Visão geral
|Catálogo
- Tag(s):
- Keluarga
- Persahabatan
- Heteroseksual
- Pergaulan remaja
Kisah sepasang sahabat yang saling mencintai dalam diam. Caca yang belum pernah berpacaran justru jatuh hati pada Dafa, sahabatnya sejak kecil yang justru seorang playboy kelas kakap. Kehadiran mantan sahabat dan penghianatan teman dekatnya membuah Caca begitu sengsara. Jauh dari orang tua, berkali-kali dilukai oleh orang terdekat, bahkan orang yang dicintainya. Mampukah Caca bahagia setelah semua yang terjadi dalam hidupnya?
Última Atualização
Escolha do Editor
Recomendação
Comentário do Livro (91)
- Total: 127
Capítulo 1 Mabuk Aqua
Cup!
Caca membelalakkan mata saat sebuah benda kenyal dan beraroma mint menempel di bibirnya.
"M--MaaCapítulo 2 Pasar Gratis
Arga dan Gara masuk lalu duduk bersila di karpet bulu, ditemani puluhan makanan ringan juga beberapCapítulo 3 Gempa
Dafa melingkarkan kedua tangannya di punggung sang sahabat membuat gadis itu seketika melotot.
"UdaCapítulo 4 Jijik
"Bun!"
Fenti yang sedang memetik anggur di belakang rumah menatap heran pada anak semata wayangnyaCapítulo 5 Perkara Pamitan
Dafa mengacak rambutnya kesal, jujur dia malu, takut jika gadis yang sudah menjadi sahabatnya sejakCapítulo 6 UKS
"Astaga ini gimana bisa? Duh, tombol hapus mana lagi, astaga udah dibaca!" Ucap Dafa kelimpungan ketCapítulo 7 Situ Cisanti
"Kirain cuma main ke Cafe atau gramedia," ucap Gara tak habis pikir dengan tempat yang dituju adiknyCapítulo 8 Gembel Apa Gombal?
"Yang punya pacar suruh putusin aja, Ca," ucap Fey seenaknya.
Caca menggeleng tidak terima, "gak bakaCapítulo 9 Kepulangan Dafa
Dafa membalas pelukan bundanya.
"Mana bisa jauh dari Bundaku tersayang ini, sehari aja udah kangen,"Capítulo 10 Rumah Stroberi
Dafa dan Caca sudah sampai di area parkir Rumah Stroberi. Lelaki itu melirik jam di pergelangan taCapítulo 11 Janji
"Emang ada yang mau kenal sama kamu?"
Caca mengambil tisu dan mengelap bibirnya, hidungnya bahkan teCapítulo 12 Gagal Fokus
Dafa mengangguk dan kembali tiduran, sedangkan Caca melanjutkan nonton drama Korea yang sempat tertCapítulo 13 Bebek Jantan
Naya menghela napas kasar, dia merasa kesepian. Orang tuanya hanya sibuk bekerja dan pulang saat lCapítulo 14 Bohong
"Gak lucu tau," gadis itu berdiri dan siap keluar ketika tangannya ditarik Dafa, membuat dia kembaliCapítulo 15 Marahan
"Kamu habis darimana? Jauh-jauh kok cuma pakai sandal jepit sama kaos oblong, tumben banget?"
Caca meCapítulo 16 Putus
"Gitu aja masih nanya, ya minta maaf lah!" Erki membentak gemas.
Abizar hanya geleng-geleng dan mengCapítulo 17 Ditraktir Manusia Es
"Dia itu penggoda Dafa, cewek itu pasti mau rayu kamu."
Dafa berdecak lalu keluar dari mobilnya dan mCapítulo 18 Ketemu Mantan
Caca mengetuk pintu rumah Fenti. Tadi Fenti memberi rendang, jadi sekarang ia mengembalikan mangkuCapítulo 19 Gebetan Baru
Rama mengangguk dan tersenyum.
"Tadinya mau ngasih kejutan, tapi ternyata ketemu disini," ucapnya meCapítulo 20 Pak Dendi Si Dosen Killer
"Wah, dua Bos kita udah datang duluan, rupanya!" Teriak salah satu anggota UKS saat melihat Arga dCapítulo 21 Akibat Mencuri Stroberi
"Pacarnya Naya. TNI loh Ca, kemarin gak sengaja ketemu di mall pas lagi ajang panas-panasan sama siCapítulo 22 Siapa Sahabat Caca?
Fahri dan beberapa anak UKS yang berkuliah di Darmajaya akan berangkat. Mereka menghentikan lajuCapítulo 23 Bodyguard Yang Malang
"Jadi ke cafe?" Tanya Caca tanpa mengindahkan pertanyaan ketiga temannya.
"Jawab dulu kek Ca," ucap NCapítulo 24 Suara Siapa?
"Daf, kamu tau nggak?" Caca menolehkan kepalanya menghadap Dafa.
Dafa berdehem namun tatapannya masihCapítulo 25 Si Jago, Caca
"Eh, ada anak kesayangan dosen nih guys." Vania bersama kedua temannya, Ela dan Angel duduk di bangCapítulo 26 Danau Belakang Rumah
Caca sedang berada di sebuah danau buatan di belakang rumahnya, pandangannya fokus pada lukisan yanCapítulo 27 Pertolongan Dari Satria
"Dasar jal*ng! Gue udah bilang, jangan deketin Irfan lagi!"
Kiara diam saja ketika wanita di depannyaCapítulo 28 Caca Sakit
Kiara diam saja, membiarkan Satria yang meladeni mantan gebetan yang sudah membuat hidupnya susah.
"Capítulo 29 Kapan Mulai Suka
Dafa datang ke rumah Caca saat mendengar sahabatnya sakit. Dia mengetuk pintu kamar gadis itu, ditCapítulo 30 Janji Lagi
"Daf ...."
Dafa menoleh, menatap wajah sang sahabat yang saat ini duduk di sampingnya. Malam ini, meCapítulo 31 Gavin Lagi
"Pelan-pelan Ca," lirih Arga saat pipinya dikompres Caca.
Karena masih kesal Caca justru semakin meneCapítulo 32 Pelukan Penenang
"Hama banget tau nggak, kalau ada pestisida pasti langsung gue semprot."
Seketika semua yang ada di mCapítulo 33 Berangkat Bareng
"Terus gimana ceritanya tadi bisa ketemu Gavin?" Tanya Dafa sembari terus mengelus rambut Caca, seseCapítulo 34 Fahry
[Hai, mau makan siang bareng nggak?]
Baru saja Caca membuka aplikasi chatting berwarna hijau, sudahCapítulo 35 Naya Lupa Tugas
Selesai makan, Fahry mengajak Caca ke bioskop. Katanya lelaki itu sudah beli 2 tiket film horor. AwCapítulo 36 Argos
Caca sedang lari pagi bersama Dafa, sedangkan kedua abangnya memilih olahraga di rumah. Seperti GarCapítulo 37 Mungkin Depresi
Geng Argos pergi dengan kesal. Tidak mungkin mereka melawan UKS yang pernah mengalahkan mereka, jugCapítulo 38 Hantu
Pagi hari, Caca berangkat ke kampus naik taksi. Perempuan itu juga mengenakan kacamata dan menguraiCapítulo 39 Naya Kerasukan
Kiara langsung mengunci mobilnya agar Naya tidak ikut masuk. Gadis itu langsung melajukan mobilnyaCapítulo 40 Ternyata Salah Faham
Arga membuka pintu apartemen Caca diikuti gadis itu, juga teman-temannya.
Naya yang sedang rebahan seCapítulo 41 Terpeleset
Sudah 2 bulan persahabatannya dengan Dafa menjadi renggang. Lelaki itu juga tidak pernah mencarinyaCapítulo 42 Titah Gara
Naya sigap mengeluarkan ponselnya dan memotret mereka.
"Wah ... wah ... wah, kalau dilaporin SatriaCapítulo 43 Permintaan Maaf Dafa
Entah karena ingat bahwa mereka masih menjadi sahabat atau karena sudah bosan dengan pacarnya, malaCapítulo 44 Kebusukan Jenny
Untung saja Caca sudah diajarkan cara meretas akun. Jemarinya bergerak lincah diatas keyboard hinggCapítulo 45 Ditangkap Polisi
Kebetulan hari ini weekend, jadi Caca tidak perlu repot-repot keluar rumah. Gadis dengan setelan kCapítulo 46 Jangan Benci Dafa
Caca terkekeh pelan. Baginya, menggoda Arkan sama saja menggoda Arga karena keduanya mempunyai sifaCapítulo 47 Makan Malam
"Iya-iya, maaf. Aku juga akan berusaha buat berubah."
Caca menatap geli sahabat laki-lakinya ini. KebCapítulo 48 Enggak Boleh Peluk
Namanya juga Caca, walau jadi pusat perhatian dia tetap tidak akan peduli, asal tidak ada yang mengCapítulo 49 Devan Manusia Bucin
Malam ini, Caca pergi keluar bersama Arga. Entah kenapa abang yang biasanya selalu betah di rumah iCapítulo 50 Rindu Keluarga
"Oma ikut nggak?" Kini giliran Arga yang bertanya.
"Enggak kayaknya, ini juga di Indonesia cuma sekitCapítulo 51 Tidak Semudah Itu
Dafa langsung pulang setelah selesai kuliah. Daripada ke rumah Dion yang sudah sering ia kunjungi lCapítulo 52 Takut?
Pemuda yang masih rebahan itu terkekeh, "Bunda ternyata suka pamer juga ya," ujarnya yang langsung mCapítulo 53 Beneran Takut
Badan laki-laki itu sontak merapat pada sang sahabat. Bulu kuduknya berdiri dan matanya memandang aCapítulo 54 Fahry dan Vania?
2 hari kemudian Devan benar-benar pulang. Tidak ada yang berubah, semua berjalan seperti biasa. HanCapítulo 55 Bertemu Lagi
Caca terus berjalan hingga bertemu Kiara di depan toko kacamata.
"Lah, nggak jadi beli sepatu, Ca?"
CCapítulo 56 Perkara Martabak
"Martabak. Abang kalau mau minta sama Lily."
"Kakak!" Devan menatap tajam sang adik.
"Iya, maksudnya mCapítulo 57 Suami Ke-26
Pagi harinya, Caca yang hendak ke kampus secara tidak sengaja bertemu Erza di jalan. Lelaki denganCapítulo 58 Kenapa?
Caca berguling-guling diatas ranjang. Sesi nonton drakor sudah selesai, kini ia bingung harus melakCapítulo 59 Bersama Erza
"Lo, cewek yang ada di foto insta*ram Dafa itu?" Tanya Erza menatap lekat gadis disampingnya.
Saat inCapítulo 60 Nasib
Caca langsung teringat sesuatu. Agar berita tentangnya mereda, gadis itu segera mengirim pesan padaCapítulo 61 Pembalasan
Selepas sarapan, Caca menyempatkan diri ke rumah Dafa, dia akan membuat perhitungan pada sahabatnyaCapítulo 62 Nyusahin Diri Sendiri
"Udahlah, aku mau pulang. Kalau belum sembuh kamu kompres aja sendiri."
Dafa segera menahan tangan CaCapítulo 63 Nggak Setia Kawan
"Bukan nyusahin diri sendiri, kok. Ini namanya olahraga tau, biar semakin langsing dan tetep punya sCapítulo 64 Sepupunya Fey
"Sakit, heh! Sembarangan banget narik-narik, kalau bibirku jadi monyong gimana coba?"
Caca mendelik sCapítulo 65 Makan Sendiri Atau Ditemani Setan?
"Eh, ngomong-ngomong emang lo sekarang lagi deket sama dia?" Tanya Fey ketika mereka sampai di kamarCapítulo 66 Karet
Ditengah-tengah kebingungan yang melanda tiba-tiba pintu kamarnya kembali diketuk. Tidak mungkin biCapítulo 67 Dijemput Erza
2 hari setelah kejadian itu, kini tiba hari dimana HiDFY akan perform. Caca beserta rombongannya tenCapítulo 68 Kenapa Erza Berbeda?
"Za, lo kayaknya salah jalan deh!" Seru Caca yang mulai khawatir.
"Enggak. Ini jalan pintas, gue samaCapítulo 69 Hilang
Sepertinya Tuhan mendengar doa Caca. Buktinya kini sebuah mobil sedan berhenti di sampingnya, pengeCapítulo 70 Pulang
Karena hujan deras disertai kilatan petir, membuat anggota UKS menghentikan pencarian. Setengah jaCapítulo 71 Akibat Ulah Erza
Caca bersandar pada sandaran ranjang. Wajahnya murung dan matanya merah karena kelamaan menangis.
"LCapítulo 72 Namanya Juga Cewek!
"Kalau gitu kita ke Bukit Moko lusa aja, hari ini terserah kamu maunya kemana."
Telunjuk Caca mengaraCapítulo 73 Farmhouse
Setelah 3 jam lebih diperjalanan akhirnya mereka sampai disalah satu tempat wisata, Farmhouse LembaCapítulo 74 Bertengkar
"Enggak pa-pa deh ngantre, yang penting pakai hanbok. Percuma sampai sini kalo foto pakai pakaian biCapítulo 75 Keras Kepala
"Ternyata bagus ya," gumam Caca saat netranya melirik pohon-pohon yang penuh warna.
"Baguslah, nyeselCapítulo 76 Foto Bareng
Hari ini ketiga anak keluarga Kingstone menghabiskan waktunya dengan bermain di tempat wisata yangCapítulo 77 Boros
Pagi harinya, Caca dan kedua abangnya pulang. Kini mereka sudah berada di rumah. Suasana canggungCapítulo 78 Zizan
Gara berdecak kesal saat mendengar pertanyaan Zio. Tangan yang tadinya mengalun di pundak Arga langCapítulo 79 Pengakuan
"Mau kemana, Ca?" Tanya Gara sore ini ketika melihat sang adik berjalan ke arah garasi.
Celana jeansCapítulo 80 Braga
"Bisa dibilang setara sama ketua umum, selama ini kalau ada masalah apapun juga mereka selalu diskusCapítulo 81 Barbeque
Caca tiba di rumah tepat setelah azan isya. Dia bergegas mandi. Setelah selesai gadis itu langsungCapítulo 82 Gini amat ... punya saudara kembar
Tiba-tiba muncul Dafa dari arah samping, kedua laki-laki berwajah serupa disana menatapnya dengan pCapítulo 83 Bikin Kue
"Ini dipisah kan, Bun?" Tanya Caca setelah memecah semua telur ke dalam mangkok.
Walau sering membuatCapítulo 84 Kecelakaan
Gadis berhoodie hitam itu melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata. Sejak keluar dari rCapítulo 85 Naura Siapa?
Mereka berpandangan tidak percaya. Sahabat? Jadi benar jika selama ini sahabat yang dirahasiakan CaCapítulo 86 Mantan
"Naura mantan kamu, Dafa ...," ucap Fenti dengan geram.
"Emang mantanku ada ya yang namanya Naura?"
AkCapítulo 87 Dio pulang
Sudah beberapa hari Caca sakit dan publik mulai geger karena postingan akun HiDFY, juga ketiga membCapítulo 88 Bucin Sejak Dini
"Enggak ada Caca gini kok jadi sepi ya? Padahal kalau ngumpul dia juga nggak banyak omong," ujar NayCapítulo 89 Cari Ayah Baru
Dafa mempercepat makannya, Fenti dan Dio yang melihat hal itu menjadi tersenyum dan menggelengkan kCapítulo 90 Carla
"Gimana Bang, udah ketemu yang punya akun kemarin?" Tanya Dafa pada laki-laki yang baru selesai lariCapítulo 91 Cemburu
"Ma ... kayaknya tangan Caca gerak deh," ucap Arga yang sedari tadi menggenggam tangan adiknya.
"YangCapítulo 92 Salah Mengartikan
Erza berkali-kali mengumpat, dia sungguh penasaran dengan keadaan Caca sekarang. Mau datang langsunCapítulo 93 Sadar
Caca melirik sekeliling ruangan yang kini sangat ramai, berbeda sekali dengan saat pertama dia bangCapítulo 94 Rhea
Seminggu kemudian, Caca sudah boleh pulang. Dokter Linda masih sering datang untuk memeriksa keadaaCapítulo 95 Kedatangan Jena
Langkah laki-laki itu seketika terhenti, namun Caca justru tersenyum manis sambil menyodorkan ponseCapítulo 96 Kedatangan Gavin
2 hari kemudian Jena berkunjung ke rumah Caca.
"Oh, itu ... tetangga yang sering kamu ceritain?" TanCapítulo 97 Anggap Setan, Biar Sesuai Sama Kelakuannya
Syukurlah pertemuannya dengan Gavin tadi tidak menimbulkan masalah, laki-laki itu hanya sekedar berCapítulo 98 Kumpul Bareng Anggota UKS
Beberapa bulan telah berlalu, Caca pun sudah sembuh.
Hari ini, dia ikut berkumpul dengan beberapa anCapítulo 99 Dimarahi Lizzy
"Yang pake headband kotak-kotak warna merah geser dikit dong, gak kelihatan nih!" Seru Caca karena tCapítulo 100 Pipi Bakpao
Sehabis magrib, Caca datang ke rumah pohon karena telah berjanji pada Dafa.
"Permisi ... apa di dalaCapítulo 101 Balapan Dengan Dafa
Caca duduk di pinggir ranjang sambil tersedu-sedu, di depannya ada Arga yang sibuk menenangkan. TadCapítulo 102 Rencana Liburan
Caca menghentikan motornya di depan rumah Fey dengan bibir pucat dan jantung berdetak tidak karuan.Capítulo 103 Ulah Vania
Seusai kuliah, keempat perempuan yang tergabung dalam grub HiDFY itu melakukan latihan, kemudian laCapítulo 104 Kelicikan Vania
Di belakang laki-laki itu ada Vania yang pura-pura ketakutan, namun Caca sempat melihat senyum puasCapítulo 105 Peringatan Untuk Dafa
Dafa menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah Caca yang sebenarnya juga berhadapan dengan rumahCapítulo 106 Gara-Gara Makan Sosis
Sepanjang jalan menuju gedung fakultas, perempuan itu merasa semua orang yang ditemui melirik sinisCapítulo 107 Lupa Memberi Kabar
Caca beserta ketiga member HiDFY, juga Diana, Agam, dan Vika, wanita yang biasanya menjadi fashionCapítulo 108 Mansion
Tak terasa sudah seminggu mereka berada di Labuan Bajo. Berbagai tempat wisata pun telah disinggahiCapítulo 109 Coba Dicelup Ke Laut
Malam harinya, Caca dan kedua abangnya, juga semua teman-temannya barbeque-an. Disini,mereka bisa mCapítulo 110 Kelamaan
Setelah kenyang, beberapa orang memisahkan diri. Ada yang duduk sendiri sambil chating entah denganCapítulo 111 Terlalu Kepo Itu Tidak Baik
"Carla ...." Dengan mata terpejam Caca terus menggumamkan nama sang sahabat.
Kepalanya bergerak ke kaCapítulo 112 Pulang
Tak terasa waktu sudah sore. Seharian tadi Caca dan yang lain hanya menghabiskan waktu di mansion dCapítulo 113 Cerita Naya
Sambil merebahkan badan Caca membuka room chat khusus dirinya dan ketiga temannya.
[Udah pada sampaiCapítulo 114 Kebun Binatang
Hari ini Caca dan Dafa benar-benar pergi ke kebun binatang.
"Tuh lihat, mirip kamu kan?" Telunjuk DaCapítulo 115 Keputusan Caca
Semua berjalan normal hingga 2 bulan kemudian Caca diberitahu salah satu temannya bahwa seminggu yaCapítulo 116 Mengembalikan Cincin
"Makasih, Kak," ucap Caca dengan suara serak saat turun dari mobil Kiara.
Kiara mengangguk.
"Roti lo tCapítulo 117 Keberangkatan Caca
Berbeda dengan Dafa yang seketika jantungnya seperti berhenti berdetak. Dia memang membawa Fara keCapítulo 118 Tetap Caca
Dafa langsung menolak dengan tegas ucapan bundanya barusan.
Menikah? Tidak, tidak! Bukan ini yang diCapítulo 119 Rencana Menyusul Caca
Berkali-kali Dafa menelfon Caca, namun tak pernah dijawab. Kini, setelah 3 bulan laki-laki itu baruCapítulo 120 Apa?!
Benar. Memangnya kalau ketemu terus Caca masih mau sama dia? Dafa termenung, perasaannya jadi was-wCapítulo 121 Bertemu
Benar apa yang dikatakan Kiara tadi bahwa Dafa akan menyusulnya. Sejak tadi laki-laki itu berdiri dCapítulo 122 Pernikahan Arga
3 tahun telah berlalu.
Banyak hal yang sudah terjadi, termasuk Devan yang menikah dengan Lily satu tCapítulo 123 Permintaan Dio
[Ini terakhir, Ca. Aku bakalan dijodohin nggak tau sama siapa, mungkin setelah ini kita nggak bisa kCapítulo 124 Melawan Dio
Berkali-kali Dafa melirik ayahnya yang duduk di depannya.
"Ayah tadi udah bicara sama Caca supaya meCapítulo 125 Video Dari Kiara
Hari ini Dafa kembali mengurung diri di dalam kamar. Berkali-kali Fenti memanggilnya namun tidak adCapítulo 126 Terserempet Mobil
Tin ... tin ....
Perempuan dengan kaos putih dipadukan rok span dan flat shoes yang hendak berlari mCapítulo 127 Tamat
Dio berjalan tergesa bersama mantan calon besannya, yaitu Hansa dan Hesti.
Setelah bertanya pada res


















good
10/01
0gile si menarik bangett cerita nyaa, cuman aga kurg sedikitt
27/10
0menarik
11/09
0baguss banget
01/06
0bagus
18/05
0saya suka
01/05/2025
0nanti aja
14/04/2025
0Bagus
14/03/2025
0kerenn bangett👍👍
23/12/2024
0awesome
21/09/2024
0