Kabuuan : 34Anak Band
Siang hari sehabis pulang sekolah, seperti biasanya seorang gadis bernama Alya Fahira Aulia pergi ke
readmore Drama Mantan
Pagi harinya, gadis berambut lurus tipe satu itu tidak tersenyum bahagia, kini dia hanya bisa memper
readmore Penyesalan Kevin
Kevin sudah merencanakan rencana kedua agar Alya kembali kepadanya, padahal tanpa dia sadari rencana
readmore Masuk Pesantren
Alya tertegun di balik jendela sambil menatap lurus keluar, dia memikirkan Ben yang mengatakan bahwa
readmore Hari Pertama di Pesantren
Setelah meninggalkan orang-orang tersayang dan rumah istananya, resmilah dia kini menjalani kehidupa
readmore Bertemu Cep Adnan
“Bagus, Alya,” puji Ustaz Fatah padanya. Pandangan semua orang pun tertuju padanya, murid baru yan
readmore Tentang Santri
Akhirnya mengaji di hari pertamanya selesai juga dan sangat mengesankan meskipun guru kedua sedikit
readmore Taman
Netra Adnan terus memandangi langkah gadis yang terlihat bersedih saat keluar meninggalkan pembelaj
readmore Perseteruan Alya Dengan Ara
Ara berjalan dengan sangat cepat menuju arah kelasnya, dia begitu kesal dan sangat benci sekali keti
readmore Dingin Belum Tentu Cuek
Malam tadi, pikiran Alya benar-benar sudah seperti benang kusut, ada sedikit ketakutan dalam dirinya
readmore Hadiah Tak Terduga
Hari demi hari dilalui oleh Alya menikmati kehidupan di pesantrennya, nyaman tidak nyaman dia tetap
readmore Kemarahan Adnan
Sesampainya di pesantren saat waktu Subuh, Alya langsung membuka bingkisan dari Ben serta membuka ko
readmore Rahasia
“Sebentar-sebentar, kuping Alya kemasukan apa, ya?” canda Alya seraya mengorek-ngorek teli
readmore Kerja Sama
“De, bangun! De Alya bangun!” seru Aisyah membangunkanAlya sambil menggoyang-goyangkan lengan atasny
readmore Pengakuan Hati Adnan
Alya berjalan dengan begitu cepat, wajahnya cemberut dan penuh kekesalan. Bagaimana bisa Adan kembal
readmore Bimbang
Dua bulan berlalu, Adnan berhasil menuruti apa yang diucapkan oleh orang tuanya. Namun, hal tersebut
readmore Penasaran
Adnan yang merasakan kegagalan dan rasa kecewa dengan apa yang terjadi pada dirinya. Semangat mengaj
readmore Emosi
Setelah selesai sembahyang, perempuan termuda di kamar pengurus tersebut melipat mukena dan sajadahn
readmore Berkas Alya
Ara cemberut menempelkan punggungnya di dinding. Sahabat yang selalu dia ajak bicara mendadak hilang
readmore Terkejut
Ara menyimpan berkas milik Alya di lemari tempat menyimpan baju, hatinya menangis tetapi matanya tet
readmore Lamaran
Sebelumnya, sesampainya di kamar, Alya langsung bercerita di hadapan kakak-kakak kelasnya di kamar,
readmore Berita di Pesantren
Antara senang dan tidak tenang, Ara yang membenci Alya akhir-akhir ini memikirkannya karena pulang d
readmore Puncak Amarah
Lili lari tergopoh-gopoh sembari mendobrak pintu. Pandangannya ke sana-sini melihat semua sudut untu
readmore Amplop
Sangat pagi-pagi sekali, sebelum waktunya masuk ngaji pagi Ara sudah menyimpan sebuah surat di atas
readmore Janggal
Karena sekarang adalah jadwalnya mengaji, Ustaz Ali pun tidak langsung kembali pulang untuk berbinca
readmore Bertamu Ke Rumah Alya
Siangnya keluarga Adnan pun berangkat ke rumah Alya. Memang agak sedikit lama dari pesantren menuju
readmore Pengakuan Lili
Alya yang cerdas tahu jika surat dan pesan itu dibuat pasti karena ulah Kevin dan Ara. Namun, dia pu
readmore Amarah Adnan
‘Kenapa harus Lili? Aku gak yakin jika harus Lili!’ batin Adnan tidak terima. “Nah, tuh ternyata ada
readmore Mengajak Menikah
Setelah selesai berdandan, Alya pun menghampiri orang tua Adnan, gaya berjalannya ia pelan-pelankan
readmore Akad
[Assalamualaikum Kak Aisyah, ini Alya. Dapat nomor kakak dari Ustaz Adnan. Oiya, Alya mau bilang kal
readmore Malam Pertama
"Kok, Ben gak datang ya ke pernikahan gue," gumam Alya terduduk sendiri di kamar sambil menatap lang
readmore Kekecewaan Ara
Alya membaringkan tubuhnya di samping Adnan, sesekali ia menatap wajah Adnan, tetapi ketika Adnan me
readmore Menemui Ke Rumah Alya
Keesokan harinya, Ara langsung mencari berkas-berkas milik Alya yang ditemuinya waktu, ia mencari al
readmore Tamat
"A-apakah kamu Ara Delia?" tanya Maya gugup. "Iya," jawab Ara. Seketika Maya ternganga dan langsung me
readmore
not bad
25/02
0bgus
23/12
0keren baru baca 3bab
10/09
0sangat seru
04/06
0bagus bangat,,, seru lagi
21/05/2025
0Seruu bangett
08/05/2025
0bagus banget
04/05/2025
0bagus banget kakkkkk , kerenn
04/05/2025
0bagus sekali
02/03/2025
0bagus
13/01/2025
0