- ทั้งหมด: 35
บทที่ 1 Sabun Kecil Mungil
Sabun hotel di tas kerja suamiku
"Mas, sudah siang nih, jangan lama lama dong mandinya, bajunya sudah
บทที่ 2 Terima Kasih Suamiku
Ya beli di toko sembako lah, masak beli di warung nasi padang. Aku langsung berangkat saja, hilang s
บทที่ 3 Pura Pura Bodoh
Kemudian kulanjutkan membaca chat berikutnya, ternyata dari Sita, teman lama ku saat dulu di sekolah
บทที่ 4 Pura Pura Baik
Kenapa ya suamiku tiba tiba jadi berubah seribu derajat, apa karena memang dia baru sadar kalau aku
บทที่ 5 Masih Sabun Imut Itu Lagi
"Oh begitu ya. Emangnya Mas sudah sering ya nginep di villa atau di hotel hotel gitu? Sepertinya kok
บทที่ 6 Mengalah Untuk Menang
"Sebentar deh Mas, setelah aku urutin dari awal pas aku nemuin sabun itu di tas kamu, sampai penjela
บทที่ 7 Keterkejutan
Jadi kira kira dari mana ya Mas Huda punya uang sebanyak itu? Ah suatu saat aku pasti akan mengetahu
บทที่ 8 Iya Ma
Berbagai fikiran jelek tentang Mas Huda melintas dibenakku. Apakah benar suamiku berselingkuh dan si
บทที่ 9 Kau Anggap Apa Aku Mas?
Terus siapa yang tadi pagi kamu panggil "Mama" "saat kamu mengigau tadi pagi Mas?"
Pertanyaan ku ini
บทที่ 10 AmiSiBungaMawar
Kenyataan apalagi ini Mas, begitu banyak hal yang kamu sembunyikan dariku. Pasti mereka semua saat i
บทที่ 11 Kehambaran
Saat itu juga langsung terasa sangat sakit hatiku ini, benar sekali itu adalah Mas Huda. Apa lagi ya
บทที่ 12 ArjunavsAmi
Adzan magrib berkumandang membuyarkan lamunanku, segera aku mengambil air wudhu dan melaksanakan sha
บทที่ 13 Tante Mirna
Tin tin tin
Suara klakson tersebut sukses membuatku terkejut. Kutengok jam di dinding menunjukkan puk
บทที่ 14 Sebuah Rencana
Chat di aplikasi hijau itupun ku akhiri. Restauran tempat mereka janjian pun aku sudah tau tempatnya
บทที่ 15 Maaf Mas Aku Mengerjaimu
Setelah shalat subuh, aku pun langsung memasak makanan kesukaan Mas Huda, suamiku itu sangat menyuka
บทที่ 16 Dapat Kartu As
Kulihat sebuah mobil merah mengkilat memasuki parkiran restoran, kemudian keluar seorang wanita paru
บทที่ 17 Berakhir Dengan Indah
SKAKMAT!!
Wajahnya seketika pias dan berubah seperti kepiting rebus, duduknya pun kelihatan sudah tak
บทที่ 18 Satu Fakta Baru
"Setiap rumah tangga itu bermasalah, yang perlu diselesaikan itu masalahnya, bukan rumah tangganya.
บทที่ 19 Tuhan Tutuplah Aib Suamiku
Benarkah semua yang Tante Ami barusan katakan? Benarkah Mas Huda merasa kalah dariku? Padahal aku ta
บทที่ 20 Heny Yang Malang
Sore itu ketika pulang ke rumah suasana begitu mendung, memang saat ini sedang musim hujan sih. Suas
บทที่ 21 Kecolongan Lagi
Kukira saat aku sampai dirumah, Mas Huda sudah sampai duluan ternyata aku salah dirumah masih tak ad
บทที่ 22 Positive Thingking Kepada Allah
Jujur saat ini hatiku dilema, langkah apa yang saat ini harus kuambil? Rasa cinta pada Mas Huda masi
บทที่ 23 Bertemu Tante Ami
Pukul sepuluh lebih empat puluh lima menit, aku sudah sampai di tempat tujuanku, segera ku pilih tem
บทที่ 24 Suami Semakin Tejerumus
"Apa yang Tante katakan semua ini adalah tanpa kebohongan? Aku ingin tak ada yang di tutup tutupi,"
บทที่ 25 Heny Mengalami KDRT
Mobil ku kujalankan pelan menuju rumah Heny, sambil tak henti mulutku beristighfar. Handphone di dal
บทที่ 26 Sama-Sama Tersakiti
Memang si Desta sungguh keterlaluan, namum dosakah jika aku mendukung perceraian mereka? Karena perc
บทที่ 27 Desta Memilih Selingkuhanya
"Desta, Nanik apa yang sedang kalian lakukan?!!!" teriak Heny, namun tak terlalu keras sepertinya ka
บทที่ 28 Pertentangan Hati Heny
Pukul enam malam kami baru sampai di rumahku, motor Mas Huda belum juga kelihatan di garasi. Ya Alla
บทที่ 29 Kabar Buruk
"Hahaha apa apan sih kamu ini. Kamu mau tinggal disini sampai kapanpun loh boleh, mlah aku akan sena
บทที่ 30 Duka Yang Sesungguhnya
"Maaf Bu, kami sedang tidak bercanda. Kami dari kepolisian. Tolong dijawab, apakah benar ini kediama
บทที่ 31 Semua Berjalan Sesuai Kehendakmu
"Mbak Wid, sudah di parkiran rumah sakit loh ini. Mbak," suara Pak Giyo membangunkanku pagi itu.
Aku
บทที่ 32 Nasi Sudah Menjadi Bubur
"Mbak Widya kenapa Mbak?" tanya Pak Giyo yang cemas dan menungguku di luar toilet.
"Tidak tahu apa mu
บทที่ 33 Anugerah Dari Tuhan
"Mbak Wid, saya boleh kembali ke Gresik sekarang? Atau Mbak Widya mau di temani lagi?" tanya Pak Giy
บทที่ 34 Tuhan Maha Segala
"Bu, mari ikut saya segera menuju ke UGD," kata dokter tersebut sambil mengalungkan stetoskopnya di
บทที่ 35 Happy Ending
"Mbak, bisakah mengantarkanku ke pengadilan agama? Aku ingin melayangkan gugatan cerai pada Desta."
seruuu
16/09
0ceritanya bagus
24/08
0Ceritanya bagus kak
06/05/2025
0baguss
17/03/2025
0mantap cerita nya 👍🥰
22/11/2024
0Kisah Yg Sangat Menarik dan Bisa diJadikan Pelajaran,Semangat Kak,Menerbitkan Kisah2 Menarik Selanjutnya
16/11/2024
0semoga aku dapat demen
26/07/2024
0bgus
15/07/2024
0bagus
27/06/2024
0Ceritanya sangat menarik saya sangat suka sekali karena saya suka membaca
24/06/2024
0