ทั้งหมด : 28บทที่ 1 Kejutan
“Kusiapkan kejutan ini untukmu, namun ternyata kau memberikanku kejutan lebih dulu sebelum kau melih
readmore บทที่ 2 Pergi
“Jika dengan kepergianmu akan membuatmu bahagia, Maka aku rela kamu pergi.” Qila terus berlari tanpa a
readmore บทที่ 3 Tunangan
“Keberanianmu memberi kepastian adalah tanda keseriusanmu untukku, juga penghilang kebimbanganku apa
readmore บทที่ 4 Apakah Ini Mimpi?
At Ausie Setelah sampai di bandara, Salsa menghubungi tantenya dan memberitahukan bahwa Salsa dan Qil
readmore บทที่ 5 Bayangnya Masih Ada
“Kepergian menimbulkan kehilangan dan kehilangan membawa kerinduan. Namun, rindu pada seseorang yang
readmore บทที่ 6 Bangkit
“Memang susah untuk memulai semuanya dari awal lagi, namun tidak akan ada usaha yang mengkhianati ha
readmore บทที่ 7 Devan Triyansyah
“Tatapanmu membuatku terpaku dan garis lurus wajahmu mengingatkanku akan dia yang telah tiada” “Elo..
readmore บทที่ 8 Khawatir
“Langit mendung ketika sang mentari terhalang oleh kabut juga awan yang menggumpal.” Devan menggerak
readmore บทที่ 9 Titik Terang
“Setelah sekian lama mencari tanpa titik temu, akhirnya titik terang itu datang.” “Kak, punggung ka
readmore บทที่ 10 Terima kasih
“Kata sederhana namun memiliki banyak makna.” “Kak...” Devan menenggok dan melihat siapa yang memanggi
readmore บทที่ 11 Selamat Pagi
“Mentari sudah bangun dari tidurnya, burung sudah bernyanyi dengan riangnya dan angin juga sudah ber
readmore บทที่ 12 Mulai Dekat
“Hadirmu membawa warna baru di kehidupanku, mengganti warna hitam kelam yang dua tahun ini menyelimu
readmore บทที่ 13 Mengesankan
“Hai bro, sorry gue telat,” seru Reihan “Iya maaf ya telat”, seru Raisa dengan senyumannya. Fajar ya
readmore บทที่ 14 Aku akan Menunggumu
“Kak?” “Apaa?” “Maksud kakak ngomong gitu apa?” Devan berjalan meninggalkan Qila dengan kebingungannya.
readmore บทที่ 15 Hidup Baru
Qila bangun dari tidurnya dengan senyum yang mengiringinya. Qila merasakan tubuhnya lebih segar dan
readmore บทที่ 16 Mulai Mencair
Waktu terus berlalu, detak jam dinding terus berbunyi, waktu dari menit ke menit terus berjalan dan
readmore บทที่ 17 Alergi Dingin
Reihan memasuki rumah bersama dengan Liana. Saat Reihan sedang di jalan pulang, Liana menghubunginya
readmore บทที่ 18 Dia Milikku
Semenjak kejadian tempo hari, Qila dan Devan menjadi semakin dekat. Sikap dingin Qila mulai mencair
readmore บทที่ 19 Akhirnya Hari itu Tiba
Qila dan Devan menghabiskan waktu beberapa jam di Gramedia, mereka membaca-baca buku dan juga membel
readmore บทที่ 20 Bakso Mang Darno
Waktu sudah mulai sore dan awan mulai terlihat mendung. Gumpalan hitam mulai terlihat menggulung di
readmore บทที่ 21 Gagal Deh
1 jam di perjalanan akhirnya Devan dan Qila sampai di rumah Qila. Reihan yang khawatir pada adik sem
readmore บทที่ 22 Cintai aku dengan sederhana
1 minggu berlalu hubungan Qila dan Devan semakin harmonis. Perlakuan-perlakuan kecil yang Devan beri
readmore บทที่ 23 Tragedi Toko Buku
“Aku beruntung memilikimu” gumam Qila namun masih bisa di dengar oleh Devan “Aku juga sangat beruntung
readmore บทที่ 24 Aqila kamu dimana?
Calling..... “Halo mah, ada apa? Reihan baru selesai bekerja. Maaf karena baru menghidupkan ponsel” “Q
readmore บทที่ 25 Aqila Hilang
Devan dan Reihan terus mencari keberadaan Qila. Hingga akhirnya ponsel mereka berdua bergetar menand
readmore บทที่ 26 Mencari Qila
Madya sebenarnya tahu dalang dari penculikan ini, namun Madya tidak bisa memberitahukan Devan karena
readmore บทที่ 27 Trauma masa lalu
Devan dan Reihan akhirnya berpikir dan mencoba mencari siapa orang yang tidak menyukai Qila. Namun s
readmore บทที่ 28 Kita pasti bahagia
Clarissa mengambil sesuatu dari rumahnya dan setelah mendapatkannya, Clarissa berlari untuk memberik
readmore
sumpah dehh recommended bgtt novel iniiii
27/06
0gas ken
30/04/2025
0bagusss
27/04/2025
0lanjut kan kk
22/02/2025
0gas lanjut kan
22/02/2025
0ok terus kan
20/02/2025
0semangat
18/02/2025
0semangat lanjutt
13/02/2025
0mantap bikin sedih aja
26/01/2025
0bagus ceritanya
07/12/2024
0