Tổng cộng : 28Bab 1. Di kontrakan Nino
November 2002. “Ngapo kau tekejot? Kau baru tau, ya?” Seorang ibu muda yang menuntun balita perempuan
readmore Bab 2. Permintaan Adnan
Terdengar suara seorang perempuan dengan logat Sunda kental di depan teras. “Tadi dia bawa cewek,” ti
readmore Bab 3. Malam Jahanam
“Kuras selingkuh dio itu, Yuk.” Lelaki itu berujar. Leni, pemilik warung nasi yang berjualan di ujung
readmore Bab 4. Bertekad Pergi
“Apa itu, Kang?” Terdengar suara dari kamar sebelah “Kang Nino! Aya naon?” susulnya lagi. Nino berpur
readmore Bab 5. Hikmah
“Menangislah, Dik! Menangislah agar hatimu terasa plong. Setelah itu kamu ceritakan apa yang sebenar
readmore Bab 6. Tebar Pesona
“Wow ... masih ori sepertinya.” Sorak Adnan dalam hati. Ia menerka-nerka wanita yang duduk di belakan
readmore Bab 7. Pertemuan dengan Rindya
Adnan dan Kirana keluar dari mobil, memasuki ruangan yang ditutupi pintu kaca tebal, seorang petugas
readmore Bab 8. Pulang Kampung
Hai, Kirana?” Kirana memalingkan wajah ke arah tangga, tempat di mana Trisni memanggil namanya. “Tris
readmore Bab 9. Kejutan Manis
“Sah!” “Sah!” “Sah!” Suara itu bersahutan dari bibir para hadirin di ruangan itu, begitu Adnan usai me
readmore Bab 10. KDRT Pertama
"Dia mesti tahu siapa diriku. Perempuan tidak boleh ada di atas.” Tangannya mengepal. Bahunya tampak
readmore Bab 11. Orang Tua Kedua
“Aku idak kuat, Ummi,” rintih Kirana. Wanita bertubuh gemuk dan berhidung mancung itu tertegun men
readmore Bab 12. Kehamilan Kirana
Adiba menyusun rencana untuk melakukan sesuatu. Ia tidak rela Kakaknya menyakiti wanita selembut Kir
readmore Bab 13. Geram
“Maafkan aku!” Adnan mendekapnya erat. Betulkah begitu sikap Adnan yang sesungguhnya setelah mengeta
readmore Bab 14. Mantan Istri
Kirana mengadukan segala resah hatinya dalam do’a panjang yang ditujukan langsung pada sang pemilik
readmore Bab 15. Pemberontakan Kirana
Kepala Kirana seakan berubah menjadi besar, semakin besar, dan berat. Lalu gelap. ** “Bener ‘kan, apo k
readmore Bab 16. Surat Pengunduran Diri
“Kirana! Kau dipanggil ke ruangan Bu Rindya.” Kirana baru saja keluar dari toilet, saat Trisni menya
readmore Bab 17. Menahan Rasa
“E la dalah, kok berhenti. Kenapa, to?” Andai si mbak ini tahu yang sebenarnya. Namun, wanita berusia
readmore Bab 18. Siapa yang Datang?
Bab 18. Kirana merasa begitu benci pada suaminya. Ia mengambil napas panjang, beberapa kata telah dis
readmore Bab 19. Curahan Hati Rindya
Mungkinkah Adnan telah jatuh hati pada Rindya? Astaghfirullah, Kirana mengucap istighfar, menepis pra
readmore Bab 20. Wanita yang Malang
Adnan menoleh pada wanita keras kepala itu, dan sepasang mata mereka saling memaku. Sejujurnya Adnan
readmore Bab 21. Ancaman Adnan
Bab 21. ANCAMAN ADNAN “Aku lihat Kak Adnan cak ado main di belakang aku, Mi,” lanjutnya hati-hati, be
readmore Bab 22. Kuatnya Godaan
“Bi! Salahkah aku kalau minta cerai di saat lagi hamil?” Halimah tercekat. Pertanyaan majikan mudany
readmore Bab 23. Mabuk
“Kau kenapo? Cak idak sehat” Mata Rindya menyipit, tetapi seulas senyum merekah di bibirnya. Hatinya
readmore Bab 24. Pertengkaran di Kantor
Rindya terperangah, karena dikejutkan seseorang yang menerobos pintu ruang kerjanya tanpa izin. Tamp
readmore Bab 25. Pelarian
Bat 25. Pelarian. “Bawah proyek, Kak. Antar aku ke bawah proyek! Kejar jam duo belas.” Kirana masuk k
readmore Bab 26. Izinkan Aku Tinggal
Bab 26. “Hah! Tak ada di sini?” Dia menatap nyalang pada wanita separuh baya di hadapannya. “Bagaiman
readmore HAMPA
“Aku mohon, izinkan aku tinggal di sini, Mak,” pinta Kirana menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca
readmore PERUT KEJANG
Bat 28. Perut kejang Soleha tidak akan menanyakannya hari ini. Tapi besok akan. Bagaimana pun kebahag
readmore
keren
03/06
0BAGUS KAKK
27/05
0game ya seru dan bisa ngambil duit
06/05/2025
0bagus
10/02/2025
0aku suda membaca semua
15/01/2025
0bismillah
28/11/2024
0bagus
11/08/2024
0bagus
09/08/2024
0eugeb yog
26/07/2024
0sayas uka
02/02/2024
0