Total : 34• Prolog •
Suasana indah di taman sekolah, menemaninya yang sedang membaca novel kesayangannya. Membayangkan ba
readmore • Chapter 1 •
Aku terdiam dan hanya menatap kepergian pria tua itu, aku bertanya-tanya tentang siapa pria itu. Bah
readmore • Chapter 2 •
“Itu memang benar, tapi saya menginginkan anda sebagai Bodyguard putri saya” – Jelasnya “Tck, menjaga
readmore • Chapter 3 •
Aku mengelus rambutku, terasa tebal dan sedikit berminyak. “Sepertinya aku harus pergi ke salon, dan
readmore • Chapter 4 •
"Hei, apakah kamu Bodyguard yang ayah suruh?!" - Tanyaku "A-apa?! Bu-bukan, kenapa kamu berpikir sepe
readmore • Chapter 5 •
“Tapi kalau bukan kayak gini, jadi tidak seru dong :v” – Ucap Azran Grrrhh!! Aku menggertakkan gigiku
readmore • Chapter 6 •
“Hei, jangan main-main denganku. Akan kutebas lehermu itu! Kau Bodyguard yang menggodaku saat aku me
readmore • Chapter 7 •
Aku tersenyum dan memfokuskan pandanganku ke arah Lyra, dia begitu memesona dengan beberapa pakaian
readmore • Chapter 8 •
“Tolong jangan sentuh apa pun dari barang putriku, tugasmu hanya menjaga putriku. Mengerti?!” – Tega
readmore • Chapter 9 •
Tak lupa aku menyempatkan diri untuk berpamitan dengan ayah dan menyalami tangan ayah, tanganku semp
readmore • Chapter 10 •
Pandanganku tak bisa lepas dari kantong besar yang bergerak sendiri, sebuah tangan keluar dari kanto
readmore • Chapter 11 •
Dan kali ini aku menang, mereka semua terjatuh dan sebagian pingsan tak sadarkan diri. Di tengah per
readmore • Chapter 12 •
Rina keterlaluan, aku meringis kesakitan. Pandanganku mulai kabur, namun aku sebisa mungkin menahan
readmore • Chapter 13 •
“Jangan menertawakanku!” – Teriak Lyra “Hahaha, maaf. Ini, di lap ingusmu” – Ucapku Aku memberikan set
readmore • Chapter 14 •
Aku langsung merobek rokku tanpa melepas wig rambut panjang yang sedang kupakai, jika seperti ini pa
readmore • Chapter 15 •
Setelah membaringkan Lyra di kasurnya, aku segera menutup pintu. Takut Pak Andrian akan mencidukku k
readmore • Chapter 16 •
Suara ketukan pintu membuatku panik, aku mengecek panggilan itu. Panggilan masuk dari Ayah, aku lang
readmore • Chapter 17 •
Tapi, apa boleh buat, dia juga telah mengetahui rahasia terbesarku. Jadi dia akan dimasukkan ke dala
readmore • Chapter 18 •
Aku telah tiba di sana, namun barang yang kucari tak kunjung kudapatkan. Carel yang mengamatiku seda
readmore • Chapter 19 •
“Ya, pulanglah! Jangan sampai ayah menyadari keberadaanmu, cepatlah keluar” – Pintaku “Tapi, aku tida
readmore • Chapter 20 •
"Bwa! Bwa-bwa! " - Ucap Anak Perempuan itu "Maaf mengganggumu, anakku hanya ingin melihatmu" - Ucap L
readmore • Chapter 21 •
Para bodyguard mengetahui keadaan Pak Andrian dan segera berlari menuju ruang tamu, namun mereka tak
readmore • Chapter 22 •
Tapi bagaimana pun juga, dia tetaplah ayahku. Aku masih membutuhkan sosok ayah dalam hidupku dan sek
readmore • Chapter 23 •
Setelah sampai di tujuan, aku segera turun dari mobil dan berlari mendekati ibuku. "Ibu, aku datang!
readmore • Chapter 24 •
Lyra berjalan menghampiriku dan memberikan cincin itu padaku, dia mulai berjalan untuk keluar dari s
readmore • Chapter 25 •
• Flashback Off • "Aku tidak begitu ingat dengan kejadian kecil itu, terima kasih telah menceritakan
readmore • Chapter 26 •
Terdengar suara laki-laki yang sedang marah dari telepon itu dan ayah hanya bisa menjawab dengan men
readmore • Chapter 27 •
Krek! Terbuka, Alvaro mulai membuka pintu besi itu secara perlahan dan mendapatiku sedang meringkuk
readmore • Chapter 28 •
Ayah menggedor-gedor pintu kamarku diiringi dengan teriakan yang memekikkan telinga. Aku menutup ked
readmore • Chapter 29 •
Walaupun begitu, pandanganku tak bisa lepas dari gadis itu. Ia berjalan menghampiri para bodyguard a
readmore • Chapter 30 •
“Cukup! Itu urusanku dengan anakku, kau tidak perlu ikut campur! Kau hanya perlu mengabaikannya saja
readmore • Chapter 31 •
"Ada apa? Kenapa kalian masih berada di sini?" - Tanya Alvan "Alvan, apakah kamu melihat Lyra di seki
readmore • Chapter 32 •
Sedangkan Ayesha masih berada di gendonganku, dia tertidur karena lelah bermain. Brak! Untuk kedua ka
readmore • Chapter 33 •
Alvaro menunjukkan letak kamar tidurnya untuk ke sekian kalinya, rumah kecil ini hanya memiliki satu
readmore
baguss bangett
24/04/2025
0lucuu
05/01/2025
0bagus
05/10/2024
0nice story
28/09/2024
0cerita yang saya suka
22/09/2024
0good story
19/09/2024
0baguslah
18/09/2024
0baguss
15/09/2024
0perfect
10/09/2024
1sangat bagus
31/08/2024
0