Total : 36BAB. 1
Nekat Menikah Tanpa Restu
Ratih duduk di kursi depan mobil dengan perasaan bercampur aduk. Dia menatap Rangga, suaminya, yang
readmore BAB. 2
Memulai Kehidupan Baru
Di sebuah rumah petak sederhana di pinggiran kota Jakarta, Ratih dan Rangga baru saja memulai kehidu
readmore BAB. 3
Rangga Mulai Berubah
Pagi pun tiba juga, Pagi itu terasa begitu asing bagi Ratih. Matahari sudah mulai menembus jendela ke
readmore BAB. 4
Sikap Dingin Rangga
Pagi itu, sinar matahari mengintip malu-malu dari balik jendela kamar Ratih dan suaminya, Rangga. Di
readmore BAB. 5
Ditagih Sewa Rumah
Hari semakin siang, sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela rumah petakan sederhana yang di
readmore BAB. 6
Rangga Selalu Menghindar
Sore pun akhirnya tiba juga, langit mulai gelap meski waktu baru menunjukkan pukul enam sore. Ratih
readmore BAB. 7
Perdebatan Kecil Di Pagi Hari
Pagi itu udara masih dingin, sedingin komunikasi antara pasangan suami istri. Matahari baru saja men
readmore BAB. 8
Keberuntungan Rangga
Beberapa saat yang lalu, Rangga berdiri di ambang pintu rumah petak mereka, memandangi Ratih yang sed
readmore BAB. 9
Penagih Utang
Suasana malam semakin gelap saat Rangga dan Ratih akhirnya selesai berbelanja di mall. Mereka menaik
readmore BAB. 10
Trauma Masa Lalu Rangga
Ratih berdiri di dapur, menata barang-barang belanjaan yang baru saja mereka beli ke dalam kulkas. J
readmore BAB. 11
Mengantar Yuyun
Malam hampir mencapai puncaknya ketika Ratih akhirnya tertidur setelah Rangga menenangkannya. Mereka
readmore BAB. 12
Sikap Dingin Rangga
Pagi mulai menyapa Kota Jakarta, tak terkecuali di pinggiran kota metropolitan itu, di mana rumah-ru
readmore BAB. 13
Digosipkan Para Tetangga
Pagi itu, setelah Rangga suaminya berangkat bekerja, Ratih mulai kembali ke rutinitas sehari-harinya
readmore BAB. 14
Kebohongan Rangga
Matahari sore mulai merangkak turun ketika Rangga menghidupkan motornya di depan rumah kontrakan kec
readmore BAB. 15
Rumah Baru Untuk Ratih
Pada suatu pagi, Ratih berdiri di depan rumah kontrakan mereka sambil menunggu suaminya, Rangga. Mata
readmore BAB. 16
Rangga Terus Bersandiwara
Hari demi hari berlalu, rumah tangga Ratih dan Rangga semakin dingin. Seperti biasa, pagi itu Ratih
readmore BAB. 17
Berkunjung Ke Rumah Orang Tua Ratih
Pada Sabtu pagi, matahari bersinar cerah ketika Rangga dan Ratih bersiap untuk kunjungan penting yan
readmore BAB. 18
Kejujuran Yang Diragukan
Suasana dini hari itu sunyi. Hujan gerimis jatuh pelan di luar jendela sebuah rumah bergaya minimali
readmore BAB. 19
Rangga Terus Menghindar
Rangga menghela napas berat. Dia menggulingkan tubuhnya, kini berbaring telentang, menatap langit-la
readmore BAB. 20
Ratih Mencoba Pasrah
"Sudah! Jangan paksa aku!" bentak Rangga, suaranya menggema di ruangan yang kecil itu. Ratih terkejut
readmore BAB. 21
Ratih Memutuskan Untuk Pergi
Sudah lebih dari satu bulan, rumah itu terasa hampa. Rangga, suaminya, tak lagi kembali ke rumah mer
readmore BAB. 22
Malah Menyalahkan Yuyun
Esoknya, Jakarta menjadi labirin pencarian yang tak berujung. Rangga berkendara sendiri, memutari kot
readmore BAB. 23
Mencoba Untuk Bangkit
Sudah dua minggu berlalu sejak Ratih pergi tanpa jejak. Dua minggu yang bagi Rangga terasa seperti n
readmore BAB. 24
Surat Gugatan Cerai
“Maaf banget, Pak. Mereka jual rumah ini lewat agen properti, semua urusannya lewat perantara. Saya
readmore BAB. 25
Rangga Semakin Terpuruk
Malam itu hujan rintik-rintik turun membasahi jalanan tempat rumah Rangga berdiri. Lampu rumahnya me
readmore BAB. 26
Kembali Ke Mode Lama
“Siapa pria di depan cermin ini? Apakah ini Rangga? Apakah ini aku?” bisiknya lirih. Sore harinya, tu
readmore BAB. 27
Tak Mau Berubah
Pagi itu, matahari bersinar cerah di atas gang sempit di salah satu kawasan Jakarta. Di sudut gang,
readmore BAB. 28
Tepat Tujuh Bulan Sejak Ratih Pergi
Hujan mengguyur deras kota Jakarta sore itu. Petir menyambar sesekali, seolah menertawakan hati Rang
readmore BAB. 29
Vonis Penjara Seumur Hidup
Suasana Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada pagi hari. Langit mendung. Gerimis turun tipis sejak
readmore BAB. 30
Rangga Kabur Dari Penjara
Langit sore menggantung kelabu di atas Lapas Kertajaya, tempat Rangga dikurung. Dia sudah dipindahka
readmore BAB. 31
Ketahuan Polisi
Mereka langsung menendang bara api dan tiarap di lantai. Motor mendekat, lalu berhenti. Suara laki-l
readmore BAB. 32
Polisi Terus Mengejar
Angin pagi menyapu wajah Rangga dan Leman saat mereka melangkah menyusuri jalan setapak di antara la
readmore BAB. 33
Pondok Nelayan, Pulau Tak Bernama
Langit masih gelap saat Rangga terbangun dari tidurnya. Angin pantai yang menusuk tulang membuatnya
readmore BAB. 34
Masih Terus Melarikan Diri
Sore hari di posko pencarian wilayah Barat Bengkulu, Salah satu anjing pelacak mendadak menggonggong
readmore BAB. 35
Rangga Berakhir Tragis
Sore hari di desa kecil di perbatasan Jambi Truk berhenti di jalan setapak berdebu. Rangga mengetuk d
readmore BAB. 36
Ratih akhirnya Menemukan Kebahagiaannya Sendiri
Hujan gerimis turun pelan membasahi Kota Bandung sore itu. Awan kelabu menggantung rendah seakan men
readmore
sangat bagus
09/04
0cerita hidupkuu
06/04
0menarik ceritanya ...
17/03
0Keren.......
04/02
0bagus
11/01
0Mantap ceritanya......
31/12
0bagus
14/10
0bagus
25/09
0Ceritanya Menarik.....
27/08
0Bagus
22/08
1