ทั้งหมด : 56บทที่ 1 Percakapan
Kota Semarang tengah terik di sore ini. Di beranda rumah peninggalan kolonial yang merintih tua, dud
readmore บทที่ 2 Lamaran
Dua minggu telah berlalu sejak pertemuan singkat di beranda itu. Waktu bergulir dengan lamban, seper
readmore บทที่ 3 Pindah ke Tirtasari
Fajar masih belum sepenuhnya menguasai langit ketika sedan Corolla DX tiba di halaman depan. Nadia s
readmore บทที่ 4 Rumah yang Tak Menyambut
Pagi pertama di Tirtasari dimulai dengan bunyi ombak. Nadia terbangun sebelum matahari terbit, semen
readmore บทที่ 5 Kamar
Hujan turun tanpa henti selama tiga hari. Ombak menggempur tebing di bawah rumah dengan kemarahan ya
readmore บทที่ 6 Surat
Malam telah merangkak masuk ke setiap sudut Tirtasari. Kesunyian yang datang bukanlah kesunyian yang
readmore บทที่ 7 Lukisan
Pagi hari Nadia memutuskan untuk menjelajahi bagian rumah yang belum ia kenal. Arman masih berada di
readmore บทที่ 8 Pesta Perahu
Udara di pesisir Cirebon pagi itu terasa berbeda, lebih padat dan beraroma garam bercampur wangi bun
readmore บทที่ 9 Di Makam
Tiga hari telah berlalu sejak bencana di pesta perahu. Arman hampir tidak berbicara, hanya mengurung
readmore บทที่ 10 Surat Wasiat
Kekacauan pecah di Tirtasari pagi itu, memecah kedamaian semu yang biasanya menyelimuti rumah tua it
readmore บทที่ 11 Berkomunikasi
Malam itu Nadia tidak bisa tidur. Pikirannya dipenuhi oleh bayangan surat wasiat yang hilang dan sen
readmore บทที่ 12 Di Balik Tirai
Bagi Bu Lastri, Tirtasari bukan sekadar rumah, atau tempat bekerja. Ia adalah sebuah museum hidup ya
readmore บทที่ 13 Rahasia di Gudang Kapal
Nadia tidak bisa menghilangkan firasat aneh yang terus menggodanya sejak bangun pagi itu. Mimpi sema
readmore บทที่ 14 Momen Hitam
Arman berdiri di balkon kamarnya, kedua tangan mencengkeram kuat pagar besi yang sudah berkarat. Di
readmore บทที่ 15 Diminta Pergi
Malam itu Tirtasari seolah bangkit dari tidur panjangnya. Semakin larut, semakin hidup rumah tua itu
readmore บทที่ 16 Ritual Pemanggilan Arwah
Bu Lastri mendatangi kamar Nadia tepat saat matahari mulai terbenam. Wajahnya tampak serius dan penu
readmore บทที่ 17 Malam di Balai Kayu
Malam setelah ritual yang menegangkan di pantai, Arman dengan wajah serius mengambil tangan Nadia. L
readmore บทที่ 18 Pusaka Keluarga
Nadia terbangun di balai kayu dengan perasaan aneh yang sulit dijelaskan. Sisa-sisa mimpi semalam ma
readmore บทที่ 19 Terungkap
Dengan giok hijau tergenggam erat di tangan, Nadia kembali ke kamar Bu Lastri tepat saat fajar mulai
readmore บทที่ 20 Membakar Diri
Kegelisahan yang dalam menggerogoti Bu Lastri sejak mengetahui Nadia telah menemukan ruang rahasia d
readmore บทที่ 21 Tinggal Abu
Api yang membara dari kamar Ratna dengan cepat menjalar bagai virus lapar ke seluruh tubuh Tirtasari
readmore บทที่ 22 Setelah Padam
Pagi setelah kebakaran hebat yang melahap Tirtasari, dua orang polisi seragam dengan wajah serius da
readmore บทที่ 23 Surat dari Penjaga Kubur
Sore nan cerah di musim kemarau. Untuk pertama kalinya sejak kebakaran tragis itu, Nadia memutuskan
readmore บทที่ 24 Badai Besar
Waktu adalah pengrajin yang paling sabar. Tanpa terasa, tiga tahun sudah Nadia dan Arman merajut ula
readmore บทที่ 25 Utusan
Fajar membawa serta jejak-jejak kemarahan laut. Langit masih kelabu, bagai kain kusam yang terbentan
readmore บทที่ 26 Perjanjian
Setelah Lara tertidur, malam itu juga Nadia dan Arman duduk di ruang tamu dengan giok hijau di tanga
readmore บทที่ 27 Mimpi dari Masa Lalu
Nadia tertidur dengan kotak peninggalan Kiai Jasman masih tergenggam di tangannya. Dalam tidurnya wa
readmore บทที่ 28 Buku Harian
Arman membawa Nadia ke gudang kecil di belakang rumah. Di sana tersimpan sisa-sisa warisan Tirtasari
readmore บทที่ 29 Siklus Berulang
Nadia masih duduk bersila di lantai loteng. Di pangkuannya terbaring buku harian Bu Lastri, seperti
readmore บทที่ 30 Tameng
Nadia memutuskan untuk tidak lagi berbicara dengan kode-kode dan separuh kebenaran. Setelah memastik
readmore บทที่ 31 Keputusan
Suasana rumah terasa berbeda di keesokan paginya. Kesedihan masih menggantung, namun telah berubah m
readmore บทที่ 32 Ritual Purnama
Fajar menyingsing dengan warna jingga pucat di ufuk timur ketika Nadia sudah duduk bersila di berand
readmore บทที่ 33 Roh yang Berdamai
Fajar mulai menyingsing, melukis langit dengan warna jingga dan merah muda yang lembut. Ombak yang s
readmore บทที่ 34 Pelepasan
Matahari telah tinggi di langit ketika mereka akhirnya bersiap untuk ritual terakhir. Namun, ritual
readmore บทที่ 35 Lahir Dengan Tanda
Dua bulan setelah kehancuran Tirtasari, kehidupan keluarga kecil itu telah berubah total. Mereka kin
readmore บทที่ 36 Kontrak yang Belum Selesai
Fajar menyingsing dengan langit mendung yang mengancam. Nadia tidak tidur semalaman, hanya duduk di
readmore บทที่ 37 Penebusan
Perjalanan ke pantai Tirtasari terasa seperti perjalanan terakhir. Jalanan yang biasanya ramai kini
readmore บทที่ 38 Kembali
Tiga hari berlalu dalam kabut kesedihan. Polisi dipanggil, pencarian dilakukan, tapi tubuh Nadia tid
readmore บทที่ 39 Mamah Malam
Subuh di Semarang datang dengan kabut tipis yang merayap dari arah laut. Arman terbangun lima menit
readmore บทที่ 40 Mulai Berubah
SMP Negeri 8 Semarang berdiri megah dengan cat krem yang mulai mengelupas. Pagi itu, Lara berjalan m
readmore บทที่ 41 Pesan Dalam Mimpi
Aira tidak takut pada gelap. Anak lima tahun yang lain mungkin takut. Mereka merengek minta lampu ti
readmore บทที่ 42 Persiapan Rencana
Lima tahun adalah waktu yang cukup lama untuk menjadi orang yang berbeda. Arman Wiradikara dulu adala
readmore บทที่ 43 Peta
Sabtu pagi datang dengan gerimis tipis yang membuat Semarang terlihat seperti lukisan cat air yang l
readmore บทที่ 44 Konfrontasi
Tengah malam, Arman terbangun. Bukan karena suara, tapi karena keheningan yang terlalu dalam. Ia berb
readmore บทที่ 45 Menjalin Aliansi
Hari Rabu. Enam hari sebelum keberangkatan. Arman duduk di kafe pinggir kota. Jam menunjuk pukul 11 m
readmore บทที่ 46 Persiapan Rahasia
Empat hari sebelum keberangkatan. Arman hanya tertidur dalam potongan-potongan kecil. Ia selalu terb
readmore บทที่ 47 Titik Balik
Pelabuhan Tanjung Emas, pinggiran yang jarang dikunjungi pelancong. Pukul 11 malam. Kabut laut menyel
readmore บทที่ 48 Pantai Hitam
Pasir di bawah kaki mereka bukan pasir biasa. Hitam legam, tapi berkilauan seperti ada serpihan kaca
readmore บทที่ 49 Pelarian
"Selamat datang!" suara Bramantyo bergema di lahan terbuka. Ia berdiri di puncak tangga candi dengan
readmore บทที่ 50 Di Dalam Candi
Gelap. Bukan gelap seperti malam tanpa bulan. Bukan gelap seperti ruangan tanpa lampu. Ini gelap yang
readmore บทที่ 51 Alam Batin
Dunia memudar. Bukan dengan tiba-tiba. Perlahan, seperti lukisan cat air yang kehujanan. Warna menga
readmore บทที่ 52 Harga Kebebasan
Keheningan setelah badai. Arman duduk di lantai candi yang retak, memeluk Aira yang masih tidak sadar
readmore บทที่ 53 Kehidupan Baru
Minggu pertama yang sulit. Arman duduk di kantor arsiteknya. Kantor yang sekarang dijalankan oleh pa
readmore บทที่ 54 Bayangan yang Mengikuti
Tiga bulan di Bali. Kehidupan baru perlahan mengambil bentuk. Arman bekerja di Yayasan Jembatan Dua D
readmore บทที่ 55 Workshop
Dua minggu setelah pertemuan dengan Kolektor, aula Yayasan Jembatan Dua Dunia dipenuhi pengunjung wo
readmore บทที่ 56 Sidang
Pantai Sanur, Bali Pukul 22:47, Gerhana bulan total. Langit merah darah. Bulan perlahan tertutup baya
readmore
baguss sekali
23d
0cerita nya sangat enak mantap🙏
01/04
0sangat cocok
10/03
0seru
17/02
0top
16/02
0aku sangat senang setelah mebacanyaaa☺️😍🙏🏻🫰🏻
24/01
0cerita yang sangat bagus
10/01
0👍 bagus
08/01
0mantap seru
01/01
0mantap
20/12
0