Hiruk pikuk suasana kota dengan banyaknya kendaraan berlalu lalang. Sebuah gedung tinggi beberapa tingkat lantai dengan pintu gerbang masih terbuka lebar. Mobil honda jazz putih meluncur masuk kedalam gedung tersebut. Diluar gedung, tampak seorang pria dengan mengenakan jas hitam menyelimuti kemeja putih berdasi dan celana polos sedang menunggu mobil tersebut berhenti. Ouya yang sedang duduk disamping hiyun mulai merasakan detak jantung tidak karuan mengingat kejadian beberapa hari yang lalu ketika ia harus menghabiskan banyaknya makanan yang disediakan para karyawan wanita untuk disuguhkan kepada atasannya. “bos” “Hm” “Aku belum siap masuk kerja nih bos, besok aja ya aku....” “pekerjaan masih banyak menumpuk diatas mejamu, mau sampai kapan kamu selesaiin. Jadwalku juga berantakan karena kemaren kamu gak masuk kerja. Udah cepet masuk sana” Ouya membuka pintu mobil, ia keluar dengan membawa perasaan gundah didalam hati. Pria berjas hitam menyapa ouya tapi wanita itu tampak tidak peduli. Andi, itu lah nama pria yang merupakan Assissten Hiyun yang telah bekerja lama untuk keluarga ong. Beberapa saat kemudian, hiyun keluar dari mobil melemparkan kunci kepada andi agar dia menggantikan posisi hiyun mengendarai. Hari itu, hiyun memiliki janji bertemu dengan seorang Klien dihotel merdeka. Ia tersenyum lembut memandang punggung ouya yang masih berjalan menuju pintu masuk kantor. Hatinya lega, akhirnya dia tidak perlu lagi takut kehilaangan ouya yang telah berada didalam genggamannya. Hiyun masuk kedalam mobil, duduk dibagian belakang mobil masih menatap punggung orang yang dia cintai masuk kedalam gedung. Setelah memastikan ouya telah masuk, ia lalu memerintahkan andi untuk segera pergi dari sana. Mobil melaju meninggalkan kantor, ouya yang sengaja bersembunyi dibalik pintu, keluar kembali. Hari itu rasanya ingin sekali ia tidak masuk bekerja. Mengingat berapa banyak masalah yang akan ia terima karena ulah atasannya. “Ouya” suara seseorang mengejutkan ouya. Dia mencari sumber suara dan menemukan Zamrie sedang berada didalam mobil depan pintu gerbang kantor hiyun. “Abang pabrik sepatu” “sini dulu” Tidak menyia nyia kan kesempatan, ouya yang kebetulan bertemu zamri bergegas menghampiri. “Apa bang?” “Bantuin aku ya, putus sama cewek ku.” “Ya elah bang bang, udahan kek jadi playboynya” “Kamu gak tau, cewek kali ini paling susah diputusin” “Oh iya, hm kalau gitu gak usah deh, gak sanggup aku mah “ “Hutangmu lunas deh,” “Tetep aja gak mau” “Traktir bakso” “Hm” tolak ouya menggelengkan kepala. “Gimana kalo aku pinjemin uang lagi” “Oke deal, ketiga tiganya ya” “Hmm.. kalo kamu” “Gak mau ya udah” “Ya udah ya udah iya, cepetan masuk” Dengan rasa senang tiada tara, ouya masuk kedalam mobil ferrari merah milik zamri. Mobil meluncur maju dengan kecepatan lumayan tinggi. Zamri melirik sedikit kearah ouya disampingnya, ia bahkan merasa aneh karena sampai saat itu belum juga menerima pujian. “Oi” “Apa bang?” “Gak liat mobil nya ya” “Liat, warnanya merah kan” “Gak tau ini mobil apa ya” “Ya mobil beneran lah bang, masa mobil mainan” “Astaga ouya, tau gak ferrari” “Tau, ferrari itu kapal yang mau pergi kebatam itu kan” “Itu feri ouya ouya, ya ampun norak banget sih kamu” “Apa sih abang, kok jadi bilang aku norak” “Jadi kamu gak tau ferrari ya?” “Enggak loh bang, langsung aja napa sih, ribet amat itu ferrari ferrarian” “Mobil mewah yang harganya sampek 6 miliyaran loh” “Ah bodoh amat, punya pun enggak. Kalo punya uang segitu banyakpun gak mau aku beli mobil begituan” “Ouya kamu beneran begok ya” “Apa sih abang, ya Ampun kesel banget dari tadi dihina mulu” “Ini yang kamu naikin mobil ferrari lho ouya” “Lah trus” “Gak terharu gitu bisa naik mobil mewah” “Enggak, biasa aja tuh, kayak mobil boss yun juga kok rasanya” “Beneran deh nih cewek pengen banget ku tampol kepalanya” “Apa sih abang, astaga dari tadi..” “udahlah gak usah dipikirkan, buat kesel aja kamu” “Ah bodoh ah situ” Zamri mengendarai mobilnya masuk kedalam salah satu restoran besar didaerah pusat pekanbaru. Ia memarkirkan mobilnya lalu mengajak ouya masuk kedalam. “Udah siap?” Tanya zamri memastikan. “Kayak mana caranya bang?” “Terserah kamu aja” “Berarti pake cara apapun gak masalah lah ya kan bang” “Hm hm” angguk zamri, lalu membiarkan ouya menggandeng siku tangannya. Suasana restoran pagi itu tidak begitu ramai, beberapa pelanggan tengah duduk mengobrol berhadap hadapan dengan santai. OUya dan zamri telah masuk kedalam restoran. Jantung ouya mulai bergetar. Ia bahkan ragu dengan rencana yang saat itu sedang ia pikirkan. Namun tampaknya, imbalan yang ia terima, Membuat ouya semakin memantapkan diri untuk melanjutkan rencananya. “Mana orangnya bang?” zAmri menunjukan kearah seorang wanita yang tengah duduk berhadapan dengan wanita lain. Mereka tampak sedang asyik mengobrol menunggu kedatangan seseorang. Dengan langkah cepat dan jantung tidak karuan ouya menghampiri salah seorang dari mereka. “Ouya tunggu du....” Ucapan zamrie tidak didengar karena telah terlanjur fokus pada rencananya. “Buuuukk” ouya memukul meja. Sontak kedua wanita yang duduk disana terkejut melihat kedatangannya. “Maaf” “Kau gak tau siapa aku hah?” “Maaf mbak apa ya....” “Kau tengok dulu cincin nikahku ini, udah nikah aku ini sama orang yang kau pacari” “Maaf mbak, bisa bicara...” “Maaf maaf, seenaknya aja kau bilang maaf, gak tau nya kau, udah gk dinafkahi aku selama setahun sama lakiku gara gara selingkuh sama kau” “Ouya..”panggil zamri menepuk bahu ouya, tapi tiba tiba ouya menarik telinga zamri ‘”Aduh duh, ouya ...” “Ini dia laki ku,yang udah selingkuh dibelakangku, sama kau. Kau paham enggak” “Astaga mbak, tunggu dulu..” “Apa pulak main tunggu tunggu, aku bilang sama kalian putus, kalok gak putus, ku viral kan ku viral kan baru tau kau ya, mana hape kau, kutengok dulu” “Aduh mbak, mbak ini salah orang ya” “Udah diam cocot mu, berani pulak kau sama aku ya ku tengok” “ Ouya kamu ngapain disini!” “Ngelabrak pelako.....” ouya menolehkan kepalanya, matanya sontak membelalak, dia berhenti berbicara. Lalu berbisik kearah zamri. “Kok gak bilang abang, ada bos yun disini!” “Mana aku tahu, lagian kamu salah orang, aduh ouya ouya” “Masa iya bang” “Udah ouya buat ributnya” hiyun mulai menarik tangan ouya menjauh “Maaf mbak, gak sengaja” teriak ouya dari jauh melangkah kaki mengikuti hiyun. “Jadi kamu lebih memilih orang gila kayak dia dibanding aku zam” seorang wanita yang tadinya duduk dihadapan wanita yang telah dimarah ouya secara tidak sengaja, berdiri memandang zamrie dengan penuh luka. “Aku juga baru tahu ternyata dia gila” ucap zamri terkekeh kekeh memandang hiyun dan ouya yang telah melangkah kaki ke pintu keluar restoran. “Zam” “Tapi, kayaknya bakalan seru kalau aku pacaran sama orang gila” “Zam” bentak wanita itu “Hm, udah kita putus aja, kayaknya mulai sekarang aku Cuma pengen setia sama orang gila” zamri melangkah kaki masih dengan terkekeh meninggalkan wanita yaang memandang perih kearahnya. Wanita yang lain mencoba menenangkannya. ****** Hiyun membawa paksa masuk ouya kedalam mobil bagian belakang. Ia terlihat sangat marah menemukan ouya membuat keributan disana. “Aduh bos, astaga sakit banget dah” ouya masuk kedalam, duduk dengan menegun memandang wajah marah hiyun yang akan masuk kedalam mobil. Hiyun dengan cepat menarik tangan ouya, mendekat kearahnya, lalu mencium bibir wanita itu dengan menautkan kedua bibir mereka, Memaksa ouya membuka mulut untuk semakin memperpanas keadaan pagi itu. “Haaah udah dong bos” ouya mendorong tubuh hiyun menjauh. “Mulai besok kalau buat salah, kamu bakalan nerima hukuman kayak gini, paham” “Astaga bos.. bos, gini amat nasib ku mah” Hiyun keluar dari mobil lalu melempar kunci mobil kearah andi yang telah berlari kearahnya. “Antar dia pulang kerumah” “Tapi bos aku mesti kerja” “Antar dia kekantor polisi” “Ayo bang cepet pulang kerumah, aku udah kebelet pengen buang air nih” ucap ouya menutup pintu mobil menunggu andi masuk kedalam untuk mengantarkannya pulang.
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
Gastos 30 diamante
Balanse: 0 brilyante ∣ 0 Mga puntos
Komento sa Aklat (111)
RosmawatiDewi
baca novel ini, kaya lagi baca komik aja aq tuh.. seruuu, lucu, .unik beda sama yg lain...
baca novel ini, kaya lagi baca komik aja aq tuh.. seruuu, lucu, .unik beda sama yg lain...
24/07/2022
0mantap ceritanya
01/05
0terima kasih atas bantuin aku
05/02
0Tingnan Lahat