logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Sabun Bolong

"Buset! elu ngapa jalan ngangkang begitu Jun?" tanya Jayadi, yang melihat gua berjalan mengangkang.
"Enggak kenapa-kenapa," jawab gua pelan.
Jam istirahat sekolah selesai bu Yati pun masuk ke dalam kelas sambil membawa sesuatu di tangannya.
"Baik anak-anak, sekarang lihat yang ibu bawa ini," kata bu Yati yang memamerkan sebuah benda kecil yang mirip orang. "Orang-orangan ini ibu buat dari sabun mandi. Jadi tugas kalian sekarang dirumah, kalian harus membuat kerajinan tangan dari sabun mandi. Bentuknya terserah kalian yang penting terbuat dari sabun dan kumpulkan kerajinan kalian besok ya anak-anak," sambung bu Yati memberikan tugas kembali kepada kami.
"Jun nanti pulang sekolah gua samper elu ya, kita bikin tuh kerajinan," usul Jayadi.
"Iya Jay, samper aja."
Obrolan gua dengan Jayadi didengar oleh bocah yang duduk di belakang gua.
"Jay, Jun, inyong ikut dong bikin kerajinannya," pinta bocah yang bernama Anto ini ke gua dan Jayadi.
Anto ini, dia dan keluarganya pendatang asal Tegal jadi dia kalau bicara masih suka menggunakan logat Tegalnya.
"Yaudah elu dateng aja ke rumah gua entar," balas gua.
"Yaudah nanti inyong samper kamu ya Jun," ucap Anto.
Siang harinya gua dan Jayadi sedang menunggu kedatangan Anto yang tak kunjung menampakan sosoknya.
"Si Jawa lama banget datengnya ya, Jun," ucap Jayadi yang tidak sabar menunggu kedatangan Anto.
"Molor kali nih bocah," balas gua yang asal tebak.
Setelah cukup lama gua dan Jayadi menunggu kedatangan Anto akhirnya Anto menampakkan wujudnya juga.
"Assalamualaikum! maaf Jun, Jay lama, ibu inyong minta di bantuin dahulu tadi," ucap Anto.
"Waalaikumsalam. Iye To engak apa-apa. Ngomong-ngomong elu bawa duit kagak buat beli sabun mandi sama siletnya?" tanya Jayadi.
"Bawa ini seribu lima ratus," jawab Anto sambil memamerkan uang recehannya.
"Yaudah nyok kita beli sabunnya di warung mpok Kokom" usul gua.
~~~
"Beli ...Beli ...Beli," teriak gua.
"Iyee tunggu!" jawab mpok Kokom dari dalam warung nya.
"Ah elu berdua! gua udah kagak jual pasangan." mpok Kokom yang mencoba menebak kedateng kami ke warungnya untuk bermain pasang-pasangan.
(Pasangan itu permainan seperti judi. Jika nomor yang di kertas yang kita tarik sama seperti nomor yang ada di hadiah, hadiahnya bisa jadi milik kita)
"Kagak mpok kita kagak mau masang. Kita cuma mau beli sabun mandi 3 biji sama siletnya. Nih duit nya mpok," jelas Jayadi, sambil memberikan uang kami yang sudah di kumpulkan jadi satu.
"Banyak amat elu beli sabun, buat apaan emangnya elu pada?" tanya mpok Kokom.
"Au ini Mpok, di suru bikin orang-orangan dari sabun sama bu guru," jawab gua.
Setelah membeli sabun mandi dan silet di warung mpok Kokom, kami lantas kembali lagi ke rumah gua untuk membuat kerajinannya.
"Kamu bisa Jay?" tanya Anto, yang memperhatikan Jayadi yang sedang mengukir di sabunnya.
"Ilah! ginian doang mah gancil buat gua To," sesumbar Jayadi, sambil terus mengukir.
Di saat gua dan Jayadi sedang asyik mengukir sabun tiba-tiba Anto berucap kata-kata yang membuat gua dan Jayadi menjadi tertarik, "Iyong suka ngelihat kakak inyong ngebolongin tengah-tengah sabun mandi. Terus pas mandi ituannya kakak inyong di masukkan ke bolongan sabunnya."
"Ituannya apaan To?" Anto hanya menujuk bagian tengah celananya.
Gua yang paham maksud dari kata ituan yang di maksud Anto, semakin membuat diri gua penasaran.
"Buat apaan abang elu masukkan ituannya ke lubang sabun To?" tanya gua.
"Inyong enggak tahu. Tetapi kata kakak inyong jangan bilang ke ibu soal sabun bolongnya, kalau ibu sampe tahu nanti dia bakal di usir dari rumah," jawab Anto menjelaskan.
Gua yang mendengar jawaban Anto makin di buat penasaran tentang sabun bolong, tetapi gua menghiraukannya untuk sementara ini dan lanjut membuat kerajinan gua.
Waktu hampir sore dan kerajinan yang kami buat akhirnya selesai.
"Ah ...akhirnya jadi juga ya Jun" Ucap Anto sambil menunjukkan kerajinannya yang berbentuk bunga
"Iya To, susah juga ye," balas gua.
"Ahh, elu berdua cuma bikin mobil-mobilan sama bunga-bungaan aja segala bilang susah! Gua yang bikin beginian aja biasa aja," potong Jayadi, sambil memamerkan kerajinannya.
"Buseng dah elu Jay! malah bikin pocong," kata gua yang terkejut melihat bentuk kerajinannya Jayadi.
Tetapi pocong yang di buat Jayadi benar-benar bagus menurut gua, bahkan hampir sama seperti patung asli.
Selesai membuat kerajinan Jayadi dan Anto meninggalkan rumah gua untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Gua yang masih penasaran dengan kata-kata Anto yang tadi, langsung mengambil sabun yang ada di kamar mandi gua untuk memperaktekan ucapan Anton yang barusan.
Lalu gua bolongi tengah-tengah sabun mandi itu, gua yang sudah sangat penasaran dengan rasanya pun mau gua coba rasakan sekarang di dalam kamar mandi, tapi tiba-tiba terdengar suara dari ema gua yang memanggil nama gua.
"Jun! elu di rumah?"
Teriakan emak gua yang baru saja pulang dari rumah nenek gua, menghentikan aksi gua yang ingin mencoba sensasinya sabun bolong.
Karena gua teringat kata-kata Anto tentang bahaya sabun bolong, gua sontak langsung mencoba menyembunyikan sabun yang gua bolongin ini ke belakang ember yang ada di dalam kamar mandi, Lalu gua keluar dari kamar mandi dengan tergesa-gesa.
"Abis ngapain elu, Jun?" tanya emak dengan wajah keheranannya.
"Abis berak Mak," kilah gua.
Gua langsung berlari ke kamar gua untuk menghilangkan rasa penasaran gua yang gagal gua hasratin kali ini, dengan bermain Ultramen-ultramenan.
Sore harinya saat emak gua mau mandi tiba-tiba emak gua berteriak, "Jun! sabun baru gua beli ngapa elu bolongin si?"
Gua hanya terdiam ketika emak gua mengamuk menemukan sabun bolong yang gua sembunyikan tadi.
Gua hanya bisa berdoa dalam hati agar emak tidak mengusir gua dari rumah setelah melihat sabun bolong itu.

Komento sa Aklat (95)

  • avatar
    SujanaAgus

    bagus

    14/04

      0
  • avatar
    Hari Purwoto

    seperti kisah saya waktu jatuh cinta pertama di sma

    18/08

      0
  • avatar
    Pentingg happyyLoss

    bagus

    17/07

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata