“Gila lu, ngapain ikutin gue? Pergi nggak, gue ceburin ke empang baru tahu rasa!” decak Adrian.
“Ampun ... gue cuma ingetin lu doang. Dia makhluk astral, beda ama kite,” sanggah Wandi.
“Elehh, lu mau merebutnya dari gue, kan? Ngaku nggak lu?” desis Adrian semakin kesal.
“Sumpeh, Brow kagak!”
Persahabatan bagai kepompong Andrian dan Wandi merenggang lantaran seorang gadis aneh tapi nyata bernama Hesta. Gadis yang terlihat cantik paripurna di mata Adrian namun, menakutkan bagi Wandi. Peristiwa buruk sering terjadi semenjak kehadiran Hesta. Semua berawal dari pohon beringin, yang sempat Adrian dan Wandi sambangi.
Ada apa dengan pohon beringin tersebut? Mampukah Wandi menyadarkan Adrian atas cinta konyolnya? Bagaimana kisah sejoli Adrian dan Hesta? Dapatkah mereka bersatu di tengah misteri yang membelenggu keduanya?
andrian hantu dicintai,, gw hantu dijadiin kk saking gak punya temen tinggal sendiri,, usil sih cuma gak jahat dia maka'a kalo orang suruh usir gw gak mau,, orang dia emang tempat'a disini sebelum gw
22/03
0
AmirAmiruddin
bagus
18/01
0
Muhammad Irfan
Karena bagus Flim
nyaa
22/12
0
MuryantiAnnisa
bagus
06/12
0
TariganRafael
keren
15/10
0
RazhmadaniSuci
seruuu bangettt
18/09
0
Nurul Huda
seruu
13/09
0
GamingZzMelon
nice
25/08
0
PahiraSiti nur
sangat bagusasa
11/07
0
RamadhaniSeptya
baguss bangett
08/07
0
Total: 55
Capítulo 1 Ketimpuk Kotoran Burung
Dua anak ABG sedang berkendara sepeda motor sambil berbincang, menyusuri jalan raya Tawangmangu Kara
Capítulo 2 Bayar sekarang
Adrian melajukan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan pohon beringin yang terlihat
Capítulo 3 Bayar Dulu Mas
Wandi yang gelisah akhirnya teringat jika Adrian selalu menyiman dompetnya di dalam jok sepeda motor
Capítulo 4 Boleh Kenalan Nggak
Sementara Adrian yang sejak tadi bersama dengan gadis cantik itu, kini duduk di bawah pohon beringin
Capítulo 5 Noda darah
Adrian terbangun karena mendengar suara berisik di dekat telinganya. Napasnya tersengal berkali-kali
Capítulo 6 Kabur
“K-kain ini, ada darahnya? Takut Yan, buang jauh jauhh sono...!!” “Helehh ... ini apa-an sih. Masih
Capítulo 7 Bayangan Bergoyang
“Apa an? Apa yang gerak? Lu ada-ada saja, mo gue usir dari rumah gue? Pulang sonoh kalo bikin ribut
Capítulo 8 Suara aneh
“Gila ... ini napa kita sampai ngompol gini? Kurang asem, gara-gara iklan kagak bener nih!” “Iklan ap
Capítulo 9 Gue nggak salah
Perlahan mereka berjingkat mencari sumber suara, semakin ke arah kamar kedua orang tua Adrian. Kedua
Capítulo 10 Kucing Hitam
Kucing Hitam sudah semakin dekat dengan Wandi. Jarak hanya satu meter membuat Wandi semakin menggigi
Capítulo 11 Noda darah
Tiba-tiba terdengar suara kucing dari dalam rumah. Mereka bertiga sontak kaget, dan langsung terdiam
Capítulo 12 Kakek Misterius
Pagi hari kedua orang tua Adrian terbangun, heran melihat kamar anaknya masih tertutup. Harusnya dia
Capítulo 13 Hasrat
Hingga larut malam, Adrian dan wandi masih tertidur pulas. Tidak ada hal yang aneh terjadi, meski ad
Capítulo 14 Kejutan
Dua orang beda jenis, dan juga beda alam. Percaya atau tidak, Adrian tidak mempunyai mempunyai sifa
Capítulo 15 Tamu misterius
Adrian dan Wandi pulang dengan pikiran masih tertinggal di tempat itu. Kepingan memori hari ini cuku
Capítulo 16 Kejadian misterius
Mereka bertiga bingung mendengar pernyataan Tina lewat telpon. Bagaimana juga ini sesuatu hal yang s
Capítulo 17 Penampakan kakek misterius
Perjalanan pulang dari sekolah terasa sangat lama bagi Wandi. Sepanjang perjalanan Adrian hanya diam
Capítulo 18 Bayangan Hitam
Dua anak berdebat mengenai Hesta dan kakek misterius, tiba-tiba suasana mendadak jadi mendung. Dan p
Capítulo 19 Merinding Bulu Kuduk
Suasana kamar kedua orang tua Adrian terasa panas. Aura itu sudah terlihat sejak mereka mulai masuk
Capítulo 20 Telat bangun
Hati Adrian bergejolak mengintip ke dalam kamar orang tuanya yang tidak terkunci. Matanya panas meli
Capítulo 21 Perubahan Adrian
Wandi yang masuk ke dalam kamar mandi di kagetkan dengan kedatangan gadis-gadis cantik temannya. Mer
Capítulo 22 Adrian Berulah
Tina dan Wandi mundur, melihat sorot mata Adrian berubah. Mata merah menyala, bukan Adrian yang bias
Capítulo 23 Bertemu dengan Teman
Sementara Tina yang berteduh sendirian di pos kamling duduk bersender di bangku kayu. Hujan deras me
Capítulo 24 Bermimpi
Tina merasakan guncangan pada tubuhnya. Ketakutan yang menyerangnya membuat dia tidak berani membuka
Capítulo 25 Kemarahan Kakek Hesta
Bergegas Adrian berjalan ke arah pohon beringin yang sudah ada beberapa orang yang berkerumun. Semen
Capítulo 26 Pulang
Di tepi jalan raya, daerah Tawangmangu Jawa Tengah, dua orang yang sedang duduk diatas jok motor mas
Capítulo 27 Emosi Adrian
Dua orang berbeda alam ini tidak menyadari, jika apa yang sudah mereka lakukan melanggar kodrat. Kil
Capítulo 28 Gadis Penggoda
Wajah Adrian tiba-tiba terlihat pucat dan matanya merah. Semua yang ada di dalam kelas terkejut deng
Capítulo 29 Merindukan Kamu
Marjuki berlari terbirit-birit saat Adrian menatapnya dengan tajam. Beruntung ada guru datang dan me
Capítulo 30 Dia Datang Lagi
Berjalan terseok hingga sampai pada tepi jalan raya. Tidak ada satu orang pun yang perhatian dengan
Capítulo 31 Menguras Keringat
Wandi segera melajukan sepeda Adrian menyusul Tina yang pulang terlebih dahulu. Di dalam hatinya Tin
Capítulo 32 Kakek Datang Lagi
Siti yang sejak tadi melihat ke arah Wandi seperti anak yang sedang kesurupan, segera menyenggol bah
Capítulo 33 Mencari Adrian
Siti terkejut melihat sosok kakek tua yang ada di hadapannya. Bibirnya kaku tidak bisa membuka kata,
Capítulo 34 Sosok Di Bawah Pohon Beringin
Ayah Tina akhirnya memutuskan untuk ikut dengan mereka ke pohon beringin tempat biasanya Adrian dan
Capítulo 35 Adrian Menghilang
Kakek yang diyakini adalah kakek Hesta menurut Tina, terus bergerak hingga tepat berada di bawah po
Capítulo 36 Tersesat
Sementara Adian yang pingsan saat ini tubuhnya berada di ranjang kamar dalam sebuah bangunan mirib
Capítulo 37 Terjebak
Adrian mundur ke belakang saat Hesta berdiri dan berjalan menghampirinya. Ketakutan mulai menyerang
Capítulo 38 Gigitan Merah
Tubuh Adrian bergetar melihat Hesta menatapnya dengan tajam. Kembali pada posisi seperti saat bersam
Capítulo 39 Mata Berdarah
Keadaan yang menkhawatirkan seperti ini, membuat Wandi teringat akan semua keluarganya. Bayangan tid
Capítulo 40 Terbebas dari Rumah Seram
Adrian dan Wandi merasakan suasana sunyi dan hawa dingin mulai menyerang. Menyadari bahawa ada yang
Capítulo 41 Menyusuri malam Gelap
Dari gelapnya malam, Adrian dan Wandi melihat ada sorot lampu kendaraan dari jauh. Rasa bahagia tak
Capítulo 42 Hantu Cewek
Riyadi melihat gelagat aneh yang terpancar di wajah supir yang bernama Jupri. Ada sesuatu yang dia s
Capítulo 43 Pulang
Jumari masih bengong melihat anaknya datang dalam keadaan utuh tidak kurang satu apapun. Kemudian di
Capítulo 44 Lapar
Kedua anak yang baru bangun itu tentu saja bingung, melihat Jumari dan Jamilah berselisih dan membua
Capítulo 45 Kepergian Hesta
Suasana rumah mendadak kacau akibat ulah Adrian. Anak yang baru saja pulang setelah berhari-hari men
Capítulo 46 Sesion Dua
“Ya ampun, Andrian! Itu bantal udah kayak pulau,” teriak Jamilah melihat Adrian setiap hari seperti
Capítulo 47 Nonton Pasar Malam
“Wandi, lo kagak apel ke rumah Tina?” ucap Adrian sambil mengunyah roti jawa rasa singkong di teras
Capítulo 48 Misteri Martabak Telor
Adrian yang keluar dari warung soto, merasakan hal yang terasa aneh di sekitarnya. Suasana malam yan
Capítulo 49 Rejeki Nomplok
Tiang Stan martabak yang terbuat dari besi, seketika bergoyang. Dua muda-mudi mendadak panik dan sal
Capítulo 50 Kenangan Bersama Hesta
Sementara di tempat lain, Adrian dan kedua temannya yang kesal akibat ulah Wandi segera pergi dari s
Capítulo 51 Adrian Linglung
Adrian membuka mata dan marah karena tubuhnya sudah basah. Dia menatap nanar ke arah Wandi yang berd
Capítulo 52 Muncul Lagi
Selagi Ardi berteriak dari atas tangga, Wandi yang ada di bawah terkejut. Tangan yang memegang tangg
Capítulo 53 Pilihan
Wandi menatap Adrian dengan tajam. Tidak percaya jika sahabatnya tetap berhubungan dengan makluk ast
Capítulo 54 Kutukan
Kakek terus berusaha menenangkan Hesta yang gelisah melihat Adrian dan Wandi jatuh dari motor. Hesta
Capítulo 55 TAMAT
Perlahan-lahan Hesta menampakkan diri dengan wujud aslinya. Sontak kedua remaja tersebut berpelukan
andrian hantu dicintai,, gw hantu dijadiin kk saking gak punya temen tinggal sendiri,, usil sih cuma gak jahat dia maka'a kalo orang suruh usir gw gak mau,, orang dia emang tempat'a disini sebelum gw
22/03
0bagus
18/01
0Karena bagus Flim nyaa
22/12
0bagus
06/12
0keren
15/10
0seruuu bangettt
18/09
0seruu
13/09
0nice
25/08
0sangat bagusasa
11/07
0baguss bangett
08/07
0