Jika kebahagiaan hanya milik orang orang kaya, maka orang miskin juga berhak kaya. Dayat, seorang anak kampung miskin, berjuang sekuat asa agar bisa keluar dari belenggu penderitaan hidup yang bertubi tubi. Mampukah Dayat berlari dari jerat kemiskinan?. Mampukah ia menggapai mimpi yang sudah semenjak kecil ia pupuk dan ia rawat?. Bagaimanakah perjalanan lika-liku hidupnya yang penuh rintangan dalam menempuh jalan impian. Ikuti perjalanan hidup seorang manusia tangguh dalam novel JALAN IMPIAN !
begitu lah perjuangan seorang ibu yang selalu nyiapin apa saja untuk keluarganya
09/08/2022
0
Aisyah Oktavia
bagus cerita nya
29/09
0
Hansselsamaloisa2011
apk ini sangat baguss
21/09
0
KullYanzz
anjayy mntab
09/05/2025
0
RamadhanFikri
keren
19/04/2025
0
ツFROZZ
bismillaj
16/04/2025
0
AprilFachrie
mantapp
12/04/2025
0
SupardiFirmansyah
keren
07/03/2025
0
Rava Arrafi Setiawan
Saya tidak mencapai apa-apa hari ini. Tidak ada satu hal pun yang produktif. Tapi aku bergaul denganmu, jadi, ya, hari ini bagus.🎉aku mau diamond ff geratis ff max
22/09/2024
0
tasnimputeri
👍👍
18/09/2024
0
ทั้งหมด: 48
บทที่ 1 Dilahirkan Bange
Desa berpenduduk seratus tujuh puluh kepala keluarga itu memancarkan kebersahajaan. Pepohonan mahoni
บทที่ 2 Sebuah Nama
Hasan sedang menggendong buah hatinya. Sesekali ia mencubit manja pipi bayi mungil itu. Sembari menu
บทที่ 3 Beban Pikiran
Saat ini Aminah belum bisa pergi ke sawah karena bayinya yang masih kecil. Hasan akhirnya mengambil
บทที่ 4 Semut Nakal
“Begini saja Bang, nanti saya sama si kecil yang pergi mamuro, agar abang tidak perlu tergesa-gesa
บทที่ 5 Si Kecil yang Imut
Semakin hari si kecil semakin menggemaskan. Ia tumbuh seiring detakan jarum jam yang selalu setia me
บทที่ 6 Mainan di Pasar Malintang
Ayam berkokok. Mentari mulai membangunkan bumi. Sebagian kaum laki-laki mulai terlihat menunggu angk
บทที่ 7 Hujan Sakit
Gumpalan-gumpalan air jatuh dari langit membasahi desa Bange. Kerumunan anak-anak sedang bermain-mai
บทที่ 8 Sampuraga
Suara jangkrik bersahutan menemani orang-orang yang masih belum memejamkan mata. Suara bising yang t
บทที่ 9 Sekolah Dasar
Bagi Hasan, perputaran jarum jam itu seperti kilatan petir yang sedang menyambar sebuah pohon di bum
บทที่ 10 Sawah
Anak-anak berseragam merah putih berjalan merayap bak gerombolan semut yang hendak mengerumuni gula.
บทที่ 11 Marga
“Batu, ayah dimana ?” sahut seorang laki-laki berbadan tinggi yang tiba-tiba menghampiri anak-anak y
บทที่ 12 Hutang Ayah
Lelaki berperawakan tegap itu berjalan menyusuri malam. Seolah besok tidak ada lagi siang. Langkahny
บทที่ 13 Juara Satu
Anak itu berjalan tergesa-gesa menuju rumahnya. Ia tidak sadar lagi siapa saja orang yang dilewatiny
บทที่ 14 Tidak Ada Uang Jajan
Mentari pagi memperlihatkan senyum indahnya kepada penduduk bumi. Burung-burung camar berkicau menya
บทที่ 15 Airmata Beras
Lelaki itu bersiap-siap pergi ke sawah. Beberapa hari ini ia tidak bisa menderes pohon karet karena
บทที่ 16 Bintang Jatuh
Gantungkan mimpimu setinggi bintang di langit, untaian kalimat yang selalu Dayat dengar dari lisan k
บทที่ 17 Kelereng
Mentari beranjak naik ke langit. Panas yang dihasilkannya ditransfer ke bumi. Benda raksasa itu seol
บทที่ 18 Rumah Setengah Jadi
Hidup bak roda berputar. Kesedihan tak akan selamanya menghampiri karena masih ada tawa. Kelam malam
บทที่ 19 Memancing dan Kecemasan
Segerombolan anak-anak desa itu berduyun-duyun ke arah barat. Tangan mereka tampak membawa pancing.
บทที่ 20 Mangalamek Mangalomang
Setelah pemerintah menetapkan satu ramadhan selepas shalat Maghrib tadi, Semua stasiun televisi berl
บทที่ 21 Parbotan
Suara takbir menggema. Lantunan kalam kebesaran Ilahi bersahutan di atas bumi tuhan. Masyarakat seka
บทที่ 22 Panyabungan
“Dayat temani ayah ke Panyabungan ya ?” “Ada apa Yah ?” “Ayah mau bayar pajak motor” “O. Iya Yah” “Dayat
บทที่ 23 Surga di Mandailing
“Nah ini dia Aek Godang” ujar Hasan kepada anaknya ketika sudah sampai di tempat yang sangat menakju
บทที่ 24 Oleh Oleh untuk Emak
“Ayah, jangan lupa oleh-oleh buat emak” ujar Dayat di atas sepeda motor yang sedang melaju dengan ke
บทที่ 25 MTSN Siabu
“Selamat Datang di MTs Negeri Siabu” tulisan besar itu terpampang di gapura sekolah. Tulisan dengan
บทที่ 26 Sang Juara
Hari ini adalah hari yang paling dinantikan semua siswa MTsN Siabu. Dari pukul tujuh pagi, mereka su
บทที่ 27 Membandel
Dayat tampak bukan seorang sosok yang utuh seperti dulu lagi. Sekarang ia seolah terombang-ambing ba
บทที่ 28 Kemaafan Ayah
“Ayah sama sekali tidak pernah menyangka, kalau prestasi sekolahmu semakin hari semakin menurun. Dul
บทที่ 29 SMA Plus dan Pesantren
Mentari pamit pulang ke ufuk barat. Burung-burung hilir mudik menuju peraduan. Senja menyapa jagat r
บทที่ 30 Nilai UN Tertinggi
Seberkas cahaya telah menggantikan kelam malam. Mentari mulai memperlihatkan senyumnya di kaki bukit
บทที่ 31 Pesantren Musthafawiyah
Angkutan umum berwarna putih melaju meninggalkan masa lalu Dayat di desa Bange yang bersahaja itu. J
บทที่ 32 Aek Singolot
Sungai itu mengalir deras mengiringi kisah hidup para santri di dalam pondok-pondok nan kecil dan se
บทที่ 33 Gordang Sambilan
“Teman-teman kita nanti ke Panyabungan ya ?” ujar Syukron. “Mau ngapain Ron ?” tanya Dayat. “Aku mau b
บทที่ 34 Perselisihan
Tidak seperti hari biasanya, hari ini suasana di pemondokan santri putra tampak legang. Hanya bebera
บทที่ 35 Pantai Barat
Berbagai jenis bus dan angkutan umum berjejer di pinggir jalan raya lingkungan pesantren. Sebagian b
บทที่ 36 Orja
Suasana di rumah itu terlihat ramai. Ruangan utama dihiasi berbagai jenis kain dan sulaman nan menaw
บทที่ 37 Hasrat Tak Sampai
Dayat pandangi wajah kedua orangtuanya yang sedang berada di ruang tengah rumah. Dari pintu kamar, i
บทที่ 38 Hijrah
Sore nan indah di bawah lintasan pelangi. Burung-burung camar bernyanyi di ranting pohon nan rindang
บทที่ 39 Pekanbaru
“Selamat Datang di Kota Pekanbaru”, sebuah kalimat yang berada di kedua tiang gapura dengan atap kha
บทที่ 40 Surat Kecil untuk Emak
Anak muda sang pemimpi itu merenung di sudut malam. Di dalam kamar kos, ia masih saja belum bisa men
บทที่ 41 UIN Suska Riau
“Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau” tulisan indah itu terukir dengan megahnya pada g
บทที่ 42 Kuliah, Bekerja, Sastra
Anak muda itu tampak mengangkati semen ke atas beko. Tak sedikitpun ia tunjukkan rasa penatnya kepad
บทที่ 43 Surga di Rumah Sahabat
“Yat, apa kabar ?” “Alhamdulillah kabar baik Ki” “Hari ini kita tak ada tugas kuliah kan ?” “Iya Ki, ta
บทที่ 44 Firasat
Pintu-pintu tamu tertutup sudah. Kelam semakin merekah. Suara jangkrik saling bersahutan tak kenal l
บทที่ 45 Uang Kuliah yang Mengancam
Dayat sangat risau beberapa hari terakhir ini. Hatinya tak tentram. Pikirannya bercabang. Makan tak
บทที่ 46 Sebuah Amplop
“Ma, Dayat akan berhenti kuliah” “Kenapa ?” “Ia tidak bisa membayar uang kuliah semester ini” “Kasihan,
บทที่ 47 Surga Dunia
Hari ini merupakan sebuah hari yang sangat ditunggu-tunggu Dayat. Sebuah hari yang telah mengantarka
บทที่ 48 Airmata Kota Bertuah
Perasaan bahagia masih terpancar dari raut wajah Dayat ketika sedang keluar dari gedung nan megah it
begitu lah perjuangan seorang ibu yang selalu nyiapin apa saja untuk keluarganya
09/08/2022
0bagus cerita nya
29/09
0apk ini sangat baguss
21/09
0anjayy mntab
09/05/2025
0keren
19/04/2025
0bismillaj
16/04/2025
0mantapp
12/04/2025
0keren
07/03/2025
0Saya tidak mencapai apa-apa hari ini. Tidak ada satu hal pun yang produktif. Tapi aku bergaul denganmu, jadi, ya, hari ini bagus.🎉aku mau diamond ff geratis ff max
22/09/2024
0👍👍
18/09/2024
0