Total : 50BAB 1
Cuaca pagi ini sangat bagus sebab tidak terlalu panas dan tidak mendung. Hari ini pertama Rio bersek
readmore BAB 2
"Diana, kamu angkat tangan dong. Rio kan nggak tau nama Diana itu yang mana," titah Ibu Mawar. "Tiara
readmore BAB 3
"Wow hebat," puji Pak Gani pada Robby. Diana melirik ke arah Rio," kayaknya dia bakal menjadi saingan
readmore Bab 4
"Kemana sih?" tanya Rio dalam hati. "Sudah dikasih contekan gratis malah nggak menemani gue," rutuk R
readmore Bab 5
Rio yang sedang duduk santai, dia pun merasa pengen merokok, kini dia merogoh saku celana nya kemudi
readmore Bab 6
Pagi itu Rio buru-buru keluar dari rumah, rambut masih acak-acakan, tas hampir nggak dibawa dan untu
readmore Bab 7
Rio dan Diana jalan berdampingan Langkah keduanya sama-sama berat—bukan karena capek mindahin sampah,
readmore Bab 8
Setelah waktu hukuman selesai, guru mempersilakan Rio dan Diana kembali ke tempat duduk. Begitu mere
readmore Bab 9
Diana akhirnya berhasil nyeret Robby ke sebuah tempat yang jarang dimasuki orang dan mulai memukulin
readmore Bab 10
"Apalagi yang lo tunggu? Lo ngapain masih ada sini! Buruan pergi kawan,"suruh Erik. "Cepat,"tambah Er
readmore Bab 11
Tiga hari kemudian, pengumuman lomba akhirnya keluar. Perlombaan cerdas cermat itu akan dimulai. Sejak
readmore Bab 12
Begitu mereka masuk ke kantin, obrolan langsung mereda sejenak—lalu berubah jadi bisik-bisik yang ma
readmore Bab 13
“Ujung-ujungnya juga bakal ada yang duduk di bangku itu,” ucap Diana santai. “Mau Rio, gue, atau Mirn
readmore Bab 14
“Ya bagus sih lo memutuskan untuk nggak duduk bareng, kepergian lo dari tempat duduk itu udah bener,
readmore Bab 15
Tak lama, seseorang berlari dari belakang dan tanpa sengaja mendorong Rio hingga terjatuh. Diana se
readmore Bab 16
Malam harinya, Diana merasa sangat ketakutan. Ia baru bisa tertidur sekitar pukul dua belas malam. Na
readmore Bab 17
Setelah pelajaran pertama selesai, Diana akhirnya diizinkan masuk ke dalam kelas. Setelah masuk ke da
readmore Bab 18
Diana terdiam. Ia tampak bingung. Di satu sisi, ia masih teringat ucapannya pada Rio—bahwa ia lebih m
readmore Bab 19
Hari ini adalah hari Rabu. Pihak sekolah sudah mengumumkan peserta lomba yang akan diadakan besok me
readmore Bab 20
“Mirna!” teriak Diana. Suasana kelas langsung pecah. Beberapa siswa yang sebelumnya berusaha menahan
readmore Bab 21
Setelah seleksi selesai, mereka yang ikut lomba pun keluar dari ruangan dan menuju kantin. Diana kemb
readmore Bab 22
Di parkiran sekolah, Diana masih teringat ucapan Tina. Ia berdiri diam, pikirannya penuh. Ia mulai me
readmore Bab 23
Selama dua minggu, Rio dan Diana saling diam. Tidak ada sapaan atau basa basi dari keduanya. Mereka
readmore Bab 24
Diana menahan air matanya. Perasaannya sudah tidak enak sejak tadi—bersalah, gelisah. Ditambah sikap
readmore Bab 25
2 Minggu kemudian, Dion bilang kalau Rio sekarang menjauh dari Diana. Dia merasa Rio itu tidak seriu
readmore Bab 26
Robi menatap Rio, ada rasa tidak tega. Tapi persahabatannya dengan Dion dan Erik sudah terjalin lama
readmore Bab 27
“Kalian yang biasa saja,” ucap Tina sinis. “Muka cantik begini dibilang biasa saja… ngaca dong.” Diana
readmore Bab 28
Pak Hakim mendengar itu agak merasa aneh. Ia mencoba memahami kenapa kedatangan Rio bisa berujung ke
readmore Bab 29
“Makanya saya nggak terlalu dekat dengan laki-laki,” ucap Diana pelan. “Saya fokus menjalankan pendid
readmore Bab 30
Meski sudah dilerai, Rio kembali maju dengan cepat. Bugh! Bugh! Bugh! Tinjuannya mendarat ke wajah Dio
readmore Bab 31
Pak Hakim tersenyum tipis, tampak puas dengan idenya sendiri. Sementara itu, Rio terlihat tidak nyama
readmore Bab 32
Mereka berlari dua putaran dengan napas yang semakin terengah-engah. Langkah Dion semakin lama-kelama
readmore Bab 33
Tak lama kemudian, guru masuk untuk pelajaran terakhir. Suasana kelas perlahan kembali tenang, meski
readmore Bab 34
Diana akhirnya meninggalkan taman. Ia merasa sudah cukup berbicara dengan Rio. Dalam hatinya, ia suda
readmore Bab 35
Rio memutar bola matanya malas. Ia tidak suka cara Tina bicara, seolah-olah dia yang paling berhak di
readmore Bab 36
Pria itu hanya diam, menahan tangis. Matanya menatap kacamatanya yang sudah rusak, sementara hatinya
readmore Bab 37
Keesokan harinya, Rio dan Jiko semakin sering bertemu. Rio selalu mengatakan bahwa jika ada masalah,
readmore Bab 38
Diana berulang kali melihat daftar peringkat itu. Matanya terus tertuju pada posisi juara satu. Namun,
readmore Bab 39
Diana akhirnya mengangkat kepalanya perlahan. Matanya masih merah karena terlalu lama menangis. “Kala
readmore Bab 40
Entah jam berapa Diana mulai tidur tapi ketika jam menunjukkan pukul jam 1 siang, Diana terbangun l
readmore Bab 41
Rio perlahan-lahan melangkahkan kakinya menjauh dari Diana. Sebelum ia pergi terlalu jauh, Diana akhi
readmore Bab 42
Ayahnya langsung terdiam. Ia terdengar sangat terkejut mendengar suara Diana dari telepon itu dan men
readmore Bab 43
Selama tiga minggu, Diana dan Rio terus sering bertemu di rumah sakit. Awalnya hubungan mereka masih
readmore Bab 44
Diana sembari menoleh pada ibunya. “Diana, kenapa sih kamu?” ucap Diah santai. “Nggak apa-apa lah kala
readmore Bab 45
“Lo emang bakal jatuh cinta sama orang yang disiapin jadi jodoh lo?” tanya Rio santai. Pertanyaan itu
readmore Bab 46
Rio pun nggak habis pikir dengan Dion yang melakukan itu padanya, sengaja bikin dia jatuh dan terlih
readmore Bab 47
Tak lama kemudian, Tiara datang dengan langkah cepat. “Dari tadi gue nyari kalian ke sana ke sini,” u
readmore Bab 48
“Nggak,” bantah Diana cepat. “Gue nggak suka sama Rio,"lanjutnya menegaskan. “Kenapa sih lo malah ngan
readmore Bab 49
Sekarang cerita beralih ke Rio. Rio sedang duduk bersama dua sahabatnya, Jiko dan Mevin. Mereka terta
readmore Bab 50(Ending)
Beberapa hari kemudian, di SMA Galaxa, upacara pagi akhirnya selesai sekitar sepuluh menit yang lalu
readmore