Tak berapa lama kemudian, vivi dan riko pun sampai dirumahnya ibu penjual gorengan tersebut.. Namun vivi merasa aneh, karena rumah tersebut terpencil dan tak ada satu orang pun yang menemani ibu tersebut dirumahnya. " Akhirnya sampai juga dirumah ibu, ya maaf aja kalo rumah ibu kecil.. gak seperti rumah kalian hehe "( ucap ibu tersebut ) " Iya bu gak papa kok, meskipun kecil.. tapi nyaman "( sahut vivi ) " Nah, benar tu buk yang dibilang sama vivi.."( sambung riko ) " Kok aneh ya, tinggal sendirian ditempat yang terpencil begini. "( ucap vivi dalam hati ) " Ya udah, yok silahkan masuk.."( sambung ibu tersebut ) " Iya bu.."( sahut vivi ) " Oh iya, nama ibu siapa ya?, soalnya vivi bingung mau manggil apa hehe.."( ucap vivi ) " Panggil aja buk sri.."( sambung ibu tersebut ) " Oh iya buk sri "( jawab vivi ) " Kalian duduk dulu ya, ibu mau siapin makananya dulu hehe "( ujar buk sri ) " Oh iya buk "( jawab vivi dan riko ) Ketika buk sri tengah mempersiapkan makanan untuk vivi dan riko, vivi pun mulai bertanya mengenai orang orang dirumah buk sri.. " Cuma buk sri sendiri ya, yang tinggal dirumah ini? "( tanya vivi ) " Iya, cuma ibu sendiri.. "( jawab buk sri ) " Oh pantesan sepi banget, emang yang lain pada kemana buk? "( tanya vivi lagi ) Seketika mendengar pertanyaan vivi tersebut, buk sri pun terdiam dan langsung menghidangkan makanan untuk vivi dan riko. " Ini makanannya, dimakan ya.."( ucap buk sri ) " Oh baik buk "( jawab vivi ) " Maaf aja, kalo makanannya cuma seadanya.."( sambung buk sri ) " Iya buk gak papa, malahan ini enak loh "( sahut vivi ) " Iya benar buk, yang dibilang sama vivi "( sambung riko ). Vivi mulai bertanya lagi kepada buk sri, mengenai suami dan anaknya.. " Oh iya, suami ibu kemana?, atau lagi kerja juga? "( tanya vivi ) " Suami ibu udah meninggal, karena sakit jantung. ia meninggal pada saat anak ibu lahir dulu.."( jawab buk sri ) " Hah, maaf ya buk. Vivi gak tau, kalo suami ibu udah gak ada.."( sambung vivi ) " Iya gak papa kok, ibu ngerti.."( sahut buk sri ) Buk sri pun, bertanya mengenai nama vivi.. karena ia terkadang masih lupa " Oh iya, ibu tu sering lupa loh sama nama kamu hehe.."( ucap buk sri ) " Panggil aja vivi buk hehe "( jawab vivi ) " Nama kamu bagus dan sama sekali, seperti nama anak ibu.."( sambung buk sri ) " Oh ya?, kebetulan banget bisa samaan gitu hehe "( sahut vivi ) " Iya ya vi, tapi ada yang membedakannya.."( sambung riko ) " emang apa? "( tanya vivi ) " Ya kalo kamu, orangnya cerewet.. tapi gak tau kalo sama vivi anaknya buk sri gimana hehe "( celutuk riko ) " Enak aja, aku gak cerewet tau. Oh iya, anak ibu kemana?, kita mau kenalan.."( sambung vivi ) " Nah betul tu, siapa tau bisa jadi teman akrab, ya kan vi.."( kata riko ) " Iyaa hehe "( sahut vivi ). Buk sri pun terdiam, mendengarkan perkataan vivi dan riko. " Vivi maafin ibu nak, ibu menyesal telah meletakan kamu ditempat itu. Ibu pengen sekali rasanya, bertemu sama kamu.. dan ibu berharap, kamu dibesarkan dengan baik oleh pemilik rumah tersebut "( ucap buk sri dalam hati ) " Ibu kenapa, kok diam? "( tanya vivi ) " Gak papa, anak ibu udah gak ada.."( jawab buk sri ) " Ya ampun, maaf banget buk.. udah bikin ibu sedih "( sambung vivi ) " Iya gak papa kok, ibu juga udah ikhlas "( sahut buk sri ) " Berarti ibu cuma tinggal sendirian ya dirumah ini? "( tanya vivi ) " Ya begitulah neng.."( jawab buk sri ) " Ibu tetap semangat ya, jangan pernah merasa sendiri. Kalo ibu ngerasa kesepian atau butuh apa apa, ibu boleh kok minta tolong sama vivi.. vivi akan selalu ada untuk buk sri "( ucap vivi ) " Buk sri juga boleh, anggap vivi kayak anak kandung ibu sendiri.."( sambungnya ) " Kamu serius nak? "( tanya buk sri ) " Iya buk "( jawab vivi ) " Makasih ya "( sambung buk sri sambil memeluk vivi ) " Iya sama sama buk "( sahut vivi ). Setelah beberapa jam kemudian, vivi pun tak sadar jika hari telah sore dan baru mengetahui, jika dihpnya terdapat notifikasi panggilan yang tak terjawab dari papanya.. " Hah, kok aku gak tau ya.. kalo papa telepon "( ucap vivi ) " Makanya, notifikasi hp itu dibunyiin.. biar kedengeran "( sambung riko ) " Mana hp aku lowbat lagi. Ya udah kita pulang yok ko, udah sore.. nanti takutnya papa makin khawatir "( ucap vivi ) " Oh ya udah ayok.."( sahut riko ) " Kita mau pamit pulang dulu ya buk, soalnya udah sore.. takutnya kemalaman lagi nyampenya "( sambung vivi ) " Oh iya nak, hati hati ya "( sahut buk sri ) " Iya buk "( sambung vivi ). ***
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
keren banget kak
11/06
0bagus
15/05/2025
0baguss bgt ka sukaa
14/05/2025
0Lihat Semua