pov Siti
Pulang Sekolah
Aduh capek sekaliii ..capek fisik capek hati.
Udah di sekolah harus menahan raChapter 20 Keluarga Sarti
Pov Bram
"Mug sebenarnya apa yang terjadi dengan Siti nak? Kenapa penampilannya acak acak kan begitu?Chapter 21 Murka Celline
Part 21
Pov Mug
"Pa..Ma.."
Aku menghampiri mama dan papaku yang sedang tiduran santai di tepi kolam renChapter 22 Salah Sangka
Part 22
Pov mama Celline
Aku benar benar tak habis fikir..ternyata dalang di balik pembulian anakku adChapter 23 Pov Celline
Part 23
Pov mama Celline
"Ma..ngun ma.."
Sayup sayup ku dengar suara yang sangat kukenali sedang memangChapter 24 Kasih Sayang Ammar
Part 24
Pov Papa Ammar
Aku sangat terkejut saat Mug putriku menceritakan tentang pembullyan yang di alChapter 25 Salah Faham
Pov Ammar
"Sudah siap Bos?" tanya Bimo.
"Ekhem, siap nggak siap harus siap. Kok kamu nggak bilang sihChapter 26 Pov Mug
Pov Mug
Hari berikutnya ...
Tok.. Tok.. Tok..
Cklek!
"Mug, sayang ... Mama masuk ya. Ayo, nak! bangun inChapter 27 Misi Johan
Pov Johan
Aku melambaikan tangan saat melihat Mug adik sepupuku celingak celinguk mencari keberadaankChapter 28 Johan
Part 28
Pov Mug
Setelah perbincanganku dengan Kak Johan di kantin, banyak sekali mata murid-murid perChapter 29 Rencana yang gagal
"Hmm, kalau memang mereka saling kenal dan dekat itu bearti kita bisa memanfaatkan situasi ini,"ucapChapter 30 Licik dibalas Licik
Pov Rika
"Astaga! Siapa kau!!!" pekikku.
Sungguh! Aku sangat terkejut melihat pria yang sedang tidur dChapter 31 Kasihannya Rika
Pov Johan
Kenapa murid ini menyeringai? Tidak mungkin kan dia tahu tentangku?
Baru semenit aku merasaChapter 32 Nasib Si*l Tukang Bully
Pov Rika
Tuut ... tuut ... tuut
Aku menelepon Aaron untuk meminta penjelasannya.
Klek!
Panggilanku di jaChapter 33 Nasib S*al Tukang Bully2
Pov Rika
Drrrrttt Drrrrt Drrrrt
Mataku terbuka karena terkejut gara gara gawai bergetar, shit salahkuChapter 34 Rencana Tantri
Pov Tantri
Namaku Tantri Anastasya, sekarang aku sedang kuliah di universitas ternama dalam kota tempChapter 35 Semua tidak sesuai Rencana
Pov Tantri
Tiga hari pasca pertemuanku dengan Bu Celline istri Ammar Rashif, ia berjanji akan memberiChapter 36 Hinaan
Pov Tantri
Sungguh diri ini sangat ketakutan apalagi mereka yang di hadapanku adalah bukan orang sembChapter 37 Dasar Tantri
Pov Celline
"Bagaimana si Tantri?" tanyaku to the point.
"Beres Bu, perempuan itu sudah masuk perangkaChapter 38 Tantri benar-benar menjij*kan
Pov Celline
Dasar perempuan nggak tahu adab, bilangnya cinta dengan suamiku kok malah main gelendotanChapter 39 Ketahuan?
Pov Sutiardji
"Loh, siapa perempuan ini!?"
Deg!
Suara yang sangat aku kenali sekarang berada di sampingChapter 40 Kabar Mengejutkan
Pov Author
Ketukan itu semakin menjadi gedoran karena sang empu kamar tidak lekas membukakan pintu.
SuChapter 41 Mug Mulai Dapat Teman
Pov Mug
Perwakilan setiap kelas di tunjuk untuk ikut melayat ke kediaman orang tua Rika.
Termasuk akuChapter 42 Menyentil Para Guru
Pov Mug
Kita berempat serentak menengok ke arah belakang.
"Anjrit, lu Ang! Ngagetin kita aja!" teriakChapter 43 Kenyataan Siti
Pov Mug
"Siti ...." gumamkuku lirih.
Ternyata Siti lah murid malang itu, aku benar-benar nggak menyangChapter 44 Yanto Berulah
Pov Mug
Ku lihat wajahnya masih menunggu jawabanku dengan penuh harap. Hmmm, tiba-tiba otak jahilku bChapter 45 Ketakutan Yanto
Pov Yanto
Ugh, silau!
Ku buka mata ini perlahan. Hmm, ada dimana aku? Ruangan serba putih dan ranjangChapter 46 Mimpi Buruk
Pov Yanto
"Tolong.. Tolong..jangan bawa aku!!! Bapak ibu tolong!!!!
Puk puk
Saat aku sedang di seret seChapter 47 Terbongkar
Pov Mug
"Hahahahahahaha ya iyalah sekarang kalian gak bisa ngebully aku karna aku anak Ammar Rashif yChapter 48 Bimo
Pov Mug
Setelah aku mendapatkan banyak informasi dari Emi, ia pun ku lepaskan seperti janjiku yang aChapter 49 Fitnah
Ku perintahkan Slow membawaku ke alamat yang di kirim oleh Bee orang suruhanku yang aku perintahknuaChapter 50 Skak mat Emi
Pov Emi
Aku mengarahkan telunjukku ke Mughen si sok angkuh itu. Rasakan pembalasan ku ini! Akan ku peChapter 51 Bee kelepasan
Deg
Aku terpekur melihat perempuan itu tergeletak tak sadarkan diri, hidungnya penuh dengan darah seChapter 52 Malunya itu loh
Pov Emi
Saat aku sedang mengamuk ingin menghajar Mughen tiba tiba pintu terbuka kencang hingga menimbChapter 53 Diseret Ke Kantor Polisi
Pov Mug
Si Emi meraung saat polisi menyeretnya keluar, aku tidak akan mengampuninya kali ini. BiarlaChapter 54 Perang Saudara
Pov Emi
"Mug! Mughen! Si*lan si Mughen main tinggal aja! Dasar pelit! Cuma minta sejuta aja kok malaChapter 55 Curiga
Pov Emi
"Emi apa yang kau lakukan pada kakakmu!!" bentak papa.
Aku menyunggingkan senyum sinis saat meChapter 56 Ketahuan
Pov Emi
Gak mungkin dia masukin ceweknya ke rumah malam malam gini kan bisa di damprat papa.
"Lalu kakChapter 57 Ketahuan2
Pov Boy
"Si*lan Emi anak manja itu selalu saja bikin ulah! Sekarang malah seakan akan menyindirku! TiChapter 58 Perang anak tiri
Pov Emi
Jempolku berhenti bergerak, ku pincingkan mata menatap ke arah dua sejoli gak punya adab terChapter 59 Perubahan Tradisi
Pov Mug
Aku mencari keberadaan Yanto and the gank. Kali ini aku akan bertindak sendiri mengorek inforChapter 60 Berurusan Dengan Orang Yang Salah
Pov Johan
Teet teeeet teeeet
Bel berbunyi menandakan kegiatan belajar mengajar selesai. Waktu sudah meChapter 61 Fitnah
Pov Johan
"Sudahlah pak Johan kalau memang salah ya salah saja tidak perlu cari kambing hitam. Ayo baChapter 62 Fitnah2
Semua orang terperangah di kala melihat Doni mengangkat handphone yang di cari berdiri di antara meChapter 63 Usaha Menjatuhkan Pak Joko
"Apa!?" teriak pak Joko.
"Orang seperti anda ini memang pantas di katain orang tak tahu diri!" desisChapter 64 Terpojok
Pov Jessica
Aneh ya pak Joko semakin terlihat pias dan terpojok karena daritadi dia memperhatikan kuChapter 65 Kesombongan Pak Joko
Pov guru Joko
Ah panas hati ini melihat pak Johan dan bu Jessica saling lirik melirik. Apakah merekaChapter 66 Kekalahan Joko
Pov Jessica
Terdengar jeritan bu Pipit dan tangisan para murid yang di seret paksa masuk ke mobil parChapter 67 Pertemuan Dengan Orang di Masa Lalu
Pov Author
Setelah perjanjian selesai semuanyapun meninggalkan kantor polisi.
Begitupula murid murid yChapter 68 Kehidupan Bu Pipit
Pov Bu Pipit
"Apa!?!! Dasar perempuan gak berguna! Kalau tau kau miskin begini aku ogah banget macariChapter 69 Maling
Terdengar teriakan Aa' Jarwo dari seberang telepon. Kenapa sih dia tiba tiba bertanya seperti itu? MChapter 70 Persengkongkolan
Pov Bu Pipit
Ku ambil balok di pojokan untuk melindungi diri apabila ada hal hal yang tidak di harapkChapter 71 Apes
Pov Bu Pipit
A' Jarwo yang sedang meringis menahan saking akibat mendapatkan bogem mentah orang suruhChapter 72 Bu Pipit Sadar
Pov Bu Pipit
"Heh mantan isri tua!! Berani beraninya ya lu bikin suamiku masuk bui!!!!! Dasar janda gChapter 73 Biang Rusuh
Pov Mug
Sepulangnya dari rumak kak Mimin dan berpamitan pada kak Bim bim dan kak Triasta aku pun bergChapter 74 Teman-teman
"Eeeh Kocrot! Moncrot! Asyem!"
Hahahahaha si Ang latah.
"Uh ngagetin aja sih kan aku terkejoet!" seruChapter 75 Kes*alan Emi
Pov Emi
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!"
Aduh tanganku nyenggol panci panas yang habis di gunakan. Hah gimaChapter 76 Serunya Punya Teman
Pov Mug
Di Sekolah...
Pelajaran pertama dan kedua telah usai, bel istirahat pertama telah berbunyi, seChapter 77 Disetrap untuk pertama kalinya
Dengan terpaksa aku berjalan dengan gontai keluar kelas. Aku berdiri di depan kelas denhan mengangkaChapter 78 Makhluk Tak Kasat
Aduh nih makhluk jadi jadian kok nongol terus sih dimanapun dan kapanpun, bikin iritasi mata aja. SeChapter 79 Mimpi
Kudekati saja dia, jangan jangan dia sudah meninggal? Ku dekatkan wajahku pada wajahnya.
AaaaaaarrrrgChapter 80 Yanto
Pov Mug
Aku berjalan mondar mandir di depan kaca rias, rasa khawatir menyeruak dari dalam relung hatiChapter 81 Cobaan
Ibu terjungkal ke belakang, bokongnya mendarat keras membentur lantai. Bapak dengan sigap berjongkokChapter 82 Season 2
Pov Author
Aula utama SMA Bina Harapan telah penuh oleh kursi yang berjejer rapi, ruangan berukuran 3Chapter 83 Salah Kira
Pov Author
"Perasaan selama ini aku tidak pernah dengar ada murid yang lebih pandai dariku selain MugChapter 84 Mughen Di Culik
Yanto terkejut saat tiba tiba Anin sudah berada di dekatnya sembari menatapnya tajam setajam golokChapter 85 Perlawanan
Pov Mug
Sebenarnya si Slow kemana sih? Gak biasanya dia seperti ini. Selama ini pekerjaan Slow selaluChapter 86 Gelud
Saat si muka normal hendak menerjangku dengan tendangannya, aku meraih pasir yang sedang ku injak laChapter 87 Slow dan Mug
Pov Author
Tanpa berkata apapun dan hanya saling memandang, mereka tahu bahwa mereka mempunyai perasaChapter 88 Terhalang Restu
"Papa!!!!" pekik mereka bersamaan.
Papa Ammar tergeletak di jalan, ia pingsan. Bersamaan dengan itu tChapter 89 Siti Mengadu
Pov Mughen
Pembahasan tentang Slow di paksa berhenti saat suara bariton opa terdengar dingin dan menuChapter 90 Siti Tak Tahu Malu
Pov Mug
"Bram menelantarkan anaknya sendirian tanpa uang saku!? Dia tak peduli anaknya kelaparan! DasChapter 91 Terungkap
Pov Mug
(Mug...ternyata wanita itu adalah seseorang dari masa lalu pak Johan namanya Indah, dari infoChapter 92 Siti Mengg*la
Setelah penyerangan yang di lakukan oleh tante Celline gil* itu, aku di boyong ke rumah oma.
Oma danChapter 93 Siti Mengg*la2
Pov Siti
Dengan gelisah aku menunggu kedatangan oma dan opa di rumah mereka. Kakiku mondar mandir kayChapter 94 Siti Mengg*la3
Pov Siti
"Di tanyain kok malah bengong sih! Kalau udah selesai langsung di jemur di lantai atas habisChapter 95 Rencana Jahat Siti
Pov Siti
Kami semua sibuk di dapur menyiapkan bahan makanan untuk sarapan besok pagi, aku pura pura rChapter 96 Anak Orang Lain
Pov Siti
Saat semua orang tengah terlelap, aku menyelinap mengendap endap ke arah ranjang si pembantuChapter 97 Jeruji Besi
Pov Siti
"Bukan nak kamu bukan anak haram tapi kamu memang bukan anak kandung papa."
Jdeeeeerrrrrr
"Si_Chapter 98 Lulus
Bughht!
"Aw!"
Aku memekik karena tiba tiba sebuah tendangan melayang tepat di kepalaku. Ugh sakit sekaChapter 99 Berantem lagi
"Anjriit!!! Pala lo botak! Ngapain main nyiram nyiram meja orang!" jerit Andrea sembari membanting gChapter 100 Aaron
Pov Slow
"B*****t! Beraninya cecunguk satu itu ngatain kekasihku dengan sebutan 'j****g?!" umpatku meChapter 101 Teman Masa Kecil
Pov Mug
Bruught!
Aku melempar tas di atas kasur, capeknya aku pun membanting tubuhku ke kasur empuk keChapter 102 Cerita Aaron
Pov Aaron (teman masa kecil Mughen)
"Sen kami sudah memberinya pelajaran, dia sekarang lemas karena bChapter 103 Akhir Kisah Siti
Pov Slow
Duniaku serasa bergoyang, aku terkesiap saat wajah cantik kekasihku berubah jadi wajah papanChapter 104 Kasihan Bram
Setiap orang yang kebetulan berada di TKP berteriak histeris.
"Ya Tuhan itu kabarnya seorang tahananChapter 105 Kabar Mengejutkan
Pov Mughen
Kabar mengejutkan datang dari kepolisian memberitahukan bahwa Siti kini telah meninggal duChapter 106 Gara gara Sarti
Pov Mama Celline
"Ada apa sih pa!?" tanyaku.
"Ini ma hasil SWAB nya sudah keluar, hasilnya sebentar laChapter 107 Minggat
Nyebut! Nyebuut!
Aku kira Mughen ternyata nenek lampir eh maksutku istriku! Istriku kalau lagi marahChapter 108 Malam Pertama
Pov Mug
Tiga tahun berlalu...
Akhirnya Mughen dan Slow meresmikan hubungan mereka di atas pelaminan.
SaChapter 109 Siapa Sebenarnya Slow
Pov Author
Kebetulan kamar di lantai tiga belum di pasang kedap suara seperti kamar kamar di lantai bChapter 110 Nasib Emi
Seonggok tubuh kurus kering di lilit selang oksigen.
Ya dia perempuan bernama Nania kekasih Bram. BeChapter 111 Tamat
Klek pintu toilet di buka Emi, ternyata sang manajer lah yang menggedor gedor pintu.
"Ada apa sih bu?Chapter 112 UsahaTantriextrapart
Seorang wanita tengah memandangi benda panjang kecil berwarna putih biru di tengahnya terlihat garisChapter 113 UsahaTantri2 extrapart
Tantri mengikuti semua arahan Bu Lina, Ia dengan mudah mengerti hal apapun yang di pelajarinya karenChapter 114 Tamat
Seorang Wanita sexy berkulit mulus terpampang jelas di jalanan, siapapun bisa melihat kemulusan paha






![Aure – The Goddess of the Sky [Fallen Goddesses Series #1]](https://image.finovel.net/upload/novelWatermark/20220305185903_414_15725_storyOnWeb.jpg)











Sangat bagus
04/02
0sangat bagus
03/02
0seru
03/01
0bagus ceritanya
09/11
0mantap
09/11
0baguss dan menghargai dan menghormati
08/11
0Saya suka membaca novel ini
26/10
0bacaan yang indah
26/10
0sagat menarik untuk di baca
25/10
0sangat bagus
13/10
0