(Cerita ini berdasarkan kisah nyata. Nama tokoh disamarkan untuk menjaga privasi.)
Fatimah, selama 2 tahun menjadi TKW ia dibohongi kalau ayahnya meninggal. Tak ada yang mengabarinya dan selama itu pula Fatimah menahan rindu pada ayahnya.
perjuangan yang tulus dari seorang anak untuk bisa mendapatkan kerja demi membantu ekonomi keluarga meskipun demikian ia harus kehilangan seseorang ayah
04/03/2024
0
rahayutrisetyo
Bagus
11/02/2024
0
Yaya WaWa
baca dulu
03/02/2024
0
Total: 68
Prolog
Fatimah (Perjuangan TKW Indonesia)
Based on a true story. (nama tokoh disamarkan untuk menjaga privasi
Alasan Menjadi TKW
Menjadi TKW di usia belia tidaklah sulit, walaupun persyaratan usia untuk jadi TKW minimal usia 23 t
Hasil Proses Awal
“Panggil saya Miss Ros! Nanti para pengajar dan pengurus kalian juga manggilnya Miss untuk yang pere
Visa Kerja Turun
“Fat, kamu harus sukses yah! Aku nanti akan nyoba periksakan ke rumah sakit lain pas sudah pulang, b
Sampai di Singapura
Fatimah tak bisa memejamkan matanya, pikirannya makin tak karuan. Tiba-tiba samar-samar Fatimah mend
Suka Duka di Agensi Singapura
Di agensi Singapura mereka diperlakukan berbeda tak seperti di agensi Indonesia, pegawai dan pembimb
Dijemput Majikan
Satu persatu teman-teman Fatimah sudah dijemput oleh majikannya. Sudah seminggu lebih Fatimah belum
Mulai Bekerja
“Fatimah, kamu simpan baju-baju kamu di lemari itu! Jika sudah selesai, saya tunggu di depan.” Ucap
Majikan Marah
Saat Fatimah sudah mengantar Salma untuk di jemput oleh bus sekolah dan saat lift sudah terbuka, di
Menelepon ke Kampung
“Fatimah. Bu Naia nak cakap denganmu!” ucap abang dengan nada emosi dan memberikan ponsel padanya.
H
Dipulangkan ke Agensi
‘Bagaimana Santi bisa bertahan kerja di rumah ini sampai 2 tahun, sedangkan perlakuan mereka begitu.
Di Agensi Lagi
Langkah Fatimah terasa berat mengikuti Abang menuju kantor agensi Singapura, tetapi dia lebih lega k
Dapat Majikan Baru
Esok harinya di hari minggu pagi, Bu Nurma meminta para maid, untuk kerjabakti di pagi-pagi sekali,
Keluarga Majikan Baru
Sepanjang perjalanan dari menjemput Nenek, Fatimah dijelaskan tentang kehidupan Nenek.
Nenek yang tu
Menjaga Nenek
“Fatimah, Bu Ani pamit dulu, yah! Besok Ibu kemari lagi.” Ucap Bu Ani yang sudah bersiap untuk pamit
Fatimah Canggung
Siang harinya Bu Ani sudah datang dengan membawa 2 kantong plastik kresek besar berwarna putih di ta
Natasha
Natasha, cucu dari Bu Salimah dan merupakan cicit Nenek Sarinah. Bu Salimah menjelaskan kalau Natash
Mimpi Buruk
Fatimah berada di sebuah tempat yang lapang, tempat tersebut tak dikenalinya. Terdapat beberapa pepo
Bu Salimah Rewel
Hampir sebulan Fatimah menunggu Bu Ani datang. Fatimah ingin menanyakan lagi pada Bu Salimah tapi ra
Nenek Sendirian
“Fatimah, besok Bu Ani kemari nak ajak kamu medical cek up!” ucap Bu Salimah pada Fatimah.
Selama be
Hijrah
Minggu pagi, saat Fatimah sedang menjemur pakaian. Bu Salimah sudah pergi ke acara MLM-nya, Bapaknya
MLM Bu Salimah
Bu Salimah terus-menerus membanggakan produk MLM-nya. Jika menengok Nenek ke kamar, pasti yang dibah
Fatimah Sakit
Tiga hari setelah Bu Ani mengantar Fatimah kirim uang ke kampung, Pak Ayub datang membawa Pampers da
Rumah Bu Salimah
Dokter memberikan obat penahan sakit, guna melihat perkembangannya. Jika obat habis dan kaki Fatimah
Menjelang Lebaran
Setelah selesai masak, Bu Salimah meminta Fatimah untuk mengelap semua badan Nenek dan menukar bajun
Fatimah Beli HP
Malam takbiran, Bu Salimah memasak lebih banyak dari waktu anak-anaknya menginap. Masak dari selepas
Nenek Dibawa Ke Hospital
Kini Nenek makin hari makin rewel, dia akan terus memanggil-manggil Fatimah. Hingga Faimah tak bisa
Di Hospital
Kringgg... ponsel Fatimah berunyi, Bu Salimah memanggil. Tulisan di layar ponsel Fatimah.
Fatimah yan
Ruang Rawat Nenek
Setelah Fatimah dan Bu Ani selesai makan, mereka pun kembali ke rumah sakit menuju IGD tempat Nenek
Teman Baru
“Alhamdulillah Lisa. Akhirnya kamu ada nelepon juga. Seneng banget rasanya bisa ngobrol sama temensa
Banyak Teman
Mendekati jam 10 malam di ruangan tunggu sudah mulai sepi.
“Fat, besok aku bawain sarapan mau gak?” D
Maid Lain
Dika sudah datang dan berada di depan pintu ruangan Nenek, pintu ruangan Nenek selalu terbuka.
“Dika,
Dika dan Bu Ani
Sekitar jam 10 pagi, Bu Ani terlihat datang.
“Majikan aku, Ran.” Ucap Fatimah pada Rani, karena Rani
Dika
Esok harinya saat jam makan siang, Dika sudah mengabari kalau membawa bekal makan siang untuk Fatima
Exercise
Malam hari setelah Nenek minum obat dan tidur. Fatimah lalu menuju ruang tunggu di lantai 10 untuk m
Jenguk Nenek
Akhirnya pagi hari Lisa pun menelepon Fatimah. Setelah saling bertanya kabar, Fatimah pun langsung m
Nenek Pulang
“Fatimah, bila kamu nak jalan-jalan ka mall Novena, pergilah! Biar Ibu yang tunggu Nenek, ajak kawan
Facebook
Beruntungnya sekarang Fatimah tinggal di rumah Bu Ani. Bu Ani meminta Fatimah mengutamakan Nenek saj
Keluarga Bu Ani
Siang hari, Fatimah tertidur setelah memberi makan siang pada Nenek. Ia lantas terbangun karena mend
Mimpi Yang Nyata
Hp Fatimah berbunyi, sebuah panggilan masuk dari Dika. “Assalamualaikum, iya Dika. Ada apa?” tanya Fa
Sedih Yang Mendalam
Setelah sambungan dengan Dika terputus. Fatimah mengatur nafasnya, agar air matanya kembali berhenti
Harus Kuat
“Neng, Neng lihat Ibu! Ibu sampai sekarang kuat demi Neng. Jadi, Neng harus kuat demi Ibu! Ada Ibu d
POV Nani
1990 Aku Nani dan Jamal suamiku baru saja keluar desa menuju persawahan yang melewati hutan. Dahulu b
Bangkit
Setelah Bibi Sumi selesai berbicara di telepon, Fatimah merasa lebih baik. Ibunya benar, ia harus te
Safira
“Fatimah, bantu Kakak hias kamar dengan bunga!” pinta Safira santun. Fatimah menyusun letak bunganya
Setelah Pesta
“Apasal, Kak Fatimah dan Enyang tak tinggal lagi ka rumah Nenek? Aku kan tak ada kawan.” Wajah Natas
Mamang dan Bibi
Esok harinya, saudara Bu Ani sudah pulang ke rumah masing-masing. Bu Ani, Pak Ayub dan Safira serta
Fatimah Tak Sendiri
Fatimah mengakhiri panggilan teleponnya. Sebenarnya ia masih penasaran, kenapa Mang Akbar meninggal?
Pak Ayub
Hari ini, Bu Ani berangkat ke bandara diantar oleh Pak Ayub, Safira dan suaminya. Selama 2 hari Safi
Belanja
Fatimah mengikuti Pak Ayub menuju kedai. “Ini, Fat. Kamu beli makan sana! Pilih nak makan apa?” ujar
Nenek Sekarat
Suara Nenek mengejutkan Fatimah yang baru saja mengunci pintu kamarnya, “Nenek belum tidur?” “Nenek t
Nenek Tutup Usia
Sebelumnya Fatimah memakaikan inhaler, karena Nenek punya riwayat sesak napas, mungkin sesak napas n
Kepergian Nenek
Dokter tersebut menawarkan tindakan otopsi jika keluarga Nenek meragukan kematian Nenek, tetapi Safi
54. Memilih Pulang
Sepulang dari pemakaman Nenek, para pelayat diberi makan di rumah Bu Ani. Bu Ani memesan catering un
55. Ikhlas
Ucapan Bibi Sumi serasa membuat dunia Fatimah terhenti, ia hanya terdiam tak bisa menjawab. Hati Fat
56. Dika Berkunjung
Pagi hari Dika sudah menelepon Fatimah, memberi kabar kalau siang ia akan ke rumahnya Bu Ani. Dika j
57. Bantu Bu Ani
Dengan perasaan was-was Fatimah tetap melangkah naik menuju rumah Bu Ani. “Assalamulaikum.” Ucap Fati
58. Bantu Safira
Selama beberapa hari Bu Ani membawa Fatimah mengunjungi saudara-saudaranya. Sambutan saudara-saudara
59. Nonton Bioskop
Akhirnya setelah Azril pulang kerja, Safira menepati janjinya. Selepas salat magrib, mereka membawa
60. Jalan-jalan
Hari yang dinanti Fatimah pun datang, hari ini Bu Ani akan mengajaknya untuk jalan-jalan ke Univers
61. Persiapan Pulang
Safira mungkin hanya merasa kurang perhatian dari suaminya, esok paginya tingkah Safira seperti anak
62. Menuju Pulang
“Neng, kalau Neng udah jadi istrinya Aa. Neng harus tetap berhijab, gak boleh lepas hijab! 1 langkah
63. Sampai Indonesia
Perasaan Fatimah merasa was-was saat tahu Eli satu pesawat dengannya, ia terus menempel pada Fatimah
64. Calon Suami Ibu
“Itu siapa? Bapak mana?” tanya Fatimah pada diri sendiri, heran dan bingung. Pertanyaan itu terus ber
65. Sampai Kampung
Mungkin Fatimah yang masih berharap bapaknya masih hidup dan mengira semua ini surprise buatnya atau
66. Mengingkari Hati
“Neng, istirahat aja dulu, tidur dulu! Sore kita tengokin Bapak!” Jantung Fatimah makin berdetak kenc
67. Kuat
Fatimah dan Nani ibunya masih berada di depan kuburan Jamal bapaknya Fatimah. Fatimah mulai menyesal
68. Tegar (End)
Setelah kejadian itu, sudah tidak ada lagi tangis sedih Fatimah, walaupun setiap doa yang Fatimah pa
bagus ceritanya 🥺
14/03/2025
0bagus sekali
21/02/2025
0bagus
06/09/2024
0ceritanya bagus😊
02/09/2024
0perjuangan
02/09/2024
0bguuuuuuuuu
25/06/2024
0Best Cerita dye suka sangat kite bagi 5 star
29/03/2024
0perjuangan yang tulus dari seorang anak untuk bisa mendapatkan kerja demi membantu ekonomi keluarga meskipun demikian ia harus kehilangan seseorang ayah
04/03/2024
0Bagus
11/02/2024
0baca dulu
03/02/2024
0