Kabuuan : 37Galau tanpa kabar dari Yuna
Berkali-kali Beno mengecek ponsel. Sudah dua jam dia meninggalkan pesan, tapi Yuna belum juga membal
readmore Tak Sabar Bertemu Yuna
Beno menuruni tangga dengan bersenandung, wajahnya ceria. Jari besarnya usil mengacak rambut Deana,
readmore Kepulangan Yuna
Setelah mengantarkan Deana, Beno mengarahkan motornya ke rumah Andre, dia tak langsung ke tempat Yun
readmore Ada Yang Berbeda
Beno memilih untuk kembali duduk di teras, dari pada dia kehilangan kontrol diri. “Shit!” umpatnya p
readmore Masa Lalu Beno
Deana berdecih melihat kakak sepupunya berbinar menatap layar ponsel, dia pasti sedang berbahagia ka
readmore Siapa Lelaki Itu?
Om Rudi mengumumkan bahwa nanti malam akan ada perayaan sederhana ulang tahun perusahaannya. Perayaa
readmore Berakhir Tragis
Beno menunggu penjelasan, Yuna mencoba menarik tangannya dari genggaman lelaki berkemeja biru itu. N
readmore Menangisi Kehilangan
Beno mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, hatinya kacau tapi otaknya masih bisa diajak berp
readmore Beno Kecelakaan
Beno melajukan motornya tanpa arah. Dia bingung akan mencari Yuna di mana. Di kost'annya sudah pasti
readmore Menyembunyikan Keadaan Beno
Om Rudi lebih dulu sampai dibandingkan Andre, Briptu Ahmad langsung menemuinya dan menyerahkan ponse
readmore Ingin Ditengok Yuna
Saat pertama kali membuka matanya dua hari lalu, yang dilihatnya adalah wajah ibunda yang basah kare
readmore Maafkan Aku, Mam
Sudah dua minggu Beno di rumah sakit, kondisinya mengalami kemajuan yang cukup baik. Bahkan tim dokt
readmore Kamu Gila, Ben?!
Andre menatap Beno dengan tatapan tak percaya, dirinya benar-benar syok. Bukan karena Beno berubah m
readmore Makan Siang Bersama dengan Mantan Calon Mertua
Setelah mengutarakan maksudnya, Beno segera pamit, tetapi ditahan oleh Papa Yuna. Beno diminta untuk
readmore Nekad
Sepulang dari Cirebon, Beno mulai menata kembali hidupnya, sampai suatu hari ada telepon dari Sarah,
readmore Dewangga
Andre hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Beno yang sedari tadi uring-uringan karena nomornya di
readmore Kesepakatan
Hari ini Beno sudah kembali ke kantor. Urusan skripsinya dilakukan secara online, untung saja para p
readmore Sandhya
Seorang gadis berseragam mengusap peluh di dahinya. Hari ini kafe tempatnya bekerja sangat ramai, sa
readmore Menikmati Hidup Ala Beno
Saat kembali dari toilet, makanan yang dipesan oleh Beno sudah tersaji di meja. Bahkan
readmore Salah Sebut Nama
Malam belum begitu larut, jalanan pun masih sangat ramai. Beno mengendarai mobilnya dengan kecepatan
readmore Melihat Yuna
Suara gelak tawa menggelegar, empat orang pemuda duduk berhadapan. Suasana kafe yang ramai tak menyu
readmore Kasih Gue Kesempatan, Sekali Saja
Jendela dibiarkan terbuka, cahaya bulan purnama menerangkan kamar yang sengaja digelapkan. Lelaki it
readmore Tahu Diri Dikit, Ben
Beno menunduk di atas roda kemudi mobilnya. Suasana hatinya semakin kacau setelah bicara dengan Dewa
readmore Elo Yang Hamil, Kenapa Gua Yang Tanggung Jawab?
Ruangan berukuran lima kali delapan meter itu mendadak ricuh karena ulah salah satu penghuni di sana
readmore Permintaan Om Rudi dan niat baik Tante Nina
“Malem, Tante,” ucap Beno sembari menenteng tas kerjanya. Tante Nina yang sedang duduk menonton tele
readmore Akhir Pekan Tak Terduga
Waktu berjalan begitu cepat, hari minggu yang ditunggu oleh Tante Nina akhirnya datang juga. Adik ka
readmore Cinta Yang Tulus
Drea's cafe cukup ramai karena saat ini akhir pekan. Pemuda itu tak pusing mencari meja kosong, kare
readmore Anak Baru
Pemuda tampan itu terus menggerutu melihat tumpukan berkas di mejanya yang tak juga berkurang. Beno
readmore Pecel Lele
Tepat pukul sembilan malam, Beno berhasil menyelesaikan tugasnya. Tubuh tegapnya disandarkan pada sa
readmore Prasangka Adelia
Siang ini Beno kedatangan tamu, dua gadis cantik yang sudah lama dikenalnya. Mereka adalah Rika dan
readmore Taruhan Beno dan Evan
Beno datang terlambat, ketiga sahabatnya memasang ekspresi berbeda menyambut kedatangannya. “Tumben t
readmore Dasar Bendot!
Sudah enam bulan sejak kesepakatannya dengan Evan, Beno masih belum mendapatkan kesempatan bicara de
readmore Bicara Dengan Yuna
Beno mengibaskan sebuah undangan di tangannya, lalu melemparnya ke atas meja. Wajahnya tertekuk, rau
readmore Bara?
Andre menepuk bahu Beno, memberi dukungan pada sahabatnya yang baru saja melepas masa lalunya. “Udah
readmore Bertemu Lagi
Mata tajam Beno memindai perempuan yang berdiri di hadapannya. Wajah cantik dengan rambut hitam leba
readmore Buat Janji Dengan Bara
Sudah seminggu berlalu, Beno belum bisa sepenuhnya melupakan Yuna. Seharusnya dia tak boleh ingkar j
readmore Bara dan Sandhya
Usai salat Subuh Beno sudah sibuk mempersiapkan diri. Sampai membuat Tante Nina dan Deana heran meli
readmore
ceritanya sangat seru dan bagus
12/04
0bagus banget
22/02
0Joss
30/01
0sangat bagus
31/12
0menarik
15/12
0sanggat bagus
29/11
0bgus
28/10
0seruuuu
27/09
0Kerennn
24/08
0mantp
15/08
0