Para petinggi mencari si pemilik kemampuan langka, seorang goster. Sebuah kemampuan yang digadang-gadangkan bisa mengalahkan takdir. Sayangnya, para goster pandai membaur. Para petinggi berkejaran dengan waktu sebelum seseorang yang sudah dibuang jauh dari kota mengendalikan seluruh goster yang hanya tinggal beberapa orang.
Dia Hama, seorang gadis yatim-piatu yang memutuskan bergabung dengan FroBa's Agency setelah dibuang keluarga tirinya, ditugaskan mencari kebenaran sebuah kejadian janggal di Amicaest Academy. Misinya tidak mudah, para petinggi turut ambil peran.
Yang tidak Hama duga, Amicaest Academy bukanlah pusat masalahnya. Ini jauh lebih kompleks. Menyangkut dua kota yang berseteru karena perbedaan kemampuan.
Di sisi lain, Hama mempunyai masalah psikologis yang belum terselesaikan. Akankah Hama mampu menyelesaikan misinya?
“Kalau ini berhasil, nggak akan ada yang melawan perintah kita. Semua yang kita ucapkan adalah mutlak, termasuk menghanguskan Konsaivil.”
Pict by Me
untuk aplikasi ini bagus banget baut ngisi waktu luang apa lagi mau beli novel tapi mahal tenang pakai novelah aja, selain bisa ngisi waktu luang novelah bisa ngasilin uang aku sudah mencoba dan Yap ternyata beneran dapat uang. Coba Novelah sekarang juga👍
22/03/2025
0
Eka Sukma
seru ih ceritanya
20/03/2025
0
Hys_4lma.
kerennn
19/03/2025
0
heroagainst
kereen alur ceritanya
10/03/2025
0
MiyantiNova
nangiss bangttt
09/03/2025
0
VeronicaSheena
sukaa bgtt
06/03/2025
0
AnjarwatiNeneng
bagus
05/03/2025
0
Total: 55
Chapter 1 Pemeran Utama
Seorang gadis berpakaian serba hitam merenggangkan badan setelah berjam-jam membaca sebuah buk
Chapter 2 Yashi : Kebal
Bukan kali pertama perlakuan tidak menyenangkan dari teman kelasnya diterima seorang gadis berpe
Chapter 3 Yashi : Sakit
Kepala Yashi berdenyut nyeri saat membuka mata, badannya tidak leluasa digerakkan, kakinya jug
Chapter 4 Achilles : Challenge
“Aku mundur dari rencana kalian!” Achilles tidak akan terkejut bila si bungsu marah. Dia
Chapter 5 Hama : GoA Team
Layar laptop yang terang menjadi satu-satunya sumber cahaya di kamar gelap seorang gadis berwa
Chapter 6 Yashi : Berburu
Semilir angin menyapu wajah Yashi, telinganya menangkap sebuah suara yang tidak bisa dipastika
Chapter 7 Arsen dan Arion
Arsen sedikit khawatir Altair berpasangan dengan Yashi karena adiknya yang satu itu sangat gig
Chapter 8 Abercio dan Achilles
Sejak berada di lantai dua, Abercio merasakan udara yang lembap. Oh, bukankah memang begini udara
Chapter 9 Yashi dan Altair
Tidak ada yang menarik di lantai tiga bagi Altair. Hanya ruang kosong dan dua buah kamar yang t
Chapter 10 Yashi : Pindah
Abercio tidak berhenti mengutuki Yashi dengan kata-kata pedas begitu dia dan Altair tiba dihadapa
Chapter 11 Altair : Niat
Gadis itu menepati janjinya. Begitu A bersaudara sampai ke asrama, mungkin nyaris satu jam mere
Chapter 12 Yashi : Entitas
Membahas soal racun adalah pelajaran yang selalu Yashi tunggu. Profesor Varo tidak pernah meneran
Chapter 13 Hama : Kacau
Hama lupa rasanya mengenyam pendidikan umum. Sejak dibawa ke FroBa’s Agency oleh Bu Yeon, kehi
Chapter 14 Yashi : Aneh
Tembok bercat putih yang masih bersih dan rapi terus Yashi pandangi. Kepalanya berputar melihat-lih
Chapter 15 Yashi : Pengakuan
Kamar di dalam kamar. Sebagai anggota keluarga yang memiliki pengaruh besar pada sekolah ini,
Chapter 16 Abercio : Pengganggu
Sudah dapat ditebak sejak awal permintaan damai saat korban sudah nyaris tenggelam dalam lumpu
Chapter 17 Ario : Mewujudkan Imajinasi
Sejenak Arion merasakan perubahan suasana ketika Yashi duduk di antara Altair dan Arsen, di sebe
Chapter 18 Hama : Kaum Mewah
Di depan dinding putih sambil memainkan remote control, Hama menyaksikan sebuah pertemuan rahasia y
Chapter 19 Abercio : Vitamin
Rasanya tidak sampai satu jam dia meninggalkan adik-adiknya, tapi saat kembali sudah ada Yashi di
Chapter 20 Altair : Ayshi?
Tidak tega sebenarnya membuat Yashi terlihat seperti pengasuh di mata teman-teman sekolah, tapi A
Chapter 21 Yashi : Mereka Kembali
Tidak melulu merugi rupanya menjadi pengasuh sementara untuk laki-laki bermata tajam, namun terka
Chapter 22 Abercio : Merajuk
Angin pagi ini cukup tenang untuk bermain panahan, udara yang ditiupkan pun dingin meski sinar ma
Chapter 23 Yashi : Equustrigi
Equustrigi, sebuah kemampuan yang sangat menguntungkan sekaligus merepotkan. Mereka yang ‘terpera
Chapter 24 Achilles : Gaduh
“Di situlah kami, ayah, ibu dan aku berjalan di tengah hujan. Masing-masing membawa tas seko
Chapter 25 Altair : Petaka
Napas terengah-engah, lengan kemeja panjang yang dipakai remaja di depan Altair robek dari bahu h
Chapter 26 Yashi : Scaccias
Lagi-lagi kaki Yashi mesti mengekori seorang guru yang kehilangan pandangan objektifnya terhadap
Chapter 27 Arsen : Kecewa
Tidak ada yang perlu dicemaskan dari kondisi Arion saat ini. Bukan kali pertama Arion memakai sid
Chapter 28 Altair : Runtuh
Beruntung Achilles diikutsertakan menemui sang ayah di ruang kepala sekolah. Rupanya dia sudah menja
Chapter 29 Hama : Identitas
Minuman kemasan pouch berisi jelly tidak pernah lepas dari mulut Hama walaupun tidak sedang mengunya
Chapter 30 Arsen : Pergi
Terkadang mencoba membaca jalan pikiran orang lain seperti mencari jalan keluar di sebuah labirin ta
Chapter 31 Yashi : Surat Kepada YShi Bersaudara dari Pekarangan Rumah
Hei YShi bersaudara, apa kabar? Entah apa kabar kalian saat ini, tapi aku tahu kalian bahagia karena
Chapter 32 Achilles : Akhir Yang Baik?
Rasanya seperti ada yang hilang. Kehilangan yang tidak bisa diisi satu sama lain karena semua merasa
Chapter 33 Altair : Tangis Di Malam Hari
Tempat yang sedang dia tiduri ini dibuat secara khusus dan hanya ada satu di dunia. Dia selalu nyama
Chapter 34 Yashi : Racun
“Aku adalah orang yang dia sukai.” Riuh keramaian menjelajahi lorong telinga gadis yang masih berlind
Chapter 35 Achilles : Tes Dalam Gelap
Ini seperti kedatangan hujan dan pelangi sekaligus dalam satu waktu. Hujan yang datang bukan cuma ri
Chapter 36 Hama : Terlena
Telinga berdenging, pandangan berkunang-kunang, keseimbangan belum berkumpul sepenuhnya pada penyang
Chapter 37 Yashi : Blank Space
Sudah dua kali sekolah ini membuat Yashi tidak sadarkan diri. Efek dari menghirup gas tidak berwarna
Chapter 38 Arion : Sisi Lain
Ada yang merekah di dalam dada Arion. Telah lama dia menantikan ini, sosok wanita yang tidur di bawa
Chapter 39 Arsen: Kalung
“Perempuan yang ada di kamar kalian, siapa namanya?” Arsen duduk di sofa hitam nan mewah berseberanga
Chapter 40 Abercio : Kabar
Sejauh ini semua sudah kembali berada di bawah kendali, Abercio bisa menarik napas lebih lapang dari
Chapter 41 Altair : Si Guru
Legalkah melakukan salah satu adegan yang terkenal dalam setiap drama romansa anak sekolahan pada se
Chapter 42 Yashi : Pertemuan Masa Lalu
Selama mematut diri di depan cermin―hal yang jarang bahkan tidak pernah dia lakukan―pertanyaan yang
Chapter 43 Hama : Terbukanya Jalan
Sehari sudah berlalu, marah masih bercokol di hati, setiap kalimat terus berulang di kepalanya setia
Chapter 44 Yashi : Psychometry
Masih tidak dapat dipahami mengapa perasaannya bisa begitu sakit bertemu seorang perempuan yan
Chapter 45 Achilles : Mengintip Kotak Pandora
Sudah tidak ada kejadian aneh lagi di sekolah, paling tidak beberapa hari ini. Tenang, tetapi Achill
Chapter 46 Yashi : Setitik Harapan
Tubuhnya tidak sanggup menerima terpaan angin dari mulut Achilles. Angin yang dihembuskan berisi haw
Chapter 47 Hama : Sadap
Kedua kaki menyilang di tengah antara layar komputer dan laptop, tubuhnya bersandar di kursi empuk b
Chapter 48 Abercio : Topeng
Bersikap baik-baik saja saat tahu waktu mulai berhitung mundur sebelum terjadi ledakan besar b
Chapter 49 Yashi : Hama
Menyiapkan alibi kuat tanpa celah dan sukar dibantah ternyata adalah hal yang sia-sia. Dia berusaha
Chapter 50 Abercio : Hampir Meledak
“Jangan salah paham, aku marah pada diriku sendiri. Makanlah ini sebagai permintaan maafku karena su
Chapter 51 Altair : Interogasi
Lidahnya tidak pernah merasakan daging selembut buatan Yashi. Daging medium rare yang bumbunya meres
Chapter 52 Arsen : Fitnah
Kehidupan yang sepenuhnya diatur orangtua benar-benar sebuah buaian yang mematikan. Arsen dan keempa
Chapter 53 Altair : Selamat Tinggal Pengkhianat
Inikah yang dirasakan Yashi, mendapat banyak tatapan tidak bersahabat, meremehkan bahkan menghina pa
Chapter 54 Abercio : Lembaran Baru
Sejak mengetahui tempat tidak berhukum ini hingga beberapa detik lalu, Abercio tidak pernah tahu ada
Chapter 55 Achilles : Selamat Tinggal
Sekali lagi, Achilles menatap Yashi menoleh ke belakang, menatap siluet tiga karib seperjuangannya d
asli
23/01
0bagus alurnya
26/09
0baguss keren
08/04/2025
0untuk aplikasi ini bagus banget baut ngisi waktu luang apa lagi mau beli novel tapi mahal tenang pakai novelah aja, selain bisa ngisi waktu luang novelah bisa ngasilin uang aku sudah mencoba dan Yap ternyata beneran dapat uang. Coba Novelah sekarang juga👍
22/03/2025
0seru ih ceritanya
20/03/2025
0kerennn
19/03/2025
0kereen alur ceritanya
10/03/2025
0nangiss bangttt
09/03/2025
0sukaa bgtt
06/03/2025
0bagus
05/03/2025
0