Tổng quan
|Mục lục
- (các) Thẻ:
- Kecantikan
- Perceraian
- Ringan
- Cinta segitiga
Kinan--namaku seorang wanita karir yang punya satu orang anak dan suami yang sangat aku sayangi. Awalnya hidup kami bahagia, namun semua berubah ketika suamiku mengatakan, "Sayang, aku mau menikah lagi," ucapnya. "Menikah? Kenapa harus menilai lagi, sayang?" Aku tidak percaya ini bagaikan mimpi. "Maaf, aku ingin punya istri shalehah yang menutup auratnya, istri yang bisa membimbing aku ke jalan Allah SWT," Sebuah kalimat yang menyinggung sekaligus menyakitkan. Bagaimana aku menjalani hidup bersama maduku?
Bản cập nhật mới nhất
Lựa chọn của biên tập viên
Đề xuất cho bạn
Bình Luận Sách (360)
- Tổng cộng: 109
Chương 1 Prolog
"Sayang, aku mau menikah lagi," ucap Arfan suamiku. Pria yang sudah lima tahun menikahiku dengan penChương 2 Pernikahan Suamiku
Ku lihat rona bahagia diwajah suamiku, begitu juga dengan khasanah. Wanita itu tampak ramah saat berChương 3 Cemburu Pada Madu
Aku sedih melihat nasibku sendiri. Bagaimana tidak setiap hari aku melihat suamiku bersama maduku.
"MChương 4 Kecewa Pada Arfan
Hari itu aku benar-benar kecewa pada Mas Arfan. Dia berani membohongiku, jika dia sudah tidak mencinChương 5 Acuh Tak Acuh
Kekecewaan yang aku rasakan membuatku mengacuhkan Mas Arfan. Aku benci hal seperti ini. Bukannya akuChương 6 Luka Dari Suami
Aku pergi mengendarai mobilku ke luar rumah. Ku dengar Mas Arfan memanggil tapi tak ku hiraukan.
Ku bChương 7 Suami Tukang Fitnah
Aku memang sakit hati pada Mas Arfan tapi aku masih ingat dengan kewajibanku sebagai seorang istri.
"Chương 8 Pertengkaran Ana Dan Arfan
Ternyata Ana masih mendiami Mas Arfan. Aku tahu saat Mas Arfan mengajak Ana jalan namun di tolak menChương 9 Arfan Meminta Maaf
Aku tak habis pikir dengan sikap Mas Arfan. Di sini akulah korbannya, tapi kenapa aku yang dituduh mChương 10 Cemburu Part 1
Aku tak berani mengiyakan saran dari Bibik. Aku takut jika nanti malah akan memperkeruh suasana.
"KalChương 11 Cemburu Part 2
Kemesraan demi kemesraan mereka tunjukkan di depanku. Sekuat apapun hati ini bertahan pasti akan runChương 12 Sindiran Untuk Ana
Sampai rumah aku ajak Kiara mandi setelah itu gantian aku. Aku merasa kesal dengan kelakuan Mas ArfaChương 13 Hari Bahagia
Paginya ku buka kembali ponselku. Banyak pesan masuk dari Ana dan Mas Arfan namun aku tak hiraukan iChương 14 Tuduhan Selingkuh
Ana dan Mas Arfan memojokkan aku, padahal aku sama sekali tidak selingkuh. Aku hanya bisa menangis sChương 15 Selalu Disalahkan
Putra segera di larikan ke rumah sakit. Aku ikut menemani Putra. Biar bagaimanapun aku bertanggung jChương 16 Ana Hamil
Dokter tengah memeriksa Ana di dalam kamar di temani dengan Mas Arfan. Aku dan Kiara hanya menungguChương 17 Mendadak Baik
Aku tak masalah Mas Arfan meminjam mobilku. Hanya saja kenapa aku mesti pindah demi menjaga perasaanChương 18 Gantian Sakit Hati
Kami mencari penginapan terdekat. Karena hari sudah sore. Kami tak lupa mencari hotel yang bagus karChương 19 Arfan Cemburu
Sehabis salat isyak aku berhias, aku memoles wajahku dengan bedak dan lipstik. Entah mengapa aku ingChương 20 Perhatian Putra
Hari kedua Putra memaksa untuk menjemputku. Aku sudah menolak tapi kata Putra dia tidak menerima menChương 21 Sikap Aneh Suamiku
"Eh Kinan, belum tidur ya," kata Mas Arfan mengalihkan pembicaraan.
"Siapa Mas yang dimanfaatkan?" taChương 22 Pulang Ke Rumah Mama
"Kinan...Kinan...," panggil Mas Arfan.
Aku berjalan menyeret koperku dan koper Kiara ke luar rumah.
"MChương 23 Minta Rujuk
Pagi sekali Mas Arfan datang ke rumah mama. Dia membujukku agar mau pulang lagi. Alasannya karena diChương 24 Buku Nikah Hilang
Aku pagi ini sengaja izin untuk masuk setengah hari pada Putra. Aku akan mengurus pengajuan cerai keChương 25 Pasrah Dan Menyerah
Seterah hinaan mama pada Mas Arfan di rumah sakit. Dia tak lagi berani menampakkan batang hidungnyaChương 26 Arfan Tak Hadir
Sidang pertama perceraianku dengan Mas Arfan telah ditetapkan tanggalnya. Aku berharap semua berjalaChương 27 Arfan Marah
Benar saja, setelah Mas Arfan tahu soal keinginan orang tuanya memberikan hak Liar, dia langsung datChương 28 Ngemis Minta Rujuk
Aku langsung pulang, tak peduli apa kata orang soal Mas Arfan itu. Bagiku dia sudah bukan siapa-siapChương 29 Kiara Sebagai Senjata
Tidak berapa lama mama juga sampai di rumah Mas Arfan. Mata mama terlihat sembab karena habis menangChương 30 Berhasil lolos
Kami semua keluar dari rumah itu dan melihat siapa yang tertembak. Kami terkejut melihat siapa yangChương 31 Pria bisu cabul
Pria tersebut bukan Mas Arfan, yang kami tahu dari pihak petugas kebersihan kemungkinan dia adalah pChương 32 Singel Parent
Ternyata yang memegang bahuku adalah tangan mama. Aku sampai hampir berteriak.
"Mama, bikin takut ajaChương 33 Arfan Tiada
Kotak itu berisi fotoku dan Kiara namun sudah dicoret-coret dengan spidop berwarna merah. Bahkan dalChương 34 Penelfon Misterius
ami senang bisa pindah rumah. Kami merasa keadaan sudah aman. Jadi aku tidak perlu khawatir lagi.
SiaChương 35 Bodyguard Baru
Aku mendadak takut jika orang itu mau mencelakaiku dan Kiara. Nyatanya dia terus mengikutiku.
Aku lanChương 36 Ada Apa Dengan Putra?
Sudah satu minggu sejak Ilham kerja denganku. Aku tak pernah bertemu dengan Putra. Kami hanya berkirChương 37 Buku Diary Putra
Sampai di rumah aku segera mandi. Ku tutup pintu kamar rapat-rapat agar tak ada yang mengganggu.
Ku bChương 38 Putra Meninggal
Aku sampai di rumah sakit langsung berlari menuju ruangan Putra. Di sana sudah ad Pak Willi dan istrChương 39 Arfan Menampakkan Diri
Kematian Putra membuatku turut sedih sekali. Bahkan berbeda dengan saat Mas Arfan dinyatakan meninggChương 40 Ancaman Untuk Arfan
Ketika aku terbangun, aku berada di rumah. Ternyata Ilham membawaku pulang. Mama dan papa ada di sanChương 41 Orang Tua Kinan Hilang
Kinan sampai di rumah, dia melihat api melalap sebagian rumahnya. Bi Sri sudah memanggil pemadam kebChương 42 Siapa Pelakunya
Aku pusing memikirkan semua ini. Apa mungkin papa selamat? Tapi kenapa dia tak menghubungiku? Lalu mChương 43 Bantuan Mas Arfan
Sampai saat ini belum juga ada perkembangan perihal hilangnya orang tuaku. Aku semakin pusing, jikaChương 44 Ilham Merendah
Hubungan antara Aku dan Mas Arfan memang membaik. Tapi tetap saja tak ada niatan untukku rujuk dengaChương 45 Jadikan Aku Ayahmu
Pagi itu aku dan Kiara sarapan bersama. Ilham sudah sarapan lebih dulu. Dia sedang di depan membersiChương 46 Ada Apa Dengan Mereka
Aku tak habis pikir mama dan papa tega memecat Ilham. Padahal semalam ini Ilham tak pernah melakukanChương 47 Restu Orang Tua
Setelah makan, kami kembali mengobrol. Bu Minah sangat baik padaku dan Kiara.
"Nak Kinan, maafkan kelChương 48 Ana Hilang
Aku segera ke kamar menyusul Kiara yang sudah tidur lebih dulu. Sebelum aku tidur, aku mengirimkan fChương 49 Arfan Caper
"Eh Kinan, kamu di sini?" tanya Mas Arfan.
"Iya, Mas," jawabku.
"Ilham, kamu sekarang kerja kantoran?"Chương 50 Nyawa Di Bayar Nyawa
Aku tak kunjung menikah dengan Mas Arfan lagi akhirnya keluarga Mas Arfan marah. Tapi aku tak peduliChương 51 Yang Jahat Pasti Kalah
Dor
Tembakan ketiga, itu ada suara jeritan tapi bukan milik mama. Melainkan Mas Arfan. Aku membuka maChương 52 Tukang Gombal
Saat aku terbangun, aku sudah berada di dalam mobil. Ternyata Ilham berniat membawaku ke rumah sakitChương 53 Kinan Di Rawat
Karena luka diperutku, aku harus dirawat di rumah sakit. Rencana pernikahanku yang sudah tersusun maChương 54 Mama Arfan Meninggal
Kini Bram, Mas Arfan dan papa Mas Arfan sudah mendekam di penjara. Pasti mereka semakin dendam dengaChương 55 Pernikahan Ilham dan Kinan
Aku kembali dengan aktivitasku seperti biasa. Beberapa hari nanti aku akan disibukkan dengan pernikaChương 56 Drama Keluarga Bila
"Aku gak tahu, tadi aku melihat Bila di kamar," jawabku.
"Kenapa kalian gak bawa Aksa ke rumah sakit?Chương 57 Tuduhan Bila
Hendra menahan tangan Bila dan menghempaskan dengan kasar.
"Jangan ganggu mereka!" ucap Hendra.
"NgapaChương 58 Kinan VS Amara
Wanita itu mendekatiku tapi di cegah oleh Ilham.
"Amara, hentikan!" bentak Ilham. "Kamu udah buat kacChương 59 Nginep Di Rumah Mertua
Tak ku ambil uang dua ribu rupiah itu. Aku masih bisa beli lagi yang lebih bagus. Bila sudah keterlaChương 60 Drama Si Tukang Hutang
Aku masih sakit hati sama Bude Piah karena mendoakan aku mandul walau pada kenyataannya aku tak mandChương 61 Kabar Duka
Mbak Sindi tak yakin jika diriku pemilik toko baju anak-anak ini. Dia mengira aku hanya janda yang tChương 62 Pernikahan Bila dan Arfan
Tertera nama Salsabila dan Arfan dalam undangan. Ternyata cinta lama mereka bersemi kembali. HarapanChương 63 Dina Hilang
"Dina belum pulang," jawab Mas Ilham.
Mas Ilham segera ke rumah ibu, sementara aku gak bisa ikut kareChương 64 Jiwa Kinan Terguncang
Aku merasakan panas di wajahku. Rasanya tak karuan sekali. Tidak berapa lama seseorang menyiram ku lChương 65 Keributan Di Malam Hari
Rumah bekas Hendra ternyata di tempati Bila dan Mas Arfan. Aku jadi khawatir dengan keadaan anakku KChương 66 Ada Apa Dengan Kiara
Bila dan Mas Arfan tak pernah berhenti menggangguku. Seperti sore itu, ku lihat Bila dan Mas Arfan bChương 67 Rencana Ilham
Kiara sudah pindah ke rumah Mas Arfan dan Bila. Aku meminta penjelasan pada Mas Ilham mengapa dia meChương 68 Benalu Tak tahu Malu
Setelah ku selidiki, ternyata Mas Ilham dan sekertarisnya tak ada hubungan apapun hanya sebatas rekaChương 69 Pekerjaan Baru
Entah mengapa aku malah kepo dengan pekerjaan baru Mas Arfan. Pasalnya setiap pergi dia tampak rapi,Chương 70 Sombong Selangit
Aku tak lagi membahas soal Mas Arfan ataupun pekerjaannya. Aku tak mau membuat Ilham cemburu. SoalnyChương 71 Mobil Baru Nyasar
"Ya udah kamu buat nasi goreng udang aja," kataku.
"Oke kalau itu," kata Sofia.
Pagi itu Mas Ilham berChương 72 Syukuran Buat Ajang Pamer
Aku geram ku dekati mereka dengan penuh amarah.
"Oh jadi dia orang bayaran Mbak Sindi," kataku.
WanitaChương 73 Teman Dekat Dina
Aku terbangun, aku berada di ranjang rumah sakit. Kepalaku masih sedikit pusing, ternyata kepalaku dChương 74 Bila Lumpuh, Arfan Berpaling
Aku dan Mas Ilham memilih pulang. Kami tak ada niatan untuk ke rumah sakit menjenguk Bila. Mereka juChương 75 Kembali Cantik
Esoknya aku dan Mas Ilham berangkat, kami akan pergi dalam waktu beberapa hari. Oh ya soal kedatangaChương 76 Kunjungan Siska
Acara pertunangan Dina dan Seno sudah selesai. Semua tamu yang hadir sudah pulang.
"Mas, apa kamu perChương 77 Siska Makin Menggila
"Lalu kamu jawab apa, Mas?" tanyaku.
Tentu aku penasaran dengan jawaban Mas Ilham pada Siska.
"Ya akuChương 78 Kamu Bukan Seleraku
"Bagaimana Pak Ilham, apa bapak bersedia menikahi saya?" tanya Siska. "Aku cantik, dan sudah jadi diChương 79 Foto Mesra Suamiku
Esoknya aku ke toko, aku sengaja membawa mobil sendiri karena aku hanya sebentar saja dan sekalian nChương 80 Siska Nangis Bombay
Tiba-tiba Siska berlutut di depan Mas Ilham. Sehingga membuat kamu merasa kesal.
"Mas Ilham, aku gakChương 81 Pengakuan Bila
Malam itu juga ku ajak Mas Ilham mendatangi Bila. Aku tak mau dibohongi jadi untuk memastikannya akuChương 82 Marvel Hilang
Sejak itu Mas Ilham mencari supir baru untuk membantu dia menyetir. Pak Willi yang mencarikan supirChương 83 Rindu Pada Suami
Setelah panggilan itu, tak ada suara lagi. Aku menceritakan pada Pak Willi. Kami melacak nomor panggChương 84 Support Keluarga
Kami di izinkan masuk menemui Mas Ilham walaupun dia belum sadar. Aku melihat banyak lebam di sekujuChương 85 Si Pengganggu
Tengah enak tiduran setelah salat magrib. Tiba-tiba Mas Ilham bangun.
"Ada apa, Mas?" tanyaku.
"Mau keChương 86 Siapa Yang Meninggal
Sampai rumah, aku melihat Marvel tengah bermain. Ku hampiri dia lalu ku cium pipi gembulnya.
"BagaimaChương 87 Antara Hidup Dan Mati
Keadaan Mas Arfan sangat memprihatinkan, aku terpaksa mengajak Kiara pulang karena Mas Arfan sedangChương 88 Kiara Sakit
Aku heran dengan saudara Mas Arfan, di saat Mas Arfan susah saja mereka tak ada tapi setelah tiada mChương 89 Tenang Sejenak
Masalah dengan keluarga Keno sudah selesai. Kini kami bisa bernafas lega karena bisa tenang.
Mas IlhaChương 90 Peneror Di Villa
Kami semua terkejut karena ada orang yang sengaja memecahkan kaca. Mas Ilham mengambil sebuah batu yChương 91 Balik Ke kota
"Baiklah, aku tidak akan memenjarakan dia asal dia mau jujur siapa yang sudah menyuruh dia," jawab PChương 92 Kedatangan Ana
"Waalaikumsalam," ucap kami kompak.
"Mbak, itu janda tetangga baru kita," bisik Bu Siti di telingaku.Chương 93 Gegana (Gelisah, Galau, Merana)
Aku tak bisa berucap apa-apa, setelah melihat foto yang dikirim Erina. Pikiranku tak karuan hingga aChương 94 Kenyataan Pahit
"Mereka siapa, Mas?" tanyaku. "apa hubungannya dengan kamu?" tanyaku.
"Dia istriku," jawab Mas Ilham.Chương 95 Diskusi Yang Alot
Aku langsung menutup panggilan Pak Willi, ku biarkan dia di sana panik. Aku tak mau mengorbankan kelChương 96 Sandiwara
Aku sebenarnya kepo dengan apa yang Pak Willi bicarakan. Namun, kami harus tetap bersandiwara dan meChương 97 Kiara Marah
"Ada apa?" tanya Mas Ilham padaku.
"Kiara dengar kalau kamu punya istri lagi, jadi dia marah," jawabkChương 98 Tertangkap Basah
"Mas Willi...," ucap istri Pak Willi.
Pak Willi menoleh, dia terkejut melihat ada aku dan istrinya.
"NChương 99 Drama queen
Seminggu setelah Vira ikut di rumah mantan istri Pak Willi, kami berkunjung ke sana karena waktu ituChương 100 Berduka
"Maaf, Pak. Ibu anda kehilangan banyak darah sehingga beliau tidak bisa di selamatkan," jawab DokterChương 101 Vira Marah
"Apa Pak Willi tersangka utamanya?" tanya Sofia saat mendengar jawabanku.
Aku mengangguk, mereka sangChương 102 Dimanja Suami
Pagi itu Mas Ilham membangunkan diriku, setelah pertempuran semalam aku sampai bangun kesiangan.
"SayChương 103 Pernikahan Hampir Tertunda
Pagi itu Dina tampak pergi dengan terburu-buru. Aku melihat ada wajah kecemasan pada dirinya.
"Kamu kChương 104 Rumah Seno dan Dina
Dua hari setelah pernikahan Dina dan Seno, mereka akan pindah ke rumah baru Seno. Kami mengantar DinChương 105 Pengantin Pengganti
Siang itu ku lihat Sofia pulang dengan wajah kusut. Dia terlihat memikirkan sesuatu.
"Ada apa, Dek? TChương 106 Suami Yang Diminta Kembali
Sofia dan suaminya langsung pamit pulang. Kami tak bisa mencegahnya. Kamu hanya mendoakan kehadiranChương 107 Dilamar Di Depan Mantan
Kamu semua terkejut saat pria itu menyatakan niatnya untuk menikahi Sofia di atas panggung.
Sofia menChương 108 Bahagia Itu Sederhana
Ku lihat banyak orang berkerumun, bahkan orang yang berada di dalam gedung pernikahan Sofia ada yangChương 109 Indah Pada Waktunya
Ternyata Allah menjawab doa anak-anak selang dua bulan kemudian aku hamil lagi. Mereka bergembira sa


















sangt bgus
03/01
0bagus
04/05/2025
0bagus
20/04/2025
0bagus
20/04/2025
0top banget aku suka sekali banyak pelajaran yg bisa diambil
13/04/2025
0good
03/04/2025
0saya sangat suka dengan cerita ini
24/03/2025
0keren
24/03/2025
0seru sekali ceritanya
24/03/2025
0bagus
22/03/2025
0