Disclaimer
|Catalog
- Tag(s):
- Tidak setia
- Pernikahan yang diatur
- Perceraian
- Drama
- Keluarga
- Memutar
Laila dihadapkan pilihan oleh Ibu mertua dan sang suami antara memilih dicerai atau dipoligami. Pilihan itu terjadi sebab Laila selama lima tahun menikah dengan Haris tidak kunjung mendapat keturunan. Apakah yang Laila pilih?
Huling Update
Editor's Choice
Rekomendasyon
Komento sa Aklat (108)
- Kabuuan: 103
Cerai atau diPoligami
“Kau pilih cerai atau ijinkan Haris menikah lagi?!” tanya Ibu mertua tiba-tiba. Jantungku seperti maSahabatku, Siska
Tiba di ruang meeting, semua mata menatapku. Mungkin merasa aneh, kenapa kali ini aku telat. BiasanyInformasi Penting
Rasanya baru kali ini malas pulang rumah. Ibu pasti akan membahas hal yang sama. Apalagi tadi pagi aKaryawan Baru
Tiba di ruang meeting, semua mata menatapku. Mungkin merasa aneh, kenapa kali ini aku telat. BiasanyPencuri di Kamarku
Aku menunggu Damar yang sedang serius di depan laptop selama lima belas menit.
Menghela napas, beranDi Bawah Kasur
Ibu menatapku dengan bengis. Kedua matanya memerah, menahan amarah.
“Lepasin tangan, Ibu! Lepasin!”Perkenalan
POV Sarnih
Namaku Sarnih, berasal dari kampung pinggiran kota. Perkampungan kumuh tepatnya. Tapi ituBenda Aneh
Benda apa itu? Kok seperti gulungan rambut? Kayaknya benar rambut. Kucoba menelisik benda persegi emKeputusanku
“Jangan ngomong sembarangan, Laila!” Gertak Bang Haris. Ibu memegang lengan anaknya. Menenangkan. AkWanita Lain
“Ini kopinya,” Damar datang membawa kopi pesananku.
“Makasih,” jawabku singkat.
“Eh, ngapain dudukMengusir
“I-Ibu?” Terbata-bata Bang Haris memanggil Ibu.
“PULANG!!!” Teriak Ibu. Aku memijat pelipis. PikiranMerasa Beruntung
POV Haris (1)
Aku adalah laki-laki yang amat sangat beruntung. Memiliki istri yang cantik, cerdas,Takut Miskin
PoV Haris
Aku tak menyangka si Meyla berani bicara seperti itu. Kenapa juga wanita ini bisa tau kalJatuh Harga Diri
Sayup adzan subuh terdengar. Aku menggeliat, menguap, menyibakkan selimut menuju kamar mandi.
DalamPergi
Haris membisu. Menatap sendu. Lalu ia merunduk. Pertanyaanku tak kunjung dijawabnya.
“Sudahlah, akuJanda Gatel
PoV Ibu Sarnih
Rencana yang sudah aku susun bertahun-tahun berantakan. Rencana menjadi orang yang banMengeluh
POV Laila
Ketukan pintu membuatku tersadar dari lamunan.
“Masuk!” ucapku setengah berteriak.
“TumbeBlokir
“Laila ... kok ngomongnya gitu? Kamu pura-pura marah sama ibu?” tanya Ibu bersuara lembut.
“Pura-puSiapa Salma?
Nomor Haris sudah aku blokir. Begitu pun nomor Ibunya. Setidaknya mulai saat ini bisa bernapas lega.Kejujuran Salma
“Tiga bulan lalu, saya kerja di perkebunan teh.” Salma mulai bercerita. Tatapannya menerawang.
“SayKegeeran
PoV Haris
Sebelumnya aku sangat bahagia, Laila menyuruhku datang ke rumahnya. Aku pikir ia membatalkaTentang Damar
PoV Laila
Aku bersyukur rapat kali ini berjalan dengan lancar walau mendadak. Dan yang membuatku lebiBertemu Meyla
Aku menyesap kopi tegukan terakhir. Kulirik Siska sibuk dengan ponselnya.
“Cie ... yang mau nikah, guRencana Meyla dan Siska
“Mey, Meyla! Gimana ceritanya lo kenal ama tuh orang?” Siska menggoyangkan bahu Meyla. Aku dan SiskaBelangnya Haris
PoV Haris
Selesai mengantar Tante Susi belanja, aku langsung pulang. Aku masih tidak terima dia menyeLokasi Syuting
Sudah kuduga, Haris pasti tidak hadir di persidangan. Ia lebih memilih jalan bersama Meyla. Tapi tidHaris dan Meyla
PoV Haris
“Mobil baru?” tanya Meyla menatapku dengan wajah berbinar.
“Iya. Bosen mobil yang kemarin,”Cerita Meyla
Akhirnya syuting iklan yang kami tangani sudah selesai. Kalau tadi tidak hujan, mungkin jam tujuh maPindah Ke Apartemen
PoV Haris
Lagi-lagi aku merasa dirugikan jalan bersama Meyla. Biasanya aku yang suka morotin uang waMengemis
Hampir satu jam Meyla bercerita tentang kebersamaanya dengan Haris. Aku, Siska, Bi Inah dan Mang KaVilla
Aku bergegas masuk lift, meninggalkan Bu Sarnih yang masih berdiri. Raut wajahnya nampak kesal. BebeMeyla dan Bu Sarnih
PoV Bu Sarnih
“Laila, SOMBONG!!! Aku udah ngerendahin diri masih saja sok kaya! Apa salahnya aku tinKejadian di Villa
Aku membelah kerumunan para karyawan. Ternyata Gita yang tadi berteriak. Gita mendekatiku, jarinya mKeputusan Bu Sarnih
PoV Bu Sarnih
“Coba dicari lagi, Mey. Kali aja keselip dompetnya.” Aku berkata pada Meyla. MenyuruhnSiapa Pelaku Terror?
Mendengar pertanyaan Damar, darahku mendidih. Amarah seketika membuncah. Didiamkan, dia malah melunjPertengkaran
PoV Haris
Ibu dan Tante Susi beradu pandang. Kedua mata mereka saling melotot. Masing-masing tangannMengecek CCTV
“Bu Laila, kuenya gak dicicipi? Tenang, Bu ... kue ini gak basi kok. Gak aku kasih racun juga. HehehDi Rumah Meyla
PoV Bu Sarnih
Tak kusangka, anak yang sudah kubesarkan selama ini, berani melawan dan meninggalkankuMengungkap Pelaku Terror
Penjelasan Damar membuatku dan Siska tercengang. Kalau memang benar, saat itu Damar tertidur, pastiHaris Kecewa
PoV Haris
Tiba di apartemen, Tante Susi langsung merebahkan tubuh moleknya di atas kasur ukuran kingIntrogasi
Kedua tangan Siska mengepal. Kemarahan terpancar dari kedua matanya yang memerah.
“Kita makan dulu yPertemuan Meyla dan Susi
PoV Bu Sarnih
Haris mematikan telepon sepihak. Dasar anak kurang ajar! Makin ke sini, sikapnya makinTerungkap
Sepanjang jalan aku menangis. Pikiran buruk berkecamuk. Entah bagaimana nasibku jika Damar tidak datMeninggalkan Haris
PoV Haris
“Kata Haris, kamu itu wanita kaya raya tapi mat-re!!! Suka morotin duit Haris dan Ibunya!!Berziarah
Hari ini, aku berencana ke kota Karawang untuk berziarah ke makam Ummi dan Abi. Hampir enam bulan tiMungkin Tidak Waras
PoV Haris
“Bu, itu bukan Meyla,” ucapku mengingatkan Ibu. Ibu masih saja menyilangkan tangannya ke pAnak Angkat
Ternyata masakannya enak juga. Walaupun dengan menu sederhana. Apalagi goreng ikan Lelenya, gurih!
TPanti Asuhan
PoV Haris
“Har, Haris!”
“Iya, Yang?” Tante Susi menepuk bahuku, embuyarkan lamunan. Aku masih tak peCerita Nafisa
Pagi harinya kulihat Nafisa sedang menikmati sarapan. Aku duduk di kursi yang bersebrangan dengannyaKabur
PoV Haris
Tak berapa lama, wanita renta dengan gamis hitam kerudung putih datang menghampiri. WanitPinggir Trotoar
PoV Laila
Perjalanan menuju kantor terjebak macet. Mungkin karena aku datang lebih siang dari biasanRumah Sakit Jiwa
l
“Lo yakin itu ibunya Haris?” Sepertinya Siska tidak percaya dengan ucapanku.
“Gue yakin. Tadi gue uDiajak Nikah
PoV Haris
Malam ini, tante Susi tidur di apartemen menemaniku. Tumben sekali janda montok itu langsuCemburu
Sudah setengah jam kami berempat menunggu kepergian Haris dan pacarnya dari rumah sakit di dalam mobHaris Bertemu Nafisa
PoV Haris
Laila menoleh, aku memamerkan senyum termanis. Senyuman yang dahulu selalu mampu meluluhkanTitik Terang
“Itu kucing lewat,” jawab Siska diiringi kekehan. Sial! Aku dikerjain.
“Habisnya lo ngelamun mulu. JTes DNA
PoV Haris
“Sejak kapan tanda ini ada?” Tunjuk Nafisa pada tanda bulat berwarna coklat di telapak tanDi Butik
POV Laila
“Kayaknya bukan Haris kamu. Masa sih Ummi Abi ngijinin kamu nikah sama laki-laki yang gakMantan Pacar
Plakk!!
Kutampar pipi Haris dengan keras. Kurang ajar! Beraninya dia bilang aku selingkuh. Laki-lakiLicik
PoV Haris
Tak kusangka, Laila berani menamparku di depan Siska dan Susi. Bagaimana bisa, wanita yangKecelakaan
Langkah kaki kuayunkan menuju kantin Perusahaan. Di kantin, aku termangu. Mengingat kembali perjalanHaris Histeris
Setelah menerima telepon Nafisa, aku segera memesan ojek online. Lagi ngirit, gak perlulah pesan graMengetahui Korban Kecelakaan
Handphone berdering, aku mengerutkan kening melihat nama si penelepon. Siska.
“Napa, Sis?”
“CepetanKepincut Janda
“Laila?” Siska memecah keheningan di antara kami.
“Hm?”
“Nafisa udah tau kalau si Haris mantan laki lDijemput
l
Selesai makan, Damar langsung pamit. Aku mengantarnya sampai depan rumah.
“Kamu bawa lagi aja mobilSalah Tingkah
Tiba di parkiran kantor, Damar mematikan mesin mobil. Aku bergegas turun. Namun, lelaki berkulit putWanita Bergamis Ungu
Hubunganku dengan Damar semakin dekat. Apalagi semenjak Siska cuti mau menikah. Semua pekerjaan SiskSeperti dipelet
PoV Damar
Masya Allah, Subhanallah ... tak henti hatiku mengucapkan dua kalimat itu. Menganggumi cipMengumumkan
PoV Laila
Duh, kenapa dia nanya gitu sih? Ya gak salah, tapi kan rasanya gak adil saja. Aku udah perTakut Tertular
Hubunganku dan Damar sudah berjalan satu tahun sejak lelaki yang usianya terpaut enam tahun dengankuSadewa Berlutut
“Kalau kamu takut aku tertular penyakit kelamin Haris, kamu boleh membatalkan rencana pernikahan kitHaris Berpulang
“Calon suami?”
“Iya. Lu mau tau siapa orangnya?” Sadewa mengangguk. Kayak burung gagak. Tanpa ragu,Hotel
Isak tangis masih terdengar di ujung telepon.
“Kamu sekarang lagi di mana?”
“Aku dan keluargaku masiMenikah
Tuduhan yang dilayangkan Sadewa membuat kami mengambil keputusan agar segera melangsungkan pernikahaBerkali-kali
Alhamdulillah, rasa syukur tak henti aku ucapkan. Menikmati malam pertama bersama Damar, sungguh sanKedatangan Meyla
Setelah satu Minggu cuti dari pekerjaan kantor, aku dan Damar kembali bekerja.
Pagi ini, seperti biasKeluar Rumah Sakit Jiwa
PoV Bu Sarnih
Akhirnya, aku bisa keluar dari tempat orang-orang yang tidak waras! Kini saatnya aku aRencana Licik
PoV Bu Sarnih
Hussain? Mirip nama belakang Laila. Tapi rasanya tidak mungkin kalau Nafisa punya hubuKe Rumah Susi
PoV Bu Sarnih
Bagaimana bisa Halimah ada di sini? Dan menjadi ibu kandung Nafisa? Atau jangan-janganBingung
PoV Laila
Sepertinya untuk beberapa hari ke depan aku tidak dapat berhenti kerja dulu. Ternyata banyTidak Menunda Momongan
PoV Laila
Raut wajah Mama berubah sendu. Ia tak seceria sebelumnya. Tampak sekali kesedihan dan rasaBerakting
Maksudnya apa, Nafisa mengatakan Haris almarhum? Apa sebenarnya Haris sudah ... Mati?? Rasanya tidakIstirahat
POV Bu Sarnih
"Baiklah kalau begitu. Saya hanya menawarkan saja."
Tidak perlu ditawarkan Sisi, aku tPindah Kamar
PoV Bu Sarnih
Setelah Nafisa keluar kamar, aku menyibak selimut. Bangkit, segera mengunci pintu kamaKedatangan Sadewa
PoV Laila
Hari ini aku dan Damar berencana pergi ke tempat penyaluran tenaga kerja atau asisten rumaPembantu Baru
PoV Laila
Raut wajah Sadewa berubah memerah. Entah menahan marah atau malu karena mendapat peringataBertemu Salma
PoV Bu Sarnih
Hari ini aku berencana akan menjual cincin milik Ria. Sebelum anak tidak sopan itu menBerkunjung Ke Rumah Laila
PoV Bu Sarnih
Aku tak menduga akan bertemu dengan Salma lagi. Padahal terakhir bertemu dia akan pulaKumat Gila
PoV Ibu Sarnih
"Kamu ... Kamu kenal sama kakak kandungnya Haris?" tanyaku meyakinkan apa yang aku deRahasia Salma
PoV Laila
Tidak berselang lama, Salma datang membawa plastik berisi beberapa lembar uang kertas monoDilema
PoV Ibu Sarnih
Aku tidak mengerti, kenapa rambutku awut-awutan begini. Tadi pas bangun tidur, ditangBimbang
PoV Ibu Sarnih
Aku jadi penasaran, apa yang Nafisa lakukan sehingga Ummi Abi Laila kecewa? Oh iya, kMemanfaatkan Kesempatan
PoV Bu Sarnih
Hari ini aku sangat bahagia sekali karena Nafisa, Erni dan Ria pergi dari rumah. NafisaBertemu Nafisa
PoV Laila
Minggu ini, Nafisa mengajakku bertemu di salah satu pusat perbelanjaan. Damar tidak ikut, sDirampok
PoV Laila
"Kamu jangan nakutin deh, La! Masa sih Ibu itu tega menggasak barang-barang di rumahku?" NBeraksi Lagi
PoV Bu Sarnih
Di dalam mobil, aku tak henti tersenyum. Memeluk tas dengan erat. Rasanya hatiku sangaMenggasak
PoV Bu Sarnih
Aku harus menunggu Susi benar-benar terlelap. Sambil menunggu waktu, duduk di bangku mMeninggalkan Rumah Susi
PoV Bu Sarnih
"Iya, Pak. Walaupun baru saya beli beberapa bulan lalu, tidak masalah kalau saya jual.Dilaporkan Polisi
PoV Laila
"Nafisa, sabar ya?" Kupegang pundak kanan Nafisa, menuntunnya duduk di sisi ranjang. Air mMakan Malam
PoV Bu Sarnih
Hahahha ... Hatiku sangat bahagia. Di dalam tas ini, uangku saaaaaangat banyak! SekaraPenjara
PoV Bu Sarnih
Lemas sudah persendianku. Berharap Mas Agung yang membayar semua makanan, justru aku yHamil
PoV Laila
Semalam aku mendengar kabar tentang tertangkapnya Bu Sarnih oleh pihak kepolisian. BeruntuMelahirkan
PoV Laila
Kabar tentang kehamilanku langsung dibagikan Damar melalui media sosial. Berbagai komentar

















mantap
13d
0keren kak
02/02
0bagus cerita nya
04/07
0mantap keren
03/03/2025
0👍👍👍
15/12/2024
0Sangat bagus
06/12/2024
0apk ini sangat bagus kita juga bisa manbaca majalah atau komik
10/11/2024
0keren
30/09/2024
0Best dokk
29/09/2024
0karena bagus
14/09/2024
0