Kabuuan : 39Lelaki Itu Ternyata Dia
“Aaarg!” Suara erangan keluar dari mulut Johan. Kedua tangannya refleks menyentuh bagian bawah perut
readmore H-3
Rayya meraih ponsel di atas nakas. Ada nama Papa Tega di sana. Dengan malas digesernya tanda hijau p
readmore Mencari Sekutu
Kumandang azan subuh membangunkan Rayya. Gadis cantik itu menggeliat di bawah selimut bermotif bunga
readmore Ada yang Baper
Hari ini Rayya sedikit berbeda. Ia kemudikan mobilnya dengan bersemangat. Sukses memaksa Nadya pasan
readmore Pupus
Rayya senang akan bertemu dengan Faisal. Sudah lama ia menantikan momen ini. Ia bertekad harus menya
readmore Kau Membohongiku?
Bocah berambut ikal itu setia menunggu di gerbang, matanya terus mengawasi jalan raya, menunggu sebu
readmore Antara Hati dan Sahabat
Honda Jazz itu belum meninggalkan parkiran kampus. Siapa pun yang berada di dekatnya akan tahu seseo
readmore Montir Cerewet
Rayya meninggalkan Lisa di depan indekos dengan hati yang lega. Tidak ada yang lebih penting dari or
readmore Gara-gara Telepon
Hujan tak jua reda, mengurung dua orang yang tak saling mengenal itu untuk tetap di dalam mobil. Ray
readmore Berbohong
Rintik hujan masih terus turun, Lisa melindungi tubuhnya dengan payung yang selalu disiapkan Rayya d
readmore Best Actor
Usai salat isya Rayya menata makanan di atas meja. Semua orang jadi memundurkan jam makan malam untu
readmore Tak Bisa Mundur
Rumah besar itu terasa semakin ramai, padahal hanya bertambah satu personil baru. Alvian ternyata sa
readmore Ulah Alvian
Hari yang cerah, secerah hati orang-orang yang tengah berkumpul di taman Rayya Park, taman yang sebe
readmore Suami Dadakan
Bagai buah simalakama, maju diterkam buaya, mundur dimangsa harimau. Rayya tidak tahu apa yang harus
readmore Menyebalkan
Suara ayam dan bebek bersahutan, menemani lelaki tua yang sesekali terbatuk di teras rumah. Tangan k
readmore Aku Ikut, Tapi ....
[Telpon Kakak jam 10 tepat! Ingat, jam 10 tepat!] Rayya ingat, itu saat ia mengambil ponsel dari sak
readmore Jangan Takut
Suara klakson mobil dan motor saling bersahutan. Jalan menikung dengan pepohonan tinggi di kanan kir
readmore Arjuna
Dijebak, dibohongi, dibiarkan berada dalam wilayah abu-abu, barangkali itulah yang dirasakan oleh Ra
readmore Cemburu?
Kata orang, menikah tanpa cinta itu bagai sayur tanpa garam, hambar. Namun, apa yang tampak di hadap
readmore Mengetes Alvian
Alvian kembali mengemudi sambil mendengarkan ocehan dua orang yang tidak berhenti mengobrol. Dia he
readmore TTM = Terpaksa Tapi Mesra
“Uh capeknya,” kata Rayya begitu kakinya melangkah masuk ke ruang tamu. Kedua tangannya diregangkan
readmore Sesak
Kamar sempit itu menjadi saksi, bagaimana seorang wanita kehilangan rasa percaya pada lelaki yang ba
readmore Kabur
Suara lembut pramugari menggema di dalam pesawat, meminta seluruh penumpang kembali ke kursinya dan
readmore Di Mana Kamu, Rayya?
“Diantar ke mana, Neng?” tanya sopir taksi yang dari tadi menunggu Rayya menyebutkan tujuannya. “Ke p
readmore Bujang Lapuk
“Ada yang kurang?” teriak seorang pria berbaju hijau dari bawah pohon mangga. “Tali di tanganmu, lem
readmore Barbie Lemot
Sudah tiga puluh menit Rayya berjalan mencari indekos yang sesuai keinginannya. Sesekali ia berhenti
readmore Bodoh
Haikal tidak pernah menduga akan dikerjai habis-habisan oleh gadis seumuran adiknya. Selama ini ia s
readmore Sesal
Haikal sedang bersemangat. Baru saja ia mendapat kabar dari salah satu jamaah salat subuh bahwa kema
readmore Ketakutan
Lisa tampak murung. Pekerjaan di dapur diambil alih oleh Dian dan Linda. Ketidakmampuannya mengataka
readmore Gotcha!
“Tidurlah! Kau butuh istirahat,” Haikal menepuk pundak Alvian lalu ikut duduk di sampingnya. Sudah p
readmore Pulang
Ternyata makan dengan pengawalan ketat itu memiliki sensasi tersendiri. Rayya menikmati sarapannya y
readmore Pergi
Senyum kembali mengembang di bibir Rayya. Belum juga tuntas kumis palsu Alvian dilepas, ia sudah men
readmore Rencana Alvian
“Makan dulu, Nya.” BI Sumi membawa masuk sebuah nampan berisi makanan untuk Rayya. Sejak pagi tadi i
readmore Ngambek
Pintu akhirnya terbuka setelah sejam lalu ditutup oleh Rayya. Alvian muncul dengan senyum manisnya,
readmore Karina
Dering ponsel membangunkan Alvian. Diraihnya benda pipih itu dan melihat angka pada alarm yang ia pa
readmore Habis Karina Terbitlah Luka
Dingin malam yang menusuk tak dihiraukan oleh sosok yang berdiri di tepi balkon. Pikirannya sedang k
readmore Apes
Rayya membuka mata ketika bunyi alarm membangunkannya. Ada tangan Alvian melingkar di perutnya. Ia b
readmore Tamu Istimewa
Hari-hari berikutnya mereka lewati dengan penuh kebahagiaan. Alvian selalu pulang sebelum magrib dan
readmore Akhir Kisah (End)
“Kenapa?” tanya Rayya pada Dian. Gadis itu berbisik yang membuat Rayya syok. “Lis, maaf, ya.” “Nggak
readmore
good
21/01
0bagus banget ceritanya
28/10
0ceritanya menarik banget aku suka seperti ini
12/10
0mantap
12/10
0good luck
04/08
0bagus
21/07
0bagus
07/07
0bagus ceritanyaa🔥
12/06
1NOVELNYA BAGUSSSS SUKAA SEKALI
10/06
0kerennn
02/06
0