Tổng cộng : 6801. Kemarahan Raihan
••• Siapa yang memperbolehkan membawa anak ke dalam kantor ini!" teriaknya di depan wajah Rania, memb
readmore 02. Mempermalukan Rania
••• Rania sedang berkutik dengan layar komputer di depannya. Sesaat Vano berbisik ke telinganya. "Buna
readmore 03. Sikap aneh Raihan
••• "Pakai jasku saja." Raihan melepaskan jasnya dan memasangkan ke tubuh Rania. Raihan menuntun san
readmore 04. Bertemu Dino
••• Sore hari itu, Rania dan Vano memilih tidak langsung pulang ke apartement, tapi mampir ke toko ku
readmore 05. Keinginan Renan
••• Plak! Anak laki-laki itu tersungkur saat mendapat satu tamparan dari pipi kanannya. Dia mencoba be
readmore 06. Nini Hani
••• "Ano sama Handa Enan dulu, ya. Buna dengan Abang David akan ke rumah sakit, akan sedikit lama," b
readmore 07. Rania berbohong
••• Maret, 2016. Raihan mencintai Rania, sangat. "Kakak! Ingin pesan apa? Rania sedang di minimarket in
readmore 08. Kesakitan Rania
••• Bragh! Haru menghentam ujung sepatunya ke hidung Rania, membuat hidung Rania menjadi mengeluarkan
readmore 09. Surat pemberhentian
••• "Rania, maafkan aku. Aku memikirkan perasaan Ibu. Kenapa kau berpikir seperti itu? Ibu tidak akan
readmore 10. Kemarahan Rania pada Raihan
••• "Sumsum tulang belakangmu tidak cocok dengan Vano. Aku rasa kau harus menghubungi ayahnya," ucap
readmore 11. Vano terluka
••• The day. Hari terakhir Rania bekerja di perusahaan keluarga Atmadja. Dia sudah mengemasi barang-b
readmore 12. Raihan menyadari
••• "Apa kepala anak Buna masih terasa pusing?" Rania menarik selimut Vano sampai ke atas dada. Lalu,
readmore 13. Raihan bermimpi
••• Andai …. "Ano, mamamnya dihabiskan dulu, nak, baru pakai sepatunya. Handa tidak akan kemana-mana.
readmore 14. Mereka kembali bersatu
••• "Rania," panggil Raihan yang membuat Rania menolehkan kepalanya ke belakang. Dia hapal betul siap
readmore 15. Euphoria Raihan
••• "Vano lain kali jalannya harus hati-hati ya, dahimu merah sekali, nak," ucap Rania yang sedang me
readmore 16. Sebatas Orang Tua
Rania berjalan ke arah kamar David dan meninggalkan Jihan yang duduk di atas sofa. Wanita itu perlah
readmore 17. Mobil Putar
Pagi itu, Rania bersama Renan membawa Vano ke rumah sakit karena kondisi Vano yang tiba-tiba drop da
readmore 18. Vano Sesak Nafas
"Handaaaaa Enan," sapa Vano dari meja makan pagi ini, di kediaman keluarga Atmadja. Raihan yang bera
readmore 19. Kemarahan Raihan
"Biarkan saja, nanti giliran kita lagi yang menjenguk anak kita ya, Buna," kilah Renan sambil mengus
readmore 20. Raihan Baru Tahu
"Buna, B-buna mana?" rengek Vano saat bunanya tidak ada disana. Tubuhnya sedang diperiksa dokter Shi
readmore 21. Tidur Berdua
"Aku tidak bilang apa-apa pada ayah, jangan menyalahkanku!" Raihan menarik lengannya dengan kasar, s
readmore 22. Operasi Vano
Siang itu sedikit menegangkan karena Raihan tidak menampilkan wajah ceria, dia terus memasang wajah
readmore 23. Raihan Cemburu
"Loh, katanya ingin menyusun ke dalam lemari?" tanya Jihan yang membuat Rania membelalakkan matanya.
readmore 24. Plin Plan
Rania membantu Raihan melepaskan bajunya. Hari ini, dia yang membantu handanya Vano untuk mandi. Kab
readmore 25. Pernikahan diundur
Alis Vano tertaut sempurna tatkala melihat bunanya sedang menggendong anak bayi yang disebut-sebut s
readmore 26. Long Distance Relationship
Malam itu di kediaman Rania Arsita, Renan ada disana menjenguk Vano dan berbincang serius dengan si
readmore 27. Memories
Bandung, 22 tahun yang lalu. Seorang wanita berusia 30 tahun tengah menatap anak bayinya yang sedang
readmore 28. Ada yang menunggu
Setelah dua minggu berada di Bandung, Renan melakukan pekerjaannya dengan baik sebagai seorang manag
readmore 29. Pasar Malam
Mereka bertiga pergi ke pasar malam dengan menggunakan mobil Raihan. Vano yang dipangku oleh Rania s
readmore 30. Swiss ; Solusi?
"Cepatlah, sebelum bianglalanya bertambah kecepatan." Raihan menarik lengan Rania untuk dudu di samp
readmore 31. Emosional
Aku ingin menemui wanitaku, jangan katakan pada siapapun, ini rahasia. Kau temanku dan kau harus jan
readmore 32. Renan dan Kestiannya
"Aku belum memutuskan apapun, aku juga harus memikirkan kedepannya, Ren," tutur Rania diiringi denga
readmore 33. Mau Kencan
Melihat ekspresi anaknya yang seperti itu, Rania hanya menggeleng pasrah. "Game lagi, lagi, dan lagi
readmore 34. Percaya
"Aku benci k-kencan ini!" Rania memukul dada bidang Renan berulang kali dan berlari begitu saja meni
readmore 35. Sosis Panggang dan Selai Nanas
Vano memanyunkan bibir bawahnya. "Nini tidak boleh," jawabnya dengan suara kecil agar tidak didengar
readmore 36. Demam dan Penghianat
"Bunaaaa!!!" "Anooo, Buna rindu Ano, huhu." Rania menggendong Vano saat anak laki-laki itu berlarian
readmore 37. Ketahuan
"Irene, apa kau melihat pemantik rokokku? Aku kehilangannya, sayang." Yogi mengobrak-abrik isi laci
readmore 38. Nekat
Sret! "Akh!" "Syut!" Laki-laki itu menutup mulut Rania secara tiba-tiba. Saat Rania berbalik badan, di
readmore 39. Memilih Jihan
"Melakukan itu? Apa kau mau?" Mata tegas milik Renan begitu menguasai pergerakan Rania. Wanita itu b
readmore 40. Diculik
"Bunaaaaa, ini dimana? Handa dimana?" "Tenang ya, Ano harus tenang. Tidak apa-apa, handa akan segera
readmore 41. Filipina
"Ini tiket ke Filipina, aku dengar asal ibumu dari sana. Jadi, kau tidak ada keterbatasan dalam berb
readmore 42. Tembakan
"Hey ... sudah ... sudah ... Mas sudah disini, kau tumbuh menjadi wanita dewasa, ya ..." ucap Yogi y
readmore 43. Vano Drop
"Rania!" "M-mas ...." "Bunaaa ... aaaaa ... Buna …," teriak Vano dan David, mereka ketakutan melihat b
readmore 44. Rania Manja dan sebuah Ciuman
"Aku akan menunggu diluar," ucap Renan, mencoba melepaskan tangan Rania yang menggantung di lenganny
readmore 45. Memastikan
"Ren," ucap Hani saatmelihat putranya digendong oleh Yogi. Anak laki-laki itu terlihat lebih tenang
readmore 46. Skenario Takdir
"T-tapi ayah kalian jahat, Muma bahkan ditinggalkan sendiri. Dia tidak memiliki perasaan pada kita.
readmore 47. Kilas Balik Vano
Flashback. "Buna, Ano mau yang ini duyu makannya," ucap Vano sambil jari telunjuknya yang mungil menu
readmore 48. Kilas Balik Vano (2)
"Hikss ... t-tidak! Ano tidak mau, enci tidak boleh mati." Vano berusaha menyembunyikan kelincinya d
readmore 49. Selamat Tinggal Bayi Kecil Buna
Vano kecil menundukkan kepalanya pelan dan berdiam begitu saja saat mendengar penuturan dari bunanya
readmore 50. Berusaha Mengikhlaskan
"D-dia terbiasa m-mencium p-pipi eugh ... eughh s-sebelum t-tidur .... D-dia t-tidak akan nyaman t-t
readmore 51. Mencari Irene
"Setelah aku pikirkan, tidak akan baik jika kita terus bersama. Maafkan aku ...." "Mas menyakiti dua
readmore 52. Helm Kecil Kenangan
"Kepalamu sudah besar, tidak akan muat lagi, Ren," kesal Rania karena Renan memaksa memakai helm bir
readmore 52. Makan Eskrim
Tap! Jantung Raihan seperti berhenti berdetak. Satu pukulan dahsyat menimpa ulu hatinya. Darahnya ter
readmore 54. Satu Ginjal
"Permisi, keluarga Renan Aditama dan Rania Arsita?" "Iya. Saya keluarga mereka. Ada apa, Pak?" tanya
readmore 55. Satu Ranjang
Raihan memejamkan matanya untuk mengatur nafasnya atas pernyataan Renan. "Are you sure?" Tidak, Raiha
readmore 56. Rania Nekat
"Kakak ...." Nana membuat bibirnya tersenyum tipis mendengar lirihan Renan. "Mandi, ya ... kau harus
readmore 57. Tawaran Jeffrey
"Kakak Rania!!" "Iya?" Rania membalikkan tubuhnya saat ada yang memanggilnya. Bisa-bisanya dia menemu
readmore 58. Kebingungan Rania
"Memang dia siapa? Aku sedang mengobrol bersama Kakak dengan tenang dan dia ikut menimbrung. Merusak
readmore 59. Mengerjai Rania
"Tidak! Sanalah pulang sendiri! Sudah puas kan lihat aku yang berjalan sendiri? Itu mau dirimu, kan?
readmore 60. Altar Pernikahan
Sebelum Renan mengikrarkan janjinya, dia menyempatkan memberi senyuman pada Rania dan kembali mengha
readmore 61. Keputusan Renan
18+ "Apa masih perih?" "S-sedikit ...." Rania membuka kedua matanya dan mendapati Renan dengan tatapan
readmore 62. Rayla, dia sudah beristri
"Ah, Renan! Ini benar dirimu? Huaaa sudah lama tidak bertemu." Rayla reflek memeluk Renan dengan ant
readmore 63. Rania Tahu
"Sayang, kau kenapa? Ah, sial! Kaki sialan!" maki Renan sambil mencoba mengangkat kakinya untuk turu
readmore 64. Rania Hamil
"Iya, ini sebentar lagi selesai ..m.. sabar dulu, ya," bujuk Rania saat tali baju tidurnya ditarik-t
readmore 65. Pemotretan Rania
Slit! Cekrek! Bunyi jepretan tercipta dari kamera seorang fotografer yang sedang mengambil foto seora
readmore 66. Naik Kuda
Sore hari di kediaman Renan dihiasi dengan pemandangan senja yang menawan dari jendela unitnya. "Enan
readmore 67. Akan Lahiran
Rania masih setia berada di dekapan sang suami pagi itu. Pikirannya masih bercabang akibat kejadian
readmore 68. End
"Eunghh- eohh!" Rano tampak akan menangis saat melihat wajah ayahnya. Tangan mungilnya terkepal saat
readmore
seriiii cerita nya
29/09
0cerita bagus
07/01/2025
0bagus cobain
16/09/2022
0mantap
14/07/2022
0good
04/05/2022
0q suka banget baca nya
24/04/2022
0good novel
23/04/2022
0okokokok
23/04/2022
0ndnm..thanksssss
14/04/2022
0yaaa
04/03/2022
0