Begitu hancurnya hatiku saat aku mengetahui rahasia besar suamiku. Ya, rahasia yang menyebabkan aku masih saja perawan padahal sudah dua bulan lamanya menikah dengan pria bernama, Salman Emir. Pria tampan, gagah serta baik hati itu ternyata menyimpan rahasia besar dalam hidupnya dan hanya memanfaatkan pernikahan dengan ku sebagai kedok agar rahasianya itu tak di ketahui keluarganya.
Hingga akhirnya aku pun tahu kebenarannya. Mas Salman malah menjerat ku dan mengancam ku dengan dalih agar rahasianya tetap terjaga. Namun, nyatanya Mas Salman mulai jatuh cinta padaku bahkan mulai merasa cemburu saat aku di cintai pria lain yang benar-benar mencintaiku.
Apa sebenarnya rahasia besar itu? Akankah rumah tangga kami berakhir karena kenyataan yang tak bisa aku terima, atau justru rumah tangga kami semakin erat karena Mas Salman sudah benar-benar mencintaiku?
cerita yg sangat menarik..akhirnya yang akan membuka minda dan hati kita... keikhlasan dalam percintaan akhirnya akan memberikan seribu kemanisan.. terima kasih...kerana telah memberi kan ku pengalaman serta pengajaran yang menarik...
.Salam dari Malaysia
12/06/2024
1
Fhitrie
kisahnya menarik..aku ga sabar bagaimana nanti sikap salman saat melihat ana dekat azzam
04/06/2024
0
Melati
Syuka syukaa
12/05/2024
0
YantiSupar
baru baca setengah cukup baik
04/05/2024
0
Atika Aqila
cerita ny seruu
04/05/2024
0
Neng Pitri Nurhayati
smple bacanya
02/05/2024
0
Faridhatus Sholichah
good job kk
29/04/2024
0
Total: 45
1. Kecurigaanku
"Aku tuh rindu sekali padamu, Mas," ucap sahabat Mas Salman saat berkunjung ke rumah kami. "Kamu sib
2. Kenyataan Pahit
Dengan berat hati aku melangkahkan kaki dan bertanya pada resepsionis apakah benar ada nama suamiku
3. Penyesalan Tiada Akhir
Aku mencoba berpikir setelah menenangkan diri dengan mengadu pada Robb-ku. Aku terus menggulir nama-
4. Tak Punya Pilihan
"Lepasin dia, atau aku akan merubuhkan tempat ini sekarang juga!" Pria bernama Zio itu hendak mengha
5. Keputusan
Tut ... tut ... tut ... ( Nomer yang anda yang tuju saat ini tidak dapat di hubungi ) Aku mengusap wa
6. Ancaman Mas Salman
Setelah mandi aku pun mengambil handphone yang sudah dari berdering tapi aku abaikan. Dan benar saja
7. Dilema
"Lepasin Mas, sakit!" pekikku sambil ku dorong tubuh kekar Mas Salman yang membuat ku semakin menyay
8. Rahasia
"An, kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa hari ini aku terlihat tampan?" kata Mas Azzam bergurau. A
9. Tak semudah itu
**** "Ana, aku ingin bicara." Mas Azzam menarik tangan ku dan membawa ku keluar dari ruangan Ibu. Aku
10. Akhir dari belenggu
Aku masuk kembali ke ruangan Ibu dan tak menghiraukan ocehan Mas Salman. Bagiku ocehannya sekarang t
11. Anak Angkat
"Salman tidak mencintai, Ana." Semua orang menoleh pada arah suara yang mengatakan jika Mas Salman t
12. Jangan pergi, Ana
"An, apapun yang terjadi, kamu tetap anak lbu." Ibu menatap ku dengan dalam. "Ibu mohon jangan tingg
13. Akan terus bersujud
POV Salman ... Hari itu setelah rahasia yang aku tutup-tutupi selama kurang lebih setengah tahun itu
14. Bisa Berubah
POV Author ... Ana mendorong tubuh kekar Salman dari bibirnya. Ana bahkan merutuki dirinya sendiri ka
15. Kecupan manis
"Tolong jangan katakan itu, Mas. Kumohon jangan katakan itu, Mas." Aku terus mengapit dan mengusap l
16. Tamparan untuk Sandy
POV Author ... "Aaaakkh ...." Brugh! Brugh! Brugh! Praaaaang!! Azzam memukul dan melemparkan semua b
17. Tuduhan Mas Salman
Entah mengapa aku selalu tak bisa menolak sentuhan dari Mas Salman. Padahal tadi aku begitu merindin
18. Rileks, Ana
Semua orang tertawa bahagia. Walau pun aku yakin mereka tidak percaya dengan ucapan Mas Salman. Mere
19. Hujan pembawa hasrat
"Haah, iya, Mas." Aku berusaha untuk rileks seperti kata Mas Salman. "Mas, apa yang Mas katakan pada
20. Kini sudah tidak perawan
"Iya, Sa. Nanti aku ke sana." Aku menutup telepon dan menatap Mas Salman. "Mas Azzam mabuk. Padahal
21. Menjadi Pria normal
Mas Azzam menepiskan tanganku dari tangannya. "Pergilah, Ana! Aku tidak butuh kamu." Ada rasa nyeri
22. Siasat Mas Azzam
"Jadi, dia adalah adik perempuannya?" tanya Mas Azzam pada pria berbaju hitam yang memberikan inform
23. Sikap manis
Hari berganti hari dengan begitu cepat karena mungkin kini aku begitu menikmati hidup dalam kebahagi
24. Sentuhan setelah duka
"Jadi seperti itu, Dok? Apa tidak ada jalan lain? Apa kemungkinan untuk sembuh itu tidak ada?" Mas S
25. Karena Doyan
"An, ibu perhatikan kok kamu seperti tidak semangat begitu? Wajahnya pucet." Ibu mengapit wajahku. "
26. Dua Kabar Bahagia
"Selamat ya, sayang. Ibu bahagia sekali." Ibu terus memelukku berkali-kali lalu menoleh pada Ayah ya
27. Menentang Restu
"Wah ... alhamdulillah, selamat Kak Ana, Mas Al. Kalian hebat." Akilah ikut bahagia atas kehamilanku
28. Sandy kembali
Mas Salman begitu kesal karena aku terus saja menariknya untuk pergi. "An, kamu itu apaan sih?" Mas
29. Manusia jadi-jadian
"Mas, kamu kok enggak pernah hubungi aku? Aku enggak bisa hubungi nomer kamu lagi. Aku mau masuk ke
30. Ujian kembali
"Ana, tolong hentikan air mata ini. Aku minta maaf, Ana." Mas Salman terus mengusap dan menyeka air
31. Tetaplah bersamaku
"Ada apa, Mas?" Aku mencoba bertanya dan bersikap biasa saja. "Apa yang terjadi dengan Mas Sandy?" M
32. Hanya mencintaimu
POV Azzam ... "Aaakhh sial," gerutuku membanting handphone. "Percuma saja aku kerja sama dengan si m
33. Ternyata tak semanis madu
"Kila, kenapa kamu ngeyel banget sih? Mas yakin jika dia itu tidak mencintaimu benar-benar. Enggak m
34. Awal kebahagiaan
Persiapan pernikahan Akilah dengan Mas Azzam mulai di persiapkan dengan sedemikian rupa. Aku begitu
35. Malam pengantin yang tak diinginkan
Resepsi pernikahan Akila dengan Mas Azzam digelar sedikit mewah. Karena banyaknya tamu undangan yang
36. Ehem-ehem
POV Akilah Delara Emir ... "Apa maksudmu, Mas?" Aku berusaha untuk tetap tenang walau gejolak di dada
37. Tidak pernah puas
"Sayang, bangun yuk!" bisik Mas Salman di telingaku. "Kita sholat bareng atau mandi bareng," bisikny
38. Sandy berulah
"Alhamdulillah ... akhirnya pengantin baru kita sudah pulang. Apa sudah puas bermalam pengantinnya?
39. Kemarahan Mas Salman
"Berani kamu menyakiti Ana-ku, hah?" sentak Mas Azzam pada Mas Sandy dengan tangan mencengkram erat
40. Bagai dicabik-cabik
"Mas, Al-ku." Mas Sandy dengan cepat membuka pintu apartemennya saat tahu Mas Salman menuju ke kamar
41. Kecurigaan buruk
"Mas, alhamdulillah." Aku segera memeluk Mas Al saat Mas Al datang setelah beberapa jam menghilang.
42.
Senyumanku dengan Mas Al perlahan pudar saat remang-remang terdengar suara sentakan dan isakan. Aku
43. cinta yang buta
"Mas, kamu kenapa sih? Aku lihat kamu itu murung terus? Ada apa?" Aku mengapit wajah Mas Salman deng
44. Aku terlalu mencintainya
"Aaarrggghh!" Bugh! Bugh! Bugh! Mas Al memukul Mas Azzam tanpa henti. Amarahnya mungkin sudah tidak b
44. akhir cerita
Aku, Mas Al dan Ibu juga Ayah hanya menatap bingung pada Akilah yang begitu kekeh ingin mempertahank
bagus
15/09
0bagus banget... semangat terus thor
12/09
0bestnya
07/09/2024
0cerita yg sangat menarik..akhirnya yang akan membuka minda dan hati kita... keikhlasan dalam percintaan akhirnya akan memberikan seribu kemanisan.. terima kasih...kerana telah memberi kan ku pengalaman serta pengajaran yang menarik... .Salam dari Malaysia
12/06/2024
1kisahnya menarik..aku ga sabar bagaimana nanti sikap salman saat melihat ana dekat azzam
04/06/2024
0Syuka syukaa
12/05/2024
0baru baca setengah cukup baik
04/05/2024
0cerita ny seruu
04/05/2024
0smple bacanya
02/05/2024
0good job kk
29/04/2024
0