ทั้งหมด : 62บทที่ 1 Dikhianati?
Seorang gadis berambut sebahu berdiri di depan sebuah gedung bertingkat tiga. Ia sedang menunggu pem
readmore บทที่ 2 Bear
Sabilla meremas lembaran uang itu sampai kusut, ia sangat kesal sekali pada sikap Leo yang seolah te
readmore บทที่ 3 Bear yang menggemaskan
“Kamu gila, ya! Mana mungkin kita tidur bareng! Kamu tidur di lantai, awas jangan dekat-dekat!” tega
readmore บทที่ 4 Persiapan pertama
Sabilla kembali memainkan ponselnya, ia melihat pesan balasan dari Leo. Bear yang penasaran dengan b
readmore บทที่ 5 Istri, katanya?
Sabilla bangkit, lalu menepis tangan Bear yang melingkar di perutnya. Ia mengusap wajahnya dengan ka
readmore บทที่ 6 Ayo menikah!
“Sakit, nggak?” tanya Sabilla penasaran. “Tidak.” Sabilla menghela napas. “Baguslah. Ayo, kamu harus s
readmore บทที่ 7 Yang Tersembunyi
Sabilla sangat terkejut, semudah itu mengajak Bear menikah? Namun, tunggu, bagaimana caranya menikah
readmore บทที่ 8 Pernikahan dan Kejutan yang memalukan
Esok harinya, Sabilla bangun lebih dulu. Ia melihat Bear yang masih tidur terlentang tanpa memakai s
readmore บทที่ 9 Persiapan Bertemu Mertua
“Tapi, Bear. Ingat, aku tuh, terpaksa menikah.” “Tapi kamu mencintaiku, kan?” bisik Malvin membuat Sa
readmore บทที่ 10 Perjalanan Pulang
Malvin bergegas pergi menuju lemari pakaian, ia juga mengambil handuk dari kawat jemuran. “Aku pakai
readmore บทที่ 11 Posessif?
“Pelan-pelan, Bear. Aku nggak ninggalin kamu, kok.” Sabilla menghentikan langkah sambil menoleh ke a
readmore บทที่ 12 Menggemaskan?
“Kenapa kamu menatapnya?” gerutu Sabilla. Entah kenapa, rasa kesal tanpa beralasan itu membuatnya te
readmore บทที่ 13 Jalan-jalan
Sesampainya di rumah, Lora segera berjalan menuju lantai dua dan membukakan pintu kamar Sabilla. “Na
readmore บทที่ 14 Makan siang?
Sesampainya di kedai seafood, Sabilla duduk di bangku yang memanjang. Lalu, Malvin duduk di sampingn
readmore บทที่ 15 permintaan Mertua
“Kamu nggak mikir macam-macam, kan?” “Enggak.” Malvin masih terbatuk, lalu meneguk kembali minumannya
readmore บทที่ 16 Taktik untuk Sabilla
Sabilla yang jengkel atas sikap kedua orang tuanya itu segera mendekat. Terlebih ia sangat penasaran
readmore บทที่ 17 Kue untuk Sabilla
"Sa, kamu duduk saja!" ucap Lora saat mendapati anaknya yang datang ke dapur. Malvin yang tahu istri
readmore บทที่ 18 Keputusan Tinggal
"Lebih baik memang jangan sembarangan nyium!" gerutu Sabilla sambil menepis tangan Malvin dari pingg
readmore บทที่ 19 Yang disembunyikan Bear
Esok harinya, Sabilla terbangun dan mendapati dirinya dalam pelukan Malvin. Gadis itu menghirup napa
readmore บทที่ 20 pertimbangan
"Ada apa?" tanya Malvin saat mendapati Sabilla masih diam menatap surat undangan. Sabilla menoleh ke
readmore บทที่ 21 gagal move on?
Esok harinya, Sabilla sudah berkutat di dapur. Sementara Malvin sedang pergi ke atap untuk menjemur
readmore บทที่ 22 Jangan lakukan
Malvin bergeming saat Sabilla bergegas mengambil handuk dan memasuki kamar mandi dengan wajah kesaln
readmore บทที่ 23 Mulai Cemburu?
Esok harinya, Malvin bangun lebih awal dan memulai aktivitas lebih dulu. Mulai dari menyiapkan sarap
readmore บทที่ 24 Masih Cemburu dan Curiga
Malvin yang berada di depan itu mengendus bau gosong, ia segera bergegas menuju dapur dan meninggalk
readmore บทที่ 25 Mulai Move On
Mendengar jawaban dari Malvin, Sabilla mendengus kesal. Di tokonya saja, Malvin sudah banyak dikerum
readmore บทที่ 26 Pertemuan Rahasia
“Bear, ini kunci duplikat untuk kamu. Takutnya, saat kamu pulang nanti, aku sudah tidur nyenyak. Ter
readmore บทที่ 27 Pernikahan Leo dan Eli
Malvin mengakhiri cumbuannya, napasnya tersengal, matanya menatap sayu ke arah Sabilla. “Sayang, tid
readmore บทที่ 28 Pulang Dari Pesta
Pesta pernikahan itu masih berlangsung. Sabilla segera pamit pada Eli dan Leo untuk pulang lebih dul
readmore บทที่ 29 Memmulai Cerita
“Akhirnya, sudah selesai!” seru Sabilla sambil berbalik dan berjalan menuju depan televisi. Malvin me
readmore บทที่ 30 Cerita dan Kesepakatan.
Malvin menarik napas panjang, “Apa kamu akan percaya kalau aku anak dari Nova Group?” tanyanya denga
readmore บทที่ 31 Hari pertama
Sabilla diam, lalu menoleh ke arah Malvin. Pria itu segera memberikan kecupan di bibir istrinya. Sab
readmore บทที่ 32 Yang menyembunyikan Cemburunya
Melihat suaminya yang berjalan menuju dapur, Sabilla pun ikut ke dapur setelah beres mengelap kaca e
readmore บทที่ 33 Malam Pertama Di rumah mertua
Sabilla terdiam dengan bibir terkatup rapat. Kini makan malam itu sudah selesai. Mereka sedang berku
readmore บทที่ 34 Semakin Posesif?
“Kamu tidak usah ikut potong ikan, biarkan ayah saja!” tegas Tio saat Malvin ikut membantunya. “Tidak
readmore บทที่ 35 Bertemu dengan Penipu
Sabilla yang sedang membuka toko itu segera menoleh ke arah pintu, beberapa pembeli mulai menyerbu k
readmore บทที่ 36 Mulai Diketahui
Sabilla menahan kepergian Suaminya, Malvin menoleh dan mengangkat sebelah alisnya. “Ada apa?” “Kamu s
readmore บทที่ 37 Elis dan Leo
“Masakanmu benar-benar tidak ada yang enak,” gerutu Leo sambil meletakan kembali sendok tersebut pad
readmore บทที่ 38 Bekerja Sendirian
Dini hari, Sabilla sudah bangun dan bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci wajah dan menggosok gi
readmore บทที่ 39 Wanita baik
“Ada yang bisa dibantu, Kak?” tanya Sabilla. Ia menyadari kalau wanita yang masih di tokonya itu ada
readmore บทที่ 40 Dia yang Ketakutan
Malam hari saat semua pekerja dipulangkan, Malvin sudah menghubungi istrinya untuk tidak menunggunya
readmore บทที่ 41 Kecelakaan yang direncanakan
Pria tinggi tegap dengan kumis yang tercukur rapi, begitu juga dengan janggutnya yang tipis. Derick,
readmore บทที่ 42 Takdir Yang mempertemukan kita
Jam tujuh pagi sebelum kecelakaan terjadi, Derick duduk di depan komputer, layar monitor tersebut me
readmore บทที่ 43 Kembali padamu
Hari-hari yang dilalui seoang wanita bernama Cessey pun tidak lah mudah, ia dipaksa untuk tetap hidu
readmore บทที่ 44 Konferensi Pers
Limau melangkah kembali menuju mobil, pintu dibuka, ia segera duduk. “Jalan!” perintahnya pada sang
readmore บทที่ 45 Cessey yang menemui Sabilla
Selesai memesan kue, ibu-ibu yang sudah memesan kue itu pergi karena mengantarkan anaknya ke sekolah
readmore บทที่ 46 Jangan Pergi
Sabilla berjalan menuju wastafel, ia membuang makanannya, mencuci piring kotor tersebut lalu berjala
readmore บทที่ 47 Ayo Kembali!
“Aku tidak mau kehilanganmu, Bear!” lirihnya. “Tapi aku harus melepasmu!” lirihnya lagi. “Tolong kat
readmore บทที่ 48 kabar bahagia untuk Malvin
Sabilla kembali berbaring dan tidur setelah minum obat penurun panas. Malvin turun dari ranjang dan
readmore บทที่ 49 Pertemuan Terakhir
Esok harinya, tiba saat Malvin berangkat kerja. Keduanya masih di rumah susun, Sabilla bangun lebih
readmore บทที่ 50 Penculikan Sabilla
Malvin yang sudah selesai rapat bersama para stafnya tentang produk baru, ia berjalan memasuki ruang
readmore บทที่ 51 kabar untuk Kita
Suara ranting patah yang terinjak membuat Cessey menoleh waspada. Ia melihat ke arah Hilman, gubuk t
readmore บทที่ 52 keponakan untuk sabilla
“Ibu!” rajuknya. “Ah, ibu, aku ini sedang sakit!” rajuknya lagi. Ayahnya yang berdiri di samping Mal
readmore บทที่ 53 Tidur dengan Keponakan
“Kenapa kamu menangis, ini sama Bibi, Bibi sudah wangi!” rajuk Sabilla pada keponakannya yang masih
readmore บทที่ 54 Malam Pertama Lagi?
“Aku hari ini tidak kerja, Sayang.” Malvin berjalan ke sisi ranjang. “Oh!” Sabilla mendekat ke arah s
readmore บทที่ 55 Cessey dan Tahanan Wanita
Derap langkah terdengar dari lantai dua, Lora dan Saras saling menoleh, menatap penuh tanya siapa ya
readmore บทที่ 56 Dilemanya Malvin
Setelah mencari sipir laki-laki, beberapa tahanan menyingkir memberi jalan untuk seorang sipir laki-
readmore บทที่ 57 Keputusan Yang Salah
Cessey membuka matanya dan menatap Malvin dengan tatapan berbinar, benar apa yang dikatakan teman sa
readmore บทที่ 58 Masa Lalu Cessey dan Malvin
Cessey beranjak turun dari ranjang, ia berlari menghampiri Malvin. Pintu dibuka lebar dan gadis itu
readmore บทที่ 59 Hi, Sabilla
Sabilla sedang duduk di ranjangnya, semenjak disuruh pulang oleh Malvin, wanita itu mengurung diri d
readmore บทที่ 60 Pernikahan Cessey
Limau masih menatap selembar foto di tangannya, kenapa Malvin bisa memiliki foto anaknya yang kedua?
readmore บทที่ 61 Mengejar Maaf Sabilla
Mobil hitam yang membawanya berhenti di area parkir. Malvin turun dari mobilnya, Ia membawa buket bu
readmore บทที่ 62 Pertemuan Sepasang Kekasih
Malvin yang mendengar hal tersebut hanya berdiri diam dalam waktu lama. Apa dirinya langsung pulang
readmore
best bnget
16/02
0best
07/02
0bagusss
22/12
0ya bikin baper
12/12
0saya suka ceritanya, seruu sampe nangis bacanya
28/11
0bagus sekali ceritanya
27/11
0saya sangat senang
26/10
0cerita -nya bagus sekali baca nya ulang ulang terus ingin baca hari hari suka sekali sumpah
09/10
0lumayan baguslah
27/07
0sangat bagus 👍🤩
19/07
0