Total : 98Bab 1 Sikap Manis
"Mas, kenapa sikapmu begitu dingin padaku?" tanya Mosa pada suaminya. Mereka baru saja menikah tetap
readmore Bab 2 150 Ribu Rupiah
"Maksud kamu apa berkata seperti itu?" sentak Roni. Sangat murka. "Kamu datang ke rumahku, kamu men
readmore Bab 3 Ayam Kecap
Hati Mosa seakan ingin menjerit saat di telepon oleh Mina, tetapi dia hanya ingin menjaga nama baik
readmore Bab 4 Tidak Dianggap
Mosa kemudian tertidur dengan kepala pusing. Esok harinya, Mosa sudah bersiap untuk sholat subuh tet
readmore Bab 5 Kecurigaan Raisa
"Tetapi dia malah memegang kendali Roni sampai mengatakan hal yang tidak baik kepada kamu. Ibu tidak
readmore Bab 6 Rencana Berpisah
"Ya sudah. Nanti selepas sekolah kita cari angin sedikit. Kamu memang teman yang baik, Sa," ucap Mos
readmore Bab 7 Berdebar
Beberapa hari kemudian Roni mendapatkan surat panggilan dari pengadilan. "Akhirnya dia ke pengadilan
readmore Bab 8 Pesan Raka
Roni kemudian berpamitan karena harus melihat stok di gudang yang lain. Setidaknya ia sudah lega bi
readmore Bab 9 Teman SMA
"Pasti dia senang. Apalagi perempuan yang akan dinikahinya cantik. Dia juga nggak perlu kerja, dia b
readmore Bab 10 Trauma
Hari ini Mosa baru saja pulang dari sekolah. "Sa, Ibu mau pengajian kamu di rumah atau ikut?" tanya
readmore Bab 11 Terkejut
"Alhamdulillah, Allahhumma … " penghulu memanjakan doa untuk pasangan pengantin di hadapannya. "Alh
readmore Bab 12 Melawan Mertua
"Mohon maaf, kalau untuk itu sepertinya merendahkan saya. Saya tidak pernah berpikiran seperti itu.
readmore Bab 13 Ke Dokter
Satu bulan kemudian Laila memeriksakan diri ke dokter. Karena ia mengeluh pusing dan mual. Karena se
readmore Bab 14 Pandangan Pertama
Maaf, Pak. Kalau boleh tahu kenapa Bapak saya kemari, ya?" tanya Mosa hati-hati. Perasaannya sudah m
readmore Bab 15 Roni Kesal pada Laila
Astagfirullah, tega sekali teman kamu itu, Dre. Sekarang Ayah mendukung kamu untuk mendekati Mosa. H
readmore Bab 16 Laila Mencari Jodoh
Roni terhenyak mendengar perkataan Laila yang cukup tajam. "Laila, kamu sadar apa yang baru saja kamu
readmore Bab 17 Penolakan dari Mina
Mosa sedang memainkan ponsel di kamarnya. Rasa lelah setelah membuat kue ia rasakan. Beberapa aplika
readmore Bab 18 Roni Tahu Kehamilan Laila
Di rumah Roni. Laila sedang menikmati kehamilan tanpa diketahui oleh Roni. Ia yang seperti dikurung d
readmore Bab 19 Keributan Sarni dan Laila
"Dia tidak menunjukkan sesuatu yang mencurigakan, Bu. Dia selalu di rumah kan nggak pernah keluar?"
readmore Bab 20 Macet
Di rumah Mosa. Saat Mosa baru pulang dari sekolah. Ternyata ada pesan dari nomor yang tidak dikenal.
readmore Bab 21 Pujian Andre Untuk Mosa
"Tetapi apa, Mosa?" tanya Andre. "Terkadang aku merasa aku masih jauh dari kata sempurna. Mempelajari
readmore Bab 22 Tamparan Untuk Roni
"Mosa. Kamu sudah pulang," ucap Roni. Mosa turun dari motornya. "Kamu kenapa ada di sini?" tanya Mosa
readmore Bab 23 Keyakinan Roni
"Tapi apa lagi?" tanya Mina. "Sudahlah, Bu. Tadi aku bawakan terang bulan pesanan ibu," sahut Mosa la
readmore Bab 24 Roni Datang Lagi
"Andre!" Mosa berseru. "Iya, Mosa. Aku sudah yakin. Aku akan trus memperjuangkan kamu. Aku yakin kita
readmore Bab 25 Air Mata Mosa
"Mungkin ini terlalu mendadak, Pak. Mosa masih belum lama bercerai. Apa nanti kata orang kalau sudah
readmore Bab 26 Penjelasan Laila
Saat itu Roni merasa sedikit bersalah. Tetapi perasaannya saat melihat ibunya terbaring di rumah sak
readmore Bab 27 Lamaran Andre Diterima
Di rumah Mosa. Pukul 8 malam. Andre dan Ayahnya sudah pulang. Kini Mosa sedang berbunga sembari mempe
readmore Bab 28 Lapar
"Memang apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Andre. "Sebenarnya aku mengharapkan mantan istriku kemb
readmore Bab 29 Kontrakan Baru untuk Laila
"Kamu, ngapain di sini?" tanya Laila. Meskipun masih mengantuk Laila merasa suaminya aneh. "Aku hanya
readmore Bab 30 Roni Berusaha Berubah
Roni bingung. Ia mengingat pesan Andre kemarin ternyata benar. Ketika sedang ada masalah harus tetap
readmore Bab 31 Roni Menengok Sarni
"Kamu ini masih saja perhitungan, Mas. Katanya mau berubah tetapi kamu masih saja seperti itu. Artin
readmore Bab 32 Mosa Dibonceng Andre
"Tenang! Nanti Ibu bantu untuk bicara dengan ayahmu. Insya Allah ada jalan. Kamu masih menyimpan nom
readmore Bab 33 Andre Merasa Bimbang
"Ada urusan dengan ayah, Bu," jawab Mosa pelan. "Ini seperti bukan suamimu, kamu selingkuh, ya?" bala
readmore Bab 34 Datang Ke Acara Tiga Bulanan Raisa
"Selamat ya, Raisa. Kamu sudah menunggu beberapa tahun akhirnya akan menjadi seorang ibu. Aku ikut s
readmore Bab 35 Mosa Bermimpi
Waktu berjalan begitu cepat. Tiga puluh menit berlalu. Penghulu kembali mendatangi calon pasangan pe
readmore Bab 36 Mosa Masih Bingung
"Amin. Aku juga berharap begitu. Aku sangat berharap jika ini adalah pernikahan terakhir aku," sahut
readmore Bab 37 Roni Datang ke Rumah Mosa
Andre dan Mosa kemudian berdiri. Mereka akan menyambut kedatangan Roni. Roni seperti wajahnya merah
readmore Bab 38 Laila Tertancap Pisau
Laila kemudian mencoba menelpon Roni. "Halo, Ron. Kamu dimana? Cepat pulang!" pinta Laila dengan berb
readmore Bab 39 Malam Pertama Mosa
"Tetapi apapun yang terjadi tidak akan mengubah apapun, Ron. Kamu harus mempertanggung jawabkan perb
readmore Bab 40 Menemui Roni
"Maaf, Bu. Kedatangan kami kemari memang untuk berbela sungkawa. Saat pernikahan Roni waktu itu saya
readmore Bab 41 Memadu Kasih
Mosa kemudian duduk bersebelahan dengan Andre. Memandang gunung dengan matahari yang hangat. Bersama
readmore Bab 42 Saling Memiliki
Esok harinya, Andre sudah terlebih dahulu bangun. Ia sengaja tidak membangunkan istrinya yang masih
readmore Bab 43 Siapa Hendra?
"Kamu siapa?" tanya Roni. Ia tidak mengenal dengan siapa sosok laki-laki yang masih muda itu datang
readmore Bab 44 Ke Dokter Kandungan
Satu tahun kemudian. Selama satu tahun ini, Mosa dan Andre selalu berpindah satu minggu sekali di rum
readmore Bab 45 Nasihat Raisa
Andre bergeming. Apa yang diucapkan istrinya itu memang benar. "Ya sudah, sekarang kamu yang tenang
readmore Bab 46 Ulang Tahun Ibu Mertua
Setelah Mosa membersihkan piring, ia segera menuju ke kamar untuk menghampiri Andre. "Kamu masih cape
readmore Bab 47 Ke Kantor Andre
"Jangan begitu! Aku ini orang biasa saja. Kamu yang hebat, Dre, bisa disekolahkan sama kantor. Ke lu
readmore Bab 48 Nasihat Seorang Ayah
Mina menghela nafas panjang. "Kamu dan Andre coba yang memikirkan kembali," tuturnya, lalu bangkit m
readmore Bab 49 Rencana Awal Hendra
Hendra kemudian menghubungi Roni untuk bertemu. Tidak butuh waktu lama mereka bertemu di sebuah cafe
readmore Bab 50 Obrolan Teman Sesama Guru
Satu minggu kemudian Mosa sudah mendapatkan pengganti di sekolah. Ia bertanggung jawab sebelum benar
readmore Bab 51 Salam Perpisahan
Di rumah Mosa. Sehari sebelum keberangkatan ke Belanda. "Mosa, semua yang akan dibawa apa sudah diper
readmore Bab 52 Andre Selamat
Mobil yang terlibat dalam kecelakaan adalah dua buah. Mobil pertama yaitu mobil yang membawa Andre. S
readmore Bab 53 Operasi Mosa Berjalan Lancar
Andre menyusuri lorong rumah sakit menuju ke ruang operasi dengan langkah yang masih cukup sakit. Tet
readmore Bab 54 Roni Menyesal Lagi
Keesokan harinya, Roni masih berdiam di dalam rumahnya. Tidak melakukan sesuatu apapun. Sarni bahkan
readmore Bab 55 Tujuh Hari Mosa Belum Sadar Juga
Seperti yang telah dikatakan oleh Luki, jika semua urusan Andre telah diurus oleh perusahaan. Kunci
readmore Bab 56 Mosa Sadar
Perlahan Andre menghampiri Mosa yang masih terpasang beberapa alat bantu di tubuhnya yang lemah. Mat
readmore Bab 57 Mina dan Raka ka Rumah Sakit
"Aku takut, Dre," keluh Mosa. "Takut apa?" tanya Andre. "Takut kalau hal itu terjadi lagi, jujur ingat
readmore Bab 58 Posisi Baru untuk Andre
Sesampainya di sebuah tempat yang cukup indah. Di sana adalah sebuah perumahan yang mewah. Andre jug
readmore Bab 59 Rumah Baru untuk Andre
"Jadi bagaimana, Dre? Kamu mau tidak?" tanya Bos Andre. "Apa Bapak yakin dengan keputusan itu?" balas
readmore Bab 60 Mimpi Mosa
Esok harinya Andre sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. Untuk pertama kalinya Andre ke kantor me
readmore Bab 61 Desakan Sarni pada Roni
Menunggu Mina pulang dari belanja, Mosa kembali ke kamar. Merebahkan dirinya di atas ranjang. "Ya Tuh
readmore Bab 62 Roni Bertemu Wanita Cantik
"Aku, aku freelance," jawab Roni terbata. "Oh iya. Senang bertemu denganmu, Ron," sahut Tina. Roni bar
readmore Bab 63 Dilancarkan
"Aku sebenarnya menyukaimu, Tina. Maukah kamu menjalin hubungan denganku? Tetapi maaf, aku memang ti
readmore Bab 64 Melihat Rumah Baru
"Baiklah, nanti siang kita ke sana, ya?'' balas Andre. Akhir pekan memang hari yang bisa dinikmati be
readmore Bab 65 Roni Diajak Tina ke Hotel
"Mosa, yuk kita ke kamar!" ajak Andre. Mosa hanya pasrah ketika tubuhnya diajak ke kamar oleh Andre. "
readmore Bab 66 Mengalihkan Jalan
Tanpa bisa menolak lagi, Roni hanya bisa menurut perkataan Hendra. Seperti yang telah dijadwalkan, R
readmore Bab 67 Kabar Tak Terduga
Setelah mereka selesai menikmati sarapan. Andre mengajak Mosa untuk duduk di ruang keluarga. Hari in
readmore Bab 68 Roni Makin Menggila
Roni menganggukkan kepala nya, tanda setuju dengan perkataan Tina. "Ya sudah kalau begitu. Tapi baga
readmore Bab 69 Jus Alpukat Untuk Mosa
Andre membuat jus alpukat dengan sangat rapi. Sebagai pimpinan ke dua tertinggi di kantornya, Andre
readmore Bab 70 Karno Murka
"Ibu selalu mengungkit masalah itu. Bukankah itu sudah menjadi kewajiban seorang ibu yang memenuhi k
readmore Bab 71 Roni Ditangkap Lagi
"Maksud kalian apa, ya? Kenapa aku harus ikut ke kantor?" tanya Roni sembari tangannya diborgol oleh
readmore Bab 72 Si Jago Merah
Andre menceritakan tentang kejadian yang menimpa Roni kepada Mosa. Andre sudah mengetahui tentang Ro
readmore Bab 73 Mawar
"Pak, apa ada yang terluka?'' tanya Luki segera setelah turun dari mobil. "Tidak. Kami semua sudah ke
readmore Bab 74 Cerita Mawar
"Ini sepertinya juga enak, Mosa. Udang asam manis. Kamu mau?" tanya Andre. "Enggak. Aku gak mau. Kal
readmore Bab 75 Mosa Merajuk
"Sudah, Bi Imah dan Mawar silakan duduk saja di sini!" titah Mina untuk menjadi penengah. Bi Imah ya
readmore Bab 76 Roni Memeriksakan Diri
Roni kembali ke sel nya. Hari ini dia merasa gatal di bagian organ sex nya. "Aduh. Kenapa gatal ya?
readmore Bab 77 Mosa Mengajak Pindah
Mawar kemudian mulai membersihkan sisa pecahan cangkir itu. Dibantu oleh Bi Imah juga. Andre hanya me
readmore Bab 78 Andre Menjenguk Roni
"Kamu ternyata orang baik. Saya tidak menyangka. Tolong maafkan anak saya kalau ada salah sama kamu!
readmore Bab 79 Periksa Kandungan
"Nantinya aku akan mengasuh dan mendidik anakku sesuai dengan perkembangan zaman. Kalau mungkin di z
readmore Bab 80 Karena Obat Tidur
"Dre, boleh nggak kalau aku ke sekolah senin besok? Aku ingin berkunjung aja. Mereka juga sudah melu
readmore Bab 81 Menandatangani Kuretase
"Kita sekarang di rumah sakit. Aku yang membawa kamu ke sini. Kamu tadi minum apa yang diberikan Maw
readmore Bab 82 Penuh Penyesalan
Mina mengusap tangan Mosa yang tidak percaya dengan keadaan yang sedang menimpanya. Sedangkan Andre
readmore Bab 83 Roni Menghilang
Roni terdiam sejenak. "Memang ada yang menyuruh saya. Tetapi saya takut mengatakannya. Karena hanya
readmore Bab 84 Ceramah Ustadz
Luki sebelumnya sudah menyampaikan permasalahan Mosa kepada sang ustad. Sehingga ustad tersebut pun
readmore Bab 85 Ke Rumah Hendra
Sore hari ketika jatah makan Roni tiba. Seorang anak buah Hendra pun mengantarkan itu. "Makan ini! Ag
readmore Bab 86 Kondisi Roni Memprihatinkan
Petugas tadi pun tidak berani memegang yang diduga mayat tersebut. Mereka kemudian menghubungi kepol
readmore Bab 87 Kencan
Andre kemudian mengajak Mosa untuk pulang. "Dre, boleh nggak kita ke makam ayah? Aku mau cerita sama
readmore Bab 88 Bulan Madu Lagi
"Kami juga berusaha semaksimal mungkin, Pak. Agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan lagi,"
readmore Bab 89 Pantai
"Iya iya, paham. Kamu juga jangan pesimis duluan dong! Kamu itu wanita hebat," Andre memberikan Mosa
readmore Bab 90 Cemerlang
"Ada, polisi sudah mengantongi bukti. Itu juga berkat Roni. Roni memang sudah membaik. Tetapi dia ju
readmore Bab 91 Terlambat
Polisi kemudian membuka perlahan paket yang ditujukan kepada Andre. Sebuah surat ada di dalamnya. [Se
readmore Bab 92 Tas Mosa Hilang
"Wah, tinggal sebentar lagi menunggu. Selamat karena akan menjadi seorang Ayah. Menjadi ayah pasti a
readmore Bab 93 Silaturahmi
Mosa kemudian muncul dari balik pintu mobil tapi tidak turun dengan sedikit mata sembab. "Aku maafkan
readmore Bab 94 Butuh Proses
Tidak butuh waktu lama, pukul dua belas siang, Mosa sudah diperbolehkan untuk pulang. Dengan perasaa
readmore Bab 95 Dugaan Sarni Depresi
"Tapi ibu mau bawa yang perempuan, Mosa. Dari dulu ibu pengen cucu perempuan. Dan saat ini sudah ada
readmore Bab 96 Ingin Pulang
Sesampainya di rumah sakit, Mosa langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Mosa harus mendapatkan
readmore Bab 97 Makan Malam Romantis
Mosa juga mendengar obrolan Andre dengan polisi. "Kapan mau ke kantor polisi?" tanyanya. "Masih belum
readmore Bab 98 Cinta Sejati (TAMAT)
"Tapi aku merasa kesepian ketika ayah harus bekerja dan aku di rumah hanya dengan pembantu. Rasanya
readmore
best jalan cerita nya
23/01
0bagus kk tulisan nya juga jelas kadang ada yang belibet
23/12
0terimakasih ya
21/10
0lumayan
13/10
0seru banget,terus kalok baca sambil rebahan beh ketiduran langsung mimpi dh gue
11/10
0geme ini sangat seru
23/02/2025
0baik
20/02/2025
0cerita nya seru
20/02/2025
0mantap judul nya menarik
18/02/2025
0kren
17/10/2024
0