Total : 30Bab 1 November Rain
Musim penghujan telah datang. Bulan November kembali bersama kisah lalu yang terus diperbaharu. Rint
readmore Bab 2 Surat Untuk Aluna
————————————————————— ————————————————————— Teruntuk kekasihku, Aluna ... Aku harap bisa mengikis waktu
readmore Bab 3 Juni July?
"Mas!" tegur Sadam, adikku. Aku yang tengah berjalan menuruni anak tangga lantas berhenti, beralih me
readmore Bab 4 Still Forget
"Deris ke mana?" tanyaku pada Risya yang tengah berkutat dengan komputer. Dia adalah seorang admin me
readmore Bab 5 Namanya Rinjani
Selesai berkeliling ria dari Taman Wisata Mangrove, aku dan July akan pergi ke Taman Suropati di kaw
readmore Bab 6 Rasa Yang Ada
"Salam hangat untuk cintamu, aku yang lemah dan patah hati .... Biarlah orang memandang lemah, aku t
readmore Bab 7 Hilang Ingatan?
"Mas!" tegur Sadam padaku yang tengah fokus terhadap layar laptop. "Kenapa?" tanyaku tanpa beralih pa
readmore Bab 8 Unclear
"Soalnya kamu hanya memerhatikan Aluna." Aku terdiam untuk beberapa saat. "Apa kamu mengenal Aluna?" t
readmore Bab 9 Prawedding
"Turun! ucapku ketika mengantar Sadam kembali ke rumah. "Tapi Mas Liam tungguin, ya! Sadam mau ikut k
readmore Bab 10 Care
"Kamu lagi ngapain di situ?" tegurku membuat July seketika menolehkan kepalanya. "Saya lagi ngasih ma
readmore Bab 11 Sang Pemilik
Aku membawa peralatan foto ke dalam studio. Setelahnya, aku berlalu ke luar dan duduk bersandar di s
readmore Bab 12 Paham yang Salah
Aku berjalan menuruni anak tangga dan mendengar suara ribut-ribut dari arah ruang makan. Segera lang
readmore Bab 13 Sweet Dream or Nightmare
______________________________________________ Sepi sudah cukup erat memeluk diri ini. Tak lama lagi
readmore Bab 14 Masih Kekasihku
Hari ini semuanya sibuk sekali. Bahkan Anggun yang baru saja masuk kerja harus turut serta disibukka
readmore Bab 15 Tidak Berarti
Alarm ponsel berbunyi, membuatku seketiga terjaga. Segera kumatikan agar tidak menimbulkan bising ba
readmore Bab 16 Khianat
Semejak kejadian hari itu, aku sedikit canggung ketika berhadapan dengan July. Padahal dia terlihat
readmore Bab 17 Jangan Salah Paham!
"Selama saya kerja sama Mas Liam, baru kali ini saya liat ketawanya. Selain jutek, biasanya cuma sen
readmore Bab 18 Salahku?
Sedari pagi July tampak tidak begitu menganggap diriku ada. Kerap kali dia berusaha menghindar dari
readmore Bab 19 Tentang Apa dan Siapa
Aku terduduk seorang diri, menatap kosong dalam lamunan. Sebenarnya aku kenapa? Melakukan hal-hal ko
readmore Bab 20 Never?
"Mas Liam bisa nganter Sadam ke sekolah, gak?" tanya Sadam mengalihkan perhatianku. "Mas lagi makan,
readmore Bab 21 The Worse
"Udah sore, saya mau pulang dulu," ucapku setelah cukup lama berada di kosan July. Sebenarnya aku ha
readmore Bab 22 Luka Lama yang Terbuka
Aku menatap lengan kananku yang tidak bisa bergerak bebas. Gips itu sangat membatasi pergerakanku, b
readmore Bab 23 Perasaan yang Tiba-tiba
Sekarang, malah otakku yang dipenuhi rasa risau. Apa July bisa menerima perasaanku? Atau ... mungkin
readmore Bab 24 Backstreet?
"Tapi saya mohon, Mas Liam jangan mempermainkan perasaan saya. Saya pernah jatuh cinta lalu kecewa s
readmore Bab 25 Menjadi Pertanyaan
"Halo, selamat pagi Risya?" sapaku ketika melihat kedatangannya. "Pagi Mas Liam ...," sahutnya bingun
readmore Bab 26 My First Kiss
Rasanya seperti bertepuk sebelah tangan. Kalau memang dia tidak suka denganku, seharusnya bilang saj
readmore Bab 27 Sebuah Penerimaan
Karena tidak terlalu sibuk, hampir semua orang ada di kantor. Kecuali Deris dan Risya. Akhir-akhir i
readmore Bab 28 Bapak Mertua
"Mas Liam yakin mau ketemu langsung sama bapak saya?" tanya July yang kubalas dengan gumaman. Kini ak
readmore Bab 29 Pengumuman
Setelah obrolan yang cukup panjang, calon bapak mertua menyuruhku untuk segera membersihkan diri. Se
readmore Bab 30 Cinta Sejati
Bertahun-tahun aku terpuruk, merasa kehilangan cinta sejatiku. Selama itu juga aku menutup diri, men
readmore
bagussss banget
26/03
0bagus
11/03
0𝗖𝗶𝗻𝘁𝗮 :𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗶𝗻𝗱𝗮𝗵 𝗻𝗮𝗺𝘂𝗻 𝘁𝗮𝗸𝗮𝗯𝗮𝗱𝗶
07/03
0good read
15/02
0