Total : 28Bab 1 Kehilangan.
Pagi itu pukul sembilan pagi, Fioni yang sedang menemani Rafasya tidur siang, baru akan beranjak unt
readmore Bab 2 TPU
Revan, sedari tadi hanya berdiri di belakang fio, memandangi fio dengan perasaan iba, dia sedikit ba
readmore Bab 3
Enam bulan setelah kepergian fairuz Zaldi, Fioni Santika sudah berusaha ikhlas, dan menguasai diri. se
readmore Bab 4
"Indah." gumam Revan sambil memandang sang kakak ipar. "Haaah?." fio terheran heran dengan ucapan san
readmore Bab 5
'Anakku' pekik Fio dalam hati, sambil memandang lurus waah adik ipar nya itu. Revan tak kalah terkeju
readmore Bab 6
"Ini si fio aneh banget, kan Revan emang udah bawa calon nya." Celetuk Tante ana. "Hah?, mana?." Fio
readmore Bab 7
POV Revan. "Cukup bicara mu Fioni, aku hanya ingin menjadi ayah Fasya, aku iba pada Fasya, camkan itu
readmore Bab 8
Flashback ON. "Tumben nih pak bos kesini." Revan menimpali kakak nya. "Hmm iya van, pengen ngobrol aja
readmore Bab 9
Revan terus memandangi fio, yang sedang menangis tergugu, memeluk kedua lutut nya. 'Sungguh aku benci
readmore Bab 10
"Tidak ada tapi fio, kalau kamu mau tau kenapa aku membenci mu, ikut aku ke kamar ku, aku akan katak
readmore Bab 11
"Jadi apa Van?, apa penyebab nya?." Fioni tampak penasaran. "Engga sabar banget, benar benar engga sa
readmore Bab 12
Fioni yang masih terguncang, mencoba menguasai diri, setelah mendengar ucapan Revano. Ia perlahan ber
readmore Bab 13
"Kamu selalu, salah sangka denganku Van." ucap Fioni lirih. Revano menatap wajah sendu itu, lagi lagi
readmore Bab 14
"Kamu selalu, salah sangka denganku Van." ucap Fioni lirih. Revano menatap wajah sendu itu, lagi lagi
readmore Bab 15
"Lah itu kan!." "Itu kan, laki laki jangkung, yang di depan tadi, yang nyuruh pelayan isi obat ke dal
readmore Bab 16
"Terimakasih Van, Terimakasih." ucap Fioni lirih, ia tak mampu memandang calon suami nya itu. "Pak Fe
readmore Bab 17
"Updet dulu ah, FIONI FASYA DAN REVANO." ucap mama Raisa sambil menggulirkan layar ponselnya. Sementa
readmore Bab 18
'Akhir nya, terbebas juga dari suasana ini, suasana yang menyiksa batin ini.' pekik Revano dalam hat
readmore Bab 19
'Beruntung, kamu adalah wanita yang sabar fio.' batin Revano sambil memandangi, wajah cantik calon i
readmore Bab 20
Revano menangkup wajah itu, dengan kedua tangan nya. Degh Degh Degh Itu bukan suara langkah kaki, karena
readmore Bab 21
"Apaan sih," Ujar fioni geram. Ia melirik sinis pada sang adik ipar. "Hm... gitu aja marah, tapi kalau
readmore Bab 22
Sementara Fio dan Revan, sama-sama memandang, kearah Rindi melangkah. Nampak oleh Fio dan Revano, Rin
readmore Bab 23
"Toni?, Kamu bule atau bukan sih," ujar Revano sambil terkekeh, pasal nya menurut Revano, nama Toni
readmore Bab 24
"Bukan lapar, pun bukan darah tinggi, aku marah sebab Fio itu...." "Permisi pak ini pesanan nya." Bel
readmore Bab 25
"Haaaa?, Kalian yang sleep call, mengapa mesti izin aku, memang aku ibu mu!." Ucap fioni ketus. meski
readmore Bab 26
"Tidak suka aku dekat-dekat banya pria?, Apa kamu fikir aku ini wanita jalang hah?!." Fioni semakin
readmore Bab 27
"Apa?." Revano seketika menginjak rem mobil nya, dan mobil itu pun, lagi-lagi berhenti secara mendad
readmore Bab 28
"Mama sangat baik, mama bak malaikat bagi ku dan fasya ma," sambung fioni lagi. "Sama-sama sayang, ka
readmore
romance novel
08/07
0Bagus kakak
01/06
0bagus
19/05/2025
0bagusss bangettt kakkkkk
18/05/2025
0bagussss
18/03/2025
0bagus
16/03/2025
0bgus
12/03/2025
0bagus
05/02/2025
0This story is very meaningful and inspiring
19/01/2025
0bagus
26/11/2024
1