Overview
|Catalog
- Tag(s):
- Kejahatan
- Hantu
- Sihir
- Misteri
- Pornografi
- Perkosaan
- Supranatural
Berlatar belakang sebelum peradaban modern, di mana dunia persilatan masih terasa kental di Kampung Keris. Gerombolan-gerombolan perampok masih sering mengganggu masyarakat. Kepercayaan terhadap mistis dan klenik adalah hal biasa serta dianggap wajar. Masih sering terjadi, siluman-siluman menyamar menjadi manusia. Wisaka adalah seorang pemuda yang terusik nuraninya. Dia ingin mengungkap misteri kematian beberapa pasang pengantin. Pengantin pria mati setelah lebih dulu melakukan hubungan badan. Pengantin wanita diperkosa serta menjadi bisu. Wisaka berguru ilmu kanuragan, tetapi di perjalanan banyak sekali rintangan yang dihadapi Wisaka. Bukan saja dari manusia, tetapi para siluman dan mahluk halus ikut jadi kendala dalam perjalanannya. Bagaimana Wisaka menghadapi rintangannya satu persatu? Berhasilkah dia atau kalah di tangan siluman yang menyamar?
Last Update
Editor´s Choice
Recommendation
Book Comment (114)
- Total: 113
Chapter 1 KEMATIAN PENGANTIN
Tak lama setelah bunyi lolongan serigala dan suara burung hantu bergantian, terjadilah hal di luar dChapter 2 KEDATANGAN WISAKA
Mulut mereka menganga tak percaya. Kejadian ini tak pernah ada di desa ini. Lalu, sebenarnya apa yanChapter 3 PEMAKAMAN PENGANTIN
Teriakan dari arah kamar Sulastri membuat orang-orang bangun, begitu pula dengan Kang Saep yang beraChapter 4 SIAPA PELAKUNYA
Dayat tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan hatinya saat semua orang yang hadir menggodanya. BegituChapter 5 MENCURIGAI PAK AMIR
Pertanyaan itu mulai merayapi kepala warga kampung. Sikap waspada takut terjadi sesuatu, otomatis adChapter 6 WISAKA, AWANG DAN BARSHI
Wisaka memasuki rumah dengan ragu, hatinya sesungguhnya kebat-kebit, takut kalau ternyata Pak Amir mChapter 7 PERJALANAN WISAKA
Wisaka mempelajari makhluk itu dari raganya yang menyerupai binatang, mencoba mencari kelemahan binaChapter 8 PEREMPUAN-PEREMPUAN SILUMAN
Mata yang begitu tajam dan bersinar di kegelapan. Seperti bernafsu sekali ingin memangsa Wisaka. PerChapter 9 PEREMPUAN-PEREMPUAN SILUMAN 2
"Apakah Bapak melihat Onet, monyet yang menyertaiku?" tanya Wisaka.
"Panggil aku Pak Ali. Aku tidak mChapter 10 PERNIKAHAN WISAKA
"Leli, tidakkah kamu merasakan keanehan? Mengapa kita selalu kembali ke tempat yang sama, kau tahu aChapter 11 LELI HAMIL
"Mengapa aku bisa sebodoh ini, mengapa semua bisa terjadi?" Hati Wisaka bertanya-tanya. Sementara LeChapter 12 MELAWAN PERAMPOK
Wisaka menguatkan hatinya untuk pergi malam ini juga. Leli memandangi suaminya dengan pilu. Air mataChapter 13 FARUQ
"Tujuan kita ternyata sama, aku juga berniat ke tempat itu," kata Wisaka.
Faruq kaget sekaligus merasChapter 14 KITAB JATUH KE TANGAN PERAMPOK
"Kang!"
"Kang Wisaka, woii!" Faruq berteriak-teriak.
Setelah jauh dari gua, dia berhenti sejenak, berChapter 15 TERSESAT DI HUTAN SANCANG
Wisaka berlari dengan cepat, sementara Faruq turut berlari sesaat setelah bengong melihat perampok iChapter 16 LELUHUR WISAKA
"Ya, apakah Nenekmu tidak bercerita tentang Eyang Buyutmu?" tanya Kakek yang berjuluk kuncen atau juChapter 17 AJIAN SEGARA MACAN
Sepasang mata itu tiba-tiba menjauh ketakutan, lari terbirit-birit. Ia melihat sinar lebih terang daChapter 18 CEMPAKA MENJADI KORBAN
Cempaka memperhatikan bayangan itu. Sosoknya seperti Wisaka. Lama dia perhatikan, tapi sosok itu tidChapter 19 TERTUDUH LAGI
Pak Amir berusaha menghindari serangan orang yang mirip Wisaka itu. Cempaka mengkeret tak berdaya daChapter 20 KEKUATAN BULAN PURNAMA
"Aku gak tahu, Ceu," kata Ceu Entin.
Mereka berbisik-bisik dengan sangat lirih, takut orang lain mendChapter 21 BINATANG MISTERIUS
Dalam perjalanannya, Wisaka menyusuri jalan kecil yang berbatu-batu besar. Kadangkala terlihat seperChapter 22 SELENDANG KUNTILANAK
Mata merah itu mengawasi dari kejauhan. Rambut panjangnya tergerai awut-awutan. Dengan kelopak matanChapter 23 SELENDANG KUNTILANAK 2
"Sialan, kau!" seru Wisaka kepada Faruq.
"Ahahaha ... hahaha." Faruq tertawa sambil menunjuk kuntilanChapter 24 GUA MISTERIUS
Kuntilanak itu memandang Wisaka. Sorot matanya menyiratkan kebingungan. Ia nampak gelisah. Mungkin kChapter 25 JURUS KIJANG MENEMBUS KABUT
"Ini ukiran huruf sunda kuno," jawab Wisaka.
"Coba lihat ini, Kang! Banyak gambar," seru Faruq. WisakChapter 26 WISAKA MATI?
Wisaka kaget mendengarnya, dia segera bangun dan duduk sambil menoleh ke kiri-kanan. Pemuda itu meliChapter 27 GODAAN
"Tampakkan wujudmu!" seru Wisaka.
Suara tawa itu semakin nyaring. Wisaka kembali melihat Eyang AstamChapter 28 JURUS MATAHARI TERBENAM
Harimau itu mendekati Faruq, bersiap untuk menerkamnya. Faruq gemetar, dia memejamkan matanya menungChapter 29 DEWI KEMATIAN
"Berani-beraninya kau menurunkan ilmu itu tanpa seizinku!" teriaknya marah.
Nenek yang berjuluk DewiChapter 30 GAYATRI
Wisaka memandang ekspresi Eyang Astamaya yang sedang melihat jauh ke depan. Entah apa yang dilihatnyChapter 31 PENDEKAR SETAN TOPENG MERAH
Astamaya menundukkan kepalanya. Dia merasa bingung karena sesungguhnya tidak mencintai Gayatri, hanyChapter 32 GAYATRI TEWAS
"Banyak mulut kau, Orang Tua!" teriak Setan Topeng Merah menyembunyikan rasa kagetnya. "Rasakan ini!Chapter 33 BERTEMU DEWI KEMATIAN
Gayatri menutup matanya untuk selamanya. Astamaya mengguncang-guncang badan Gayatri. Secara tidak seChapter 34 TEROR HANTU TANPA KEPALA
Eyang Astamaya melihat ke arah Wisaka yang tengah memandangnya. Matanya menyiratkan tanda tanya. EyaChapter 35 TEROR HANTU TANPA KEPALA 2
Wisaka berjanji bahwa dia akan menolong hantu tanpa kepala itu. "Katakan, apa maumu?"
"Aku hanya mintChapter 36 TEROR HANTU TANPA KEPALA 3
Bab 36
TEROR HANTU TANPA KEPALA 3
"Iya nih, Kang, cuacanya dingin sekali," jawab gadis itu sambil mengChapter 37 MENGUBURKAN KORBAN
"Ada apa?" tanya Wisaka sambil mendekat.
"Itu ...." Faruq menunjuk sesuatu.
"Ooh, sarang ular," kata WChapter 38 PESTA MAKHLUK HALUS
Bab 38
PESTA MAHLUK HALUS
Wisaka merasa ada seseorang yang membuntutinya, bahkan mungkin beberapa oranChapter 39 KAMPUNG SILUMAN
"Sepertinya, ini bukan hutan saat kita bertemu dengan orang asing yang minta ayam itu," kata Wisaka.Chapter 40 HANTU SAPU
Wisaka memperhatikan dan bertanya kepada dirinya sendiri. Mereka dengan cepat mendapat padi berkarunChapter 41 KOPI HITAM
Wisaka mengelabui hantu tersebut. "Ini!" Wisaka memberikan sesuatu.
Hantu itu mengulurkan tangannya,Chapter 42 PADEPOKAN KYAI ABDULLAH
"Bangun ... bangun, Kang," kata Faruq sambil mengguncangkan tubuh Wisaka. Rupanya dia terbangun kareChapter 43 MENCARI PUSAKA
Wisaka dan Faruq berpandangan. Wisaka tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Kyai Abdullah tentang 'sChapter 44 MENCARI PUSAKA 2
Orang itu memakai baju hitam dengan celana panjang komprang. Ikat kepala serta penutup muka serba hiChapter 45 DITELAN ULAR
Wisaka teringat kembali dengan mimpinya, ah ... apa memang itu bisa disebut mimpi. Rasanya seperti nChapter 46 PULANG
Badan Wisaka meluncur tidak dapat tertahan lagi.
Bruuuk.
Pemuda itu dimuntahkan oleh ular, Wisaka terpChapter 47 HANTU LIDAH MERAH
"Itu bukan iblis yang kita cari," kata Wisaka sambil menggeleng.
"Kalau bukan, siapakah dia?" tanya FChapter 48 MISTERI PAK AMIR
Wisaka memandang nanar orang yang baru datang. Dia yakin sekali bahwa itu adalah Pak Amir. Wisaka inChapter 49 SEKAR AYU
Faruq tersadar dari hipnotis Pak Amir. Dia tergagap-gagap begitu melihat Wisaka, kemudian menunjuk kChapter 50 RUMAH DI UJUNG KAMPUNG
"Baiklah, waktu itu aku di goa sedang bersemedi. Aku bertemu dengan roh Eyang Astamaya, beliau mengaChapter 51 FITNAH
Wisaka melongok ke dalam rumah. Faruq semakin penasaran, rumah siapakah ini sebenarnya? Mengapa WisaChapter 52 AMARAH WARGA
"Cempaka, keluarlah, Nak," suruh Abahnya.
Cempaka makin bingung, dia yang merasa malu dengan keadaanChapter 53 CEMPAKA DICULIK
Warga yang marah mengamuk dengan membakar rumah Pak Amir. Seandainya Pak Amir ada, tentu dia tidak aChapter 54 BIRAHI BERDARAH
"Tunggu ... tunggu, manusia laknat!" seru Wisaka berulang-ulang.
Sayang, Wisaka kalah cepat, bayanganChapter 55 KEMATIAN PENGANTIN LAGI
Usman semakin asyik dengan perempuan yang dia kira Ningsih. Andai saja dia tahu, tidak jauh dari temChapter 56 TEWAS
Terlihat oleh Wisaka Faruq membantunya menghantam perempuan jadi-jadian tersebut. Binatang itu menyeChapter 57 HASRAT LELAKI TUA BERUJUNG PETAKA
Wisaka berteriak marah kepada Faruq yang baru datang. Tentu saja Faruq heran, bukankah Pak Amir sekuChapter 58 IBLIS LEMBAH PERAWAN
"Dia ... dia ... berhasil melarikan diri," kata Wisaka.
"Apa!" seru warga berbarengan. Wajah-wajah ceChapter 59 IBLIS TENGKORAK DARI LEMBAH PERAWAN
IBLIS TENGKORAK DARI LEMBAH PERAWAN
Iblis itu tertawa melihat mata Rima yang semakin sayu. Sesaat lelChapter 60 ILMU PELET PELINTIR LEUNCA
Sapto ditarik oleh arwah Rima. Rima menyeret Sapto kembali ke gua. Lelaki itu terjengkang ke belakaChapter 61 PEMBALASAN IBLIS TENGKORAK
Begitu melihat wajah lelaki itu, arwah jelmaan Rima begitu berang. Mukanya berubah ganas. TangannyaChapter 62 MISTERI PENGUASA TUBUH PERAWAN
Iblis Tengkorak Lembah Perawan tertawa terbahak-bahak melihat Sapto yang kerepotan dengan ganasnya sChapter 63 ARWAH BERBAJU MERAH
Sapto keluar ruangan, bermaksud mencari tempat untuk tidur malam ini. Setelah malam yang melelahkanChapter 64 RITUAL DI MALAM BULAN PURNAMA
Lelaki itu meraih tubuh di hadapannya, kemudian menaruh di pundaknya. Tanpa lelaki itu sadari, tangaChapter 65 PERGANTIAN JIWA
Bergegas Sapto melakukan apa yang diminta oleh junjungannya. Dia melangkah ke dalam ruangan di manaChapter 66 BENANG KUSUT
Cempaka yang berada di raga Rima ambruk di pelukan Sapto. Lelaki itu kebingungan dengan keadaan CempChapter 67 DANAU ASMARA
Kematian Sapto membuat Kuntilanak Baju Merah merasa bersalah. Pikirannya tidak sampai kalau Sapto adChapter 68 PENCULIKAN
"Hiks ... hiks ... hiks," Kuntilanak Merah menangis.
"Wahai, ada apa?" tanya Anjani. Dia kemudian meChapter 69 AJIAN MENUTUP TIRAI
Setelah berlari cukup jauh kedua perempuan itu berhenti sejenak. Keringat mengucur bukan saja karenaChapter 70 PESONA SI BAJU MERAH
Seharian Wisaka dan Faruq serta Jaka dan Onet, mengubek-ubek hutan mencari Mayang. Namun, Mayang besChapter 71 CANTAKA
Pemuda itu menjerit saat semua darah di tubuhnya berlomba mengalir ke lehernya. Perempuan itu menyerChapter 72 RENCANA CANTAKA
"Aku hanya inginkan dia," jawab Cantaka sambil senyum-senyum. Dia punya rencana dalam hatinya. RencaChapter 73 TUMBAL PERAWAN
"Namaku ... namaku Supiyah, Kang," kata gadis itu. dia menundukkan kepalanya, pipinya masih menyembuChapter 74 SATU PERMINTAAN
Iblis Tengkorak rupanya sudah tidak sabar lagi. Saat menengadah ke langit, terlihat bulan semakin coChapter 75 JADI PENGANTIN
Muka Faruq pucat pasi, badannya gemetar. dia takut warga telah salah paham kepadanya. Dikira penculiChapter 76 TERJEBAK PENGANTIN YANG SALAH
Supiyah memancing Faruq dengan serangan-serangan liar yang membuat Faruq terlena. Pemuda ting-ting iChapter 77 BERBADAN DUA?
Saat semua penutup tubuh Faruq hampir terlepas, tiba-tiba sebuah suitan keras terdengar. Wanita ituChapter 78 SAYEMBARA WANITA BERCADAR HITAM
"Ih ... kok hamil sih," jawab Supiyah sambil cemberut.
"Tadi kau bilang, berbadan dua, artinya ya hamChapter 79 PENDEKAR PEMBURU IBLIS
Entoh menggeleng. Pemuda itu memang melihat Wawan temannya mengobrol dengan wanita bercadar, tetapiChapter 80 ADA APA DENGAN CANTAKA
"Aku adalah Pendekar Pemburu Iblis," jawab pemuda itu.
"Bagus sekali julukanmu, semoga beruntung," kaChapter 81 HADIAH SAYEMBARA YANG MISTERIUS
Wisaka mengguncang-guncang tubuh Cantaka. Anak itu bergeming, Wisaka semakin panik. Diperiksanya selChapter 82 PENARI ULAR
Wisaka berkata sambil menarik tangan musuhnya itu. Dia membantunya berdiri.
"Ambil hadiahnya ... ambiChapter 83 RAHASIA SEKAR AYU
Gadis itu dibantu temannya membawa jenazah Pendekar Pemburu Iblis. Mereka berpandangan satu sama laiChapter 84 RAHASIA TERKUAK
Dengan diam-diam Onet mengikuti gadis berbaju serba hitam itu. Wisaka dan Cantaka mengikuti sambil sChapter 85 SAYEMBARA KHUSUS PERJAKA
Wisaka berseru memanggil wanita bercadar kuning. Namun, wanita itu terus melesat.
Pendekar Pemburu IChapter 86 PERTARUNGAN ANTAR WANITA BERCADAR
Wisaka heran dengan persyaratan lomba seperti begitu. Untuk sesaat dia tak bisa menjawab.
"PertandinChapter 87 BERSEKONGKOL
"Wahai, kau rupanya," kata Anjani alias Wanita Bercadar Kuning.
"Ya, aku menyelamatmu karena suatu urChapter 88 GADIS PELAYAN
"Siapa, wahai?" tanya Anjani. Tetap saja kata wahai belum bisa dihilangkan.
"Gayatri," jawab Wisaka sChapter 89 MENCARI CEMPAKA
Cempaka yang dibawa panitia penyelenggara sayembara, cepat-cepat diserahkan kepada Iblis Tengkorak sChapter 90 KEMARAHAN IBLIS TENGKORAK
Wisaka memperhatikan pintu yang bergetar tersebut, pintu itu terbuat dari batu.
"Cempaka ... CempakaChapter 91 ARWAH GAYATRI
Wanita dengan pakaian ala pendekar China dan bercadar ungu itu berjalan biasa seolah-olah tidak dalaChapter 92 ANGGINI
Rima, alias Kuntilanak Merah marah kepada gadis tumbal. Dirinya sudah merasa baik tetapi masih diragChapter 93 MISTERI LIONTIN GIOK
"Bagus sekali namamu, Nak," kata Wisaka.
"Terima kasih, Paman," ujar Anggini.
"Perkenalkan ini, CantakChapter 94 KISAH EYANG GAYATRI
"Siapakah, kau?" Sebuah suara membentak Cantaka. Tentu saja pemuda itu sangat kaget, tak mungkin MayChapter 95 ALASAN DENDAM DEWI KEMATIAN
Eyang Gayatri menceritakan kisah pilunya dulu bersama Eyang Astamaya yang tidak mencintainya. TentuChapter 96 RENCANA PERTEMUAN
"Ibu." Anggini menghambur ke arah ibunya.
Wisaka terpana dengan pemandangan di depannya itu. ApalagiChapter 97 UNDANGAN
Cantaka terpaku di tempatnya berdiri. Sinar putih itu begitu menyilaukan mata. Dia mencoba melindungChapter 98 PENASARAN
"Entahlah, dia bilang seperti itu," kata Iblis Tengkorak. "Keparat itu selalu mengganggu kesenangankChapter 99 MENYEBAR UNDANGAN
"Kau yang siapa? Berani membuat keonaran di sini?" tanya Wisaka.
"Aku Aji, mau menuntut balas kepadaChapter 100 MACAN JADI-JADIAN
Wisaka bingung mesti bagaimana menjelaskan? Akhirnya dia menceritakan dari awal tragedi yang menimpaChapter 101 DEWI BUNGA PERSIK
Bayangan hitam itu ternyata pendekar kumbang hitam. Dia tidak terima adanya kecurangan dalam pertaruChapter 102 MAKHLUK JADI-JADIAN
"Atas dasar apa kau menuduhku sebagai Dewi Bunga Persik?" tanya Cempaka.
"Kau pikir aku bodoh, hah, sChapter 103 RITUAL PENUKARAN RAGA
Makhluk yang dipanggil Awang itu mendekat ke arah Wisaka. Berdiri sejajar bersama Cempaka. Hari semaChapter 104 PERNIKAHAN WISAKA DAN CEMPAKA
Rupanya Eyang Gayatri sudah menaruh roh sepasang iblis itu ke dalam raga kelinci. Mengurungnya di alChapter 105 SEPASANG IBLIS DARI TIMUR
Sepasang siluman itu melayang keluar dari gerbang Negeri Bunga Persik. Mereka berkelana mencari ragaChapter 106 PENDEKAR BERSYAIR
Jaka bangkit dari tidurnya, dia duduk di dahan pohon sambil mengamati sekitar. Suara halus itu menggChapter 107 ANGGINI DICULIK
Jaka memperhatikan Dialin yang berkelebat cepat meninggalkannya. Heran sendiri, padahal wajahnya tidChapter 108 DISEKAP ALIYA
Jaka menghadik Aliya yang sudah kurang ajar kepadanya. Dia belum tahu dengan siapa berhadapan. JakaChapter 109 RENCANA
Jaka bangkit dari tidurnya, duduk di dahan sambil memperhatikan jalan. Bayangan hitam itu begitu cepChapter 110 MENJADI CALON TUMBAL
Semua kaget dengan pernyataan Wisaka. Besok malam gadis itu harus menjadi umpan Sepasang Iblis dariChapter 111 SIASAT LICIK SUMINAR
Suminar bergerak diam-diam. Dia mulai menjamah Anggara. Lidahnya perlahan-lahan menjulur-julur keluaChapter 112 SUMINAR TEWAS
Jaka dan Anggara tengah terpesona, mereka melihat kehebatan makhluk yang bernama Suminar. Namun JakaChapter 113 SEMUA BERAKHIR
Anggini tidak menyangka Eyang Gayatri sampai turun untuk membasmi para iblis ini.
"Anggini, lama tida


















bagai mana ini
05/08
0bagusss bangeet kakk
29/06/2025
0KERENNN
16/06/2025
0Sangat bagus
12/06/2025
0bagus
02/06/2025
0bgus
13/05/2025
0💕Thanks for sharing the screenshots! To create a chibi version of your character from Free Fire, I can generate a stylized cartoon-style image based on the character’s appearance. Would you like the chibi version to: Match the outfit and weapon exactly as shown? Have a specific pose or expression? Let me know if you'd like any special background or if it should be transparent.
08/05/2025
0Menarik dan bagus
24/04/2025
0bagus banget....
18/03/2025
0cerita yg sangat nyambung dan enak di baca
15/03/2025
0