ทั้งหมด : 83บทที่ 1 Melangkah dengan Berat
~ Masa Sekarang ~ Tubuh pemuda jangkung nan tinggi itu bergetar, bukan karena hujan deras yang menerp
readmore บทที่ 2 Kesempatan Kedua
~ 3 tahun yang lalu ~ Senja terlihat begitu indah di daerah pesisir pantai. Matahari telah menyusup d
readmore บทที่ 3 Awal Takdir Baru
“Kenapa Bima lama sekali pulang, hari ini Mas?” Mirna keluar dari dalam rumah menuju ke teras. “Bias
readmore บทที่ 4 Kehangatan Hati
Raka terduduk di pinggir tempat tidur. Ayam telah berkokok berulang kali. Dia tak merasakan sakit ke
readmore บทที่ 5 Bayang-bayang Kelam
Raka berada di pinggir di area sundeck kapal pesiar. Biasanya area sundeck yang dipergunakan penumpa
readmore บทที่ 6 Bangkit dari Keterpurukan
Setelah tujuh hari tinggal di rumah Sudar dan Mirna, Raka baru tahu bahwa nama kota kecil ini adalah
readmore บทที่ 7 Keras tapi Indah
Teriknya matahari pagi ini membuat Raka sedikit bergeming. Benar kata Bima, mungkin tubuhku terlalu l
readmore บทที่ 8 Perasaan yang Membuncah
Gadis berwajah oriental bernama Mei Mei itu sedang berada di klinik Tanjung Leidong. Tentu saja tuga
readmore บทที่ 9 Membuncah secara Berlebihan
Hari ini, Mei Mei berniat untuk mencari tahu tentang pemuda yang sangat, sangat menganggu pikirannya
readmore บทที่ 10 Cinta yang Bergejolak
Malam ini, Mei Mei termenung di dalam kamar. Kamar yang terlihat mewah dengan segala perabot yang te
readmore บทที่ 11 Kasih Syang yang Tumbuh
Pagi pagi sekali Mei Mei sudah bersiap dan bergegas keluar rumah. Tujuan adalah kantor administrasi
readmore บทที่ 12 Kecil Tak Berarti Menyedihkan
“Ka… kamu mau makan di luar? Kita ke Kota Tanjung Leidong yuk,” ajak Bima. Pemuda itu baru saja meny
readmore บทที่ 13 Dugaan yang Tak Mungkin
“Pemuda itu sangat terpukul dengan kejadian kemarin? Apa kamu tidak merasa bersalah?” tanya seorang
readmore บทที่ 14 Perhatian dalam Diam
Dalam beberapa hari ini, Mei Mei telah memperhatikan Raka secara diam-diam. Melihat pemuda itu yang
readmore บทที่ 15 Hati dan Keistimewaanya
Malam ini, di kamar tidur, Mei Mei merenung akan kejadian tadi siang. Gadis itu memang melihat perbe
readmore บทที่ 16 Cinta yang Belum Kelar
Cinta. Itu yang dirasakan oleh Mei Mei saat ini. Cinta yang bersemi di dalam hati, tapi belum indah
readmore บทที่ 17 Mempermalkan Diri tanpa Sadar
Di café yang berdesain sederhana, terlihat begitu banyak orang yang menikmati makanan dan minuman da
readmore บทที่ 18 Pemberian Berkedok Cinta
“Sudah saya berikan kepada Mas Raka, Ci. Makanan yang dititipkan ke saya. Jam 10 pagi saya pergi ke
readmore บทที่ 19 Pengembalian tanpa Alasan Tepat
“Pak Bowo, ada apa pak?” Raka bertanya kepada pria berprofesi sebagai supir pemilik perkebunan. Dia
readmore บทที่ 20 Keputusan Terikat Perjanjian
“Halo….” Bima menyapa panggilan yang masuk. “Siapa ya?” tanyanya. Panggilan masuk itu berupa sederet
readmore บทที่ 21 Pertimbangan yang Sulit
Untuk Bang Raka. Maaf jika kehadiran surat ini mengganggu abang lagi. Saya hanya ingin menyampaikan b
readmore บทที่ 22 Harta, Tahta dan Wanita
Beberapa penjaga dengan seragam rapi, berdiri di depan halaman gedung berdesain mewah. Gedung yang d
readmore บทที่ 23 Pencarian yang Nihil
~Pagi Hari Di Rumah~ Duduk seorang pria tua yang berumur sekitar 60 tahun di sofa utama dari rumah ya
readmore บทที่ 24 Keangkuhan yang Mendarah Daging
~Pagi Hari di Kantor~ “I don’t want this shit happen again someday. Jangan sampai saya menunggu terla
readmore บทที่ 25 Mencium Kebusukan
Di dalam ruang makan yang lebar dan mewah, telah tersedia jamuan makan siang yang terlihat tidak sep
readmore บทที่ 26 Patah Hati yang Harus Diobati
Sudah tiga bulan semenjak Raka menolak cinta Mei Mei, gadis itu telah kembali bekerja walaupun tak s
readmore บทที่ 27 Jangan Rebut Kehangatan Ini
Enam bulan. Tak terasa telah enam bulan Raka berada di Tanjung Leidong. Menikmati kehangatan kasih s
readmore บทที่ 28 Keindahan Bagian Barat
Untuk mengabulkan keinginan Raka, mereka berdua –Bima dan Raka- harus menempuh tujuh jam perjalanan
readmore บทที่ 29 Sahabat yang Belum Terlupakan
“Ini Bim… diminum. Yang ada aja ini,” tawar seorang pemuda kepada Bima yang sedang duduk di kursi ka
readmore บทที่ 30 Menuju Shelter 1
Ke empat pemuda yang memliki karakter yang berbeda telah sampai di Pos Registrasi. Pos pertama untuk
readmore บทที่ 31 Pendakian Penuh Drama
Setelah mencapai Shelter 1 dalam waktu satu jam, mereka berempat berisitirahat di lokasi. Terlihat b
readmore บทที่ 32 Pertolongan Pertama yang Memalukan
Byuuuur. Hujan mengguyur dan menerpa dedaunan di pepohonan. Setengah jam yang lalu mereka telah menin
readmore บทที่ 33 Momen yang Aneh
Dua tenda telah berdiri. Satu untuk Yusri dan Agus, yang satu lagi tentu untuk Raka dan Bima. Setela
readmore บทที่ 34 Curahan Hati kedua Insan Part 1
“Ka… bangun.” Bima menepuk-nepuk pipi Raka dengan lembut. Berulang kali dilakukannya hal itu sampai p
readmore บทที่ 35 Curahan Hati Kedua Insan Part 2
Raka merasa gelisah malam ini. Sudah berusaha memejamkan mata tapi tak bisa tidur sama sekali. Sudah
readmore บทที่ 36 Kenangan Tak Terlupakan
Episode 36 Kenangan Tak Terlupakan Dua malam, Bima dan Raka beserta kedua temannya berada di Puncak Pi
readmore บทที่ 37 Perhatian Hangat
Raka telah bersiap untuk pulang dari perkebunan, hari ini. Menyiapkan seluruh perlengkapan yang diba
readmore บทที่ 38 Kekhawatiran yang Memuncak
“Raka… bangun.” Mba Mirna mengetuk beberapa kali di pintu kamar Raka. Raka tersentak mendengar panggi
readmore บทที่ 39 Hati yang Terluka
Dentingan suara sendok yang menyentuh mangkok terdengar perlahan. Mba Mirna sedang menyulangi Bima y
readmore บทที่ 40 Gelagat yang Aneh
Pagi hari Mei Mei telah mencari tahu bahwa Raka sudah tidak masuk di perkebunan cukup lama. Lima har
readmore บทที่ 41 Bertemu Kembali
Episode 41 Bertemu Kembali Sudah tiga hari Bima keluar dari Klinik, dan baru hari ini dia bekerja kemb
readmore บทที่ 42 Gayung Bersambut
Telah empat hari terlewati setelah pertemuan Raka dan Mei Mei di restauran seafood di Tanjung Leidon
readmore บทที่ 43 Kecelakaan Tak Terduga
Seperti biasa, rutinitas pagi dikerjakan oleh Raka. Pagi hari telah berangkat dari rumah menuju perk
readmore บทที่ 44 Kunjunganan Malam Hari
“Halo… selamat malam.” Bima yang sedang duduk di sofa, menoleh ke arah sumber suara. Melirik ke arah
readmore บทที่ 45 Keputusan yang Berat
Raka keluar dari klinik dan sampai di rumah sebelum jam 12 siang. Kondisinya badannya sudah terasa l
readmore บทที่ 46 Takdir yang harus dijalani
Dengan langkah berat, Raka masuk ke gerbang utama setelah Bima menurunkannya di depan kantor perkebu
readmore บทที่ 47 Tampan, Baik dan Cerdas
Perusahaan perkebunan yang memiliki hampir 1000 karyawan, baik yang tetap atau paruh waktu, memiliki
readmore บทที่ 48 Emosi Tak Terkendali
Beberapa pemuda memasuki mini market, satu-satunya di Kota Leidong. Mereka berpakaian trendy
readmore บทที่ 49 Kehangatan keluarga
Seperti biasanya, jika ada waktu luang, mereka akan duduk dan bercengkrama di teras. Malam ini perso
readmore บทที่ 50 Kesedihan Melanda
Pria yang memiliki hampir seluruh uban di kepala, sedang merenung di kursi kerja. Kedua tangan berad
readmore บทที่ 51 Perjanjian yang Tergugah
“Bagaimana pekerjaan di kantor, Bang?” Mei Mei bertanya seraya memperbaiki geraian rambut yang terke
readmore บทที่ 52 Sebuah Keinginan
Kedua sejoli itu masih menikmati indahnya pantai di sore hari ini. Bercengkrama sambil berpelukan me
readmore บทที่ 53 Sahabat
Bima dan Raka baru saja keluar dari lapangan futsal. Mereka baru menyelesaikan pertandingan futsal d
readmore บทที่ 54 Tanda Cinta
Hampir setiap akhir pekan, Raka dan Mei Mei bertemu. Mereka menceritakan kisah masing-masing pada sa
readmore บทที่ 55 Hasutan
Enam bulan telah berjalan dari hubungan yang dijalin Raka dengan Gadis Tionghoa ini. Setiap akhir pe
readmore บทที่ 56 Perjalanan Waktu
Mentari begitu cerah menyinari pagi ini. Matahari tetap sama, tapi pagi ini begitu cerah sinarnya te
readmore บทที่ 57 Ancaman
Di satu bangunan, terpampang sebuah nama bertembok batu di depan pintu masuk “Pusat Rehabilitasi” de
readmore บทที่ 58 Mencari Tahu
“Mee… ada yang wa mau bicarakan?” Erick masuk ke dalam ruang tamu di lantai dua. Wanita setengah baya
readmore บทที่ 59 Harga Diri
Pagi-pagi sekali, Nyonya Tako sudah berada di dalam kantor KTU. Bapak KTU saja sampai terkejut ketik
readmore บทที่ 60 Pilihan
Tiga hari Mei Mei tidak keluar kamar. Dia dikurung oleh Ibunya. Selama itu, makanan diantar di kamar
readmore บทที่ 61 Dua sisi mata uang
Terdengar suara klakson mobil dua kali dari halaman rumah. Mirna segera berhenti dari pekerjaan yang
readmore บทที่ 62 Intuisi
Terdengar ketukan sepatu beradu dengan lantai marmer dari pemilik yang memakai setelan jas berwarna
readmore บทที่ 63 Rencana Licik
Tiga bulan sudah Raka dan Mei Mei menjalani hubungan jarak jauh antara Kota Tanjung Leidong dan Kota
readmore บทที่ 64 Pesan berbentuk Kode Tersembunyi
“Ka, jika kamu pulang ke Malaysia suatu saat nanti, apa kamu akan tetap menghubungi kami di sini?” Ra
readmore บทที่ 65 Pertemuan
“Halo… selamat malam. Saya mendapatkan nomor anda dari bawahan saya.” Seorang lelaki berbicara di uj
readmore บทที่ 66 Berita Gembira
Khairi yang bertubuh idealis dan tinggi, berjalan dengan gagah ke arah restoran di hotel bintang lim
readmore บทที่ 67 Rencana yang Gagal
Malam ini Raka dan Bima keluar untuk mencari makanan. Mereka menggunakan sepeda motor ketika berangk
readmore บทที่ 68 Rindu yang Tersayat Part 1
Dengan bantuan Khairi, Raka diam-diam bisa pergi ke Kota Medan. Hanya anggota keluarga yang di rumah
readmore บทที่ 69 Rindu yang Tersayat part 2
Terdengar nada dering handphone berbunyi. Pria tua yang sudah banyak memiliki uban di kepalan
readmore บทที่ 70 Cerita yang belum diceritakan.
Lelaki gagah berkulit hitam manis membolak-balik menu makanan. Wajahnya memperlihatkan raut yang ser
readmore บทที่ 71 Tanda tanya (?) Part 1
“Kok ada helikopter ya? Sepertinya, helikopter sering muncul di langit Tanjung Leidong ini, akhir-ak
readmore บทที่ 72 Tanda tanya (?) Part 2
“Mengapa saya harus dibawa sejauh ini, Bang Khairi?” tanya Raka sambil duduk di kursi mewah terbuat
readmore บทที่ 73 Pembuat Onar dan pengkhianat
Dalam satu bulan ini, Raka sering ke Jakarta dengan Khairi. Mereka lebih focus dengan kasus Raka di
readmore บทที่ 74 Penguntit (Stalker)
“Ini hasil jepretan orang yang aku sewa. Jangan ingkar janji, Ko. Pokoknya dekatan aku dengan
readmore บทที่ 75 Penghasut (Instigator)
Tuan Tako sedang beristirahat di kamar. Menyenderkan punggungnya di kepala tempat tidur. Memejamkan
readmore บทที่ 76 Surat Terakhir
Untuk Adikku, BIMA .Kata maaf dari abang, pastinya tak akan menghapus kekesalan kamu kepada
readmore บทที่ 77 Surat Terakhir 2
Tadi malam, Pak KTU telah menelpon Raka untuk hadir ke kantor pagi ini. Sudah lima hari kerja, pemud
readmore บทที่ 78 Kabar Berita
“Jadi… gimana kabar Bang Raka setelah kejadian itu, Pak Bowo?” tanya Mei Mei dengan wajah cemas. Pak
readmore บทที่ 79 Campur Tangan 1
Raka membaca pesan Mei Mei, bahwa gadis itu telah menunggunya di restoran tempat mereka biasa bertem
readmore บทที่ 80 Campur Tangan 2
Malam gelap dibarengi hujan deras, Raka berlari menembus hujan itu beberapa ratus meter dan akhirnya
readmore บทที่ 81 Permintaan Maaf
Sosok pemuda jangkung, berkulit putih tapi tak terlihat pucat lagi saat ini, berbaring di kamar. Mem
readmore บทที่ 82 Flashback
~Beberapa tahun lalu di Kuala Lumpur~ Bersimpuh seorang pemuda di dalam ruangan kantor
readmore บทที่ 83 Jalan Hidup
Laut yang terhampar luas dengan deburan ombak yang menerpa bebatuan di pinggir pantai, seolah-olah m
readmore
sungguh menyenangkan membaca nya , ada suka dan duka , di alur ceritanya sehingga ikut terbawa ke dalam cerita
03/01/2022
0bagus
24/06
0hebat
05/04/2025
0bagus sekali
28/03/2025
0Aplikasi yang sangat bagus.
28/01/2025
0Cerita yang sangat menarik. Banyak hal yang tak terduga.
18/01/2025
0good
04/02/2023
0bagus
24/08/2022
0sedih
23/06/2022
0mntappppp
04/06/2022
0