Total : 121Capítulo 1 Home
"Kamu di mana?" tanya seorang lelaki pada lawan bicaranya melalui sambungan. "Kantor," balas seseoran
readmore Capítulo 2 Saling Cinta
"We did it boys. You are guys really awesome." Januar mengapresiasi GMC yang baru selesai melakukan
readmore Capítulo 3 Hari Bersamanya
"Good morning Ri. Aku udah buat sarapan untuk kamu," ujar Tian yang baru memasuki apartemen. Ria menu
readmore Capítulo 4 Hartanto Berulah
"MRT or Commuter line?" tanya Ria begitu mereka sudah berada di pinggir jalan. "Gak tahu. Ikut mau ka
readmore Capítulo 5 Randy
"Ya Tuhan, anakku," ujar Antara begitu tiba di kamar putrinya. "Kenapa dia bisa begini Randy?" tanya
readmore Capítulo 6 Hartanto
"Gimana? Si bocah tengil itu berhasil masuk rumah sakit ndak?" tanya Hartanto pada anak buah yang di
readmore Capítulo 7 ...
"Saya benci kamu." "Kenapa lo harus mengingatkan gue dengan wanita gila itu?" "Gue benci lo dek." "Aku
readmore Capítulo 8 Terungkap
Tutttt. Tutttt. Tutttt. Nomor yang anda tuju tidak menjawab. Silakan coba beberapa saat lagi. "Arrghh
readmore Capítulo 9 Papah
"Kamu mau sarapan apa Ri?" tanya Tara begitu melihat anaknya sedang berjemur di halaman rumah. "Bubu
readmore Capítulo 10 ....
Seminggu lebih mereka tinggal di salah satu rumah Antara yang tidak Ria sukai karena terlalu besar.
readmore Capítulo 11 Kembali
Seseorang memasuki kantornya ketika mayoritas penghuni kantor telah hadir. Kehadirannya tidak disamb
readmore Capítulo 12 Kerja Sama
"36 Milyar itu bukan nominal yang kecil Ria. Yang masuk akal aja dong! Produknya juga belum tentu la
readmore Capítulo 13 Monokrom
Negosiasi berjalan cukup rumit karena ternyata agensi yang menaungi GMC (re: jiemsi) sangat ketat te
readmore Capítulo 14 Tak Berjumpa
"Kenapa kak? Hectic banget keliatannya." Julio menghentikan langkah Delfi yang mondar-mandir sedari
readmore Capítulo 15 GMC
"Christ, bangun!" Julio menghampiri Tian yang masih nyaman dalam tidurnya. "Lang, bangun!" Julio mene
readmore Capítulo 16 Jatuh
"Kita pulang nanti malam ya?" tanya Ria begitu tiba di ruang makan. Sudah tiga hari mereka di sini d
readmore Capítulo 17 Meet
"Ri, lo ada acara atau meeting gitu gak hari ini?" tanya Vera melalui sambungan telepon. "Enggak. Ken
readmore Capítulo 18 Bertemu GMC
"Anton, tolong beliin perlengkapan untuk perban di apotek. Mau minuman juga deh beli di kafe terdeka
readmore Capítulo 19 Awal Bertemu
Kenapa aku dibawa ke sini? Papah udah gak sayang aku ya? Papah suruh aku pergi juga seperti Reno dan
readmore Capítulo 20 Belanja
"Ri, bangun udah siang," ujar Tian dari depan pintu kamar Ria. Sebenarnya masih pukul 9 pagi, tapi m
readmore Capítulo 21 Protes
"Udah, sampai sini aja. Kasih ke security biar mereka yang bawa naik!" titah Ria pada kelima pengawa
readmore Capítulo 22 Sakit
Tok. Tok. Tok. Tok "Non, bangun. Ke kantor gak?" Ketiga kalinya Bi Sumi mengetuk pintu kamar Ria. Non
readmore Capítulo 23 Dirawat Tian
"Sakit." Terdengar suara lirihan yang cukup menyayat hati bagi yang mendengar. Tian menghampiri Ria
readmore Capítulo 24 Reynal
Keheningan melingkupi ruangan yang berisi dua manusia dengan perasaan yang berbeda. "Aku gapapa," uj
readmore Capítulo 25 Numb
“Sarapan dulu Reynal!” perintah Ria pada adiknya yang sedang tidak mau makan. Tiga hari sudah mereka
readmore Capítulo 26 Wira
“Ria, bisa gantiin gue ke Monokrom gak? Mereka mau pemotretan untuk photo card,” ujar Candra di jam
readmore Capítulo 27 Cemburu, eh?
Ria masuk ke studio pemotretan yang sangat luas. Tata ruangnya tidak jauh berbeda dengan tempat shoo
readmore Capítulo 28 .....
Aku menyandarkan punggung di kepala sofa. Hari ini fluktuasi emosiku luar biasa sekali. Entah mengap
readmore Capítulo 29 Pulau Biru
"Kita off berapa lama?" tanya Tian di tengah break syuting GMC. "Lima hari. Lo udah ada rencana, Yan
readmore Capítulo 30 Sesuai Porsi
Brakk… "Bapak Hartanto yang terhormat!" ujar Ria begitu tiba di meja makan yang berisi Hartanto. Hart
readmore Capítulo 31 Berantem
“Ria, I’m so sorry,” ujar Tian di belakang Ria. Ia berdiri tepat di belakang Ria yang tengah duduk d
readmore Capítulo 32 Lunch Pricey
"Hallo, Ri. Aku di lobby, mau ajak kamu lunch," ujar Tian begitu tiba di lobby Intrafood dan masih b
readmore Capítulo 33 Keputusan Sepihak
"Lo dimana, Ria Ananta?" tanya Vera dengan geram melalui sambungan telepon. Yang benar saja, 15 meni
readmore Capítulo 34 Nona Ana
“Panggil Keenan ke ruangan saya,” titah Ria pada Karin-sekretaris Antara yang sekarang menjadi sekre
readmore Capítulo 35 Bucin
"Anggota boy grup yang santer dibicarakan, tertangkap kamera sedang melakukan kencan dengan salah se
readmore Capítulo 36 Kekuasaan
"Kamu mau main-main dengan saya?" tanya Ria dengan seseorang di ujung telepon sana. "Siapa kamu?" ta
readmore Capítulo 37 Ria is Back!
"Lunch?" "Gak bisa, aku mau ketemu client," balas Ria terhadap ajakan makan siang dari Tian melalui
readmore Capítulo 38 Dua Raksasa
“Kita berangkat 30 menit lagi ya. Saya tunggu di lobby, mobil Lexus Hitam,” ujar Ria pada mereka dan
readmore Capítulo 39 Tidak Takut
Ria menekan tombol untuk memberi tanda bahwa ia ingin berbicara. Agung yang melihat hal tersebut men
readmore Capítulo 40 Kaya
"Yan, Tian," teriak Jimmy dari ujung lorong dorm mereka. Tian yang sedang bersantai di sofa ruang ke
readmore Capítulo 41 Dorm GMC
"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Tian begitu dokter pribadi GMC selesai melakukan pemeriksaan terh
readmore Capítulo 42 Belanja
“Terima kasih sudah mengizinkan aku singgah semalam di dorm kalian. Maaf kalau kedatangan aku mengga
readmore Capítulo 43 Lunch
Keluar dari klinik kecantikan dengan kepercayaan diri maksimal. Tiga jam waktu yang dihabiskannya di
readmore Capítulo 44 Menjauh
“Dimana sih acaranya?” tanya Ria pada Andi yang menyambutnya di parkiran begitu ia turun dari mobil.
readmore Capítulo 45 Kesal
"Kamu kok bisa ada di sini?" Hal yang pertama Tian ucapkan begitu melihat Ria sedang menyandarkan tu
readmore Capítulo 46 Masalah Antara
Jakarta, 3 bulan yang lalu. "Tuan, ada masalah-" "Setiap hari ada masalah," potong Antara begitu saj
readmore Capítulo 47 Guest Star
"Acaranya mulai jam berapa sih?" tanya Ria dalam perjalanan menuju lapangan tempat panggung didirika
readmore Capítulo 48 Galak
“Kak, maaf banget aku gak bisa ninggalin backstage sepanjang acara tadi. Maaf. Kakak jadi nonton sen
readmore Capítulo 49 Hukuman
“Bedebah, Hariadi!” teriak Wira penuh amarah. Ia baru mendapatkan kabar kedua cucunya berada di ruma
readmore Capítulo 50 Butuh Kamu
Lagi. Untuk kesekian kalinya Tian hilang kontak dengan Ria. Mereka tidak saling berhubungan selama h
readmore Capítulo 51 Monster
"Gak bisa lebih pelan jalannya?" tanya Ria pada supir di depannya. Lukanya makin terasa sakit. "Jala
readmore Capítulo 52 Kepergiannya
Tian terdiam membisu di kursi depan ruang rawat inap Ria. Ia masih terkejut dan berusaha mencerna te
readmore Capítulo 53 Gue Buktikan
"Kamu gak kerja?" tanya Ria setelah beberapa waktu menyadari bahwa Tian tidak beranjak sedikitpun da
readmore Capítulo 54 Rumit
Hartanto duduk termenung di ruang kerjanya. Ia sedang mencerna situasi yang sedang dihadapinya saat
readmore Capítulo 55 Berbeda
"Saya gak suka pegang uang cash, kalian harus selalu menyediakan uang tersebut dalam nominal yang cu
readmore Capítulo 56 Bar
"Hallo, lo sibuk gak?" tanya Ria pada seseorang di ujung sana. "Open table yuk. Di Afterhour PIK," a
readmore Capítulo 57 Meninggal
Tok. Tok. Tok. "Non, bangun. Gak kerja kah?" tanya Bi Inah dari luar kamar. Tidak ada tanggapan kare
readmore Capítulo 58 Penyerangan
Dua orang berbeda generasi duduk berhadapan tanpa mengeluarkan sedikitpun suara sedari beberapa meni
readmore Capítulo 59 Memori
"Kenapa Kakek melakukan itu?" Wira menghembuskan napas dengan keras. "Bukan saya yang membunuhnya,"
readmore Capítulo 60 Rumah Sakit
Ria duduk termenung memandangi rumput di hadapannya. Ia masih terbayang raut terkejut diiringi kecew
readmore Capítulo 61 Tenang
"Antara, pulang!" "Gak bisa, Pa. Reno belum membaik dan aku belum bisa meninggalkan perusahaan," ung
readmore Capítulo 62 Di Luar Dugaan
"Jimmy!" panggil Ria dengan riang melalui sambungan video call. Lelaki di seberang sana juga tidak k
readmore Capítulo 63 Pindah
Suara langkah kaki terdengar dengan jelas dari dalam kamar inap Ria. Suara tersebut membuat Ria meny
readmore Capítulo 64 Hunian Baru
John F. Kennedy International Airport. Tidak pernah berubah semenjak terakhir Ria menginjakkan kakin
readmore Capítulo 65 Sensitif
“Ria kemana, ya?” tanya Tian dengan cemas. Sudah lebih dari 24 jam dan ponsel Ria belum juga aktif.
readmore Capítulo 66 Dijambret
"Monitor, kondisi aman?" tanya seseorang melalui walkie talkie. "Aman. Sudah bisa masuk. Jangan meni
readmore Capítulo 67 Antisosial
Suasana di ruangan sangat mencekam. Tidak ada yang berani bersuara. Bahkan hembusan napas seolah tid
readmore Capítulo 68 Cedera
“Latihannya santai saja, ya. Kita harus menjaga kondisi untuk tetap sehat dan fit sampai hari H,” uj
readmore Capítulo 69 I'm not her
“Pulang sana, Jim. Istirahat. Biar gue yang jaga di sini,” ujar Julio ketika melihat Jimmy yang masi
readmore Capítulo 70 Berdamai dengan Masa Lalu
Fikri mencari sang nona dengan cemas. Kakinya melangkah tak tentu arah dengan pandangan yang melihat
readmore Capítulo 71 Ibu
Beberapa tahun silam. “Bu,” panggil Ria setibanya ia di rumah. Melihat tidak ada aktivitas satupun da
readmore Capítulo 72 Ke New York
"Jul, are you okay?" Pandangan Januar tak pernah lepas dari Julio yang tampak tidak seperti biasanya
readmore Capítulo 73 Berdamai
"Ck. Lama." Ria menghentakkan kakinya ke lantai dalam posisi duduk di sofa. Ia tidak mendengar satu
readmore Capítulo 74 Ruang Makan
“Mercedes atau Toyota yang ready?” tanya Ria pada seseorang di ujung sana. “Dua-duanya ready, Nona. M
readmore Capítulo 75 Bergaduh
"Wah, pantai!" ucap Tian senang dan berlari menuju bibir pantai. Terik matahari tak menyurutkan sema
readmore Capítulo 76 Bukan Tandingan
"Boo, Bang Randy sekarang ada dimana?" tanya Tian memecah keheningan di antara mereka. Ria yang suda
readmore Capítulo 77 Khawatir
"Reno!" teriak Ria dari tangga. Reno tidak menghiraukan panggilan tersebut dan melanjutkan langkahny
readmore Capítulo 78 Maaf
"Boo," panggil Tian dari arah pintu masuk backstage GMC. (Read : Bhuu, bukan bu Ibu) Ria membalikkan
readmore Capítulo 79 Diracun
"Mar, Nona ada sama kamu?" tanya Fikri melalui sambungan telepon. "Ada," balas Mario dengan keras. "
readmore Capítulo 80 Reno
Dear, Samuel. Ketika lo membaca pesan ini, pasti lo sudah sadarkan diri. Entah berapa lama waktu yan
readmore Capítulo 81 Memori
Beberapa tahun silam. "Reno, kamu habis dari mana?" tanya Lidya begitu mendapati anaknya baru pulang
readmore Capítulo 82 Ananta
"Ria!" Semua orang terkejut melihat tindakan Ria yang langsung melemparkan pecahan gelas ke arah Ren
readmore Capítulo 83 Las Vegas
Las Vegas. Sebuah kota yang terkenal dengan bisnis perjudian, perbelanjaan dan hiburan. Kota ini tid
readmore Capítulo 84 Hangout
"Fikri, kasurnya keras banget. Beli baru yang lebih empuk," ujar Ria ketika merasa tempat yang ditid
readmore Capítulo 85 Relaps
"Bawa Ria pulang sekarang! Sudah cukup mainnya," perintah Wira begitu mendapat kabar cucunya relaps
readmore Capítulo 86 Rumor
Dua hari dihabiskan Tian untuk merenungi kesalahannya. Ia takut hal ini akan menjadi trauma untuk ke
readmore Capítulo 87 Menepi
"Kalo aku berhenti dari dunia hiburan, aku kerja apa ya, Pung?" tanya Tian di sore yang tenang pada
readmore Capítulo 88 Berbincang
“Kalian bisa nggak-” “Nggak.” “Ria!” teriaknya kesal. “Cantik,” balas Ria dengan enteng. Ya, percakapa
readmore Capítulo 89 Pindah Haluan
“Papah tertarik ke bidang konstruksi deh,” kata Antara di tengah kegiatan sarapan keluarganya. Selur
readmore Capítulo 90 Kerja
"Heh, anak baru," panggil Annet pada Ria yang baru duduk di kursinya. "Gue punya nama!" sentak Ria.
readmore Capítulo 91 Marah
Tiga hari berlalu semenjak terakhir mereka makan malam di sate Kim Tek Palmerah. Tian mengikuti perk
readmore Capítulo 92 Kakek Cemburu
"Kamu tahu, cucu kamu sama persis seperti dirimu waktu muda. Memiliki harga diri yang tinggi dan tid
readmore Capítulo 93 Teror
Ria masih kepikiran dengan pertemuannya dua hari lalu di tempat panahan. Ia tidak menyangka bahwa Wi
readmore Capítulo 94 Apartemen
"Perketat penjagaan! Jangan terima paket dari siapa pun mulai sekarang. Makan harus dengan segel dar
readmore Capítulo 95 Call
[Christian H.] : Selamat pagi, Boo. Lagi ngapain nih? [Christian H.] : Boo Begitu isi pesan yang dikir
readmore Capítulo 96 Gosip Murahan
"Boo, aku udah di lobby," ujar Tian di jam 5 sore sesuai kesepakatan mereka. "Tunggu, lagi rapihin me
readmore Capítulo 97 Borjuis
Semakin Ria diremehkan, semakin jadi ia menunjukkan hartanya. Seperti keesokan paginya, ia sudah mem
readmore Capítulo 98 ......
"Kenapa belum sampai juga?" tanya Antara heran. Tidak butuh waktu yang lama dari lantai 30 ke lantai
readmore Capítulo 99 Papah dan Ayah
"Kenapa sosok Lidya jadi hadir dalam halusinasi Ria?" tanya Antara dengan suara besar menandakan bah
readmore Capítulo 100 Viral
"Tian, Yan, Yan!!!" teriak Jimmy dari ujung lorong dan terdengar hingga satu dorm. "Apaan, sih? Beris
readmore Capítulo 101 Relaps
“Sayang. Kamu udah bangun?” tanya Antara dengan sigap ketika melihat pergerakan putrinya dari ranjan
readmore Capítulo 102 Berbincang
"Sakit apa sih, Ri? Lo keliatan baik-baik aja." Jimmy memecah keheningan yang tercipta di ruangan te
readmore Capítulo 103 Lompat
“Papah,” panggil Ria dalam tidurnya. Tubuhnya berguling ke kanan dan kiri masih dalam posisi terlela
readmore Capítulo 104 Pukulan Telak
“Ria kenapa mau pergi ninggalin Papah?” tanya Antara begitu Ria sudah dalam kondisi stabil dan dapat
readmore Capítulo 105 Pasca Relaps
Tiga bulan waktu yang dihabiskan untuk pengobatan Ria di rumah sakit secara intensif. Hal tersebut b
readmore Capítulo 106 Monokrom
“Gue punya CV, mau lihat nggak?” tanya Ria di dalam mobil karena mereka yang belum mempunyai tujuan.
readmore Capítulo 107 Belum Menerima
“Salam kenal, semua. Gue Reno, calon dir-” Perkataannya terhenti oleh Ria yang tiba-tiba membekap mu
readmore Capítulo 108 Penggelapan Dana
"Apa kabar Tuan Putri gadungan?" tanya seseorang mengusik ketenangan Ria yang sedang duduk di taman.
readmore Capítulo 109 Berseteru
“Hallo. Dengan siapa di sana?” tanya orang tersebut dan tidak mendapat jawaban. “Hallo? Kalau tidak m
readmore Capítulo 110 Keinginan Antara
Keheningan melingkupi suasana meja makan di pagi menjelang siang tersebut. Ria harus terjebak di dal
readmore Capítulo 111 Terungkap
Ria terbangun begitu menyadari bahwa tempat yang ditidurinya bukan kamarnya. Matanya langsung tertuj
readmore Capítulo 112 Cerita Septa
“Rumahnya nggak pernah ditinggalin tapi terawat banget,” ungkap Ria setelah melihat sekilas dari lua
readmore Capítulo 113 Sidak
Tiga minggu setelah perbincangannya dengan Septa di mansion papahnya, gosip tentangnya muncul lagi k
readmore Capítulo 114 Hari Bersamanya
“Boo, Pak Reno itu-” “Abang aku. Waktu itu kamu pernah ketemu di LA,” jawab Ria sebelum Tian menyeles
readmore Capítulo 115 Penolakan
"Semuanya setuju dengan konsep shooting kali ini?" tanya Januar pada GMC yang lain di ruang studio l
readmore Capítulo 116 Penganiayaan
"Gue minta sama lo untuk nggak perlu membela kita di hadapan siapapun," kata Januar dengan tegas. Me
readmore Capítulo 117 Terungkapnya Ananta
“Ria!” panggil Antara dengan keras begitu mendapati wajah putrinya penuh darah dan lebam di berbagai
readmore Capítulo 118 Tian Sakit Hati
“Lo udah tahu kalau lo kembali viral? Namun dengan pemberitaan yang berbeda,” kata Jimmy memulai per
readmore Capítulo 119 Kandas
“Firasatku berkata tuk jauh darimu, lalu kutemui kamu. Tak ku sangka kamu ada di depanku, bermain ci
readmore Capítulo 120 Ulang Tahun Wira
Entah terlalu lelah atau terlalu malas, Ria langsung tergeletak begitu saja di tengah-tengah ruangan
readmore Capítulo 121 Last but not least
Surat ini ditujukan untuk semua anggota keluarga yang sangat aku cintai. Terlihat jadul banget, ya? M
readmore
Kurang menarik
23/09/2024
0terbaik
28/07/2022
0okhchch
01/07/2022
0enak
19/06/2022
0lumayan
07/06/2022
0ok kk karyamu bagus
02/06/2022
0bagus
01/06/2022
0wiuuuuuh
27/05/2022
0k5vv0o
26/05/2022
0OKKKK
14/05/2022
0