Overview
|Catalog
- Tag(s):
- Anak nakal
- CEO
- Pornografi
Penghianatan sang istri mampu membuatnya bangkit dan membuktikan dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Bermodalkan kecerdasan dan kelihaiannya dalam dunia teknologi, Rizaldi Takki mampu menarik simpati pengusaha dalam maupun luar negri. Ketika luka itu mulai sembuh dan ia mulai menata kembali hatinya, dilema mulai bermunculan manakala sang mantan istri meminta kembali, wanita baik hati menjadi tak tau diri dan gadis sederhana tak mau dinikahi. Apa alasan ketiganya, dan seperti apa kemanjaan sang duda, yuk ikuti kisah menariknya.
Last Update
Editor´s Choice
Recommendation
Book Comment (386)
- Total: 124
Chapter 1 jam 9
Kutatap jam dinding di atas televisi, jarum pendek itu mengarah ke angka sembilan, "Ardila, kamu mauChapter 2 Pusing
Jemari kami masih saling menggenggam, aku tak akan mau melepaskan karena hal ini sudah lama tak kamiChapter 3 Mengalihkan Pikiran
Hari berlalu begitu cepat, dan sikap istriku Ardila semakin parah. Ia semakin seenaknya, bayangkan sChapter 4 Lebih Parah
Melihat penampilan Ardila seperti itu, membuat adrenalin kejantananku lagi-lagi meningkat berkali-kaChapter 5 Masih Saja Berharap
Panggilku begitu keras dan nyaris membuat orang sekitar ketakutan, namun orang yang kupanggil, samaChapter 6 Gadis Itu?
"Ya, aku menyerah. Aku sudah lelah dengan kebodohanku. Aku cape, dan sepertinya aku tidak mampu membChapter 7 R.A.Y.A
'Kita berjumpa lagi.'
"Oh, iya. Sorry. Keuntungan apa saja yang saya dapatkan, bila memiliki apartemeChapter 8 M.E.M.O
-------- SOHO
"Bekerjalah dengan baik, pelajari apa dan bagian mana yang harus kamu kerjakan lebih duChapter 9 Dilayani
CEKLEK
Raya membuka pintu kediaman tempatnya bekerja, tampak sisa-sisa makanan, minuman kaleng dan leChapter 10 Masih Membenci dan Merindu
"Itu gak akan mungkin, Pah. Aku anggap Rosa seperti adikku sendiri. Aku sudah nyaman dengan hubunganChapter 11 Hunian
'Kasihan.' Gumam Rizal dalam hati, memperhatikan interaksi Raya pada ponakannya. "Mulai besok, bisakChapter 12 Rasa Itu
CKLEK
"Tu-tuan sudah bangun?" Raya kaget melihat tuannya sudah duduk di ruang makan.
"Hem," jawab RizaChapter 13 Ketakutan Berlebihan 1
Terdiam, wanita cantik itu terdiam dalam posisinya. Terkesima dengan penampilan si duda tampan yangChapter 14 Ketakutan Berlebihan 2
"Onty, mengapa tidak sekalian minta antar pada om tadi?" tanya Fayed di dalam sebuah angkutan umum.
"Chapter 15 Demam
Setelah larut malam dan keadaan rumah sakit telah aman, Raya memutuskan untuk pulang. "Onty, aku sukChapter 16 Orang Baru
"Halo pah, sepertinya aku akan menginap di rumah Rizal. Maagnya kambuh, aku harus menjaganya."
RizalChapter 17 Menuju
Z&T Corporate, lobi utama.
"Permisi, mba. Saya ingin bertemu dengan Rizaldi Takki, bisa?"
"Maaf, sudahChapter 18 Omel Rizal
Hanya karena Raya tidak menuruti keinginan konyolnya, Rizal masih mendiamkan gadis itu. Hingga makanChapter 19 Khawatir
Tiba di ruang IGD, para tim medis mulai menangani Raya dengan teliti. Dua orang perawat mulai memeriChapter 20 Perhatian
"Hai," sapa Rizal melambai pelan sambil berjalan santai dari arah pintu yang terbuka, senyumnya begiChapter 21 Bad Mood
"Saya paham dan sangat tau apa yang harus saya lakukan, Tuan. Saya permisi, masih banyak aktivitas yChapter 22 Ingin Terlihat Muda
"Zal ... sudah selesai ya kerjanya, bisa kita bicara? Aku sudah menunggumu sejak tadi, a-aku berharaChapter 23 Dewasa Dan Terbuka
"Atau tuan memiliki perasaan lebih terhadap saya? Jika benar seperti itu, saya harap tuan bisa rubahChapter 24 Tekad
Wanita itu berjalan penuh percaya diri, pakaian casual ala wanita kantoran dilengkapi high heels danChapter 25 Trauma Kedua
Entah apa yang dibicarakan Bimo dan orang tua itu namun yang pasti pembicaraan serius itu berkaitanChapter 26 Ketakutan
'Tuhan tolong aku, selamatkan dan lindungi aku, aku mohon pada-Mu,' gumam Raya dalam hati penuh ketaChapter 27 Kontras
Seharian perut tak masuk makanan di tambah lagi indra pengecapnya mengalami luka sobekan, mau tidakChapter 28 Berubah
Senja mulai berganti warna, ibu kota kembali berbisik klakson dan erangan kendaraan yang tak sabar iChapter 29 Anggukan Kepala
Rizal turun dari kendaraan, ponsel dalam genggaman bergetar menandakan sebuah email masuk, memberi kChapter 30 Calon Nyonya Bos
"Rizal!" panggil Rosa kaget dihinggapi malu, mendapati duda itu melihat dirinya berbicara begitu kasChapter 31 Perasaan
Tiba di depan dua wanita yang asik adu argumen saling tak mau kalah, Rizal tampak terdiam, menungguChapter 32 Merasa Bersalah
Sportcar itu menghantam keras transportasi umum yang sedang diam di halte pemberhentian. Seluruh kaChapter 33 Rindu
Di sebuah rumah sakit swasta ternama los Angeles, Amerika Serikat.
”Huft.” Hela nafas Rizal terdengarChapter 34 Rasa Terima Kasih
[Tuan maaf, di sini tengah malam. Boleh saya melanjutkan tidur?]
Rizal menertawakan dirinya sendiri,Chapter 35 Tiga Bulan
“Aku tidak bisa, Pah. Maaf,” tolak Rizal menundukan wajah mewakili permintaan maaf melalui sebuah geChapter 36 Terlalu Banyak Diam
Raya menutup panggilan teleponnya, heran. ’Mas Dika gak salah, masa iya aku harus ke kantor sekarangChapter 37 Raya Cedera
“Rosa!?” ucap Rizal kaget dan langsung melepas genggaman tangannya.
“Ka-kalian ada hubungan apa? A-apChapter 38 Dua Jam
Rizal melangkah cepat bersama Andika, para security dan dua orang pengelola gedung menyapa ramah namChapter 39 Ruang Pribadi
’Aku tidak melihatmu di kampus hari ini,’ ucap Rizal dalam hati, serius menatap Raya. ”Apa kau baik-Chapter 40 Kembali Ditolak
Pandangan Rizal langsung mengarah pada partisi lebar di hadapannya. Tampak dua foto wanita berukuranChapter 41 Insting
“Tuan, kenapa bengong? Em … jika tuan tidak keberatan, boleh saya memberi saran?”
”APA?!”
’Dia marah lChapter 42 Ruang Guru
Raya diam terpaku, menggigit pelan kulit jarinya sambil sesekali menatap Andika, menganggap pria diChapter 43 10 Juta
Merasa tidak ada etikat baik dari pihak Raya, beberapa wali murid menerobos masuk ke ruang guru.
"IyaChapter 44 LAGI
Menyimak apa yang Rizal utarakan, seketika itu juga Raya kerutkan keningnya, memutar otak harus dengChapter 45 Menikmati Sebuah Keputusan
Rosa langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa, tempat sama yang sempat Rizal duduki tadi pagi. MemainkaChapter 46 Kangen VS Cocok
Setelah acara ulang tahun sang papah, Rizal dan Rosa makin intens bertemu, semakin dekat, dan RizalChapter 47 Bella Jovanka
”Zal, maaf mengganggumu. I-ini, a-aku, punya hutang dengan peminjaman online dan aku kesulitan bayarChapter 48 Pencarian
Ardila menjatuhkan seluruh belanjaan di atas lantai, berlanjut menuju dapur mengambil secangkir airChapter 49 Penthouse
Raya melangkah memasuki ruang kerjanya, ruang para marketing mengupdate pekerjaan sekaligus tempat pChapter 50 Si Tuan Yang Banyak Diam
Setelah kamera melaksakan tugasnya, dengan lembut dan perlahan duda itu memutar tubuh Raya.
Gadis canChapter 51 Rasa Yang Terselubung
Langkahnya terasa berat ketika sang tuan hanya memberikan jawaban singkat, namun karena seperti inilChapter 52 Toilet Wanita
“RAYA!” panggil Andika keluar lift, ketika melihat gadis yang dipanggilnya siap memutar langkah.
SuarChapter 53 CCTV
Raya menyandarkan tubuh di sudut dinding berlapis marmer. Mengatur nafas sambil pejamkan kedua mata,Chapter 54 Darurat
Rizal mengaktifkan seluruh tombol mikrofon masih dengan ponsel menempel di telinganya. “AYA … angkatChapter 55 Curhat
“Mas Dika janji ya, gak bilang tuan Rizal tentang insiden tadi! Awas aja kalo bilang, saya gak mau lChapter 56 Seminggu
Tiba di sebuah klub malam ibu kota, Rizal langsung turun dari mobil, menuju lantai dasar sebuah geduChapter 57 Pengakuan
Rizal mengatur ritme nafasnya. “Tak banyak yang akan saya sampaikan, saya hanya ingin mengakui sesuaChapter 58 Pemulihan
Mendapati gadisnya mulai menaiki sebuah mini bus, dengan tergesa Rizal langsung menekan tombol autopChapter 59 Pacaran
“Ini kenapa bisa begini sih? Gue udah pake high security, kenapa masih aja bocor!? Ilham, Reza, TehuChapter 60 Bertemu Musuh
Perguliran waktu kian berlalu dengan cepat, Raya yang menjalani pengobatan kini telah diizinkan pulaChapter 61 Di Kampus
Dering sebuah pesan bertandakan huniannya dimasuki seseorang Rizal abaikan, berpikir bahwa itu adalaChapter 62 Paksa Rizal
Perkuliahan belum usai, namun Rizal sudah standby di depan ruang kelas. ‘Ngapain nungguin sih, kayaChapter 63 Dari Hati
Tatapan sinis Nara mengartikan sesuatu yang Raya sama sekali tidak tahu. Demi menutupi kekhawatiranChapter 64 Terpaksa Dan Kasihan
’Katanya udah gak suka, masa lalu, gak usah cemburu. Tapi sekarang dia kerja di sini. Dasar laki-lakChapter 65 Ancaman
Keduanya kompak menoleh ketika mendengar suara pria yang mereka kenal.
Rosa langsung menghentikan aktChapter 66 Rencana Raya
“Katakan, apa yang akan kauputuskan?”
Raya sama sekali tak memberi jawaban. Lidahnya kelu, hatinya teChapter 67 Dres Merah
"Aku tugasnya hanya membantu, jadi bukan salahku," balas Vina ikut berbisik.
Memasuki lift, lagi-lagiChapter 68 Love You
“KAU PIKIR AKU TAKUT DENGAN MEREKA? PANGGIL SELURUH ORANG DI DUNIA INI, AKU GAK AKAN TAKUT!”
Meski kuChapter 69 Cerita Trauma
Tak sabar ingin segera bertemu dengan kekasihnya, ia pun mengeluarkan suara dalam langkahnya menyisiChapter 70 Akhirnya Menikah
Malam pun tiba. Berbalut busana sederhana lengkap dengan riasan tipis membuat penampilan cantik RayaChapter 71 Sirnanya Malam Pertama
“Ada apa?” tanya sang papah setelah menutup pintu kamarnya. ”Anak papah kenapa berteriak seperti iniChapter 72 Memperkuat
Rizal melajukan mobilnya kencang, berniat mendatangi tempat tinggal Andika, namun rasa empati dalamChapter 73 Rapuh
Senyum wanita itu tampak begitu lebar dan menggoda, ia merapihkan pakaian dan rambutnya yang tergeraChapter 74 Di Lift
”Sorry kali ini kamu gak bisa sarapan. semua makanan sudah aku buang ke tempat sampah.”
”Cantiik …”
“DChapter 75 Acara
Raya pejamkan mata dalam gendongan suaminya. “Cantik, kita sudah sampai. Turun, yuk. Aku harus gantiChapter 76 Semauku
Raya tak berani lagi mengeluarkan kata, hanya mampu menjadi penonton aksi suaminya.
"Jangan pernah laChapter 77 Mencari Alasan
Raya langsung memalingkan wajah, ketika melihat Rizal dipeluk wanita lain. Sebuah rasa yang tak pernChapter 78 Menahan
Rizal menoleh. “Ada apa lagi, Sa?”
Wanita itu menundukkan tubuhnya melihat ke dalam mobil dan benarChapter 79 Hasrat
Tanpa mengucapkan kata dan tanpa mampu menahan nafsunya, Rizal langsung mencium bahu Raya. MenghirupChapter 80 Wasiat
Mendapati panggilan telepon dari Rosa membuat otak Rizal malas memikirkannya. Demi melupakan apa yanChapter 81 Terlihat Bodoh
'Apa orang tua itu menyuruh untuk menikahi anaknya?' Tidak berani menerima sebuah kenyataan Raya hanChapter 82 ROSALIA!
”Malu,” ucap Raya menyadari seluruh pasang mata memperhatikannya di ambang pintu.
Seluruh orang di saChapter 83 90%
Menyusuri lorong kampus, langkah Raya seperti tak bernyawa, sesekali menunduk dan mengarah ke depanChapter 84 Cantiik ...
Merasa penasaran dengan siapa yang menembaknya. Bimo pun memutar tubuh sambil mendekap luka di bahunChapter 85 Tenang
Masih merasa tak ada interaksi dari sang istri, Rizal pun mencoba memasukkan indra pengecapnya ke daChapter 86 Keluhan Yang Mendalam
[Para direksi tidak akan membiarkan Dewantara Grup hancur begitu saja, mereka pasti akan membantumu.Chapter 87 Favorit
Mendengar sebuah ide yang belum sempat ia pikirkan Rosa pun langsung melepas dekapan Bagus, senyumnyChapter 88 Menghandle
Dibalik telapak tangan suaminya Raya tersenyum begitu bahagia. Perhatian dan kemanjaan Rizal membuatChapter 89 Harga Diri
“Kamu cari orang lain saja, aku tidak mau orang salah paham dengan kedekatan kita. Dan istriku masihChapter 90 Penguasa Dibalik Pengusaha
“Ada aku, jangan takut,” bisik Rizal, coba menumbuhkan keberanian dalam diri istrinya.
Raya kembali gChapter 91 Ungkapan
“Lagi-lagi media Indonesia dihebohkan dengan kemesraan dua sejoli anak pengusaha nomor satu negeri iChapter 92 Gerai Pakaian Dalam
“Baim kamu tetap di sini dan jangan beri tahu suamiku jika kita sudah tiba.” Pandangannya tertuju keChapter 93 Hasrat Dan Kepanikan
“Ka-kalian.” Tunjuk Ardila heran, menggerakkan jari telunjuknya ke arah Raya dan Nara.
”Jangan gangguChapter 94 Kecewa Bertubi-tubi
Selepas kepergian Rizal, ketakutan dan guratan kekecewaan masih menyelimuti perasaan Raya. Memeluk kChapter 95 EGO
”Aku sangat sedih dengan kematian anak kita, Zal,” ucap Ardila berlinang air mata, berharap Rizal meChapter 96 Diluar Dugaan
Merasa tidak mendapatkan balasan Rizal pun mengecek keberadaan istrinya. ”Huft.” Rizal menghela nafaChapter 97 Panggilan Telepon
Rizal melangkah mendatangi Rosa yang kini tampak tersenyum menikmati jutaan pujian yang ditujukan paChapter 98 Tidak Terima
Teriakannya membuat Rizal terdiam. Panggilan telepon keduanya hening, hanya terdengar langkah kaki RChapter 99 Beraksi
Tanpa Rosa sadari kendaraannya mulai mengarah menuju tempat yang selalu ia datangi, tempat di mana iChapter 100 Fayed Reyfand
Raya berlari sekuat tenaga mendatangi Fayed yang kini tergeletak di jalan bersimbah darah di seluruhChapter 101 Rasa Yang Sama
Berita pernikahan Rosa dan Rizal terdengar simpang siur, awak media menunggu konferensi pers namun sChapter 102 Pemutusan Ikatan
Pria tampan nan gagah itu memasuki ruang rapat, seluruh dewan direksi dan para pemegang saham sudahChapter 103 LIFT
Pria tua itu langsung menginstruksikan sopir pribadinya menuju sebuah kawasan, setelah mendapatkan bChapter 104 Menyerah
“Jangan seperti ini, kamu membuatku takut.” Raya mendorong pelan tubuh Rizal mengutarakan isi hatinyChapter 105 4 Hari
Setelah berjam-jam berada di mobil, tidak ingin bertemu di rumah dengan Raya yang mungkin saja sedanChapter 106 Gugat Cerai
Teriakan kedua resepsionis wanita seketika mengundang perhatian, membuat mereka yang berlalu-lalangChapter 107 Sedih, Sakit Hati, Terluka, Kecewa
”Pah bangun, sadar dong, Pah.” Rosa duduk di sisi ranjang sang papah, berharap pria tua itu sadarkanChapter 108 Reputasi
Andika sudah berada dalam apartemen mewahnya, mencoba pejamkan mata, tetapi tidak bisa. Pikirannya tChapter 109 Press Conference
Rizal acuh, tetap melangkah membiarkan Rosa berbicara sambil mengikuti langkahnya menuju mobil.
"Zal,Chapter 110 Sadar
“Ya, ada apa nih?” tanya Nara pada sang adik.
Tiga pria berbadan kekar lengkap dengan seragam yang meChapter 111 Tidak Normal
“Sore, Bos,” sapa seorang security ketika Rizal memasuki halaman.
Seperti biasa, Rosa telah menungguChapter 112 Radiasi
Tepat ketika Andika datang, Rizal mengeluarkan seluruh isi perutnya di ruang tamu. Tanpa diperintahChapter 113 Seperti Mimpi
Melihat Rosa seperti ingin berbicara rahasia, Hendra pun memajukan kepalanya. ”Ada apa?”
”Eemm … BaguChapter 114 Rayhan Nantha
”Kenapa diam, berasa mimpi, ya? Sama, gue juga gak percaya.”
Rizal tersadar dari lamunannya dan bergeChapter 115 Membiasakan Yang Belum Biasa
Bangun dari tidur panjang menggerak-gerakan kelopak mata, membuat Rizal kembali sadar bahwa kedua inChapter 116 Dua Tahun
”Sudah berapa lama gue buta?” tanya Rizal pada Andika, yang hari ini menjenguknya.
Andika menatap RizChapter 117 Sayang, Maaf.
TOK TOK TOK
“Zal, boleh aku masuk?” suaranya sengaja dilembutkan, terdengar sedikit manja.
“MESKIPUN TChapter 118 MANJA
Raya melepas kecupan. Kali ini Raya membawa kedua tangan Rizal untuk menyentuh wajahnya. Nalurinya yChapter 119 Gombal
TOK TOK TOK
Rosa mengetuk pintu kamar dengan keras, membuat sepasang suami istri itu kaget dan langsuChapter 120 DHOR!
“RAYHAN, APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN!?” Melihat perawat yang ia sewa tertidur nyenyak dalam dekapanChapter 121 Operasi
Rizal spontan menghentikan langkah, mengepalkan kedua tangan, tegakan badan, menahan nyeri yang teraChapter 122 Menyalurkan Perasaan
“Dokter, kenapa kalian diam?” tanya Raya lirih, bersamaan dengan isak tangisnya yang kian menyedihkaChapter 123 Senyum Keduanya
WARNING 21+ AGAIN.
”Boleh. Lakukan apapun yang kamu inginkan.” Angguk Raya.
Perlahan Rizal membuka kedChapter 124 Tunjukan Pada Dunia - The End
Raya anggukan kepala dengan kedua mata berkaca-kaca. Rizal memajukan wajah kemudian sejenak melumat


















terimakasih atas crita nya.. sgt bagus dan mengesankan, untungnya saya mmbaca saat smua crita sdh selesai jd saya dpt bnr2 merasakan keseluran isi crita tanpa terputus,, good job👍 tetap semangat dan trs berkarya🥰
30/07/2022
0ceritanya baguss bikin baper kenapa berakhirnya cepat bgt, ... padahal pengen bgt tau hari2 mereka saat raya hamil.....😁
20/07/2022
1bagus ceritanya
04/02
0saya suka membaca,novel ini sangat cocok untuk mengisi waktu luang saya.
14/09
0gilaaaaa bagus banget ini
12/09
0Sebuah kisah yg sangat menarik... Teruskan usaha
07/09
0dari awal sampe pertengahan ceritanya bagus. tapi konflik diakhirnya kurang memuaskan. dika udah curiga ada keanehan pda buta ny rizal. tapi si boss ga mencari penyebabnya. malah tahan 2 tahun. buta dan ga nyari istrinya. katanya penguasa tapi karakternya ga terlalu menonjolkan begitu. pengembangan karakternya kurang . eksekusi akhir Rosa dan keluarganya jg kurang memuaskan. setelah semua hal yg dilakukan keluarga Rosa pada rizal. semoga penulisnya bisa mengembangkan alur dengan lebih baik
03/09
0keren dan bagus
03/09
0ceritanya baguss bangeetttt
03/09
0keren ceritanya
02/09
0