ทั้งหมด : 39บทที่ 1 Pertemuan
Sebuah mobil mewah melaju membelah jalanan dengan kecepatan tinggi. Namun tiba-tiba ban mobil mencic
readmore บทที่ 2 Salah Paham
"Sudah selesai mengomelnya, hm?" Zara tidak menjawab. Dia memalingkan mukanya dengan kasar, dan mende
readmore บทที่ 3 Amnesia
"Hoaamm...." Zara menguap lebar-lebar. Kepalanya masih terasa agak pening dan berdenyut. Namun, begit
readmore บทที่ 4 Satu Tembakan
"Dasar wanita sialan! Gadis gila! Berani-beraninya dia bersikap seperti itu padaku! Sejak pertemuan
readmore บทที่ 5 Hipertensi
“Waduh, kenapa ramai sekali? Jangan-jangan benar Tuan kenapa-napa!” seru Toby panik dari luar korid
readmore บทที่ 6 Bangun di Pelukan Musuh
"Aw... aduh, aduh, aduh, aduh..." keluh Zara dramatis sambil merayap keluar dari bawah kolong kasur
readmore บทที่ 7 Terjebak
Setelah meluapkan amarahnya di koridor dan mengusir Toby beserta seluruh tim pengawal, Leo Marcone m
readmore บทที่ 8 Orang Utan Kurus
Sementara Zara sibuk meratapi kelambatan otaknya di luar dinding lantai tiga, Leo Marcone melangkah
readmore บทที่ 9 Mencoba Kabur
“Sumpah, ini tangan gue udah gak kuat lagi buat pegangan. Mana udah keringetan gini, panas…”
readmore บทที่ 10 Hidupku tak Berarti
"AAAAAAKKKKHHH!" teriak Zara refleks begitu suara tembakan menggelegar memekakkan telinganya. Langkah
readmore บทที่ 11 Banyak Request Sebelum Mati
Lamunan melankolis Zara tentang kerasnya roda kehidupan mendadak buyar saat suara bariton Leo kembal
readmore บทที่ 12 Pesan Terakhir
"Aku akan memberimu kesempatan sepuluh detik untuk mengatakan pesan terakhirmu," ucap Leo tegas, sua
readmore บทที่ 13 Pembawa Sial
Langkah kaki Leo terdengar tegas menapak lantai marmer mansionnya. Di balik wajah dinginnya, otaknya
readmore บทที่ 14 Mandi Ala Sultan
Setelah berhasil lepas dari lilitan tali tanpa semenit pun para pengawal berani mengajaknya mengobro
readmore บทที่ 15 Di Balik Kemarahan
Aku terbiasa memadamkan nyawa. Tapi entah mengapa, dua kalimat sederhana darimu justru mampu memadam
readmore บทที่ 16 Curhat Sebelum Mati
Langkah kaki tegap Leo akhirnya membawa mereka sampai di sebuah ruangan yang luar biasa luas. Itu ad
readmore บทที่ 17 Tamu Tak Diundang
Sementara Leo dan Zara masih terjebak dalam atmosfer salah tingkah yang brutal di dalam ruang makan
readmore บทที่ 18 Sambutan Istimewa
"Pengawal, siapkan mobil!" perintah Leo cepat, suaranya menggelegar tegas di sepanjang koridor. Tanpa
readmore บทที่ 19 Penuh Drama
Leo berdiri tegak dengan melipat kedua tangannya di depan dada, menatap datar ke bawah, tepat ke ara
readmore บทที่ 20 Gerbang Dunia Mafia
Sepeninggal mobil Leo yang melaju menjauh, keheningan mendadak menyergap pos penjagaan. Detik beriku
readmore บทที่ 21 Sang bos Mafia
"Gambino," jawab Leo pendek. Gerakan garpu di tangan Rico terhenti. Detik berikutnya, tawa renyah yan
readmore บทที่ 22 Calon Tahkta Lucchese
Oh sial, si gadis gila itu kembali berulah! maki Leo frustrasi dalam hati. Ia menekan earpi
readmore บทที่ 23 Aku gak Kesurupan
Dalam perjalanan pulang ke mansion, otak Leo dipenuhi tanda tanya besar. Laporan anak buahnya terus
readmore บทที่ 24 Cius?
"Takut ditinggal?" Zara mengangguk-angguk pelan, bahunya masih bergetar hebat disertai sesenggukan ya
readmore บทที่ 25 Seragam untuk Tawanan
"Mommy... Aku bahkan sudah tidak ingat mukanya lagi. Aku ditinggalkan... jalannya sepi... aku dibuan
readmore บทที่ 26 Kejutan atau Hukuman
"Nona, ayo kita turun ke bawah dan sarapan. Tuan sudah menunggu Anda. Hihihihi!" ucap Anna sambil te
readmore บทที่ 27 Permainan dimulai
"Anna, bawa dia ke kamar untuk beristirahat," perintah Leo pelan pada pelayannya. "Baik, Tuan." Anna m
readmore บทที่ 28 Diam-Diam Memikirkan
"Lapor Tuan, target sudah terlihat. Dia baru saja selesai jam kelas pertamanya. Apa langkah selanjut
readmore บทที่ 29 Voronin
"Sebelum semuanya tertangkap, tidak boleh ada informasi apa pun yang bocor dam sampai ke telinga Gam
readmore บทที่ 30 Ketika Pemburu Diburu
Leo segera memutus sambungan telepon itu dan beralih menghubungi seluruh pasukannya yang sedang bert
readmore บทที่ 31 Benteng Marcone
"Anda sedang memikirkan apa, Nona?" tanya Anna penasaran. "Enggak, kok. Cuma lagi halu aja, hehehe...
readmore บทที่ 32 Perang di Todthill
BEEP! BEEP! BEEP! Layar pemantau utama di dinding Markas FBI mendadak menyalakan kilatan warna
readmore บทที่ 33 Kemarahan Voronin
Sementara itu, di sebuah kediaman mewah milik keluarga Gambino... "Dasar bodoh! Kau bilang tempat itu
readmore บทที่ 34 Luciano Rico Lucchese
Beberapa saat yang lalu... "Mau ke mana kau pergi malam-malam begini, Luciano?" panggil sebuah suara
readmore บทที่ 35 Aku Sudah Tidak Selera Membunuhmu
"Indah ya, Anna... Lihat bulan itu, begitu terang menyinari gelapnya malam," bisik Zara seraya menya
readmore บทที่ 36 Pagi yang Penuh Drama
"Hei, Gadis, bangunlah. Bukankah hari ini kau ingin sekolah?" Zara masih tertidur pulas. Panggilan Le
readmore บทที่ 37 Ada Apa Dengannya?
“Ingatlah, statusmu masih menjadi tawananku!” “Kau tidak bisa seenaknya pergi ke mana saja. Semuanya
readmore บทที่ 38 Panggilan Itu Milikku
Mobil pun melaju cepat menembus terowongan gelap bawah tanah itu. Toby sesekali melirik layar naviga
readmore บทที่ 39 Murid Beasiswa
"Tuan, apa Rico sudah sampai ke tempat Anda? Semalam aku baru bisa menghubunginya dan memberi tahu k
readmore
Bgus
12d
0lucu
15d
0