Kebayang gak gimana jadinya kalau kita harus berperan jadi walinya gebetan kita? Atau, gebetan kita berperan jadi wali kita? Yang pasti hubungan itu gak akan bisa sebatas antar orang dewasa dan anak, melainkan akan bercampur dengan keromantisan. Seperti itulah kisah mereka, Akbar dan Fatima, yang akan kamu baca dalam cerita ini.
"Jiwaku seperti dibelah menjadi dua. Sisi pertama menjadi sosok ayah dan sisi kedua menjadi seorang pecinta. Ketika keduanya beradu, sisi mana yang harus kumenangkan?" Akbar.
ceritanya bagus ,baru pertama kali baca novel kayak gini , langsung jatuh cinta sama tulisan nya trus bab nya juga lama jadi makin seneng deh buat di baca nya , semangat trus yah kak , buat nulis novel nya
07/05/2025
2
Azeezah Rafli
seruu ceritanyaa
26/04/2025
0
Karel Paulino
Bagus novelnta
25/04/2025
0
adawiyahrahmatul
Bagus, semangat menulis novel nya kak👍
14/04/2025
0
ThifalNadya
bgs bga
22/03/2025
0
Sunarsih
bagus banget kk
20/03/2025
0
HidayahNurul
bagus banget ceritanya
19/03/2025
0
Kabuuan: 50
Akbar 1 (Lihatlah Aku)
Bogor, 27 September 2013 Seperti biasa Fatima sedang belajar di ruang kerjaku malam ini. Pandangannya
Akbar 1 (Laki-Laki di Mata Fatima)
"Belum tentu ganteng," jawab Fatima dengan wajah 'provokasi'. "Justru mungkin lebih ganteng," balas M
Akbar 1 (Romansa Mudik (1))
Rumah yang pertama kali kami kunjungi adalah rumah kakek-nenek Fatima. Sedangkan Bude, ia hanya berk
Akbar 1 (Mimpi Indah atau Menegangkan?)
Di malam hari yang sudah mulai sepi dan aku sedang bersiap untuk menutup toko, kutemukan sebuah pake
Akbar 1 (Romansa Mudik (2))
"Mas Akbar!" panggil Fatima. Kubuka mataku dan tetap saja kudapati Fatima di hadapanku. Baru aku bern
Akbar 1 (Aku dan Om Beni)
Seperti biasa, aku dan Om Beni selalu mengobrol malam-malam. "Fatima udah tahu belum kalau kamu suka
Akbar 1 (Rahasia Almarhum Bapak)
"Kamu kenapa?" Aku khawatir juga melihat Fatima tiba-tiba jadi kalem. "Hm?" Pandangannya mengisyaratk
Akbar 1 (Rahasia Almarhum Bapak (2))
Mendengar penuturannya barusan, sangat-sangat wajar baginya di saat itu apabila memusuhiku. Yah, ia
Fatima 1 (Marahnya Mas Akbar)
Suhu dingin di dalam mobil secara tidak langsung adalah pelaku utama yang membuatku terbangun dari t
Fatima 1 (Pencarian Jati Diri)
Libur Lebaran sudah berlalu. Saat memasuki sekolah lagi, tulisan tanganku berubah menjadi jelek. Sep
Fatima 1 (Nonton Bareng)
Salah satu dari hal-hal yang membuatku sulit tidur adalah rasa penasaran. Seperti yang pernah kukata
Fatima 1 (Nonton Bareng (2))
"Lho? Bude belum tidur?" Mbak Mira yang masih berdiri di depan TV lebih dulu menanggapi Bude. "Ini ka
Akbar 2 (Ulang Tahun Fatima)
Bogor, 10 Juli 2014 Hari itu, tanggal 10 Juli adalah hari ulang tahun Fatima. Itu berarti sudah tepat
Akbar 2 (Romantisme dalam Kesederhanaan)
Kutepati janjiku untuk membelikan Fatima sepeda motor dan mengajarinya. Hari itu juga kubelikan ia m
Fatima 2 (Pencarian Jati Diri (2))
Kalau Mas Akbar yang membuatkan teh, itu pasti teh bunga rosella. Kalau Mbak Mira yang membuat teh,
Akbar 3 (Pencarian Jati Diri (3))
Fatima sedang duduk di lantai dan menggunakan meja sebagai tempat sandaran menulis. Sebenarnya aku s
Akbar 3 (Pencarian Jati Diri (4))
Kutunjukkan pada Fatima buku yang kubeli. Buku yang diterbitkan awal Desember 2009 lalu itu sudah ku
Fatima 3 (My Annoying Friend)
Bogor, 29 Mei 2015 Aku merasa ada gerakan-gerakan yang ditujukan ke arahku. Benar saja, ketika aku me
Fatima 3 (Izin dari Mas Akbar)
Mobil Mas Akbar terparkir rapi di halaman rumah, tapi ketika kuketuk ruang kerja dan kamarnya, tak a
Fatima 3 ( Rumor Soal Kak Fatma)
Ia membuatku sedikit salah tingkah. Sesaat mulutku tersendat untuk bicara. Apakah aku sudah melakuka
Fatima 3 (Rumor Soal Kak Fatma (2))
"Rame banget. Gimana cara kita nyari Kak Fatma?" tanyaku. "Gampang aja." Sarah menarikku ke arah jend
Fatima 3 (Rumor Soal Kak Fatma (3))
"Kamu gak bilang ke dia kan kalau aku yang makan kuenya?" tanya Sarah. "Nggak." Kami berjalan beririn
Fatima 3 (Tragedi di Atap Sekolah)
"Kak Fatma, bukannya atas gedung sekolah itu angker?" Sarah mencengkeram bajuku saat kami menaiki ta
Fatima 3 (Tragedi di Atap Sekolah (2))
"Kenapa, Kak?" Aku kemudian menoleh ke belakangku. Jangan-jangan gara-gara ada hantu?? "Haha. Nggak a
Fatima 3 (My Annoying Friend (2))
"Iya, aku gak tahu kalau ternyata aku bakal dimusuhin di sini." "Dimusuhin??" Ia terdengar kaget tak
Fatima 3 (Berteman dengan Kak Fatma)
 Source:https://www.google.com/SuzuHirose Benar kata Mbak Mira, akan memalukan jika aku menyerah di
Fatima 3 (Perhatian dari Mas Akbar)
"Fatima?? Kok udah pulang??" tanya Ayu heran. "Udah bel pulang kok," jawabku enteng. "Kamu pasti gak i
Fatima 3 (My Annoying Friend (3))
Semua jadwal ujian sudah kami lewati. Selesai ujian terakhir, aku berputar-putar di kantor guru, men
Fatima 3 (Hadiah dari Mas Akbar)
"Bude lagi pulang kampung." Mas Akbar memperhatikan jalan sambil menyetir ketika berbicara. "Oya, da
Fatima 3 (Aku, Sarah, dan Kak Fatma)
"Kamu sehat, Rah?" Kupegang dahinya, mengecek suhu badannya. "Iih, sehat kok." Ia menarik tanganku. "K
Akbar 4 (Teman atau Ancaman?
"Kenapa mukamu kusut banget?" tanyaku pada Fatima. "Kenapa Mas Akbar langsung ngizinin dia nginep di
Akbar 4 (Teman atau Ancaman? (2))
"Langsung pulang aja deh, Mas Akbar, heehe. Besok Kak Fatma kan mau perjalanan jauh, jadi sekarang j
Akbar 4 (Patah Hati)
Jam sudah menunjukkan waktu pukul 11.10. Sudah satu jam aku menyaksikan acara komedi dan tertawa-taw
Akbar 4 (Patah Hati (2))
Kubaringkan Fatima di sofa panjang di depan TV dan menelepon seorang dokter yang kukenal untuk menan
Akbar 4 (Maaf, Fatima ....)
Setiap ada kesempatan aku selalu memanggil Fatima barangkali ia terbangun. Entah sudah panggilan yan
Fatima 4 (Penyesalan Kak Fatma)
Kak Fatma langsung berdiri ketika aku memasuki kamar. "Kamu udah bangun?" tanyanya. "Iya, aku laper.
Akbar 5 (Interogasi)
"Kamu di luar aja, Fatima," ujarku. Fatma duduk di seberangku, di ruang kerjaku. Fatima yang menganta
Akbar 5 (Interogasi (2))
Aku ingin melotot dan menggebrak meja karena membayangkan kalimatnya, tapi, tahan, Akbar ... dia sud
Akbar 5 (Tidur Berdua)
Sore tadi Bude sampai di stasiun Bogor. Aku meminta Mira menjemput Bude di stasiun setelah kuliahnya
Akbar 5 (Tidur Berdua (2))
"Ayaaah! Ayaaaah! Akbar nakaaal!" Akhirnya ia memilih untuk mengadu. "Iya iya ...." Aku tertawa, kemb
Akbar 5 (Obrolan di Mobil)
"Fatima, kenapa kamu duduk di depan? Temennya gak ditemenin?" tanya Mira pada Fatima. "Gak papa kok."
Fatima 5 (Dasar Mas Akbar!)
"Maaf ya, aku cuma bisa nganter Kakak sampai sini," ucapku. "Iya gak papa ..." Kak Fatma menarik napa
Fatima 5 (Aldo)
Bogor, 18 Oktober 2015 Menginjakkan kaki di kelas tiga SMA, aku sudah mulai jarang ada waktu di rumah
Fatima 5 (Aldo (2))
"Kalau kita keluar sendiri-sendiri mereka bakal tambah berani tuh godain kamu." Aldo yang bertopang
Fatima 5 ( Mas Akbar yang Menyebalkan)
"Hah? Mas Akbar ngomong apa?" Bulu kudukku berdiri, aku merasa direndahkan. "Aku tahu kamu kesepian,
Fatima 5 (Mas Akbar yang Menyebalkan (2))
"Oooh ya udah! Kalau gitu kita makan di rumahmu aja, sekalian aku silaturahmi sama ayahmu." Ia malah
Akbar 6 (Asal Mula Mimpi Burukku)
 Source:https://www.google.com/MasahiroHigashide Bogor, 17 November 2015 Kepalaku jadi pusing tiba-ti
Fatima 6 (Kenang-kenangan terindah dari Ayah)
Bogor, 5 Desember 2015 "Adanya ikatan rangkap dua memperlihatkan sifat ketidakjenuhan. Namun, ternyat
Fatima 6 (Yang tak pernah disangka-sangka)
Bogor, 17 Desember 2015 Ketika Bude memanggilku dan mengatakan aku mendapat surat, aku sudah berpikir
Akbar 7 (Itu Aku!)
"A-aku?? L-lima tahun?!" Ia masih menatapku kaget dengan tak menyangka. "Iya ... aku menyukaimu dari
Apa ini dari kisah nyata?
04/07/2022
0baguss bgtt
04/07
0BAGUSS IH, LUCUUU HEHEHE
28/05
0ceritanya bagus ,baru pertama kali baca novel kayak gini , langsung jatuh cinta sama tulisan nya trus bab nya juga lama jadi makin seneng deh buat di baca nya , semangat trus yah kak , buat nulis novel nya
07/05/2025
2seruu ceritanyaa
26/04/2025
0Bagus novelnta
25/04/2025
0Bagus, semangat menulis novel nya kak👍
14/04/2025
0bgs bga
22/03/2025
0bagus banget kk
20/03/2025
0bagus banget ceritanya
19/03/2025
0