logo text
Adicionar à Biblioteca
logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

Capítulo 32 Iblis Cantik

"Cinta tidak salah, akulah yang salah terlalu cepat jatuh pada pesonamu"
Meisya~ DR. ANDRO
***
Author POV:
Anita tersenyum sembari mencuri celah agar dapat mendekati dokter Andro. Cinta telah membuatnya kehilangan hati nurani, ia tak peduli lagi dengan pendapat orang jika suatu saat nanti label perusak hubungan orang menjadi momok bagi dirinya.
Selama ini Anita sudah sangat bersabar mendekati Andromeda dengan cara terhormat sudah, mendekati Andromeda dengan cara lembut sudah, mendekati ia dengan cara agresif pun sudah ia lakukan namun mengapa ia harus kalah dengan seorang Guru TK.
Guru yang notabene selalu melihat Andromeda bak kotoran, guru yang bahkan tidak pernah berusaha mendapatkan hati Andromeda dan Guru yang bahkan selalu galak padanya.
Mengapa Andromeda justru tertarik padanya? Anita benar-benar tidak habis fikir.
Mengapa Andromeda begitu buta memilih wanita yang jelas-jelas tidak sepadan denganya?
Mengapa Andromeda tak memilih dirinya?
Anita cantik,
Pendidikannya tinggi,
Keluarganya terhormat.
Ia seorang dokter muda yang pintar.
Ia influencer kesehatan anak yang banyak di gandringi anak-anak muda.
Ia juga seorang dokter Residen yang banyak disukai koasnya.
Namun mengapa Anita kalah pamer di banding Meisya?
Anita geram, kesabarannya perlahan kian menipis dan malam ini mungkin akan habis jika Andromeda terus saja berlaku sok menghindarinya.
Anita benar-benar tak habis fikir dengan otak Andromeda.
"Dok, " Kata Anita, Andromeda yang tengah melihat daftar riwayat kecelakaan salah satu pasiennya didalam pad seketika menoleh begitu mendengar namanya di panggil.
"Ya? " Tanya Andromeda heran, Andromeda menatap Anita yang terlihat berdiri resah di hadapannya.
"Ini" Kata Anita sembari menyerahkan sebotol kopi instan yang berasal dari salah satu kedai terkenal di Yogyakarta.
"Couve? " Gumam Andromeda membaca merek brand salah satu kedai kopi di Yogyakarta.
"Dokter masih suka Vanilla Latte kan? ini aku beliin khusus buat anda. Diminum ya dok" Gumamnya, tak lama kemudian pintu lift terbuka Anita keluar dengan perasaan harap-harap cemas.
"Thanks you Dok" Kata Andro lalu setelah pintu lift kembali tertutup kotak baja itu membawa Andromeda menuju lantai 3.
"Kenapa lagi tu muka" Komentar Dokter Alif,
"Eh lu Lif, jaga malam juga?" Kata Andromeda sembari melayangkan tos ala anak laki-laki.
"Kagak, ini shift gua baru selesai. Tumben ngopi, dari Meisya?" Tanya Alif, Andromeda mengelengkan kepalanya.
"Dokter Anita" Gumam Andromeda, nada suaranya terdengar menurun.
Matanya kembali menatap kopi di genggamanya "Meisya mana pernah ngasih gua kek gini, dia mana tahu apa yang gua suka." Batin Andromeda.
Alif menggaruk tengkuknya yang tak gatal, ia menyadari jika tak seharusnya ia menanyakan kalimat tadi.
"Gak usah galau, udah di minum aja. Hitung-hitung rezeki" Kata Alif, ia menepuk bahu Andromeda "Gua balik dulu, baek-baek lu ya!! " Ancam Alif, Andromeda tertawa.
***
Anita duduk resah di atas kursinya, berulang kali ia melirik jarum jam yang melingkar indah di lengan kirinya.
"Seharusnya bereaksi, aduhhh lama banget ya" Gumam Anita.
Tanganya meraih ponsel keluaran terbaru dari brand ponsel ternama, ia dengan cepat membuka kolom chat dan segera menulis sesuatu.
"Obatnya bereaksi setelah diminum berapa lama sih? ini lama banget gila!!! " Ketik Anita kesal, ia merasa menjadi wanita yang cukup tolol sebab telah menerima saran Soraya, kawan Anita yang bekerja di bagian farmasi.
"Sabar kali Net, nggak bisa kali secepat itu" Balas temen Anita.
"Obatnya bakalan bereaksi nggak? gua capek nih nunggu mulu" Kata Anita, jemarinya menari indah di atas ponsel pintarnya.
"Tunggu aja" Jawab teman Anita.
Dengan resah, Anita berjalan mondar-mandir diruanganya menatap detik demi detik jarum jam yang bergerak lambat. Menunggu reaksi dari obat perangsang yang Anita taburkan pada kopi Latte Andromeda.
Nurani Anita kini benar-benar hilang, dikuasi oleh iblis cantik yang menggebu ingin diberikan jatah cinta dan obsesinya.
"Aku nggak bisa sabar lagi!" Monolog Anita, ia lalu bergegas meninggalkanku ruangannya. Menutup kasar pintu ruangan kerjanya dan bergegas menuju ruangan Andromeda.
***
BRAK!!!
Pintu ruangan Andromeda di buka kasar oleh sosok perempuan yang tak lain adalah Anita, mengejutkan Andromeda yang sedang berusaha sangat keras menahan keringat dingin gairah yang mendesak ingin di tuntaskan.
Mata Andromeda menyalang marah "Mau apa kamu disini? " Desisnya menahan diri untuk tidak menjepit kan tubuh wanita bertubuh indah itu.
Bohong! Apabila Andromeda tak tahu maksud dan tujuan Anita kemari.
"Apa maksudnya kamu memberiku minuman setan seperti ini Anita!! " Maki Andromeda, Anita terkejut melihat reaksi Andromeda yang di luar prediksinya.
Kepalang basah, Anita lalu menanggalkan semua urat malunya dan berhambur melebur dalam pangkuan Andromeda.
Menggoda dan menggeliat di atas bara yang tak mampu di padamkan, Sudah kepalang basah. Malu? persetan dengan itu.
"Kamu tau kalau aku jatuh hati padamu sejak lama Andromeda! tapi kenapa kamu lebih memilih wanita itu daripada aku? Apa kurangnya aku Andromeda?" Desis Anita, memikirkan itu hatinya menjadi panas.
Amarah seketika menggelapkan hati dan otaknya, Cinta apakah segila ini?
Jika memang iya, maka biarkanlah Anita menjadi tokoh wanita Antagonis disini.
"Loe Gila nit" Rintih Andromeda, sisa-sisa kewarasan berhasil dikumpulkan untuk menyingkirkan tubuh Anita dari atas pangkuanya.
"Kau bereaksi Andromeda! Tubuhmu menginginkan aku! bukan wanita itu! Jangan munafik Andromeda" Desah Anita dengan suara lembut yang mendayu.
"Gua punya Meisya, Nit"
"Persetan dengan Meisya, kau dan tubuhmu menginginkan aku. Aku Andromeda, bukan Meisya atau yang lainya" Anita tertawa sumbang, penolakan Andromeda benar-benar membuatnya geram.
"Andromeda" Anita berjalan mendekati Andromeda, perlahan ia membuka satu-persatu kancing bajunya dan mulai menjalankan aksinya.
"Nggak nyangka ya, bener-bener nggak nyangka kalian bisa se-menjijikan ini" Tanpa diduga, Meisya berdiri terpaku didepan pintu ruangan Andromeda.
Wajahnya memerah, menahan air mata yang tak sudi untuk diperlihatkan didepan umum.
"Sayang?" Gumam Andromeda, keplang basah hampir semua kain benang yang menempel ditubuhnya telah lenyap bersamaan dengan menyatunya kedua hasrat yang tak tau bagaimana harus menyelesaikan nya.
"Meisya" Kata Andromeda, hatinya rasah namun ia juga manusia normal. Tubuhnya lalu membekap menutupi tubuh telanjang milik Anita.
"Owwwhhhh.. dilindungi" Desis Meisya kecewa, ia lalu pergi meninggalkan kepingan hatinya yang kini telah hancur.
"Seharusnya nggak kayak gini" Gumam Meisya.
Air matanya menetes bersamaan dengan kencangnya kaki yang ia ajak lari menuruni anak tangga yang rasanya sangat panjang dan melelahkan.
"Seharusnya nggak secepat ini Meisya" Gumamnya, isak tangis tak dapat lagi ia bendung.
Hatinya begitu terluka dan kecewa, ia marah. Benar-benar marah.
"Andromeda sialan!! Aku benci dia! Aku benci dia! aku benci dia" Makinya, pandang matanya semakin memburam tertutupi oleh air mata yang kian menggenang di sudut pelupuk matanya.
"Harusnya aku nggak seterluka ini, jika saja aku tak semudah ini jatuh cinta"
***
Bersambung...

Comentário do Livro (48)

  • avatar
    Nurul Huda

    mantap

    10/09

      0
  • avatar
    KasihAyuracinta

    suka bangettts

    09/08

      0
  • avatar
    PutriRisma

    baguss

    09/06

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes