Kabuuan : 30Bab 1
Aku terkejut Runi, istri yang sangat kucintai berani mengajukan gugatan cerai. Aku meremas kertas pa
readmore Bab 2
Masih 3 minggu lagi panggilan sidang pertama harus kuhadiri. Akan kugunakan waktu tersebut sebaik m
readmore Bab 3
Aku bangun saat adzan subuh berkumandang, jika kalian mengira aku terbangun untuk shalat subuh, ma
readmore Bab 4
Kekecewaan yang menimpa diriku bertubi-tubi. Setelah seharian berjuang menembus jalanan, dan menant
readmore Bab 5
Tiga belas tahun yang lalu. *** Aku hanyalah sales perusahan makanan ringan dari kacang tanah. Tugas
readmore Bab 6
Keesokan harinya dengan di dampingi Mama, aku ke rumah Runi untuk mengajaknya kembali. Aku utarakan
readmore Bab 7
Dua belas tahun yang lalu. Ingatanku tentang Karin sedikit memudar. Rutinitas harianku sebagai sales
readmore Bab 8
Malam Januari tahun baru, adikku pulang dari Riau. Biasanya saudara yang tinggal serumah akan berteg
readmore Bab 9
Bau Alkohol yang berasal dari mulut dan pakaian Amir menusuk-nusuk indra penciumanku. Aku sedikit me
readmore Bab 10
"Barter apa'an?" tanyaku. "Barter informasi." "Ok, barusan aku dirolling keluar kota," kataku. Sek
readmore Bab 11
Karin kembali melanjutkan ceritanya. "Waktu itu aku ke pergi ke Riau, ada salah seorang teman yang b
readmore Bab 12
Ketika Karin keluar dari RS aku menempatkan dia di kontrakan dekat biasa aku menginap saat keluar ko
readmore Bab 13
"Rambutku tak selurus ini," ucap istriku, sambil menunjukan di tangan kanannya helaian rambut dan ta
readmore Bab 14
"Ikuti kami!" Seorang laki-laki yang tadi bicara pada temanku mengantarku ke sebuah ruangan berpintu
readmore Bab 15
Paman datang dengan mobilnya, segera kami bertiga menggotong tubuh Papa yang kaku masuk ke dalam ke
readmore Bab 16
Menyadari posisiku yang rawan jadi tersangka aku segera beringsut mundur pelan-pelan agar tak ada y
readmore Bab 17
Hanya beberapa bulan berselang setelah pembusukan di punggung Papa, akhirnya beliau meninggal. Masa
readmore Bab 18
"Menyusahkan saja. Belilah obat sana!" "Uangnya mana? Aku tak memegang uang sepeser pun." "Kan sudah k
readmore Bab 19
Bulan dan tahun berlalu sangat cepat. Arman sudah kelas 3 Aliyah di pesantren pulau Jawa. Aron kelas
readmore Bab 20
Bingung luar biasa menyergapku, Aron benar-benar tidak mau menghubungkan ponselnya dengan Runi. Jika
readmore Bab 21
Segala usaha sudah kulakukan sejak surat gugatan cerai sampai padaku. Ayat-ayat ruqiyah juga sudah d
readmore Bab 22
Kubawa Arsan pulang. Kini, hanya dia harapan untuk mendapatkan Runi kembali. "San, nanti kalau kamu
readmore Bab 23
Dua hari sebelum sidang ketiga, aku mengintai dari jauh rumah mertua. Ada beberapa kendaraan roda du
readmore Bab 24
Pagi ini jadwal sidang ketiga. Kepalaku terasa berat rasanya mau pecah. Semalam tak bisa tidur memik
readmore Bab 25
Entah mengapa, energi dalam tubuhku seperti terkuras habis, badanku loyo. Mungkin emosi yang tadi me
readmore Bab 26
Aku tak bisa ceritakan tentang bagaimana kondisi keluarga mantan istriku pasca kehilangan barang ber
readmore Bab 27
Seandainya Runi kuundang di pernikahan adikku, kira-kira dia mau datang tidak, ya? Siapa tahu dia me
readmore Bab 28
Masa cuti adik iparku sudah berakhir. Istri Amir tak bisa meninggalkan bayinya begitu saja karena s
readmore Bab 29
Tebakan Mama sedikit meleset, karena Ara kembali ke rumah bukan untuk tinggal tapi mengantar surat g
readmore Bab 30
Pekerjaanku tak bertahan lama, karena pada dasarnya aku mudah bosan dan cepat lelah. Berawal dari te
readmore
bagus , kesabaran Runi ada batasnya dari suami yang mau menang sendiri dan salah asuhan ortu...
08/04
0hasil kakak ini slalu bagus lho 😍
05/03/2025
0Terima kasih telah mengikuti kak
16/04/2024
0🫶🫶🫶🫶
31/10/2023
0yes
19/10/2023
0Sangat bagus
12/10/2023
0luar biasa novelnya bnyak pljaran d sana
12/10/2023
0keren
11/10/2023
0Good nice
08/10/2023
0bagus
07/10/2023
0