Total : 108Prolog
Dissa Richard adalah anak tunggal dari pemilik perusahaan Industri terkaya nomor dua di dunia. Dissa
readmore Part 1 Fitting Baju Pengantin
"Sayang banget hari ini kita gak bisa menyelesaikan fitting baju pernikahan kita, kamu pulangnya ter
readmore Part 2 Hari Pertama Kerja
"Perjalanan yang cukup seru, ya," seru Budi saat mereka memasuki tenda medis. "Aku tidak menyangka pe
readmore Part 3 Daniel Terluka
Di dalam sebuah tenda tampak seorang dokter cantik bernama Jesika. Kini dia telah menyelesaikan lapo
readmore Part 4 Flashback
Di sebuah kamar bernuasa pink, terlihat seorang wanita cantik sedang menangis. "Daniel! Hiks... Hiks.
readmore Part 5 Persyaratan Wisuda
Pagi ini, Dissa berencana pergi ke kampus bersama dengan temannya. Saat ini, dia duduk di ruang tamu
readmore Part 6 Daniel Menyapa
Sebuah spanduk berbentuk landscape yang digantungkan di depan ruangan jurusan administrasi. Dissa da
readmore Part 7 Belajar Menulis Artikel
Daniel yang sedang memeriksa beberapa pasien di bagian UGD, dikejutkan dengan adanya Panggilan darur
readmore Part 8 Bertemu Daniel
Dissa dan Ayu berjalan ke arah parkiran mobil. Namun, langkah terakhir mereka berjalan melewati sala
readmore Part 9 Dissa Panik
Setelah pertemuan Dissa dan Daniel untuk makan siang bersama di hotel purna jaya. Dissa yang awalnya
readmore Part 10 Daniel Memeriksa Dissa
Daniel berjalan menyelusuri lorong jalan ruangan rumah sakit menuju satu ruangan teratas gedung. Set
readmore Part 11 Bertemu Mama Daniel
Setelah beberapa hari menunggu, akhirnya penantian Dissa tentang kabar baik dari terbitnya opini di
readmore Part 12 Pria Yang Menyebalkan
Di sebuah ruangan yang dipenuhi oleh tata letak buku yang disusun rapi dan disinilah Dissa berada di
readmore Part 13 Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
"Dia pernah apa? ayo lanjutkan?" tanya Ayu penuh selidik dengan temannya ini sepertinya ada yang tid
readmore Part 14 Daniel Operasi
"Sayang, kenapa dibatalin lagi acara kencan malam nanti?" tanya Dissa menatap wajah Daniel yang seda
readmore Part 15 Dissa Kecewa
Saat ini, Jesika duduk di samping ranjang sambil menggenggam tangan Daniel. “Apa pun yang terjadi, ak
readmore Part 16 Dissa Mencari Kebenaran
Dila segera menghentikan niat Dissa yang akan beranjak dari tempatnya. Dia menyentuh pundak Dissa. “
readmore Part 17 Dissa Sedih
Dissa mengangguk. “Sudah, Dok. Namun, nomornya selalu tidak aktif. Saya jadi khawatir. Oleh karena i
readmore Part 18 Rencana Kepulangan Daniel
"Sayang ... dengerin Mama dulu. Pernikahan kamu masih beberapa minggu lagi, Sayang. Daniel pasti sem
readmore Part 19 Dissa Sakit Hati
Daniel mencoba menelepon Dissa lagi, seperti yang diperintahkan oleh Budi. Ketika mendengar suara Di
readmore Part 20 Jesika Kalah
Daniel langsung menuju tenda untuk segera merapikan barang-barangnya dan tentunya langsung ke Bandar
readmore Part 23 Penawaran Jesika
"Heron tunggu!" panggil Jesika, berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menyusul ke arah Heron. "ka
readmore Part 24 Hati Yang Kau Sakiti
"Benarkah?" tanya Jesika dengan mata berbinar dan mulai memeluk Budi. "Terima kasih... terima kasih
readmore Part 25 Daniel Menenangkan Dissa
Di sebuah taman yang di penuhi oleh orang-orang yang sedang berlibur bersama keluarga ataupun pacarn
readmore Part 26 Resmi Menikah
Dissa tertawa sumbang. Ia tidak tahu apakah ia harus percaya dengan perkataan Daniel atau tidak. Seb
readmore Part 27 S2. Bertemu Budi
Pagi telah menjelang, di sebuah kamar yang penuh dengan hiasan oleh berbagai dekor bunga merekah nan
readmore Part 28 S2. Bulan Madu
Setelah menempuh perjalanan menuju Paris, kini memakan waktu kurang kurang lebih 3 jam, akhirnya pes
readmore Part 29 S2. Dissa Pingsan
Berbeda dengan suasana di dalam pesawat, disana, terlihat seorang lelaki tampan terbangun dari tidur
readmore Part 30 S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
"Daniel..." ucap Dissa dengan raut wajah pucat tetapi terlihat cantik. Daniel menoleh ke belakang da
readmore Part 31 S2. Kamu Siapa?
Di sebuah kamar mewah yang ditempati oleh sepasang pengantin baru yang sedang berbulan madu. Kini, m
readmore Part 32 S2. Melakukan Pencarian
"Apakah benar ini nomornya Daniel?" tanya seseorang di seberang sana. "Maaf, saya istrinya beliau da
readmore Part 33 S2. Criss Meminta Pertolongan
Dissa menatap mobil mewah yang berjalan keluar dari pekarangan Villanya. "Semoga saja, tidak terjadi
readmore Part 34 S2. Mengobati Criss
Dor! Dor! Dor! "Bahkan, merasakan dicintai oleh orang yang mengasihi ku pun tak pantas aku miliki. Ak
readmore Part 35 S2. Model Dadakan
Di saat Dissa mulai merasa kesepian tanpa adanya kehadiran Daniel. Ia merasa hidupnya hambar dan tak
readmore Part 36 S2. Kebusukan Jesika
Intan mencari tombol on/off kamera tetapi ia tidak menemukannya. "Kak Andrean, kok gak ada tombol On
readmore Part 37 Risa Menghancurkan Hubungan Adik Diki
Setelah selesai, memeriksa kondisi Diki, Novi dan kedua perawatnya pamit undur diri. Dila yang sedari
readmore Part 38 Dedi Pulang
"Aku baik-baik saja, Ma." jawab Novi tersenyum. "Bagaimana keadaan Nenekmu?" tanya Dila. "Alhamdulilla
readmore Part 39 Dila Memanggil Calon Menantu
Dila yang mendengar pertanyaan dari Dedi, ia melepaskan pelukannya. Dila menatap lekat ke arah kedua
readmore Part 40 Dissa Heran Dengan Calon Istri Diki
Hati Kenzo terasa berdetak lebih cepat dan rasanya tak menentu saat ia mendengarkan dengan kedua tel
readmore Part 41 Ekspresi Novi
"Ehem," deheman Dissa mengalihkan pandangan Daniel dan Novi yang dari tadi saling menatap dan kini m
readmore Part 42 Tidak Setuju
Waktu berganti dengan hari, hari berganti dengan minggu dan minggu berganti dengan bulan. Tepat hari
readmore Part 43 Mengecek Ke Dokter
Criss berjalan menelusuri ruangan rumah sakit, ia berniat menjengguk mantan rekan kerjanya. Entah ke
readmore Part 44 Novi Tidak Ikut Sarapan
"Daniel, tolong jaga adikku dan aku tidak ingin hal ini terjadi lagi. Jika benar memang hamil Alhamd
readmore Part 45 Terima kasih Criss
Bandara Internasional Soekarno Hatta "Sebentar lagi pesawat akan mendarat dan diharapkan semua penump
readmore Part 46 Berkumpul
Setelah memperbaiki motor milik Novi, Novi dan Yuni pamit pergi di depan Criss. Criss menatap punggu
readmore Part 47 Tertawalah Sebelum Dilarang
Novi terpukau menatap betapa indahnya pemandangan taman mini yang berada di hadapannya. Novi terseny
readmore Part 48 Senyuman Tulus Kenzo
Setelah mengurusi semua berkas kepulangan Kenzo dari rumah sakit. Nila tidak ada pilihan lain dan ia
readmore Part 49 S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
Di depan gerbang Mension mewah milik Kenzo, terdengar beberapa kegaduhan dari depan gerbang. Kedua s
readmore Part 50 S2. Menyembunyikan Dissa
"Cepat, lakukan tugas kalian. Jangan sampai kalian kalah dengan permainan mereka," ucap Kenzo dari b
readmore Part 51 S2. Jangan Menghalangiku
Cekrek! Suara pintu terbuka dan disana terlihat seorang wanita cantik yang sedang terbaring lemah di
readmore Part 52 S2. Lepaskan Aku
Diki mengalihkan pandangannya menuju Daniel. "Iya, benar katamu." sahut Diki dan mereka melirik ke a
readmore Part 53 S2. Dissa Terkejut
Kenzo menitikkan buliran kristal yang hampir mengenai wajah tampannya dan ia tak membayangkan betapa
readmore Part 54 S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
Pagi telah menjelang, sinar matahari terbit dengan semestinya. Di sebuah mension mewah keluarga Richa
readmore Part 55 S2. Diki Mendapatkan Vaksin
Tok! Tok! Tok! "Masuk!" ucap Dedi dari ruang kerjanya di dalam mension mewahnya. "Permisi Tuan, ini se
readmore Part 56 S2. Kebaikan Dila
Ting! Pintu lift terbuka dan Diki berjalan keluar lift. Baru saja, ia melangkahkan kaki berjalan kelu
readmore Part 57 S2. Nick Professional
Dila berdiri dari duduknya sambil mengangkat dua plastik besar yang berisi beberapa peralatan pakaia
readmore Part 58 S2. POV Diki
"Baiklah, terima kasih atas informasinya dan bisakah kau memberikan tempat penyimpanan vaksin itu. A
readmore Part 59 S2. Dedi Terkejut
"Kakak," ucap Dissa pelan membuka kedua matanya yang terlihat sayup. "Kau jangan bergerak dulu, tubuh
readmore Part 60 S2. Perhatikan Nick
Dila berdiri dari duduknya sambil mengangkat dua plastik besar yang berisi beberapa peralatan pakaia
readmore Part 61 S2. Papa?
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dari negara Amerika menuju ke Indonesia. Akhirnya, tibal
readmore Part 62 S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dari negara Amerika menuju ke Indonesia. Akhirnya, tibal
readmore Part 63 S2. Diki Adalah Anakmu
Budi turun dari helikopter itu dan ia membawakan kedua tas yang dipegangnya. "Criss, cepatlah! Kau l
readmore Part 64 Dissa Terharu
Hari telah menunjukkan empat sore, seperti biasanya di waktu itu banyaknya pemuda-pemudi berlalu lal
readmore Part 65 S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
Dila dan Diki menoleh ke arah Dissa yang berdiri tidak jauh darinya. Diki menyerhitkan keningnya mena
readmore Part 66 S2. Morning Kiss
2 Minggu kemudian Daniel dan Dissa telah bersiap-siap melakukan rutinitasnya masing-masing. Diki yang
readmore Part 67 S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
"Selalu saja, aku kena getahnya. Salah aku apa coba, hingga aku menjadi subjek yang ditertawakan." g
readmore Part 68 S2. Daniel Menyusul Dissa
Di sepanjang perjalanan, Dissa hanya diam dan menatap Luar kaca mobil. Dissa tenggelam dalam pikiran
readmore Part 69 S2. Daniel, Minumlah
"Suster Rani, cepat pasang infus dan alat oksigennya." titah seorang dokter wanita yang masih muda. "
readmore Part 70 S2. Dedi Pulang
Hujan rintik-rintik membasahi seluruh dunia dan di sana terlihat seorang pria berparuh baya tetapi m
readmore Part 71 S2. Takdir Diki
"Ma, Bagaimana keadaan kak Diki? Kapan kah, dirinya akan siuman melewati masa kritisnya?" tanya Diss
readmore Part 72 S2. Dissa Curiga
"Maafkan aku," ucap Dissa. "M-maaa," lirih Diki pelan. Dissa, Dedi, Dila dan Daniel menoleh ke arah Di
readmore Part 73 S2. Dedi Terlihat Tua
"Dokter, ini semua berkas nama-nama pasien yang terkena Covid-19," ucap Seorang perawat wanita berna
readmore Part 74 S2. Keputusan Criss
Suasana terlihat dingin seperti es krim, hujan rintik-rintik berhasil membasahi seluruh dunia. "Aku b
readmore Part 75 S2. Kebosanan Diki
Pagi telah menjelang, cahaya matahari menyinari dunia. "Hoammm... Pegal sekali," ucap Dissa bangun da
readmore Part 76 Jika Kita Berjodoh
"Jayden, aku pamit dulu. Assalamualaikum," ucap Criss dan berjalan menuju ke arah pintu ruangan. "Wa
readmore Part 77 S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
Keesokan harinya, Dissa dan Daniel masih menemani Diki berada di rumah sakit. Saat ini, Dissa berjal
readmore Part 78 S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
"Ehem..." deheman Daniel mengalihkan pandangan Dissa dan Diki menuju ke arahnya. "Cuma mau bilang, se
readmore Part 79 S2. Merawat Diki
Pagi hari, seperti biasanya semua orang memulai melakukan aktivitas mereka dengan bekerja. Novi yang
readmore Part 80 S2. Menunggu Kedatangan Novi
"Apa? Paman Diki tampan dan baik hati itu sakit," ucap Yuni mengulangi perkataan dari Kakaknya. "Kaka
readmore Part 81 S2. Kejutan
Dila menghentikan langkah kakinya sejenak dan ia menoleh ke arah sumber suara. "Belum." jawab Dila s
readmore Part 82 S2. Menahan Tawa
Di dalam ruangan yang bernuansa putih terlihat berbagai macam aneka bunga yang tersusun rapi di atas
readmore Part 83 S2. Memeriksa Dissa
"hahaha..." tawa Dissa menggema di seluruh ruang rawat Diki. "Lucu saja," ucap Dissa setelah puas mel
readmore Part 84 S2. Keputusan Novi
"Dissa sakit?" ucap Daniel mengulangi perkataan dari Mama Dila, Dila mengangguk setuju. "Aku baik-bai
readmore Part 85 S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
Setelah melakukan pemeriksaan intensif terhadap Diki, kini keluarga Richard bersiap-siap untuk kemba
readmore Part 86 S2. Saran Dedi
"Kalo sudah habis begini kan aku lebih semangat merawati kakak," ucap Dissa seraya memberikan air pu
readmore Part 87 S2. Kabar Jesika Hamil
"Kenapa bisa begitu? Bukankah, papa termasuk pria idaman karena kebaikan tapi kok masih ada orang la
readmore Part 88 S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
Jam telah menunjukkan pukul 12.00 WIB, semua pegawai di rumah sakit beristirahat untuk makan siang.
readmore Part 89 S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
Dila berjalan masuk menuju ke arah kamarnya, ia menaiki anak tangga menuju tingkat lantai tiga di me
readmore Part 90 S2. Harapan Nick
Jesika terbangun dari tidurnya, ia meregangkan otot-otot tubuhnya. "Hoammm... Pegal sekali tubuhku,"
readmore Part 91 S2. Dissa Kritis
Jesika menangis histeris saat ia menggenggam jam tangan berwarna merah itu. Ia sangat menyesal karen
readmore Part 92 S2. Daniel Posesif
Tiba-tiba, dunia Daniel serasa hancur berkeping-keping, harapannya menjadi seorang papa dan mengingi
readmore Part 93 S2. Menemui Bidan Ratna
Saat ini, Diki sedang asyik membaca beberapa berkas laporan perusahaan keluarganya. "Tuan," ucap Novi
readmore Part 94 S2. Mimpi Buruk
Saat ini, Diki dan Novi berjalan cepat menuju ke arah parkiran mobil. Diki tak ingin ambil pusing un
readmore Part 95 S2. Obat Penahan Rasa Sakit
Di sebuah taman mini tepatnya berada di belakang rumah sakit. Daniel duduk termenung memikirkan perk
readmore Part 96 S2. Nick Terkejut
Setelah menyelesaikan rapat dengan para kliennya di dalam kafe mini tapi sangat menarik dengan dekor
readmore Part 97 S2. Menolong Jesika
Setelah mencurahkan isi hati kecilnya, Daniel memilih untuk pulang ke mension Richard. Saat ini, ia
readmore Part 98 S2. Kemarahan Nick
Setelah menutup panggilan masuk dari Budi, Nick langsung berjalan menuju ke arah area parkiran. Tuju
readmore Part 99 S2. Nick Yang Sebenarnya
"Daniel!" panggil Mama Riska, memecahkan suasana hening di antara mereka. Daniel menoleh menuju sumbe
readmore Part 100 S2. Jesika Keguguran
Nick menarik rambut panjang Ratna dengan kasar, sehingga, Ratna dapat mengikuti langkah kakinya. "Lep
readmore Part 101 S2. Melamar Jesika
Dua minggu kemudian, Daniel seperti biasa menyuapi Dissa dengan makanan yang diberikan oleh rumah sa
readmore Part 102 S2. Rencana Acara Pernikahan
Pernikahan Jesika dengan Nick dilakukan di kediaman mempelai wanita di kota Sungailiat. Berbagai dek
readmore Part 103 S2. Kejujuran Diki
Sudah hampir 2 bulan, Dissa masih dalam kondisi yang sama. Daniel menghela nafasnya sejenak, ia mena
readmore Part 104 S2. Satu Minggu
Hari demi hari yang dijalani Dissa hanyalah duduk diam dan termenung. Di hati kecilnya, ia selalu me
readmore Part 105 S2. Selalu Bersama - Epilog
Dua tahun kemudian Dissa berusaha mengejar Dandi yang berlari kesana-kemari di dalam mension mewah mi
readmore Ekstra Part 1 Keinginan Kuliah Lagi
Pagi telah menjelang dan ufuk timur telah terbit untuk menyinari dunia. Di dalam ruangan yang luas d
readmore Extra Part 2 - Ke Luar Negeri Mengetahui Tentang Jesika
Setelah melewati masa test pendaftaran dan penerimaan selama 2 minggu. Akhirnya, Dissa diterima beas
readmore Ekstra Part 3 - Malam Yang Panjang
Dissa memejamkan kedua bola matanya sejenak, ia butuh pikiran yang jernih untuk menimalisir semua ke
readmore Ekstra Part 4 - Mencintaimu Selamanya - Tamat
Hari ini merupakan hari yang ditunggu Dissa selama ini, hari senin yang menjadi saksi bahwa Dissa pe
readmore
alur ceritanya sangat menarik sehingga tidak membuat pembaca merasa jenuh☺
25/01/2022
1suka
27/06
0bagus
07/05/2025
0cerita yang menarik
31/12/2024
0sangat bagus saya suka dengan ceritanya
25/12/2024
0Good Story
15/11/2024
0bagus
08/11/2024
0Novel bagus dinikmati.harap bisa di perbanyakkan lagi
06/05/2024
0sumpah kerenn bangttt
21/06/2023
0sangat menarik
08/05/2023
0