Disclaimer
|Catalog
- Tag(s):
- Sekolah Menengah Atas
- Remaja
- Pergaulan remaja
Sayyidah terpaksa menikahi Abbas karena di jodohkan oleh orang tuanya. Padahal Sayyidah sama sekali tidak tertarik dengan Abbas yang menurutnya jauh dari tipe laki-laki idaman. Laki-laki bergamis, tidak keren. Mau tau cerita lengkapnya?
Huling Update
Editor's Choice
Rekomendasyon
Komento sa Aklat (466)
- Kabuuan: 116
Mimpi Buruk Lulus SMA
Setelah acara pengambilan hasil kelulusan. Marwah melajukan mobilnya dengan kencang. Sayyidah yang dTinggal Bersama
Atas perintah dari Marwah, Sayyidah segera membereskan tempat tidur dan membersihkan tubuhnya di kaTertangkap Basah
Sayyidah dan Sofyan terkejut, terlebih Sayyidah.
"Kamu?!" Sayyidah segera menarik tubuhnya dari dekaAdaptasi Dengan Kehidupan Baru
"Hahahaha, harusnya hari ini. Cuman ana baru nyampe pagi tadi, jadi di ganti besok."
"O, gitu. SalamTelefon Dari Zahra
"Bentar, lo tau dari mana? Zahra please! Jangan kasih tau siapapun! Gue ngga mau jadi gosip baru diPermintaan Marwah
"Iyakah Mah? Pasti boleh dong," ucap Sayyidah dengan wajah ceria, yang pasti tidak terlihat oleh MarMeninggalnya Marwah
Pesawat terbang meninggalkan pacuannya, air mata Sayyidah terjun bebas di pipi.
"Rasanya baru sebentaMenemani Sayyidah
Bunyi perut Sayyidah yang keruyukan berbunyi nyaring, membuat Abbas kembali mendekati Sayyidah dan mDianggap Sepupu
Mereka duduk dikursi kosong, lalu menatap Abbas tengan tatapan bingung.
"Ini siapa Say, Za?" celetukKemarahan Abbas
Tak lama kemudian Abbas sudah rapih dengan stelan koko putih dan sarung, di punggungnya terselampirCiuman Pertama
"Kamu sendiri yang narik aku. Aku kesini bawain kamu makan untuk sarapan," terang Abbas.
"Aku kira maKamu Istriku
"Terima kasih banyak Say, gue pamit dulu."
"Sama-sama Zahra."
Setelah cipika-cipiki, Zahra berjalan keBromo ( Tadabbur Alam)
"Aku ngga berhubungan dengan laki-laki manapun," sanggah Sayyidah.
"Siapa Sofyan?" Kini netra Abbas sMulai Berubah
Dari arah punggung Sayyidah terlihat seseorang menaiki pacuan kuda dengan gusar, kuda yang di naikinMasak Pagi
"Ohya! Ini aku udah buat tempe goreng, sama nasinya tadi aku taruh mana, ya?” Memindai sekeliling.
“IBolehkah aku menciummu?
“Alhamdulillah."
"Gimana kabar pernikahan kalian? Apa sudah ada calon di perutnya Sayyidah? Hehehe,”Bertemu Halimah
Sontak Abbas menghentikan aksinya dan melepas pelukannya.
“Waktu di perpustakaan kamu di apain aja saCemburu
“Iya Kak, lain kali main ya, Kak.”
“Insyaallah.” Mereka berdua cipika-cipiki sebelum akhirnya berpamPengalaman Baru
Di sebuah ruangan khusus yang di sediakan umma untuk anak-anaknya belajar, Sayyidah menjalankan aksiMerindukan Marwah
Biasanya Sayyidah hanya melihat wajah sejuknya di video ceramah yang ia putar, kini ia harus berhadaBubur Jagung dan Susu Cokelat
"Hehehe ... Ya Allah Sayyidah, ngapain ngintip kamu, aku bahkan lebih berhak dari pada itu!" ujarnyaHadir Majelis
"Bas, hello!" Melambaikan tangan di depan wajahnya.
"Oh?! Iya, ayo berangkat!" Mengerjapkan matanya dGemoy
"Siap istriku." Abbas berbalik dan memesan kepada penjualnya.
"Mau rasa apa? Sini milih sendiri." AbbBelajar Ngaji
"Jadilah diri sendiri! Jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain. Setiap orang punya keahlian danBelum Move on
Usai sholat, Sayyidah meraih ponselnya yang tergeletak di nakas.
Ia jatuhkan tubuhnya di atas kasur sAbbas
"Kamu kok ngos-ngosan? Sebentar, aku ambilkan minum." Abbas beringsut hendak pergi ke dapur, tapi taEjekan lagi
Usai sholat di dirikan semua berlihat khusyu melantunkan dzikir.
Sayyidah sekuat tenaga menahan rasaMelihat Video Bayi
"Aku baik," ujarnya singkat.
"Yakin?" Abbas menatapnya miring dari atas.
"Aku kesel aja sama istri temKetangkap Basah
Zahra
[Biar bagaimanapun dia juga suami lo, masa lo mau ngarepin orang lain yang jelas-jelas bukan haMelembutkan Hati
Sayyidah mengangkat kedua bahunya dengan acuh, ia mengambil sepotong kue dan memakannya.
"Sayyidah isInsiden
"Aku takut ketemu nenek lampir yang mulutnya kaya sambel terasi," ungkap Sayyidah lirih.
"Hust! NggakIngin Mati
Abbas memasukkan sepeda motornya ke dalam garasi yang berlangitkan kanopi, lalu ia melenggangkan kakDianggap sebagai suami
Sayyidah menganggukan kepalanya.
"Tapi, kamu milik aku 'kan?" Tiba-tiba Sayyidah memeluk tubuh AbbasKirani dan Salma
"Kita hanya mengenal satu sama lain tidak lebih dari status teman kok, kamu tenang aja!" MenggenggamRihlah ke Pantai
****
"Assalamuallaikum." Abbas memasuki asrama.
"Sayyidah," panggilnya.
"Iya." Datang menghampirinya daNikmat Allah
****
Malam harinya selepas isya, Sayyidah sibuk berkemas, memberesi barang-barang yang hendak ia bawaDrama Kirani
"Hah! Syarat? Pelit banget sih kamu jadi suami, apa syaratnya?"
"Senyum dulu!"
Sontak Sayyidah memanyPercobaan Malam Pertama
"Bang, ana mau pulang ... adek capek!" ajak Kirani setelah meneguk habis minumannya.
"Nanti, nunggu AGagal Malam Pertama
CUP
Sebuah kecupan mendarat di dahinya merambat sampai ke bibir ranum Sayyidah.
Abbas kembali mengangkIngin Punya Anak
"Ya salam Sayyidah ... sifat manis dan manjamu ini yang menjadikan aku tak bisa menahan diri." AbbasKapan Kamu Siap Punya anak?
"Hahahaha."
"Loh kok ketawa?" Sayyidah terheran menatap suaminya.
"Aku kangen sama ocehanmu, kemaren sIngin Bebas Dari Abbas
Ingin sekali berjalan mencari Sayyidah, tapi ia begitu sungkan dengan reaksi kesakitan yang menderaTolong maafkan aku!
"Hallo Sayang! Iya gue masih ikut papi nemuin investornya," tutur Sofyan seraya menutupi bagian sisiAku Minta Cerai!
"Lepas! Lepasin aku!" pinta Sayyidah sembari melototkan kedua netranya.
"Kamu istriku! Aku menyayangiKabur Dari Asrama
Sayyidah tersenyum menyeringai meletakkan kertasnya kembali ke meja.
"Akhirnya aku bebas!" Dengan girKebohongan Sofyan Terbongkar
Mereka paling suka makan bersama dalam satu tobak.
Abbas berdiri terpaku.
Pembicaraan dua temannya yanAbbas Kembali ke Asrama
Mereka mengitari pusat pembelanjaan yang cukup besar di Surabaya, keduanya telah menenteng paper bagTeguran Dari Zahra
Di hotel
"Say, ponsel lo bunyi terus tuh! Kenapa nggak di angkat? Berisik gue dengernya," keluh TasyaMemori Bersama Marwah
Sesekali ia mendengar tawanya, kelakarnya, nasehatnya dalam telinga.
"Ah! Tidak!" Sayyidah tutupi keCek Out Hotel
"Aduh! Gimana ini? Mana uang cash udah habis semua." Sayyidah menggaruk-garukan kepalanya yang tak gPertolongan Abbas
Dua laki-laki bertubuh tegap itu menggiring Abbas menuju meja resepsionis.
Sayyidah terus menatap tubKerabat Abbas
"Mau sampe kapan kamu berdiri di sini? Ayok pulang ke asrama!" titah Sayyidah dengan angkuhnya, bahkMain Kuda-Kudaan
Usai bersalam-salaman mereka membawa keduanya menuju meja makan yang cukup besar. Di atasnya sudah tAbbas Bersikap Dingin
Sayyidah menghela nafasnya, ia beranjak mengambil obat salep untuk pegal dari sling bag.
"Pake ini!"Jangan Memandang Rendah
Melihat tatapan sang suami seketika Sayyidah melepas belitan tangannya, ia terlihat canggung, lalu mMakna Hidup
Sarah, Sobri, Karim, Abbas saling berpandangan satu sama lain.
"Kemaren Abbas juga nanyain istrinyaBelajar Berbicara Lembut
Keesokan harinya
"Nanti kabarin kalau udah selesai, aku ada tugas dulu," ujar Abbas ketika mengantarkFitnah
Saat keluar dari ruangan, Sayyidah mencari gawai dalam sling bagnya sambil jalan menuju pintu gerbanMengungkap Kebenaran
Karim menatap wajah sahabatnya dengan ekspresi bingung.
"Jadi, ana mohon Rim! Beri klarifikasi yang jTragedi
Ia tersentak kaget saat Abbas tiba-tiba membuka mata dan beringsut bangun dari kasur.
"AstaghfirullahMeninggalkan Abbas
"Sampe sini aja kita udah tau sebobrok apa sikap istrinya Abbas Bang, akan lebih kasihan lagi kalauBersama Sofyan
Sontak Sayyidah membuang wajahnya ke arah lain, rasa takut menguasai batinnya saat ini. Beruntung moMenyerah
Abbas diam terpaku menatap sebuah surat yang tergeletak di atas nakas.
Ada firasat tak beres yang merKarim dan Kirani
"Sebenarnya ana marah besar sama istri antum Rim, nggak seharusnya ia ikut campur dengan urusan pribCalon Mangsa Baru Sofyan
Sofyan menggandeng tangan Sayyidah erat, netra wanita bergamis itu terus menatap wajah tampan SofyanDi Jakarta
"Tapi Say, gue sayang sama lo," kilah Sofyan seraya memajukan tubuhnya membuat Sayyidah semakin mundKedatangan Zahra
Sore Hari
Sayyidah membuka pintu kamarnya yang berhadapan langsung dengan ruang tengah, seketika Bi SDiskusi Zahra dan Halimah
"Kenapa nggak lo aja yang nikah sama Abbas?”
“Hahahaha ... Sayyidah, Sayyidah kalau Allah sudah mentaTak Lepas dari Kenangan Abbas
Hujan turun ketika sepasang sejoli sedang asik menonton TV.
Tangan kekar Sofyan merangkul pundak SayySituasi Rumit
"Dia bilang supaya antum mau bujuk Sayyidah balik ke Pasuruan. Katanya di Jakarta nggak aman untuk SDijebak
Sayyidah menghempaskan nafasnya kasar.
“Tapi jangan lama-lama, ya?! Gue mau pulang sebelum jam 9 malePenyelamatan Abbas
“Sayyidah sudah sadar?”
“Belum.” Abbas menggelengkan kepalanya seraya menghentikan langkah saat tibaMasukan Dari Paman Hamzah
Klik!
Setelah sambungan telepon di matikan, Zahra melirik ke arah Sayyidah yang masih terlihat memperCinta Suci Merajai Hati
“Antum baru pulang dari pondok?”
“Na’am, tadi sekalian bikin judul sama nyusun skripsi,” ujar Abbas.Tina ( Korban Sofyan)
“Neng Sayyidah anak sholehah, anak baik yang selalu di ajarkan nyonya Marwah sejak dulu. Pasti NengKepergok
“Pasti tenaga lo terkuras karena menangis dan banyak fikiran Tin,” ujar Zahra. Tina hanya bergemingPerdamaian Rani dan Tina
Usai mengantarkan Tina ke rumahnya, Zahra melanjutkan perjalanannya pulang.
Di tengah perjalanan ia mPerpisahan
Din din din !
Bunyi suara tlakson dari luar di barengi dengan ponselnya yang tak berhenti berdering,Menghadap Abuya
Di tempat yang lain
Setelah berhasil menemukan kedua orang tuanya di ruang tunggu, tangan Sofyan segeMenikahlah!
“Ini sudah cukup lama, bukan hanya satu, dua hari, bahkan sampai berbulan-bulan ‘kan?”
Abbas menganggMengkhitbah Halimah
Beberapa hari berlalu
Abuya dan beberapa santri mengantar Abbas mengunjungi rumah Halimah di kawasanBosan Dengan Tingkah Sofyan
Sayyidah diam terpaku, ia merasakan perbedaan kehidupannya yang sangat jauh saat tinggal bersama AbbKesadaran Sayyidah
“Zahra!” pekik Sayyidah.
Setelah memutuskan untuk mendatangi kafe langganannya dan Zahra, Sayyidah meKesedihan Bertubi-tubi
Ketiga wanita di sampingnya merasa bingung menanggapi Sayyidah, mereka saling bertatapan satu sama lKesedihan Bertubi-tubi
Ketiga wanita di sampingnya merasa bingung menanggapi Sayyidah, mereka saling bertatapan satu sama lBersatu Kembali
Seorang laki-laki yang sedang bertransaksi dengan seorang pedagang tiba-tiba konsentrasinya buyar.
“AMimpi
“Huft!”
Sayyidah mendengus kesal, ingin rasanya ia memprotes sikap dingin Abbas kepadanya, akan tetapPerjalanan Kembali
Mobil yang Abbas kendarai berhenti di sebuah rumah kecil yang sangat Sayyidah kenali.
Seketika gadisHidup Itu Misteri
Seketika Abbas mengangkat kepala dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
“Sayyidah ... aku sangatMuhasabah Diri
Abbas tampak merenggangkan pelukannya, sebuah kecupan mendarat di kening Sayyidah.
Cukup lama Abbas mJangan Isrof!
Tampak seorang wanita berdiri di depan kompor lengkap dengan sebuah kain celemek yang terikat di piBerbagi
Halaman area pondok putri menjadi ramai di siang hari, para santriwati berbaris rapi untuk mengantriKeputusan Abbas
Sahabatnya menghela nafas panjang dengan mata terpejam, nada pasrah berhembus dari ketenangan yang iPanggil Aku Abi
Sayyidah menangkap kehadiran Abbas yang berdiri di depan ruangan. Sayyidah menatapnya dengan bola maPanggilan Sayang untuk Pasangan
“Abi? Nama kamu ‘kan Abbas ... bukan Abi,” protes Sayyidah.
Abbas bergegas mendekatkan langkah kaki kDarah Malam Pertama
Walaupun hanya pertanyaan sederhana, akan tetapi terkesan lucu saat keluar dari mulut Abbas.
Laki-lakKejar Dunia untuk Akhirat
“MasyaAllah, ya?! Sangat besar kekuasaan Allah menciptakan makhluk-Nya. Allah menjadikan dua makhlukRencana Penjebakkan
Zahra, Celline, Rani dan Tasya duduk di ruang tengah sambil bercengkerama. Sayyidah datang menghampiMenjalankan Aksi
Mereka berlima mulai menyusun rencana.
Pertama-tama Sayyidah harus membangun komunikasi kembali dengKesucian untukmu
Sofyan
[Di rumah lo aja, nanti gue dateng ke situ]
[Ohya, bibi sama tukang kebun lo nggak tinggal seruHasrat Yang Terbayar
Sayyidah termenung beberapa saat menatap pintu yang tertutup. Namun, tanda-tanda suaminya masuk kembPening Kepala
Ucapan istrinya membuat Abbas terkekeh.
“Hehehe ... ini baru awal Sayang, nanti kalau melahirkan pastSalah Kirim Pesan
“Gimana sama Sofyan?” tanya Sayyidah terlontar.
“Harusnya besok dia ke sini, tapi lihat keadaan lo ..Menjelaskan
*******
Beberapa jam telah berlalu
Zahra, Tasya, Celline dan Rani telah kembali ke apartemen.
SayyidahMau Lagi
“Abi ... umi mau lagi!” ucap Sayyidah dengan nada manja.
Detik berikutnya ia menempelkan kepala di baKejahatan Terungkap
*******
Sayyidah duduk di kursi lobby hotel dengan gusar, sesekali ia berdiri dan mondar-mandir di saTipu Muslihat
“Lalu wanita mana lagi yang udah lo jadiin korban?” lanjut Sayyidah.
“Lo ngomong apa sih Sayang?” ucaKabar Kematian
Mobil yang Abbas kendarai membelah gelapnya malam, rintik-tintik hujan menyertai sepanjang jalan yanPenyakit Sayyidah
Menyadari sesuatu yang mungkin terjadi pada suaminya, Sayyidah beranjak ke dapur dan kembali denganApa Kita Bisa Punya Anak?
Sayyidah berjalan mendekati sang suami yang telah berdiri menyambutnya.
Abbas menuntun langkah kakinBayi Tabung
Setelah menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan, Abbas kembali mengajak Sayyidah berkonsultasi kepaPengobatan
Satu minggu telah berlalu ...
Sayyidah tengah menjalani pengobatan herbal seperti yang ia dan suaminyHadirnya Kirani Kembali
Usai menemani acara majelis rutinan di sebuah masjid, Abbas mendampingi perjalanan gurunya menuju teCalon Abi Baru
Sayyidah bergeming beberapa saat, akan tetapi bulir bening tak kunjung berhenti mengalir dari sudutMembujuk
Abbas memindai pandangannya kepada Sayyidah dan Kirani bergantian dengan ekspresi menuntut penjelesaAkhir Bahagia ( Tamat)
*******
Suasana pagi hari di warnai rasa kekhawatiran Abbas, saat sang istri mual muntah tanpa sebab


















cerita nya bangus banget banyak pelajaran yg di ambil dalam cerita ya.....
22/05/2022
0bagus bgt si, asal endingnya ngga gantung aja si😭😭😭😭😭😭😭buruan kaaaaaaaaaaaaaaaa kelanjutan dan endingnya selalu aku tungguuu untukkk alur cerita yg satu ini🥰🥰🥰🥰
28/02/2022
2suka banget
29/04/2025
0Seruu
23/03/2025
0ceritanya sangat bagus
16/03/2025
0oke
05/03/2025
0bagusss bgttt, kenapa ga di lanjut ya??
22/02/2025
0seru banget
20/02/2025
0ceritanya sangat bagus dan saya tertarik dgn novel nya
19/08/2024
0ditunggu selanjutnya kalok ada lagi
19/08/2024
0