Total : 851. Boneka Yang Bisa Dimainkan Sesuka Hati
Baru saja memesan kamar hotel dan berdiri tepat di depan pintu masuk kamar, seluruh lampu hotel pada
readmore 2. Tatap Aku!
Kenop pintu bergerak turun sempurna. Tidak lama kemudian, daun pintu terdorong ke dalam hingga terpa
readmore 3. Sudah Tidak Perawan Lagi
"Sial! Melelahkan sekali," umpat Ikosagon kesal. Sebenarnya, ia malas sekali harus menemui ribuan tam
readmore 4. Berhenti Mengelak, Theo!
Melihat sikap Ikosagon yang sudah mau menyentuhnya, membuat Theona memutuskan untuk mendedikasikan h
readmore 5. Berhenti Bermain Wanita
["Tapi, Bos." Lion sengaja menggantung kata-katanya karena ragu. ["Tapi kenapa? Apa ada sesuatu yang
readmore 6. Diperlakukan Dengan Tidak Baik
"Yang benar saja, Pi. Meskipun sebelumnya Osa sering sekali keluar masuk hotel bersama wanita, tapi
readmore 7. Jantungnya Serasa Akan Meledak
"Kau meminta pindah bukan karena Mami membuat kesalahan 'kan, Theo?" Mendengar pertanyaan sang ibu me
readmore 8. Tidur Di Sini Bersamaku
Theona terpaku beberapa saat. Ia memicingkan matanya melihat wajah Ikosagon yang kian mendekat. Apal
readmore 9. Dasar Pendek!
"Ehem-ehem!" Ikosagon menyadari akan kebodohannya. Seharusnya ia langsung melepaskan Theona setelah
readmore 10. Bagaimana Caramu Melayani Suamimu?
"Terimakasih," kata Theona canggung. Sebenarnya ia merasa senang berada dalam posisi itu. Namun, ia t
readmore 11. Malam Pertama
Tatapan mata dan raut wajah Ikosagon semakin menakutkan. Senyumannya membuat Theona merinding dan ha
readmore 12. Kau Pikir Aku Bodoh?
"Harusnya aku yang tanya, apa yang kau katakan pada Bi Sudan? Apa kau mengadu kalau aku memintamu me
readmore 13. Memecatnya Detik Ini Juga
Theona berusaha mengendap-endap masuk ketika resepsionis sedang tidak fokus. Ia berencana masuk ke d
readmore 14. Beraninya Dia!
"Kau?" geram Ikosagon sambil menggertakkan giginya. Bagaimana bisa ia ketahuan tersenyum di depan or
readmore 15. Jangan Menyentuhku Lagi!
Theona membeku dengan manik mata terbelalak. Ia tidak menyangka Ikosagon akan bertanya sekaligus ber
readmore 16. Stop, Berhenti Di Situ!
Theona mendorong tubuh Ikosagon kuat-kuat hingga pria itu hampir terjengkang ke belakang. "Sudah kub
readmore 17. Jatuh Cinta Pada Theona
"Astaga, Theo! Apa kata orang kalau mereka sampai tahu istri seorang Osa bekerja di luaran sana," uj
readmore 18. Astaga, Theo!
"Apa perlu, aku menjawab pertanyaanmu?" tanya Ikosagon sambil meremas dadanya. "Terserah kau saja mau
readmore 19. Aku Tidak Sanggup Menanggungnya Sendiri
Cassiopeia begitu terkejut mendengar pengakuan sahabatnya. Bagaimana bisa ayah dan ibu tiri Theona m
readmore 20. Ceraikan Saja Suamimu
"Siapa bilang? Tidak ada satu wanita pun di dunia ini yang tidak akan jatuh cinta pada Wolf. Dia itu
readmore 21. Aku Sudah Menikah, Wolf
"Ish! Dasar kau ini!" Theona menjauhkan tubuhnya sambil menyebikkan bibirnya. "Kenapa? Kau tidak perc
readmore 22. Maaf, Wolf
Mendengar suara Theona yang sangat lirih membuat Wolf mengangkat pandangan dan menatap wanita itu. M
readmore 23. Sumpah Ku Mencintaimu
Theona mengangkat kepalanya menatap Wolf terkejut. Ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan menjawab
readmore 24. Siapa Itu Wolf?
"Wolf?" gumam Ikosagon sambil mengerutkan keningnya. Kemudian, ia menatap raut sedih Theona. "Hei, T
readmore 25. Apa Kau Mau Mandi Bersama?
Ikosagon membeku mendengar suara lenguhan yang melengking indah di telinganya. Dengan susah payah, i
readmore 26. Perisai Agar Tidak Terluka
Pria itu lekas memeriksa ponsel Theona dan mendapati nama Cassiopeia di sana. Ia mengerutkan keningn
readmore 27. Menatapku Atau Aku Memelukmu
Melihat pemandangan yang sangat indah di depan matanya membuat Ikosagon berjalan tergopoh-gopoh ke a
readmore 28. Tidur Dalam Keadaan Berpelukan
"A-apa?!" Theona benar-benar terkejut dengan manik mata yang membola, "Ti-tidak. Tu-tubuhku masih te
readmore 29. Pemanasan Sebelum Bertempur
"Tidak mau. Bukankah syarat untuk tidak melakukan itu malam ini hanya kecup, kecup, kecup, dan kecup
readmore 30. Apa Kau Malu?
"Bagaimana? Tidak terasa sakit, 'kan?" tanya Ikosagon sambil membelai rambut Theona. "Tidak," balas T
readmore 31. Jangan Melampaui Batasmu
Mendengar ucapan dan raut kecewa Theona membuat Ikosagon sakit hati. Debaran khawatir di jantungnya
readmore 32. Mengingkari Janjimu
"Osa, tunggu!" teriak Theona. Ia menatap punggung suaminya yang kian menjauh dengan khawatir. ["Aku a
readmore 33. Melahirkan Anak Untukku
"Apa kau baru bekerja dengan Osa?" celetuk Theona bertanya. Fox menatap ke arah sepion. "Sudah lama,
readmore 34. Aku Akan Membuatmu Menyesal
Semula, Theona memang tidak sengaja tertidur. Ketika Ikosagon membalikkan tubuhnya dengan kasar, ia
readmore 35. Cerai?
Malam harinya, Theona sudah berada di dalam kamar. Ia mengantuk, tetapi tidak bisa tidur dan rasanya
readmore 36. Kau Kejam, Osa!
"Sebenarnya kau berkata seperti itu hanya alasan, bukan? Kemarin kau sakit karena kau mencintai pria
readmore 37. Salahku
Sebenarnya, berat sekali bagi Ikosagon untuk berjauhan dengan Theona. Rasanya seperti ia akan diting
readmore 38. Apa Kau Berusaha Menghindariku?
"Apa ini? Kenapa tidak bisa dibuka? Apa Theo tidak mencabut kuncinya?" batin Ikosagon bertanya-tanya
readmore 39. Nasibmu Malang Sekali
Theona melangkah mundur dengan manik mata yang fokus menatap Ikosagon. Sementara Ikosagon sendiri, p
readmore 40. Supir Pribadi Atau Pengawalmu?
Sontak, Ikosagon menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya. "Ada apa? Apa kau butuh sesuatu?
readmore 41. Hamil
"Benarkah?" tanya Theona berbinar. "Tentu saja," sahut Wolf sambil mengulas senyuman. "Astaga, Wolf! K
readmore 42. Alat Tes Kehamilan
"Bibi mau ke pasar, 'kan?" tanya Theona berbisik. Pagi-pagi sekali sekitar pukul lima, Theona mengend
readmore 43. Jangan Pernah Sakiti Hatinya
Semalam ia tidak bisa tidur dengan tenang. Pikirannya tertuju pada kemungkinan di mana ia hamil. Hin
readmore 44. Tidak Mungkin Wanita Itu Theo
"Bos, kami sudah menemukan wanita itu." Baru saja sampai di lokasi proyek pembangunan resort baru, Ik
readmore 45. Sumpah Demi Langit
"A-apa kau bilang? Bagaimana bisa?" tanya Ikosagon terkejut. Bagaimana bisa Theona hilang di pusat pe
readmore 46. Persiapan Kabur
"Bagaimana?" tanya Ikosagon pada Lion. "Belum, Bos. Belum ada satu pun anak buah kita yang menemukan,
readmore 47. Kehilangan Jejak
Tiba-tiba Ikosagon terdiam di tengah kegundahan hatinya. "Apa karena obat? Apa obat yang pria sialan
readmore 48. Selamat Tinggal
["I-iya, Bos. Ketika Nyonya Theo dan Bi Sudan naik ke dalam kereta, sampai ke stasiun seterusnya mer
readmore 49. Merasa Bersalah
"Kenapa lama sekali? Memangnya apa saja yang anak buahmu tanyakan pada dua wanita itu?" tanya Ikosag
readmore 50. Theo Kabur
"Ngomong-ngomong, Theo membuat kesalahan apa? Kenapa Nak Osa sampai datang ke sini?" tanya Ayah Theo
readmore 51. Dua Tersangka
"Bos, bangun, Bos. Kita sudah sampai di alamat selanjutnya," kata Lion membangunkan Ikosagon dengan
readmore 52. Sembunyikan Theo
"Ada apa kau datang ke sini?" tanya Cassiopeia penasaran. Entah apa yang membuat suami sahabatnya dat
readmore 53. Berpura-pura Tidak Tahu
"Kalau iya, memangnya kenapa?" Ikosagon beranjak berdiri dan melangkah satu langkah hingga berdiri t
readmore 54. Merenggut Nyawa
"Apa maksudmu berkata seperti itu pada Papi, Osa?" tanya Hexagon tidak suka. "Wajahmu juga kenapa ba
readmore 55. Dipersatukan Kembali
"Jantung yang bersemayam di dalam tubuhmu adalah jantung mendiang kekasih Theo. Jadi, kau akan mende
readmore 56. Mengidam
"Pa-papi?" terkejut Ikosagon mendengar suara yang sangat-sangat ia kenali. Ia menoleh ke samping dan
readmore 57. Kehamilan Simpatik
Lakeswara mengangguk cepat. "Mungkinkah seperti itu?" tanya pria itu. Hexagon menggeleng ragu. Apa ya
readmore 58. Berlumuran Darah
Tiga bulan berlalu dan Ikosagon masih belum menemukan Theona. Mual dan muntah yang ia alami pun sema
readmore 59. Melahirkan
"Tuan? Sepertinya saya melihat menantu Anda di sini dalam keadaan perut yang membesar dan dibawa ke
readmore 60. Operasi Sesar
"Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan keberadaan Theo dari Osa. Hanya saja, kita perlu persetuju
readmore 61. Bayi Mungil
Bi Sudan menatap Lakeswara dan Hexagon sekilas. Kemudian, ia menundukkan kepalanya sambil meremas je
readmore 62. Janga. Beritahu Osa
Langkah Dokter Lucas terasa sangat lambat. Jarak mereka hanya beberapa ratus meter, tetapi rasanya s
readmore 63. Not Papa But Uncle
"Ma-maksud Papi apa?" tanya Theona terbelalak. Bukankah ayah mertuanya sudah berjanji tidak akan memb
readmore 64. Aku Merindukanmu
Mendengar ucapan Cassiopeia, sontak Theona dan Wolf menoleh. Theona mengerutkan keningnya sambil men
readmore 65. Pergi Dari Sini, Osa!
Empat tahun kemudian, di rumah di mana sepasang ibu dan anak tinggal. Kini, terlihat sangat ramai ak
readmore 66. Membawa Theo Dan Anakku Pulang
Mendengar suara Alphagon, sontak tubuh Theona langsung menegang. Nafasnya tertahan seolah tidak sang
readmore 67. Selamatkan Alpha
["Kalian semua di mana sekarang?" Setelah dengan susah payah beranjak bangun, Ikosagon langsung kelua
readmore 68. Terimakasih Sayang
"Tentu saja. Aku hampir gila setelah kau menghilang. Jadi, pulanglah," sanggah Ikosagon menggebu. "Pu
readmore 69. Jangan Asal Bicara, Theo!
"Apa kau mengkhawatirkanku?" tanya Ikosagon sambil menahan pintu gerbang dengan cara mengulurkan tan
readmore 70. Paman Ini Siapa, Mommy?
"Sebentar. Cassie, tolong bawa Alpha. Aku ingin bicara dengan Wolf," kata Theona melihat Cassiopeia
readmore 71. Memperbaiki Segalanya
Ia tidak menyangka hanya dengan sebuah pertanyaan saja sudah membuatnya bahagia. Bahkan sebutan pama
readmore 72. Aku Akan Membuatmu Percaya
Mendengar ucapan Theona membuat Ikosagon kecewa. Namun, ia bisa memahami hal itu karena memang kesal
readmore 73. Jangan Bohong!
"Kau mau apa, hum?" tanya Theona sambil menggertakkan giginya. Jari telunjuknya ditempelkan di dahi I
readmore 74. Merebut Alpha Darimu
Saat ini, Ikosagon sudah ada di depan resepsionis PT. Griant Phoenix. Ia menanyakan tentang di mana
readmore 75. Tinggal Sama-sama Lagi
Theona menatap Ikosagon terbelalak. "Kau? Alpha itu anakmu, darah dagingmu sendiri. Kenapa kau bisa
readmore 76. Aku Menodai Seorang Wanita
"Aku yakin Theo dan Alpha sudah tidur," gumam Ikosagon sambil menatap arlojinya yang menunjukkan puk
readmore 77. Aku Butuh Waktu
Ikosagon menghentikan kalimatnya sejenak dan menatap Theona sendu. Ia ingin tahu bagaimana reaksi is
readmore 78. Kau Kembali, Theo?
Mendengar jawaban putranya membuat Theona terdiam. Ia tidak tahu apakah harus menuruti ucapan pria m
readmore 79. Kenapa Daddy Baru Muncul?
"Alpha mana?" tanya Hexagon. "Alpha di rumah, Mi, sama Osa. Theo sengaja datang sendirian karena ingi
readmore 80. Bermain-main Di Bawah Selimut
Theona menatap Ikosagon sendu. Mengingat kisah yang ibu mertuanya ceritakan membuatnya sedikit tidak
readmore 81. Ayo Kita Buat Adik Kembar Untuk Alpha
"Sayang, bangun. Ayo kita pindah ke kamar!" Ikosagon merengek sambil mengecupi telinga istrinya. Ber
readmore 82. Jantung Ini Milik Mendiang Kekasihmu
Setelah melakukan ritual malam pertama setelah enam tahun berlalu, kini Theona dan Ikosagon bermalas
readmore 83. Dasar Mesum!
Saat ini, Ikosagon sudah berada di rumah ayah mertuanya bersama Theona dan Alphagon. Mereka baru saj
readmore 84. Serahkan Suamimu Padaku
"Tidak-tidak. Kalau Alpha tiba-tiba ke sini mencari kita bagaimana?" tolak Theona khawatir. "Itu muda
readmore 85. Akhir Kisah
Satu bulan kemudian, Theona merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Berat badannya tiba-tiba naik dan na
readmore
seru
02/10/2024
0Ini pertama kalinya baca novel di Novelah dan Cerita keluarga NaIko (Theona Osa) yang pertama kalinya juga selesai dibaca. Bagus author ceritanya.
01/03/2024
0bagus, syuka alurny
25/02/2024
0kerenn
10/02/2024
0Bagus bngettt
08/02/2024
0yes, happy ending 🥰
26/01/2024
0lnjut
21/01/2024
0bagusss
14/01/2024
0❤️❤️❤️❤️
12/01/2024
0bagus banget ceritanya
11/01/2024
0