Total : 39Bab 1 AT THE FIRST SIGHT
Tika jatuh hati kepada Joni. Banyak orang bilang kalau cinta itu buta. Memang. Cinta memang buta dan
readmore Bab 2 PERTEMUAN KEDUA
Setelah pertemuan di tenda ketoprak Cirebon sore itu, Joni tidak serta merta langsung menghubungi Ti
readmore Bab 3 Menanti Kehadiran Si Kecil
“Sayang.. Kelak, Papa akan menjadi papa yang terbaik di dunia untukmu.” Joni mengelus perut Tika yan
readmore Bab 4 IV
Di tahun pertama merayakan hari kasih sayang sebagai pasangan suami istri, Tika dan Joni tidak meray
readmore Bab 5 V
Joni tersenyum bangga. Satu jam duduk di depan laptop saat kondisi hati sedang baik––ia mampu menuli
readmore Bab 6 VI
“Pak Asep jadi bertahan karena anak-anak?” tanya Joni serius. Pak Asep mengiyakan dengan satu anggu
readmore Bab 7 VII
Joni bergegas pergi ke kios fotokopi terdekat dari kediamannya. Mesin motornya menyala tanpa perlu d
readmore Bab 8 VIII
Setiba di rumah, Joni melempar tas kerjanya ke sembarang arah. Apa yang dialaminya hari ini, benar-b
readmore Bab 9 IX
Sudah tiga bulan naskah dikirimkan, kabar baik tak kunjung datang. Dari keterangan yang Joni baca, s
readmore Bab 10 X
Joni menggendong Arsa yang berpenampilan tampan hari ini. Arsa mengenakan topi beanie berwarna cokla
readmore Bab 11 XI
Dear Joni Yudistira, Mohon maaf atas konfirmasi naskah yang baru dapat Anda terima Setelah redaksi men
readmore Bab 12 XII
Joni kaget bukan main. Ia merasa bahwa apa yang terjadi hari ini adalah mimpi. Apa yang dilihatnya m
readmore Bab 13 XIII
Perkembangan Arsa makin baik. Kini ia sudah bisa berdiri sendiri. Sepulangnya dari kantor, Joni buru
readmore Bab 14 XIV
Melihat Kiki yang diharapkan tiba, hati Joni bergelora. Jadi, keterlambatannya hari ini bukan karena
readmore Bab 15 XV
Kiki mengembalikan naskah Pandangan Pertama. Perempuan berambut cepak itu menatap rekan kerjanya lek
readmore Bab 16 XVI.
Setelah berhasil menidurkan Arsa, Tika berleha-leha sejenak. Mengurus anak yang masih batita bukanla
readmore Bab 17 XVII
Sinar pagi mulai menyilaukan mata Joni yang masih tertutup. Silau itu mengisyaratkan, hari ini mungk
readmore Bab 18 XVIII
Sesuai dengan janjinya, sepulang kerja, Joni langsung menghampiri Tika. Ia memeluk isterinya itu era
readmore Bab 19 XIX
Tika mengirimkan foto hasil test packnya pagi ini langsung kepada sang suami. Ia mengandung anak ked
readmore Bab 20 XX
“Maksud Mama kamu apa soal uang bulanan yang rutin dikasih? Aku nggak tau apa-apa loh soal itu.” Sep
readmore Bab 21 XXI
Usai keributan malam itu, hampir setiap malam Joni menghabiskan waktunya hanya mengetik dan membenah
readmore Bab 22 XXII
Suara gaduh membangunkan tidur Joni. Tika muntah-muntah di kamar mandi tanpa henti. Kehamilannya mas
readmore Bab 23 XXIII
“Jon, gimana keadaan Tika?” tanya Nita pada Joni yang sedang duduk di kursi tunggu di koridor rumah
readmore Bab 24 XXIV
Joni mengemasi barang-barang isterinya. Pada hari ketiga, Tika diizinkan pulang lebih awal karena ke
readmore Bab 25 XXV
Joni sakit. Itulah yang didapatinya karena bersikukuh untuk pulang dalam keadaan hujan deras. Pulang
readmore Bab 26 XXVI
“Siapa tadi yang nelpon? Kok tiba-tiba mukanya jadi cemberut gitu?” tanya Tika. “Ya biasalah, masala
readmore Bab 27 XXVII
Semalaman, tidur Joni tidak tenang. Otaknya berpikir keras. Bagaimana akan menghadapi Pak Alex hari
readmore Bab 28 XXVII
Sebelum berangkat kerja, Joni mampir lebih dulu ke toko roti milik orang tuanya. Tika tidak tahu den
readmore Bab 29 XXIX
Puji syukur dipanjatkan keluarga Joni. Impian mereka akan segera terwujud. Mama Ida tak henti-hentin
readmore Bab 30 XXX
Joni terduduk lemas di kantornya. Pekerjaan paruh waktu yang dijanjikan akan mendapatkan bayaran den
readmore Bab 31 XXXI
“Apa Papa nggak bakal kecapean?” Protes Tika saat suaminya menyampaikan keinginannya untuk bekerja p
readmore Bab 32 XXXII
Kalia Talitha Joka. Itulah nama yang diberikan Joni untuk anak keduanya. Wajah Kalia begitu menggemas
readmore Bab 33 XXXIII
Eyang Pram tidak lagi memberikan sepeser pun uang untuk anaknya. Ia tak bergeming. Keputusannya suda
readmore Bab 34 XXXIV
Pagi-pagi sekali, Tika mendengar bantingan pintu berasal dari rumahnya. Matahari belum nampak, tapi
readmore Bab 35 XXXV
Joni terduduk lemas di hadapan jenazah Eyang Pram. Pertengkarannya kemarin belum sempat diselesaikan
readmore Bab 36 XXXVI
Hari demi hari terlewati. Akan tetapi, duka akan kepergian Eyang Pram masih membekas bagi mereka yan
readmore Bab 37 XXXVII
Kalut. Joni pulang ke rumahnya dalam keadaan kalut. Mulai hari ini, ia resmi menjadi pengangguran. T
readmore Bab 38 XXXVIII
Di pagi hari, tak ada lagi suara tangisan bayi yang selalu didengarnya. Tak juga didengarnya panggil
readmore Bab 39 END
Enam bulan kemudian. Pengunjung mulai ramai berdatangan tepat setelah jam makan malam usai. Joni sib
readmore
saya suka dengan novelah ini sangat bagus dan menarik
15/05/2022
0sangangat menarik, dan tutur bahawsa nya juga sangat efektif. saya sanganat terhibur sekali dengan novel ini, daripada saya belo buku yg akhirnya menjadi barang bekas lebih baik saya membaca di sini. sangat menghibur sekali pokonya
23/01/2022
2bagusss tapii alurr ceritaa nyaa kurangg nyambungg
02/02
0Baik
28/12
0ok keren
22/09
0keren
02/09
0bagus bsnget
16/07
0keren
13/07
0mantap
03/07
0bagusss
28/06
0